Social Icons

twitterfacebookgoogle pluslinkedinrss feedemail

12 November 2012

Beliau Masih Hijau di Dunia Politik Indonesia

Sangkaan haruslah selalu disertakan bukti. Tanpa ada bukti, sangkaan akan dianggap fitnah. Bukti tanpa dilandasi syarat yang kuat hanya akan dianggap mengigau....

Rasanya hal itulah yang kini mendera Dahlan Iskan, sang nahkoda Kementerian BUMN. Bola panas mulai menggelinding ketika bergulir temuan inefisiensi PLN yang mencapai 37 triliun saat beliau menjabat Dirut-nya, setelah didapati laporan keuangannya oleh BPK. Dari pandangan saya, saya menghormati BPK karena itu memang tugasnya melakukan audit dan pengawasan terhadap keuangan negara. Saya berharap Dahlan Iskan selaku Dirut PLN waktu itu, juga memberikan klarifikasi yang jelas tentang kenapa terjadi hal tersebut. Memang alasan terjadinya inefisiensi telah beliau paparkan dalam Manufacturing Hope 49: Temuan Inefisiensi yang Mestinya Melebihi Rp 37 Triliun. Tapi secara prosedural bukan hal yang salah kalau DPR menanyakannya lagi, dan itu memang perlu diusut.

Yang menjadi pangkal kisruhnya masalah, Dahlan Iskan dalam waktu bersamaan juga melemparkan isu tentang tukang peras BUMN dari Senayan. Hal ini tentu seolah mencongor hidung para wakil rakyat. Tentu saja ini seperti memperuncing masalah, terkesan beliau panik atau bagaimana, saya tidak tahu. Yang jelas pelemparan isu nama-nama anggota DPR yang tukang peras seolah menjadi tameng dari masalah inefesiensi PLN, atau semacam 'tembakan' yang membabi buta.

Yang saya sayangkan kenapa isu itu dimunculkan saat itu juga. Mungkin bisa saja ada kesalahan kebijakan dari Dahlan Iskan mengenai inefesiensi karena beliau memang akrab dengan kendala protokoler/ birokrasi yang selalu berbenturan dengan langkahnya. Tapi yo mbok yao diselesaikan itu dulu, baru 'nembak' anggota DPR dengan bukti yang konkrit. Walaupun seandainya beliau benar, namun kalau buktinya hanya sekedar "katanya", publik pun akan kecewa. Masalahnya yang dihadapi itu wakil rakyat yang merasa terhormat. Jadi ya seharusnya mesti dihadapi dengan cukup bukti.

Tapi genderang perang terlanjur ditabuh, kadang dukungan dari kanan kiri bisa berarti lain. Semakin banyak yang mbom mbong belum tentu mereka mendukung. Bisa saja mereka tahu kalau apa yang dikatakan beliau buktinya lemah.

Memang benar peribahasa, "Semakin ke atas, semakin kuat angin berhembus", semakin tinggi posisinya makin kuat pula kendala yang dihadapi. Bahkan dalam posisi ini kita hampir tak tahu mana lawan mana kawan.

Dan si ‘manusia sakti’ ini –karena memiliki hati yang baru (baca: liver), semoga tetaplah tegar menjalankan tugasnya dan memperbaiki kinerja BUMN dengan benar dan mencapai profit yang diharapkan. Karena saya sebenarnya berharap banyak pada sosok manusia yang satu ini. Beliau mungkin masih 'hijau' di dunia politik yang kejam ini. Yang benar bisa saja salah, dan yang salah seringkali dianggap benar. Namun, semoga beliau tidak patah arang untuk selalu memperbaiki kinerja BUMN, menegakkan kebenaran, dan memberantas korupsi di negara ini.

2015 Indonesia Bebas Narkoba, Ciyuuus...? Miapa?

Penyalahgunaan dan pengedaran gelap narkoba merupakan masalah global dan menjadi ancaman nyata dan serius bagi bangsa Indonesia.

Pada tahun 2005 angka penyalahgunaan narkoba 1,55%, Tahun 2008 meningkat menjadi 1,99%, Tahun 2010 mencapai 2,40%. Diperkirakan pada tahun 2015 akan mencapai 2,8% dari jumlah penduduk Indonesia atau sekira 5,6 juta jiwa.

Peredaran narkoba pun bisa dilakukan dari berbagai macam pintu, baik dari laut, darat dan udara. Hal ini didukung pula lemahnya pengawasan oleh aparat penegak hukum dan Pemerintah.

Namun secara garis besar, ada 5 tindakan penting yang perlu digarap untuk memerangi Narkoba, yaitu:

1. Pencegahan,
    Perlu selalu digiatkan di kampus-kampus, sekolah, dan lingkungan warga untuk penyuluhan dan bimbingan narkoba. Dan harus didukung lingkungan masing-masing, agar masyarakat tahu dan paham, mampu menolak narkoba. Kegiatan ini harus rutin dilakukan.
2. Memberdayaan Peran masyarakat
    Fenomena narkoba ini seperti fenomena gunung es. Justru yang jadi pelindung peredaran narkoba adalah masyarakat yang terlalu cuek, tidak mau tahu, atau malah melindungi peredaran narkoba. Hal inilah diperlukan peran aktif segala komponen masyarakat dengan menggerakan seluruh komponen bangsa untuk menciptakan lingkungan bebas narkoba melalui kegiatan tes narkoba. Selain itu diperlukan perlindungan hukum yang kuat bagi masyarakat yang telah berperan aktif dan reward. Karena kepasifan masyarakat karena mungkin saja mereka takut, atau justru mendapat keuntungan dari peredaran narkoba di lingkungan mereka.
3. Merehabilitasi
    Para pengguna narkoba harus diperlakukan juga sebagai korban. Karena ketidak bisa lepasan sifat ketergantungan akan narkoba. Maka agar para pengguna bisa lepas dan tidak kambuh dari jerat narkoba diperlukan kegiatan rehabilitasi dan pembinaan lanjut. Masalah timbul apakah rehabilitasi yang dilakukan selama ini efektif? kalau memang efektif apakah tempatnya cukup representatif untuk menampung jumalah para pengguna narkoba yang semakin banyak. Hal ini juga perlu dikaji ulang oleh Pemerintah.
4. Pemberantasan Narkoba
    Pemerintah harus mengawasi pintu-pintu masuk atau tempat rawan narkoba seperti tempat-tempat hiburan. Dan menempatkan intelejen untuk mengendus keberadaan tempat pembuatan/ pabrik narkoba. Diperlukan efek jera dengan kepada para bandar atau pengedar narkoba dengan hukuman seberat-beratnya. Kalau perlu hukuman mati, atau minimum hukuman seumur hidup. Dan harus ada pemusnahan/ pembekuan aset-aset sindikat, sehingga efektif melumpuhkan jaringan narkoba.
5. Komitmen
    Dan yang terpenting adalah komitmen, jangan hanya sekedar slogan. Pemerintah harus memberi contoh hukum benar-benar ditegakkan. Langkah-langkah yang disusun juga diterapkan hingga hanya sekedar bumbu pemanis saja.

Namun yang patut disayangkan dari gerakan 2015 Indonesia Bebas Narkoba adalah komitmen dari Pemerintah itu sendiri. Sangat disayangkan Presiden memberikan grasi kepada para pengedar narkoba, seperti pengurangan masa hukuman selama lima tahun kepada terpidana perkara narkotika, Schapelle L. Corby, sang Ratu Mariyuana asal Australia, juga pemberian grasi menjadi hukuman seumur hidup kepada Denny Setia Maharwan alias Rapi Mohammed Majid dan Meirika Franola alias Ola alias Tania, yang telah dijatuhi pidana mati.

Nah.... jadi Ciyuuus nih mau 2015 Indonesia Bebas Narkoba, Miapa? Kalau pimpinan negara sebagai pemegang otoritas, hukum dan penjalan kebijakan tertinggi ini, tidak berkomitmen pada ucapannya sendiri.

11 November 2012

Pemerintah Mencla-Mencle = Preseden Buruk

Kasus Taxi Blue Bird di Batam
Sikap Pemerintah Kota Batam melalui Forum Muspida untuk menunda pelaksanaan operasional taksi Blue Bird selama setahun, akan menjadi preseden buruk bagi kepastian berusaha di kawasan FTZ ini.

Forum Muspida Kota Batam mengatakan bahwa akan menunda pelaksanaan operasional Blue Bird selama satu tahun. Penundaan itu akan segera dilaksanakan setelah Tim Pokja Pembinaan Taksi terbentuk selambat-lambatnya dalam waktu dua pekan. Selama ditundanya Blue Bird, Tim Pokja harus melaksanakan pembinaan perusahaan taksi lokal agar memiliki pelayanan yang semakin baik, termasuk pengunaan argo dalam pembayaran dan penyusunan klasifikasi kelas taksi.

Penundaan ini diumumkan kurang dari beberapa bulan sebelum rencana Blue Bird beroperasi pada awal tahun depan. Rencana itupun sebenarnya mundur dari rencana awal, yakni pada Agustus 2012. Padahal beberapa minggu setelah surat keputusan PTUN Tanjung Pinang keluar pada awal Oktober, Walikota Batam Ahmad Dahlan sudah siap menjalankan putusan tersebut. Namun karena tekanan dan demo dari operator/ perusahaan dan para sopir taksi yang ada, Walikota Batam menjadi mencla-mencle.
Padahal dengan menunda pelaksanaan Blue Bird beroperasi adalah bentuk Pemerintah Kota Batam tidak menghormati keputusan PTUN Tanjung Pinang yang sudah memutuskan izin Blue Bird tetap berlaku.

Bukti bahwa satu lagi tindakan Pemerintah Kota Batam yang tidak terkonsep dan tidak mempunyai masterplan yang jelas. Bukannya saya ingin membela pihak Taxi Blue Bird, tapi alangkah lebih bijaksana jika sebelum melakukan tindakan, Pemerintah Kota Batam lebih 'berpikir' atau memiliki visi ke depan. Secara hukum keputusan ini sangat menyalahi hukum dengan 'seolah' mengangkangi hasil keputusan PTUN. Kalau bahasa sadisnya, hal ini seperti terjadi pemberontakan terhadap hukum NKRI yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Batam. Karena telah menyatakan dengan jelas dan tegas bahwa Pemerintah Kota Batam mengabaikan hukum/perundangan di NKRI. Seolah Batam bukan bagian dari NKRI saja.

Kalau boleh mundur ke belakang, adalah awal mula kenapa sampai dimunculkan wacana pengadaan taksi, dan mengapa hingga akhirnya gol. Darimana kajian yang menyatakan bahwa hingga tahun 2013 Batam masih butuh sekitar 3 ribu unit? Katanya jumlah armada taksi sampai saat ini adalah 2.299 unit dari berbagai operator taksi. Namun keberadaan operator taksi yang ada sekarang ini, telah gagal dalam menyediakan layanan taksi berargo dan nyaman. Entah karena Pemerintah kurang serius 'memfasilitasi' atau karena ada 'sesuatu'. Hingga setelah Taxi Silver Cab menelurkan polemik, kini muncullah bisa Taxi Blue Bird, yang makin memperuncing masalah.

Padahal sebenarnya sebagai konsumen, kami juga menginginkan layanan taksi yang layak dan nyaman. Saya pikir Taxi Blue Bird pun tidak akan bisa menggarap seluruh konsumen taksi yang ada di kawasan ini. Tinggal bagaimana operator/ perusahaan taksi yang sudah ada ini berbenah, bukan malah antipati menerima persaingan. Seharusnya pembinaan/ pemfasilitasi oleh Pemerintah Kota ini dilakukan jauh-jauh tahun, sebelum kisruh ini muncul.

Untuk sekarang, saya pikir perlu diambil win-win solution, misalnya sementara dengan pembatasan jumlah operasional Taxi Blue Bird selama beberapa bulan ke depan sementara itu Tim Pokja terus membina operator taksi yang sudah ada agar bisa menyesuaikan diri dengan standar yang diharapkan. Tentunya menggunakan timeline yang sudah ditargetkan sehingga tak ada kata lagi mencla-mencle dari Pemerintah Kota Batam ini.

10 November 2012

Everyone Can be A Hero

10 Nopember, siapa yang tak tahu arti tanggal tersebut? Saya tahu, itu lho ulang tahunnya si Jhon..? Walah...!!!

Bagi bangsa Indonesia 10 Nopember adalah identik dengan "Hari Pahlawan". Diilhami dari peristiwa pertempuran dahsyat arek-arek Suroboyo melawan tentara sekutu yang diboncengi Belanda yang ingin menanamkan tajinya lagi pasca menyerahnya Jepang. Sementara Indonesia sudah 'terlanjur' larut dalam euforia kemerdekaan. Tentu saja jawabannya adalah "TIDAK!!!" ketika diharuskan tenggelam lagi dalam cengkeraman Belanda.

Dan saya tak akan membahas peristiwa ini karena saya bukan ahli sejarah, dan banyak orang yang lebih paham sejarah perjuangan bangsa dibanding saya. Kalau meminjam kata-kata khas rekan kerja saya, "Apalah arti saya ini..."




Masih bertemakan Pahlawan, rasanya tak berlebihan kalau saya katakan anda bisa menjadi Pahlawan. Tak peduli siapakah, pekerjaan, atau status anda. Dalam kehidupan nyata, pahlawan TIDAK HARUS orang yang kuat (berotot) dan berwajah cakep (kalau di film-film, nggak ada pahlawan yang tampangnya jelek). Anda bisa jadi pahlawan bagi keluarga dengan berjuang menafkahi anggota keluarga anda. Anda juga bisa Pahlawan dengan melakukan sesuatu yang berarti demi menjadi guru bangsa, penyelamat lingkungan, penyembuh mental korupsi bangsa. Setiap kebaikan yang kita lakukan, tidak hanya berarti bagi diri sendiri namun lingkungan sekitar juga terberkahi.

Jadi mulailah melakukan sesuatu yang berarti, bukan hanya berpikir demi diri sendiri. Kalaupun sekitar anda tak ada yang melihat perbuatan anda. YAKINLAH... Tuhan tidak tidur! Ikhlas adalah kunci sebuah KEPAHLAWANAN. Toh di film-film sang Pahlawan juga jarang menampilkan jati diri aslinya di depan publik.

Selamat Hari Pahlawan untuk para PEJUANG KEMERDEKAAN, untuk para GURU BANGSA, untuk para PENYELAMAT SESAMA MANUSIA, LINGKUNGAN, dan MENTAL BANGSA, serta untuk para PENCARI NAFKAH KELUARGA, juga para ORANG TUA selaku PEMBINA & PENUMBUH KEMBANG ANAK!!!

Saatnya Bersiap Malam Mingguan

Tepat pukul 17.15 bel berdentang, dan para karyawan mengantri melakukan swap out absensi untuk pulang. Malam minggu segera menjelang, saatnya memanjakan diri untuk kepentingan pribadi, memanfaatkan waktu sejenak untuk pacaran, dengan keluarga, ataupun dengan teman yang berbeda.



09 November 2012

Dampak Revolusi Hijau

Dalam upaya memenuhi ketahanan pangan dan mencegah kelaparan bagi penduduk dunia, akhirnya mulailah dicanangkan gerakan Revolusi Hijau sekira tahun 1954. Dimana Revolusi Hijau ini mulai dilakukan pada negara-negara berkembang.

Revolusi Hijau ini mendasarkan diri pada empat pilar penting, yaitu:
1.Penyediaan air melalui sistem irigasi
2.Pemakaian pupuk kimia secara optimal
3.Penerapan pestisida sesuai dengan tingkat serangan organisme pengganggu
4.Penggunaan varietas unggul sebagai bahan tanam berkualitas

Melalui penerapan teknologi non-tradisional ini, terjadilah peningkatan hasil tanaman pangan berlipat ganda dan memungkinkan penanaman tiga kali dalam setahun untuk padi pada tempat-tempat tertentu.

Namun setiap perubahan atau langkah yang dilakukan pasti membawa efek, baik itu efek positif dan efek negatif. Berikut ini dampak yang terjadi atas pencanangan gerakan Revolusi Hijau.

Dampak Positif:
1.Penggunaan mesin traktor untuk pengolahan sawah dan tanah
2.Teknologi hujan buatan
3.Penggunaan mesin untuk memanen gandum atau padi
4.Ditemukannya mesin penggiling padi dan gandum
5.Intensifikasi dalam dunia pertanian
6.Ditemukannya bibit unggul

Dampak Negative:
1.System bagi hasil mengalami perubahan
2.System panen bersama berubah menjadi system upah
3.Kesempatan kerja di pedesaan berkurang karena diganti menjadi mesin
4.Timbul urbanisasi karena di desa tidak ada pekerjaan
5.System ekonomi desa makin luas
6.Ketergantungan pada pupuk kimia makin besar
7.Biaya produksi dan perawatan makin mahal
8.Polusi tanah dan kematian berbagai jenis hewan karena obat hama
9.Penanaman tidak memperhatikan siklus akan mengakibatkan kebalnya hama
10.Timbul kerusakan hutan karena tebang kayu dengan mesin

Sadarkah bahwa kita telah membuat porak poranda tatanan keanekaragaman hayati tanaman. Ketamakan manusia telah membuat kita hanya memilih varietas tertentu saja, 'menghilangkan' varietas yang kurang menguntungkan bagi manusia. Siapa pula yang peduli pada kelanjutan keturunan si semangka dengan congkaknya kita menghilangkan kodrat alami makhluk hidup untuk berbiji, dan lain-lain... dan lain-lain.

Bagi para petani, ini membuat tergantung pada varietas tanaman tertentu yang 'dipilihkan' dan tergadainya nasib petani pada benih-benih hasil produksi para kapitalis? Belum lagi ditambah pupuk yang harus dipakai, obat pembasmi hama yang cocok, dan ongkos produksi lain. Belum lagi ditemukannya banyak kasus bahwa akan terjadinya kerusakan lahan pertanian akibat oba-obatan yang dipakai.

Akan tetapi milyaran manusia di dunia tidak mengalami bahaya kelaparan. Benarkah?

05 November 2012

Asyik Mesum Di Depan Orang Sholat

Ini nih brosis, jangan ditiru ya...
Saat saya lagi sholat lha kok malah berasyik-ria mesum. Mula-mula sih nggak sadar... karena konsen sholat. Eh... lama kelamaan konsentrasi terganggu, mata jadi ngelihatin ada yang aneh.... Dan walah!!! Sepasang makhluk lagi bermesum ria di depanku.



Masih nggak kelhatan, nih lihat lebih besar.
maaf gambarnya kabur... takut lalatnya kabur

04 November 2012

The Man Who Fixes The World

Homo Homini Lupus alias "Manusia adalah serigala buat manusia yang lain." Idiom tersebut tidak selamanya benar karena ada banyak manusia yang bisa lebih memberi arti bagi kehidupan ini.


Relawan Semut Orange Community memberikan layanan tambal ban gratis kepada pengendara yang mengalami ban bocor di Jl.KH Hasyim Ashari, Jakarta, Jum'at (08/06/2012). Tambal Ban gratis tersebut hadir karena banyaknya pengendara sepeda motor yang terkena ranjau paku di kawasan tersebut dan dalam sehari rata-rata mereka bisa menambal hingga 20 lebih sepeda motor.




Anda bisa melakukan sesuatu untuk kehidupan ini, ingatlah hargailah waktu kehidupan anda. Selagi anda mampu, anda bisa berbuatlah sesuatu untuk memperbaiki dunia ini. Jangan tunggu sampai anda divonis dokter bahwa umur anda tinggal 1 tahun baru anda berbuat! Lakukan kebaikan sekarang juga untuk memperbaiki dunia. Tuhan menunjukkan banyak cara untuk berbuat baik, tergantung kita mau peduli atau tidak.