Bolak balik mati listrik. Alasan biaya operasional melebihi anggaran. PLN Batam ibaratnya membalas dendam atas tidak dikabulkannya kenaikan tarif.
Tampilkan postingan dengan label Seputar Batam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Seputar Batam. Tampilkan semua postingan
14 September 2017
08 Februari 2017
Benarkah DAM Duriangkang Tercemar Kotoran Babi?
BATAM - Tercemarnya sumber air bersih masyarakat Batam di Dam Duriangkang akibat keberadaan peternakan babi, membuat Badan Pengusahaan (BP) Batam akan melakukan relokasi paksa.
Relokasi dengan pemusnahan tersebut tidak akan disertai dengan biaya ganti rugi, jika pada batas waktu ditentukan para peternak tidak memindahkan babi ke tempat yang jauh. "Kita berikan mereka waktu untuk menjual ternak mereka. Kalau tidak, kita akan gali lubang, kita bakar dan kita kubur," ujar Direktur Pengamanan BP Batam, Budi Santoso, seperti mengutip Jawa Pos, Rabu (8/2/2017).
Saat ini jumlah peternak babi di sekitaran Dam Duriangkang bertambah dari waktu ke waktu. "Sebelumnya kami survei 26, sekarang sudah menjadi 33 peternak," ucapnya.
Bila peternakan itu dibiarkan terus, dalam beberapa waktu ke depan jumlah ini akan terus meningkat. "Nanti mereka bawa saudaranya, atau kerabatnya. Makin banyak dan sangat menganggu. Hal ini sudah dirapatkan. Tunggu saja," katanya.
Budi menegaskan, relokasi yang dilakukan pihaknya berdasarkan peraturan daerah Pemko Batam menyebutkan bahwa di Pulau Batam tak dibolehkan untuk peternakan babi. "Disarankan ternaknya dijual saja dalam waktu dekat," tuturnya.
Dia menyebutkan, akibat keberadaan peternakan babi ini beberapa pihak menyambangi Ditpam BP Batam. Salah satunya wakil ketua MUI Batam. "Mereka (MUI) datang. Mereka meragukan juga, apa sah mereka berwudu dengan air dari kotoran babi," tuturnya.
Dia mengatakan, dari sepengatahuannya, tak hanya kotoran babi saja yang mengalir ke Dam Duriangkang. Tapi ia mendapat kabar pemotongan babi juga dilakukan di sekitar peternakan. "Dibersihakan di sana, darahnya dibuang di sekitar itu, lalu juga isi perutnya," ucapnya.(ran)
Sumber okezone.com
Relokasi dengan pemusnahan tersebut tidak akan disertai dengan biaya ganti rugi, jika pada batas waktu ditentukan para peternak tidak memindahkan babi ke tempat yang jauh. "Kita berikan mereka waktu untuk menjual ternak mereka. Kalau tidak, kita akan gali lubang, kita bakar dan kita kubur," ujar Direktur Pengamanan BP Batam, Budi Santoso, seperti mengutip Jawa Pos, Rabu (8/2/2017).
Saat ini jumlah peternak babi di sekitaran Dam Duriangkang bertambah dari waktu ke waktu. "Sebelumnya kami survei 26, sekarang sudah menjadi 33 peternak," ucapnya.
Bila peternakan itu dibiarkan terus, dalam beberapa waktu ke depan jumlah ini akan terus meningkat. "Nanti mereka bawa saudaranya, atau kerabatnya. Makin banyak dan sangat menganggu. Hal ini sudah dirapatkan. Tunggu saja," katanya.
Budi menegaskan, relokasi yang dilakukan pihaknya berdasarkan peraturan daerah Pemko Batam menyebutkan bahwa di Pulau Batam tak dibolehkan untuk peternakan babi. "Disarankan ternaknya dijual saja dalam waktu dekat," tuturnya.
Dia menyebutkan, akibat keberadaan peternakan babi ini beberapa pihak menyambangi Ditpam BP Batam. Salah satunya wakil ketua MUI Batam. "Mereka (MUI) datang. Mereka meragukan juga, apa sah mereka berwudu dengan air dari kotoran babi," tuturnya.
Dia mengatakan, dari sepengatahuannya, tak hanya kotoran babi saja yang mengalir ke Dam Duriangkang. Tapi ia mendapat kabar pemotongan babi juga dilakukan di sekitar peternakan. "Dibersihakan di sana, darahnya dibuang di sekitar itu, lalu juga isi perutnya," ucapnya.(ran)
Sumber okezone.com
07 Agustus 2016
Pledoi Buat Sahabat
Siang itu, saat Jumatan saya tidak bertemu dengan Gigih. Padahal biasanya kami sempatkan salam atau ngobrol selepas Jumatan. Saya masih belum menaruh curiga, bahkan saya belum tahu tentang penggerebekan teroris di sejumlah tempat di Batam. Maklum, karena sejak jam 8 pagi hingga setengah sebelasan, kami ada meeting dan teleconference dengan induk perusahaan di Jepang.
Bahkan setelah seorang rekan kerja bilang ada penggerebekan teroris di Mediterania, dan dengan nada guyon katanya namanya Rahmat dan mengapa saya tidak ditangkap, saya juga masih santai dan belum terpikirkan kalau yang ditangkap itu orang yang kukenal baik.
Barulah ketika waktu agak senggang, selepas makan siang dalam perjalanan audit ke Supplier, mulailah saya browsing berita di internet via hape. Lha, ada gambar rumah, yang dari pagarnya sangat kukenal. Bayangan saya Mediterania lokasi penangkapan yang ke arah Tunas Industri, bukan yang berhadapan dengan Puri Legenda.
Dep! Benak saya langsung berkecamuk, dalam hati saya ingin langsung telepon Gigih tapi lalu kuurungkan. Tentu saja kalau memang benar yang ditangkap Gigih yang saya maksud, pasti dia tidak bisa angkat telepon. Saya kenal dengan Gigih, karena dia adik dari sahabat baik saya. Abangnya dan saya, pernah kuliah di universitas yang sama dan pernah bekerja di tempat kerja yang sama.
Kemudian saya menghubungi abangnya yang diluar kota via sms untuk menanyakan perihal nama Gigih sebenarnya. Dan dia membenarkan kalau Gigih yang dimaksud sama dengan Gigih Rahmat Dewa yang ditangkap Densus88. Dan abangnya juga terkejut kalau Gigih disangkutpautkan ke kelompok Bahrun Naim.
Astaghfirullah! Mulai hari itu saya agak galau. Salah apa sih Gigih? Dari apa yang saya baca di media elektronik ataupun koran, katanya dia ketua KGR (Khatibah Gigih Rahmat atau Khatibah Gonggong Rebus), ah...terserah sak karepmu dewelah! Dan lucunya katanya kelompok ini yang berafiliasi dengan ISIS dan Bahrun Naim, akan menyerang Marina Bay di Singapura dengan meluncurkan roket. Roket? Roket mbahmu kiper yo.....
Hello??? Wake up man! Jangan lama-lama kalau fly? Tangio dhisik ta rek! Sing bener ae nik ngomong ojo asal njeplak wae rek! Pak Polisi saya pikir anda-anda sekalian itu kan pintar, coba pakai logika! Prinsip Investigasinya gimana? Atau pakai prinsip FMEA kami.
Oke, kembali ke Gigih. Dia itu pribadi yang sangat sopan, ketemu saya selalu cium tangan, malah sering saya cegah, soale gak enak rek, risih! apalah saya ini, saya cuma teman abangnya, bukan pak kyai. Dia itu santun dan bahasanya halus khas Jawa Tengahan. Suatu kali, pernah kami asyik ngobrol padahal adzan Ashar sudah tiba, dan dia mengingatkan untuk sholat jamaah dan tepat waktu. Wah salut arek iki!
Dia dan abangnya sama-sama pecinta alam, pecinta kedamaian, penyuka suara alam. Makanya dia sering mendaki gunung, menjelajah hutan, dan camping di sana. Bahkan dia pernah bercerita, dulu dia pernah beberapa hari tersesat di gunung, dan Alhamdulillah selamat.
Setahu saya abangnya kelahiran Pemalang atau Pekalongan saya lupa, jadi saya pikir dia bukan orang Solo. Dia anak ketiga dari empat bersaudara. Dia masih SMP saat mereka menjadi yatim piatu.
Oya, Gigih ini pribadi yang memiliki otak encer. Itulah kenapa dia selalu keterima beberapa Universitas. Kalau nggak salah, dia pernah kuliah di UNES tapi karena di kegiatan luar kampus akhirnya DO. Kemudian pernah kuliah di Malaysia, saya lupa namanya, namun terbengkalai juga. lalu pernah di Universitas Terbuka tapi kayaknya nggak selesai juga. Hingga akhirnya dibawa abangnya ke Batam untuk dikuliahkan di Poltek Batam untuk diawasi hingga selesai. Selama kuliah, sama dengan namanya Gigih. Dia ini juga nyambi kerja di media cetak di batam, Haluan Kepri, spesialis masuk malam. Sepengatahuan saya dia kerja di bagian IT.
Tapi setelah abangnya memutuskan keluar dari Batam. Saya juga jarang berkomunikasi dengannya karena waktu itu dia tinggal di Sekupang dengan istri yang baru dinikahinya. Dan saat saya dan abangnya ada bisnis, lalu aku berjumpa lagi dengannya di Mediterania lagi. Pada saat itu anaknya baru lahir, baru berusia 3 bulan. Lalu saya kerap berjumpa lagi dengannya saat Sholat Jumat, ketika dia sudah pindah kerja di kawasan industri BIP.
Oya, kembali soal roket? Roket tuh bullshit nggak ada sama sekali?
Meminjam ucapan Cak Lontong, Mikir? Roket dari mana?
Lha wong, Kim Jong Un saja butuh berapa kali uji coba agar target Korsel pas. Lha ini masih amatir, mau gimana itung-itungannya? Jarak antara Batam dan Marina Bay itu 35-50 km, kecepatan angin berapa km/jam, ke arah mana, wis... kudu akeh sing diitung rek!!! Satu lagi, mau taruh mana tempat peluncurannya, biar tidak ketahuan pihak berwenang? Oya, setahu saya teknologi teroris Indonesia kemuluken lha kalau sampai bikin roket gitu! Hebatlah! Mbuh maneh kalau roket air yang sering ditandingkan saat kami kuliah dulu, ngakak sambil guling-guling!!!
Sudahlah Pak Kapolri, Pak Kepala BNPT, Pak Kepala Densus88. Obrolan sahabat saya via dumay, itu cuma obrolan ala warung kopi yang bercanda-canda saja, sesama rekan-rekan seforum yang prihatin terhadap penindasan dan ketidakadilan pada umat Islam. Ngaku saja, kalian dapat pesanan dari Singapura yang takut National Day-nya 9 Agustus 2016 nanti diganggu aksi terorisme. Sama seperti Bastille Day-nya Perancis dan lain-lain. Dan kalian tuh pada parno (baca: paranoid) sekali! Jadi demi mencegah hal-hal itu, bercandaan ala Khatibah Gonggong Rebus pun dianggap serius.
Saya yakin itu, karena apa? Ya... satelit komunikasi Indonesia saja nebeng Singapura. Apalagi yang masih jadi rahasia Indonesia. Semua bisa dianggap ancaman oleh Singapura, langsung bisa diretas dari posisi dan IP kita. Jadi,ya tinggal tunggu aja dianggap teroris.
... Inikah arti de-radikalisme? Kalian nangkepi orang-orang yang aktif rajin ibadah dan ngaji, takut ya... kalau mereka lebih mencintai Islam dibanding negara.
Wolak-Walike Zaman! Gih, semoga kamu seperti namamu, Gigih!!! Cepatlah Kau Bebas! Saya nggak tega bayangin sedang apa kamu disana. Bismillahirrohmanirrohim! Semoga Allah selalu bersamamu bro!
#SaveGigih
Kata orang, cinta tak harus memiliki. Namun ketika Cinta hanya jadi angan yang tak berbalas. Haruskah berhenti mencintai?
Kami adalah orang-orang yang rindu dan mencintai KEBENARAN.
Rakhmat Wijaya
@dewatacengkar14
Batam Center
Bahkan setelah seorang rekan kerja bilang ada penggerebekan teroris di Mediterania, dan dengan nada guyon katanya namanya Rahmat dan mengapa saya tidak ditangkap, saya juga masih santai dan belum terpikirkan kalau yang ditangkap itu orang yang kukenal baik.
Barulah ketika waktu agak senggang, selepas makan siang dalam perjalanan audit ke Supplier, mulailah saya browsing berita di internet via hape. Lha, ada gambar rumah, yang dari pagarnya sangat kukenal. Bayangan saya Mediterania lokasi penangkapan yang ke arah Tunas Industri, bukan yang berhadapan dengan Puri Legenda.
Dep! Benak saya langsung berkecamuk, dalam hati saya ingin langsung telepon Gigih tapi lalu kuurungkan. Tentu saja kalau memang benar yang ditangkap Gigih yang saya maksud, pasti dia tidak bisa angkat telepon. Saya kenal dengan Gigih, karena dia adik dari sahabat baik saya. Abangnya dan saya, pernah kuliah di universitas yang sama dan pernah bekerja di tempat kerja yang sama.
Kemudian saya menghubungi abangnya yang diluar kota via sms untuk menanyakan perihal nama Gigih sebenarnya. Dan dia membenarkan kalau Gigih yang dimaksud sama dengan Gigih Rahmat Dewa yang ditangkap Densus88. Dan abangnya juga terkejut kalau Gigih disangkutpautkan ke kelompok Bahrun Naim.
Astaghfirullah! Mulai hari itu saya agak galau. Salah apa sih Gigih? Dari apa yang saya baca di media elektronik ataupun koran, katanya dia ketua KGR (Khatibah Gigih Rahmat atau Khatibah Gonggong Rebus), ah...terserah sak karepmu dewelah! Dan lucunya katanya kelompok ini yang berafiliasi dengan ISIS dan Bahrun Naim, akan menyerang Marina Bay di Singapura dengan meluncurkan roket. Roket? Roket mbahmu kiper yo.....
Hello??? Wake up man! Jangan lama-lama kalau fly? Tangio dhisik ta rek! Sing bener ae nik ngomong ojo asal njeplak wae rek! Pak Polisi saya pikir anda-anda sekalian itu kan pintar, coba pakai logika! Prinsip Investigasinya gimana? Atau pakai prinsip FMEA kami.
Oke, kembali ke Gigih. Dia itu pribadi yang sangat sopan, ketemu saya selalu cium tangan, malah sering saya cegah, soale gak enak rek, risih! apalah saya ini, saya cuma teman abangnya, bukan pak kyai. Dia itu santun dan bahasanya halus khas Jawa Tengahan. Suatu kali, pernah kami asyik ngobrol padahal adzan Ashar sudah tiba, dan dia mengingatkan untuk sholat jamaah dan tepat waktu. Wah salut arek iki!
Dia dan abangnya sama-sama pecinta alam, pecinta kedamaian, penyuka suara alam. Makanya dia sering mendaki gunung, menjelajah hutan, dan camping di sana. Bahkan dia pernah bercerita, dulu dia pernah beberapa hari tersesat di gunung, dan Alhamdulillah selamat.
Setahu saya abangnya kelahiran Pemalang atau Pekalongan saya lupa, jadi saya pikir dia bukan orang Solo. Dia anak ketiga dari empat bersaudara. Dia masih SMP saat mereka menjadi yatim piatu.
Oya, Gigih ini pribadi yang memiliki otak encer. Itulah kenapa dia selalu keterima beberapa Universitas. Kalau nggak salah, dia pernah kuliah di UNES tapi karena di kegiatan luar kampus akhirnya DO. Kemudian pernah kuliah di Malaysia, saya lupa namanya, namun terbengkalai juga. lalu pernah di Universitas Terbuka tapi kayaknya nggak selesai juga. Hingga akhirnya dibawa abangnya ke Batam untuk dikuliahkan di Poltek Batam untuk diawasi hingga selesai. Selama kuliah, sama dengan namanya Gigih. Dia ini juga nyambi kerja di media cetak di batam, Haluan Kepri, spesialis masuk malam. Sepengatahuan saya dia kerja di bagian IT.
Tapi setelah abangnya memutuskan keluar dari Batam. Saya juga jarang berkomunikasi dengannya karena waktu itu dia tinggal di Sekupang dengan istri yang baru dinikahinya. Dan saat saya dan abangnya ada bisnis, lalu aku berjumpa lagi dengannya di Mediterania lagi. Pada saat itu anaknya baru lahir, baru berusia 3 bulan. Lalu saya kerap berjumpa lagi dengannya saat Sholat Jumat, ketika dia sudah pindah kerja di kawasan industri BIP.
Oya, kembali soal roket? Roket tuh bullshit nggak ada sama sekali?
Meminjam ucapan Cak Lontong, Mikir? Roket dari mana?
Lha wong, Kim Jong Un saja butuh berapa kali uji coba agar target Korsel pas. Lha ini masih amatir, mau gimana itung-itungannya? Jarak antara Batam dan Marina Bay itu 35-50 km, kecepatan angin berapa km/jam, ke arah mana, wis... kudu akeh sing diitung rek!!! Satu lagi, mau taruh mana tempat peluncurannya, biar tidak ketahuan pihak berwenang? Oya, setahu saya teknologi teroris Indonesia kemuluken lha kalau sampai bikin roket gitu! Hebatlah! Mbuh maneh kalau roket air yang sering ditandingkan saat kami kuliah dulu, ngakak sambil guling-guling!!!
Sudahlah Pak Kapolri, Pak Kepala BNPT, Pak Kepala Densus88. Obrolan sahabat saya via dumay, itu cuma obrolan ala warung kopi yang bercanda-canda saja, sesama rekan-rekan seforum yang prihatin terhadap penindasan dan ketidakadilan pada umat Islam. Ngaku saja, kalian dapat pesanan dari Singapura yang takut National Day-nya 9 Agustus 2016 nanti diganggu aksi terorisme. Sama seperti Bastille Day-nya Perancis dan lain-lain. Dan kalian tuh pada parno (baca: paranoid) sekali! Jadi demi mencegah hal-hal itu, bercandaan ala Khatibah Gonggong Rebus pun dianggap serius.
Saya yakin itu, karena apa? Ya... satelit komunikasi Indonesia saja nebeng Singapura. Apalagi yang masih jadi rahasia Indonesia. Semua bisa dianggap ancaman oleh Singapura, langsung bisa diretas dari posisi dan IP kita. Jadi,ya tinggal tunggu aja dianggap teroris.
... Inikah arti de-radikalisme? Kalian nangkepi orang-orang yang aktif rajin ibadah dan ngaji, takut ya... kalau mereka lebih mencintai Islam dibanding negara.
Wolak-Walike Zaman! Gih, semoga kamu seperti namamu, Gigih!!! Cepatlah Kau Bebas! Saya nggak tega bayangin sedang apa kamu disana. Bismillahirrohmanirrohim! Semoga Allah selalu bersamamu bro!
#SaveGigih
Kata orang, cinta tak harus memiliki. Namun ketika Cinta hanya jadi angan yang tak berbalas. Haruskah berhenti mencintai?
Kami adalah orang-orang yang rindu dan mencintai KEBENARAN.
Rakhmat Wijaya
@dewatacengkar14
Batam Center
17 Maret 2015
Warga Batam Mulai Mengenal Nama Jalan
Selama ini ada pameo, "Kalau Warga Batam itu nggak kenal dengan nama jalan, yang dikenal itu nama daerah, simpang, nama mall, pasar, atau nama perumahan."
Ya... pameo itu nggak salah! Warga Batam memang lebih kenal nama seperti Jodoh, Simpang Frenky, Pasar Aviari, Kurnia Djaja. Tidak seperti Jalan Engku Putri, Jalan Raja Ali Haji, Jalan Sudirman, Jalan S. Parman, dan lain-lain. Tapi, jangan dipandang sebelah mata. Karena walau kerabat anda nulis surat ke anda dengan alamat perumahan anda, toh tetap saja surat itu nyampai ke anda. Karena apa? Karena Pak Posnya pinter dan sebagai warga Batam harus hafal alamat.
Semenjak kedatangan saya tahun 2005 hingga awal 2015, praktis hanya jalan-jalan protokol di Batam ini yang ada nama jalannya. Untuk jalan-jalan baru, atau jalan-jalan kecil praktis kita nggak pernah hafalin.
Namun semenjak akhir Januari 2015, beberapa ruas jalan di Kecamatan Batam Kota hampir semuanya sudah ternamai. Seperti Jalan Raja Isa, untuk jalan yang menghubungkan dari Mega Mall hingga simpang di pom bensin Kurnia Djaja. Jalan Raja Husain, jalan yang membelah Pasar mega Legenda, atau menghubungkan Jalan Raja Isa dengan Jalan Sudirman-2. Lalu ada Jalan S.Parman, untuk jalan dari Simpang Panbil hingga Piayu. Karena jalan itu yang biasa saya lewati, ya lama-lama hafal juga.
Nah, untuk jalan yang terpanjang di Batam Kota, sampai sekarang saya belum tahu. Tapi ada banyak kandidat, seperti Jalan Laksamana Bintan yang membentang dari simpang Puri Industrial hingga Terowongan Pelita, atau Jalan Sudirman & Sudirman-2.
Satu komentar dari saya. Ya. .dimana-mana menjaga itu paling susah. Jadi kita sebagai Warga Batam harus turut andil memelihara papan nama jalan, jangan sampai baru dipasang, eh sudah ....hilang papan nama jalannya. ...
Ya... pameo itu nggak salah! Warga Batam memang lebih kenal nama seperti Jodoh, Simpang Frenky, Pasar Aviari, Kurnia Djaja. Tidak seperti Jalan Engku Putri, Jalan Raja Ali Haji, Jalan Sudirman, Jalan S. Parman, dan lain-lain. Tapi, jangan dipandang sebelah mata. Karena walau kerabat anda nulis surat ke anda dengan alamat perumahan anda, toh tetap saja surat itu nyampai ke anda. Karena apa? Karena Pak Posnya pinter dan sebagai warga Batam harus hafal alamat.
Semenjak kedatangan saya tahun 2005 hingga awal 2015, praktis hanya jalan-jalan protokol di Batam ini yang ada nama jalannya. Untuk jalan-jalan baru, atau jalan-jalan kecil praktis kita nggak pernah hafalin.
Namun semenjak akhir Januari 2015, beberapa ruas jalan di Kecamatan Batam Kota hampir semuanya sudah ternamai. Seperti Jalan Raja Isa, untuk jalan yang menghubungkan dari Mega Mall hingga simpang di pom bensin Kurnia Djaja. Jalan Raja Husain, jalan yang membelah Pasar mega Legenda, atau menghubungkan Jalan Raja Isa dengan Jalan Sudirman-2. Lalu ada Jalan S.Parman, untuk jalan dari Simpang Panbil hingga Piayu. Karena jalan itu yang biasa saya lewati, ya lama-lama hafal juga.
Nah, untuk jalan yang terpanjang di Batam Kota, sampai sekarang saya belum tahu. Tapi ada banyak kandidat, seperti Jalan Laksamana Bintan yang membentang dari simpang Puri Industrial hingga Terowongan Pelita, atau Jalan Sudirman & Sudirman-2.
Satu komentar dari saya. Ya. .dimana-mana menjaga itu paling susah. Jadi kita sebagai Warga Batam harus turut andil memelihara papan nama jalan, jangan sampai baru dipasang, eh sudah ....hilang papan nama jalannya. ...
Labels:
Seputar Batam
09 Maret 2015
CNY 2015: Pantai Melayu, Barelang
Akhirnya Quality Crews, bermotor ria menuju Pantai Melayu, Barelang. Berikut update sebagian foto-fotonya:
Perlunya Klasifikasi Kelas Jalan di Batam
Saya bosan lihat jalan di Batam ini sering rusak, sungguh sangat disayangkan! Padahal jalan di Batam ini terhitung jarang dilalui kendaran. Anda yang terbiasa hidup di Jawa akan terbiasa melihat lalu lintas jalan yang padat. Tidak hanya pagi, siang, sore, atau bahkan malam. Coba bandingkan dengan Batam, dimana jalanan hanya padat pada saat jam-jam tertentu, yaitu saat pagi dan sore, di saat orang-orang berangkat dan pulang kerja. Artinya, beban jalanan di kota Batam itu terhitung ringan. Namun kenapa banyak yang rusak?
Setahu saya, banyak jalan di Batam diberi beban yang tidak semestinya. Atau malah sebaliknya, jalan yang seharusnya memiliki kemampuan sesuai kelasnya, ternyata tidak mampu menahan beban sehingga banyak yang ambrol. Saya tidak tahu, coba nanti ditanyakan ke pihak Dishub. Namun, kenyataan di jalanan, tidak ada identifikasi kelas pada masing-masing jalan.
Padahal, seharusnya jalanan dikelompokkan dalam tingkatan kelas sesuai tingkatan beban masing-masing jalanan. Nah berikut yang sedikit saya copas dari Wikipedia.
Untuk keperluan pengaturan penggunaan dan pemenuhan kebutuhan angkutan, jalan dibagi dalam beberapa kelas yang didasarkan pada kebutuhan transportasi, pemilihan moda secara tepat dengan mempertimbangkan keunggulan karakteristik masing-masing moda, perkembangan teknologi kendaraan bermotor, muatan sumbu terberat kendaraan bermotor serta konstruksi jalan, yaitu:
Nah kapan nih jalan di batam dikelompokkan berdasarkan kelasnya? Misal kalau untuk 'Jalan A' maka truk kontainer tidak boleh lewat, ya dipasang tandanya
Padahal kalau menurut PERDA KOTA BATAM seperti ini:
Nah... kalau ada kelas jalan dan muatan sumbu terberat yang diizinkan buat apa PERDA. Jangan sampai kita biarkan jalan Batam hancur, tambal sulam lagi, diperbaiki lagi, ujung-ujungnya cuma nguras APBD pada hal-hal yang itu-itu saja. Padahal banyak tata ruang kota lainnya yang bisa diperbaiki. Sebagai masyarakat yang tinggal di Batam Center, saya melihat ada beberapa titik jalan yang parah. Seperti di depan Perumahan Bukit Palem, di Jalan Raja Ali Kelana (dulu orang menyebutnya masih Jalan Abulyatama). Jalanan ini hancur sejak pertengahan tahun lalu, karena banyaknya berseliweran dump truck yang membawa material, di sekitar jalan tersebut. Hal ini karena di sepanjang area tersebut banyak proyek pembangunan, seperti ruko dan termasuk proyek perumahan Orchard Park. Juga di Jalan Selasih, dekat perumahan Kurnia Djaja, juga mengakibatkan aspal tergerus habis karena sistem irigasi yang tak ada di sepanjang jalan itu. Ketika kedua jalan tersebut masih terbengkalai, lain halnya dengan Jalan Raja Isa yang berada di depan Perumahan Puri Mas, dekat Gedung SAMSAT, dan Kantor PDIP. Jalan Raja Isa, sudah nampak berbenah, walaupun belum teraspal, masih Redemix. Dari sini nampak pengerjaan jalanan di Batam masih terkesan asal-asalan dan tidak ada standarisasi yang jelas. Padahal semuany sudah diatur di PERDA, tetapi tidak ada yang tertata dengan bagus. Miris!
Namun, kalau itu yang diinginkan Para Penguasa yang duduk di Pemerintahan Batam, ya buat apa menerbitkan PERDA tanpa pelaksanaan dan pengawasan! Jujur kami kecewa.
Setahu saya, banyak jalan di Batam diberi beban yang tidak semestinya. Atau malah sebaliknya, jalan yang seharusnya memiliki kemampuan sesuai kelasnya, ternyata tidak mampu menahan beban sehingga banyak yang ambrol. Saya tidak tahu, coba nanti ditanyakan ke pihak Dishub. Namun, kenyataan di jalanan, tidak ada identifikasi kelas pada masing-masing jalan.
Padahal, seharusnya jalanan dikelompokkan dalam tingkatan kelas sesuai tingkatan beban masing-masing jalanan. Nah berikut yang sedikit saya copas dari Wikipedia.
Untuk keperluan pengaturan penggunaan dan pemenuhan kebutuhan angkutan, jalan dibagi dalam beberapa kelas yang didasarkan pada kebutuhan transportasi, pemilihan moda secara tepat dengan mempertimbangkan keunggulan karakteristik masing-masing moda, perkembangan teknologi kendaraan bermotor, muatan sumbu terberat kendaraan bermotor serta konstruksi jalan, yaitu:
- Jalan Kelas I, yaitu jalan arteri yang dapat dilalui kendaraan bermotor termasuk muatan dengan ukuran lebar tidak melebihi 2.500 milimeter, ukuran panjang tidak melebihi 18.000 milimeter, dan muatan sumbu terberat yang diizinkan lebih besar dari 10 ton, yang saat ini masih belum digunakan di Indonesia, namun sudah mulai dikembangkan diberbagai negara maju seperti di Prancis telah mencapai muatan sumbu terberat sebesar 13 ton;
- Jalan Kelas II, yaitu jalan arteri yang dapat dilalui kendaraan bermotor termasuk muatan dengan ukuran lebar tidak melebihi 2.500 milimeter, ukuran panjang tidak melebihi 18.000 milimeter, dan muatan sumbu terberat yang diizinkan 10 ton, jalan kelas ini merupakan jalan yang sesuai untuk angkutan peti kemas;
- Jalan Kelas III A, yaitu jalan arteri atau kolektor yang dapat dilalui kendaraan bermotor termasuk muatan dengan ukuran lebar tidak melebihi 2.500 milimeter, ukuran panjang tidak melebihi 18.000 milimeter, dan muatan sumbu terberat yang diizinkan 8 ton;
- Jalan Kelas III B, yaitu jalan kolektor yang dapat dilalui kendaraan bermotor termasuk muatan dengan ukuran lebar tidak melebihi 2.500 milimeter, ukuran panjang tidak melebihi 12.000 milimeter, dan muatan sumbu terberat yang diizinkan 8 ton;
- Jalan Kelas III C, yaitu jalan lokal dan jalan lingkungan yang dapat dilalui kendaraan bermotor termasuk muatan dengan ukuran lebar tidak melebihi 2.100 milimeter, ukuran panjang tidak melebihi 9.000 milimeter, dan muatan sumbu terberat yang diizinkan 8 ton.
Nah kapan nih jalan di batam dikelompokkan berdasarkan kelasnya? Misal kalau untuk 'Jalan A' maka truk kontainer tidak boleh lewat, ya dipasang tandanya
Padahal kalau menurut PERDA KOTA BATAM seperti ini:
WALIKOTA BATAM
PERATURAN DAERAH KOTA BATAM NOMOR 9 TAHUN 2001
TENTANG LALU LINTAS DAN ANGKUTAN JALAN DI KOTA BATAM
Bagian Ketiga
Pengaturan Penggunaan Jalan
Pasal 11
Setiap jaringan jalan yang telah diselesaikan di bangun, sebelum dioperasikan dilakukan penetapan kinerja jaringan meliputi : nama, status, fungsi, kelas jalan, muatan sumbu terberat yang diizinkan dan kecepatan setempat yang diperbolekan serta pengendaliannya.
PERATURAN DAERAH KOTA BATAM NOMOR 9 TAHUN 2001
TENTANG LALU LINTAS DAN ANGKUTAN JALAN DI KOTA BATAM
Bagian Ketiga
Pengaturan Penggunaan Jalan
Pasal 11
Setiap jaringan jalan yang telah diselesaikan di bangun, sebelum dioperasikan dilakukan penetapan kinerja jaringan meliputi : nama, status, fungsi, kelas jalan, muatan sumbu terberat yang diizinkan dan kecepatan setempat yang diperbolekan serta pengendaliannya.
Nah... kalau ada kelas jalan dan muatan sumbu terberat yang diizinkan buat apa PERDA. Jangan sampai kita biarkan jalan Batam hancur, tambal sulam lagi, diperbaiki lagi, ujung-ujungnya cuma nguras APBD pada hal-hal yang itu-itu saja. Padahal banyak tata ruang kota lainnya yang bisa diperbaiki. Sebagai masyarakat yang tinggal di Batam Center, saya melihat ada beberapa titik jalan yang parah. Seperti di depan Perumahan Bukit Palem, di Jalan Raja Ali Kelana (dulu orang menyebutnya masih Jalan Abulyatama). Jalanan ini hancur sejak pertengahan tahun lalu, karena banyaknya berseliweran dump truck yang membawa material, di sekitar jalan tersebut. Hal ini karena di sepanjang area tersebut banyak proyek pembangunan, seperti ruko dan termasuk proyek perumahan Orchard Park. Juga di Jalan Selasih, dekat perumahan Kurnia Djaja, juga mengakibatkan aspal tergerus habis karena sistem irigasi yang tak ada di sepanjang jalan itu. Ketika kedua jalan tersebut masih terbengkalai, lain halnya dengan Jalan Raja Isa yang berada di depan Perumahan Puri Mas, dekat Gedung SAMSAT, dan Kantor PDIP. Jalan Raja Isa, sudah nampak berbenah, walaupun belum teraspal, masih Redemix. Dari sini nampak pengerjaan jalanan di Batam masih terkesan asal-asalan dan tidak ada standarisasi yang jelas. Padahal semuany sudah diatur di PERDA, tetapi tidak ada yang tertata dengan bagus. Miris!
Namun, kalau itu yang diinginkan Para Penguasa yang duduk di Pemerintahan Batam, ya buat apa menerbitkan PERDA tanpa pelaksanaan dan pengawasan! Jujur kami kecewa.
Labels:
Seputar Batam
05 Januari 2013
Gagal Terbang Karena Waktu Check In Habis?
Ini sharing pengalaman pribadi teman saya. Dia mengeluh, seharusnya kemarin (Jumat 04/01/2013), ibunya terbang kembali ke kampung halamannya di Medan, setelah beberapa hari menghabiskan waktu bersama keluarga besarnya di Batam.
Padahal waktu berangkat ke bandara Hang Nadim sudah lebih pagi dari jam keberangkatan yang seharusnya 10.55. Sialnya, di perjalanan terjadi ban bocor, sehingga motor harus masuk bengkel dan diservis. Ibu temanku sampai juga di bandara jauh sebelum jam keberangkatan. Namun tiket masih di tangan saudaranya yang sedang menservis motornya. Dan setelah dengan perjuangan, akhirnya saudaranya yang membawa tiket itu, sampai di bandara. Masih kurang setengah jam lebih, sebelum jam keberangkatan saat ke tempat check in tiket. Saat itu papan pengumuman menunjukkan status Boarding.
Namun betapa terkejutnya teman saya ketika mengetahui bahwa petugas tidak lagi melayani check in dengan alasan terlambat check in, kasarnya jam check in sudah ditutup. Padahal waktu itu masih menunjukkan setengah sebelas kurang, artinya masih ada setengah jam lagi waktu pesawat berangkat.
Alasan yang diberikan pun nggak masuk akal, katanya pesawat sudah penuh dan sudah siap berangkat. Hah..? dari mana penuh, lha wong masih ada dua orang yang ditinggal, belum termasuk beberapa orang lainnya yang marah-marah serupa dengan yang dia lakukan. Total jumlah calon penumpang yang senasib dengannya ada hampir 10 orang, katanya. Dan semua tiket dinyatakan hangus dan dikembalikan nominalnya hanya 10% saja dari pembelian. Whats?
Yang jadi pertanyaan kenapa penuh, katanya petugasnya dia mendahulukan orang yang datang duluan. Kalau begitu, jadi bertanya-bertanya sebenarnya berapa jumlah tiket yang dijual maskapai berlogo Singa Terbang ini?
Jadi curiga? apakah ini permainan? Sebuah pembalasan licik dari maskapai penerbangan atas Peraturan Menteri Perhubungan Nomor: PM 77 Tahun 2011 Tentang Tanggungjawab Pengangkut Angkutan Udara. Jika delay kena denda, jadi lebih baik terbang cepat-cepat dengan menjual banyak kursi (yang tidak jelas jumlahnya). Kemudian pasti dari sekian kursi yang terjual, banyak calon penumpang yang tidak terangkut. Otomatis merekalah yang datang belakangan. Dan.... akhirnya hangus deh tiketnya. Maskapai untung berlipat, kita rugi banyak karena sudah hangus cuma kembali 10%, lalu harus keluar duit lagi untuk beli tiket pesawat, kalau memang benar-benar harus pergi. Coba kalau seandainya kita nggak punya duit lagi untuk beli tiket, apa nggak nelongso?
Kalau ini terjadi pada satu orang saja, mungkin aku bisa berburuk sangka pada temanku itu. Tapi pengalaman dari beberapa teman lainnya, hal seperti itu juga pernah mereka alami.
Sebagai konsumen, bagaimana seharusnya kita menyikapi hal ini. Apakah dibenarkan menutup waktu check in, sementara keberangkatan pesawat masih setengah jam lagi? Dan bagaimana kontrol Pemerintah dalam hal ini Departemen Perhubungan tentang kesesuaian jumlah tiket yang dijual dan jumlah kursi yang ada. Yakin, tiket yang dijual tidak melebihi ambang batas jumlah kursi?
Semoga yang lain tidak mengalami hal ini, datanglah jauh-jauh jam sebelum waktu keberangkatan. Siapa tahu pesawat anda terbang satu jam sebelumnya.
Padahal waktu berangkat ke bandara Hang Nadim sudah lebih pagi dari jam keberangkatan yang seharusnya 10.55. Sialnya, di perjalanan terjadi ban bocor, sehingga motor harus masuk bengkel dan diservis. Ibu temanku sampai juga di bandara jauh sebelum jam keberangkatan. Namun tiket masih di tangan saudaranya yang sedang menservis motornya. Dan setelah dengan perjuangan, akhirnya saudaranya yang membawa tiket itu, sampai di bandara. Masih kurang setengah jam lebih, sebelum jam keberangkatan saat ke tempat check in tiket. Saat itu papan pengumuman menunjukkan status Boarding.
Namun betapa terkejutnya teman saya ketika mengetahui bahwa petugas tidak lagi melayani check in dengan alasan terlambat check in, kasarnya jam check in sudah ditutup. Padahal waktu itu masih menunjukkan setengah sebelas kurang, artinya masih ada setengah jam lagi waktu pesawat berangkat.
Alasan yang diberikan pun nggak masuk akal, katanya pesawat sudah penuh dan sudah siap berangkat. Hah..? dari mana penuh, lha wong masih ada dua orang yang ditinggal, belum termasuk beberapa orang lainnya yang marah-marah serupa dengan yang dia lakukan. Total jumlah calon penumpang yang senasib dengannya ada hampir 10 orang, katanya. Dan semua tiket dinyatakan hangus dan dikembalikan nominalnya hanya 10% saja dari pembelian. Whats?
Yang jadi pertanyaan kenapa penuh, katanya petugasnya dia mendahulukan orang yang datang duluan. Kalau begitu, jadi bertanya-bertanya sebenarnya berapa jumlah tiket yang dijual maskapai berlogo Singa Terbang ini?
Jadi curiga? apakah ini permainan? Sebuah pembalasan licik dari maskapai penerbangan atas Peraturan Menteri Perhubungan Nomor: PM 77 Tahun 2011 Tentang Tanggungjawab Pengangkut Angkutan Udara. Jika delay kena denda, jadi lebih baik terbang cepat-cepat dengan menjual banyak kursi (yang tidak jelas jumlahnya). Kemudian pasti dari sekian kursi yang terjual, banyak calon penumpang yang tidak terangkut. Otomatis merekalah yang datang belakangan. Dan.... akhirnya hangus deh tiketnya. Maskapai untung berlipat, kita rugi banyak karena sudah hangus cuma kembali 10%, lalu harus keluar duit lagi untuk beli tiket pesawat, kalau memang benar-benar harus pergi. Coba kalau seandainya kita nggak punya duit lagi untuk beli tiket, apa nggak nelongso?
Kalau ini terjadi pada satu orang saja, mungkin aku bisa berburuk sangka pada temanku itu. Tapi pengalaman dari beberapa teman lainnya, hal seperti itu juga pernah mereka alami.
Sebagai konsumen, bagaimana seharusnya kita menyikapi hal ini. Apakah dibenarkan menutup waktu check in, sementara keberangkatan pesawat masih setengah jam lagi? Dan bagaimana kontrol Pemerintah dalam hal ini Departemen Perhubungan tentang kesesuaian jumlah tiket yang dijual dan jumlah kursi yang ada. Yakin, tiket yang dijual tidak melebihi ambang batas jumlah kursi?
Semoga yang lain tidak mengalami hal ini, datanglah jauh-jauh jam sebelum waktu keberangkatan. Siapa tahu pesawat anda terbang satu jam sebelumnya.
Bau Busuk Di Pertokoan & Pasar Mega Legenda
Beberapa saat yang lalu sebelum saya menulis blog ini, saya sempat mengunjungi Pasar Mega Legenda untuk membeli koran. Namun... alangkah syok nya, ternyata aroma sekitar pertokoan dan pasar Mega Legenda begitu busuknya. Bau menyengat merebak di sekitaran. Mungkin dari rumah potong ayam, atau dari 'tempat pembuangan sampah sementara' yang tidak jelas statusnya. Di perempatan jalan antara Ruko Center Legenda Point, di sekitar Puri Legenda.
Sebagai salah satu penghuni perumahan Puri Legenda, saya agak nggondok juga kenapa daerah tersebut 'dijadikan TPS sementara'. Sebenarnya ulah siapa, dan kenapa bisa daerah tersebut 'dijadikan TPS Sementara'?
Kembali ke masalah aroma sampah di Pertokoan dan Pasar Mega Legenda, baru saya rasakan eh salah memangnya makanan, maksudnya tercium aromanya pagi ini. Karena Jum'at kemarin (04/01/2013), belum tercium bau anyir di sekitaran Pasar mega Legenda, hanya aroma dari tumpukan sampah 'TPS Sementara' yang tidak jelas itu. Namun pagi ini, parahnya ketika saya mengebut di Jalan Jendral Sudirman (jalan raya antara Simpang Kabil hingga Bandara), tercium bau menyengat di depan Mega Legenda walaupun saya memacu motor dengan kecepatan 100 Km/Jam.
Sebagai warga Batam khususnya, memohon agar Bapak Walikota Batam dan jajarannya, seringlah turun ke bawah dan melihat langsung kondisi yang terjadi di Batam. Masalah sampah adalah masalah yang kompleks, dan sampai sekarang terbukti masih tidak efektif. Walaupun... katanya sudah ganti pengelolaan sampah tapi nyatanya tidak sesuai ekspektasi kami. Janganlah sesama warga dihadapkan pada konflik horizontal tentang persoalan sampah ini.
Walaupun 2 periode sudah maksimum namun, ya... jangan seperti ini pada warga Batam, berikanlah yang terbaik! Katanya... Pemerintah itu abdi masyarakat. Masih mendingan sih, salah milih pemimpin paling 5 tahun menderitanya, coba kalau salah memilih pasangan hidup, bisa seumur hidup menderitanya. Itu sih kalau hopeless banget. Tapi bagaimana lagi kalau nggak ada perubahan ya... ditabah-tabahin deh sampai 2015.
![]() |
| copas dari Batamtoday |
Kembali ke masalah aroma sampah di Pertokoan dan Pasar Mega Legenda, baru saya rasakan eh salah memangnya makanan, maksudnya tercium aromanya pagi ini. Karena Jum'at kemarin (04/01/2013), belum tercium bau anyir di sekitaran Pasar mega Legenda, hanya aroma dari tumpukan sampah 'TPS Sementara' yang tidak jelas itu. Namun pagi ini, parahnya ketika saya mengebut di Jalan Jendral Sudirman (jalan raya antara Simpang Kabil hingga Bandara), tercium bau menyengat di depan Mega Legenda walaupun saya memacu motor dengan kecepatan 100 Km/Jam.
Sebagai warga Batam khususnya, memohon agar Bapak Walikota Batam dan jajarannya, seringlah turun ke bawah dan melihat langsung kondisi yang terjadi di Batam. Masalah sampah adalah masalah yang kompleks, dan sampai sekarang terbukti masih tidak efektif. Walaupun... katanya sudah ganti pengelolaan sampah tapi nyatanya tidak sesuai ekspektasi kami. Janganlah sesama warga dihadapkan pada konflik horizontal tentang persoalan sampah ini.
Walaupun 2 periode sudah maksimum namun, ya... jangan seperti ini pada warga Batam, berikanlah yang terbaik! Katanya... Pemerintah itu abdi masyarakat. Masih mendingan sih, salah milih pemimpin paling 5 tahun menderitanya, coba kalau salah memilih pasangan hidup, bisa seumur hidup menderitanya. Itu sih kalau hopeless banget. Tapi bagaimana lagi kalau nggak ada perubahan ya... ditabah-tabahin deh sampai 2015.
15 November 2012
Semalam
Gara-gara hidup di Batam, dan sering bertemu banyak orang dari berbagai daerah dan suku. Ternyata kata yang sama, mempunyai arti yang 'berbeda' dari kebiasaan kita. "SEMALAM", kalau menurut orang Medan (Sumut) berarti kemarin (pagi, siang). Padahal kalau saya menafsirkan "SEMALAM", ya berarti tadi malam.
11 November 2012
Pemerintah Mencla-Mencle = Preseden Buruk
Kasus Taxi Blue Bird di Batam
Sikap Pemerintah Kota Batam melalui Forum Muspida untuk menunda pelaksanaan operasional taksi Blue Bird selama setahun, akan menjadi preseden buruk bagi kepastian berusaha di kawasan FTZ ini.
Forum Muspida Kota Batam mengatakan bahwa akan menunda pelaksanaan operasional Blue Bird selama satu tahun. Penundaan itu akan segera dilaksanakan setelah Tim Pokja Pembinaan Taksi terbentuk selambat-lambatnya dalam waktu dua pekan. Selama ditundanya Blue Bird, Tim Pokja harus melaksanakan pembinaan perusahaan taksi lokal agar memiliki pelayanan yang semakin baik, termasuk pengunaan argo dalam pembayaran dan penyusunan klasifikasi kelas taksi.
Penundaan ini diumumkan kurang dari beberapa bulan sebelum rencana Blue Bird beroperasi pada awal tahun depan. Rencana itupun sebenarnya mundur dari rencana awal, yakni pada Agustus 2012. Padahal beberapa minggu setelah surat keputusan PTUN Tanjung Pinang keluar pada awal Oktober, Walikota Batam Ahmad Dahlan sudah siap menjalankan putusan tersebut. Namun karena tekanan dan demo dari operator/ perusahaan dan para sopir taksi yang ada, Walikota Batam menjadi mencla-mencle.
Padahal dengan menunda pelaksanaan Blue Bird beroperasi adalah bentuk Pemerintah Kota Batam tidak menghormati keputusan PTUN Tanjung Pinang yang sudah memutuskan izin Blue Bird tetap berlaku.
Bukti bahwa satu lagi tindakan Pemerintah Kota Batam yang tidak terkonsep dan tidak mempunyai masterplan yang jelas. Bukannya saya ingin membela pihak Taxi Blue Bird, tapi alangkah lebih bijaksana jika sebelum melakukan tindakan, Pemerintah Kota Batam lebih 'berpikir' atau memiliki visi ke depan. Secara hukum keputusan ini sangat menyalahi hukum dengan 'seolah' mengangkangi hasil keputusan PTUN. Kalau bahasa sadisnya, hal ini seperti terjadi pemberontakan terhadap hukum NKRI yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Batam. Karena telah menyatakan dengan jelas dan tegas bahwa Pemerintah Kota Batam mengabaikan hukum/perundangan di NKRI. Seolah Batam bukan bagian dari NKRI saja.
Kalau boleh mundur ke belakang, adalah awal mula kenapa sampai dimunculkan wacana pengadaan taksi, dan mengapa hingga akhirnya gol. Darimana kajian yang menyatakan bahwa hingga tahun 2013 Batam masih butuh sekitar 3 ribu unit? Katanya jumlah armada taksi sampai saat ini adalah 2.299 unit dari berbagai operator taksi. Namun keberadaan operator taksi yang ada sekarang ini, telah gagal dalam menyediakan layanan taksi berargo dan nyaman. Entah karena Pemerintah kurang serius 'memfasilitasi' atau karena ada 'sesuatu'. Hingga setelah Taxi Silver Cab menelurkan polemik, kini muncullah bisa Taxi Blue Bird, yang makin memperuncing masalah.
Padahal sebenarnya sebagai konsumen, kami juga menginginkan layanan taksi yang layak dan nyaman. Saya pikir Taxi Blue Bird pun tidak akan bisa menggarap seluruh konsumen taksi yang ada di kawasan ini. Tinggal bagaimana operator/ perusahaan taksi yang sudah ada ini berbenah, bukan malah antipati menerima persaingan. Seharusnya pembinaan/ pemfasilitasi oleh Pemerintah Kota ini dilakukan jauh-jauh tahun, sebelum kisruh ini muncul.
Untuk sekarang, saya pikir perlu diambil win-win solution, misalnya sementara dengan pembatasan jumlah operasional Taxi Blue Bird selama beberapa bulan ke depan sementara itu Tim Pokja terus membina operator taksi yang sudah ada agar bisa menyesuaikan diri dengan standar yang diharapkan. Tentunya menggunakan timeline yang sudah ditargetkan sehingga tak ada kata lagi mencla-mencle dari Pemerintah Kota Batam ini.
Sikap Pemerintah Kota Batam melalui Forum Muspida untuk menunda pelaksanaan operasional taksi Blue Bird selama setahun, akan menjadi preseden buruk bagi kepastian berusaha di kawasan FTZ ini.
Forum Muspida Kota Batam mengatakan bahwa akan menunda pelaksanaan operasional Blue Bird selama satu tahun. Penundaan itu akan segera dilaksanakan setelah Tim Pokja Pembinaan Taksi terbentuk selambat-lambatnya dalam waktu dua pekan. Selama ditundanya Blue Bird, Tim Pokja harus melaksanakan pembinaan perusahaan taksi lokal agar memiliki pelayanan yang semakin baik, termasuk pengunaan argo dalam pembayaran dan penyusunan klasifikasi kelas taksi.
Penundaan ini diumumkan kurang dari beberapa bulan sebelum rencana Blue Bird beroperasi pada awal tahun depan. Rencana itupun sebenarnya mundur dari rencana awal, yakni pada Agustus 2012. Padahal beberapa minggu setelah surat keputusan PTUN Tanjung Pinang keluar pada awal Oktober, Walikota Batam Ahmad Dahlan sudah siap menjalankan putusan tersebut. Namun karena tekanan dan demo dari operator/ perusahaan dan para sopir taksi yang ada, Walikota Batam menjadi mencla-mencle.
Padahal dengan menunda pelaksanaan Blue Bird beroperasi adalah bentuk Pemerintah Kota Batam tidak menghormati keputusan PTUN Tanjung Pinang yang sudah memutuskan izin Blue Bird tetap berlaku.
Bukti bahwa satu lagi tindakan Pemerintah Kota Batam yang tidak terkonsep dan tidak mempunyai masterplan yang jelas. Bukannya saya ingin membela pihak Taxi Blue Bird, tapi alangkah lebih bijaksana jika sebelum melakukan tindakan, Pemerintah Kota Batam lebih 'berpikir' atau memiliki visi ke depan. Secara hukum keputusan ini sangat menyalahi hukum dengan 'seolah' mengangkangi hasil keputusan PTUN. Kalau bahasa sadisnya, hal ini seperti terjadi pemberontakan terhadap hukum NKRI yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Batam. Karena telah menyatakan dengan jelas dan tegas bahwa Pemerintah Kota Batam mengabaikan hukum/perundangan di NKRI. Seolah Batam bukan bagian dari NKRI saja.
Kalau boleh mundur ke belakang, adalah awal mula kenapa sampai dimunculkan wacana pengadaan taksi, dan mengapa hingga akhirnya gol. Darimana kajian yang menyatakan bahwa hingga tahun 2013 Batam masih butuh sekitar 3 ribu unit? Katanya jumlah armada taksi sampai saat ini adalah 2.299 unit dari berbagai operator taksi. Namun keberadaan operator taksi yang ada sekarang ini, telah gagal dalam menyediakan layanan taksi berargo dan nyaman. Entah karena Pemerintah kurang serius 'memfasilitasi' atau karena ada 'sesuatu'. Hingga setelah Taxi Silver Cab menelurkan polemik, kini muncullah bisa Taxi Blue Bird, yang makin memperuncing masalah.
Padahal sebenarnya sebagai konsumen, kami juga menginginkan layanan taksi yang layak dan nyaman. Saya pikir Taxi Blue Bird pun tidak akan bisa menggarap seluruh konsumen taksi yang ada di kawasan ini. Tinggal bagaimana operator/ perusahaan taksi yang sudah ada ini berbenah, bukan malah antipati menerima persaingan. Seharusnya pembinaan/ pemfasilitasi oleh Pemerintah Kota ini dilakukan jauh-jauh tahun, sebelum kisruh ini muncul.
Untuk sekarang, saya pikir perlu diambil win-win solution, misalnya sementara dengan pembatasan jumlah operasional Taxi Blue Bird selama beberapa bulan ke depan sementara itu Tim Pokja terus membina operator taksi yang sudah ada agar bisa menyesuaikan diri dengan standar yang diharapkan. Tentunya menggunakan timeline yang sudah ditargetkan sehingga tak ada kata lagi mencla-mencle dari Pemerintah Kota Batam ini.
04 November 2012
Yang Menyenangkan, Yang Membahayakan
Semua anak lazimnya pasti menyukai arena permainan. Namun sebagai orang tua sebaiknya kita lebih selektif memilih arena permainan. Karena tidak semua permainan yang menyenangkan itu bakal membahagiakan bagi si anak dan orang tua, salah pilih malah semua jadi bencana.
1. Pilih Permainan Sesuai Umur Anak
Kadangkala yang menyenangkan menurut orang tua, bisa saja tidak sama dengan kondisi psikis dan fisik si anak. Cek sekali lagi apakah anak anda tidak akan mengalami kesulitan jika memilih permainan tersebut. Anak yang sudah merasa besar tidak akan mau main permainan yang lazimnya dimainkan oleh anak-anak kecil. Begitu pula sebaliknya anak-anak yang belum cukup umur, pastikan juga dilarang mengikuti permainan tersebut
2. Pastikan Keamanan Buat Anak Anda
Hidup ini sangat berharga, jadi jangan sia-siakan hidup anak anda. Pastikan permainan itu aman buat anak anda, tidak berlubang, tidak berkarat, ataupun tajam sehingga rentan celaka. Cerewet sedikit tidak apa-apa daripada anda menyesal seumur hidup.
3. Pastikan Kebersihan Arena Permainan
Arena permainan outdoor tentunya mudah kotor dan kita nampak jelas mana bersih dan kotornya, mana yang terawat datau tidak. Tapi untuk permainan indoor janganlah langsung menganggap bahwa arena permainan itu tentu bersih. Ingat, tidak semua arena permainan itu terawat dan terjaga kebersihannya. Anda tentu masih ingat kasus-kasus tentang permainan mandi bola yang tak pernah dibersihkan dan ternyata di bawahnya banyak ditemukan hal-hal yang berbahaya.
4. Kenali Arena Permainan
Anda patut waspada jika baru pertama kali atau tidak pernah datang ke arena permainan ini. Tapi anda tidak perlu curiga dan langsung menolak jika anak anda merengek. Anda juga bisa menakar sendiri apakah yakin arena permainan ini sesuai, aman, atau tidak buat anak anda.
5. Awasi Anak-Anak Anda
Walaupun anak anda sudah beranjak besar, namun sesekali perlu amati mereka. Apakah mereka mengalami masalah atau baik-baik saja. Anda jangan terlalu asyik dengan dunia anda, ngobrol, BBM-an, atau update status jejaring sosial anda.
Memang bagi anak-anak, semua terlihat itu mengasyikkan karena mereka belum tahu bahaya, apalagi jika sampai bisa menyebabkan kehilangan nyawa......HATI-HATI !!!!! Tugas kitalah sebagai orang tua yang memilihkan dan memantau arena permainan yang menyenangkan namun tidak membahayakan buat putra-putri kita.
1. Pilih Permainan Sesuai Umur Anak
Kadangkala yang menyenangkan menurut orang tua, bisa saja tidak sama dengan kondisi psikis dan fisik si anak. Cek sekali lagi apakah anak anda tidak akan mengalami kesulitan jika memilih permainan tersebut. Anak yang sudah merasa besar tidak akan mau main permainan yang lazimnya dimainkan oleh anak-anak kecil. Begitu pula sebaliknya anak-anak yang belum cukup umur, pastikan juga dilarang mengikuti permainan tersebut
2. Pastikan Keamanan Buat Anak Anda
| ilustrasi |
3. Pastikan Kebersihan Arena Permainan
| ilustrasi |
4. Kenali Arena Permainan
Anda patut waspada jika baru pertama kali atau tidak pernah datang ke arena permainan ini. Tapi anda tidak perlu curiga dan langsung menolak jika anak anda merengek. Anda juga bisa menakar sendiri apakah yakin arena permainan ini sesuai, aman, atau tidak buat anak anda.
5. Awasi Anak-Anak Anda
Walaupun anak anda sudah beranjak besar, namun sesekali perlu amati mereka. Apakah mereka mengalami masalah atau baik-baik saja. Anda jangan terlalu asyik dengan dunia anda, ngobrol, BBM-an, atau update status jejaring sosial anda.
Memang bagi anak-anak, semua terlihat itu mengasyikkan karena mereka belum tahu bahaya, apalagi jika sampai bisa menyebabkan kehilangan nyawa......HATI-HATI !!!!! Tugas kitalah sebagai orang tua yang memilihkan dan memantau arena permainan yang menyenangkan namun tidak membahayakan buat putra-putri kita.
01 Juli 2012
Liburan di Ocarina, Akhir Juni 2012
Akhirnya ke Ocarina deh main airnya, setelah 'diusir' dari Sukajadi. menunggu sampai dibukain pintu, hingga akhirnya puas dengan menggigil kedinginan dan membawa 'oleh-oleh' pilek.
15 Maret 2012
Ketika Semangat Itu (Nyaris) Padam
| salah satu potret tempat usaha yang sepi di tengah kota Batam |
Pengusaha itu adalah orangnya, sedangkan tindakannya disebut wirausaha. Kalau mau diterjemahkan secara leksikal adalah: wi·ra 1 n pahlawan; laki-laki; 2 a bersifat jantan (berani); perwira; dan usa·ha n 1 kegiatan dng mengerahkan tenaga, pikiran, atau badan untuk mencapai suatu maksud; pekerjaan (perbuatan, prakarsa, ikhtiar, daya upaya) untuk mencapai sesuatu: 2 kegiatan di bidang perdagangan (dng maksud mencari untung); perdagangan; perusahaan:
Sedangkan wirausaha sendiri kalau diartikan sama dengan wiraswasta, dimana menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), wi·ra·swas·ta n orang yg pandai atau berbakat mengenali produk baru, menentukan cara produksi baru, menyusun operasi untuk pengadaan produk baru, memasarkannya, serta mengatur permodalan operasinya;
Melihat situasi yang sedemikian ini seharusnya semangat kita menjadi terpacu untuk berlomba-lomba untuk berwirausaha. Apalagi kalau kita rajin ikut seminarnya Ipho Santosa atau Andre Wongso. Manusia mana yang tidak ngiler dan kepingin mendapatkan uang banyak. Tidak mau kan, melulu seumur hidup menjadi seorang pekerja pabrik (buruh)! Gimana bisa kaya?
Tapi ingat, semua kesuksesan ini tidak datang dengan tiba-tiba harus ada kerja keras. Artinya untuk membangun suatu kepercayaan ke konsumen tentunya perlu suatu proses dan inovasi. Hal ini tentu harus dilandasi keyakinan, perhitungan yang bagus (pandai membaca pasar/peluang), dan semangat yang tak kunjung padam. Ini adalah modal dasar yang seharusnya dimiliki. Semua hal ini membuat kita memiliki rasa cinta dan tanggung jawab untuk menjadikan usaha kita lebih berkembang dan berinovasi.
Paling enak, wirausaha itu berasal dari hobi. Kalau senang main Game dan Internet ya... dirikanlah Game Station dan Warnet. kalau pintar buat roti, ya sudah bikin roti saja. Kalau pintar masak ya.. bikin warung makan. Idealnya kan seperti itu, tapi sekarang kan banyak juga waralaba yang membuat kita tidak merasa berusaha sendiri dari titik nol.
Harus diakui dalam berusaha harus pintar membaca 'peta konsumen'. Diakui atau tidak segmen pasar itu bermacam-macam, terbentuk dari beberapa faktor ekonomi dan jenis usaha kita, tentunya terimbas pada hal ini. Juga pemilihan lokasi, serta budaya. (Berhenti sejenak) - Emm.. maaf, saya tidak ingin menggurui hanya memandang saja.
Misalnya seperti ini, kita buka Game station yang nanggung, kurang wah... ditempat/daerah orang-orang ekonomi atas, dimana mereka rata rata tiap KK sudah memiliki PS atau N2 wii sendiri. Ya... jangan berharap banyak. Begitu juga, kita mencoba menjaring konsumen ditengah kebingungan segmen yang hendak kita bidik, dengan menawarkan sesuatu yang biasa pada konsumen. Kalau seperti ini, saya sebagai konsumen tentu akan mencari harga yang murah (standar) daripada harus membayar lebih mahal.
Tapi.... kadangkala saya ngeri melihat semangat dan kegigihan para pengusaha, khususnya di Batam. Ada yang berbulan-bulan warungnya sepi sepi saja, tetap ikhtiar... nambah ini itu, dekor dan menu. Masih sepi lagi.... bikin model angkringan (karena di kota itu lagi demam angkringan). Masih sepi... tetap nekad.
Ya... itu ma bunuh diri, mungkin harus dievaluasi, kadangkala pemilihan lokasi yang salah padahal sebenarnya masakannya enak. Mungkin juga masakannya yang terkesan 'biasa'. Ya... ada banyak kendala sebenarnya dalam berwirausaha. Tapi sebenarnya, yang penting kita mesti tetap 'terjaga' dan evaluasi, tidak menutup kritikan dan selalu semangat, dan siap berinovasi.
Salam sukses! Semoga tetap menyala semangat usaha anda!
27 September 2011
Batam dan Souvenirnya Yang Bernama Sampah
Memang sengaja saya buat judul dan gambar yang provokatif. Karena inilah topik teraktual Bulan September ini, selain kriminalitas.
Saya tak peduli tentang persoalan berpindahnya kepengelolaan sampah karena bagi orang quality seperti saya, jawaban seperti itu tak berlaku alias not accepted dan no excuse. Yang jelas, ini salah Pemerintah Daerah selaku penyelenggara pemerintahan karena tidak becus bertindak. Artinya Pemerintah lalai dalam menyiapkan tindakan tindakan yang meliputi sarana dan akomodasi, agar efek seperti ini tak terjadi. Dimana akhirnya semuanya terkesan sangat lambat.
Padahal produksi sampah di Batam diperkirakan mencapai 750 ton per hari dengan asumsi jumlah produksi sampah rata-rata 0,75 kg per jiwa dikali jumlah penduduk Batam sebanyak 1 juta jiwa. Itu baru hitungan kasar, bisa saja lebih jika ditambah dari sampah industri ataupun sampah pasar. Coba bayangkan jika sehari saja telat diangkut, apalagi seminggu, atau sebulan sampah-sampah pasti bakal menggunung di rumah rumah atau TPS. Ya, seperti yang terjadi sekarang!!!
Apalagi Batam ini kan daerah yang dengan curah hujan pertahun cukup tinggi walaupun default cuacanya panas. Bisa dibilang sepanas-panasnya Batam pasti hujan juga. Jadi bila hujan turun maka semua sampah pasti terbawa genangan air dan berserakan. Hal inilah kenapa penanganan sampah menjadi hal yang krusial bagi kita. Dan hal ini tentu butuh peran aktif dari kita dan masyarakat tentunya.
Akan sangat ideal jika Batam bisa menjadikan daerahnya sebagai protipe pengelolaan sampah secara modern. Dengan melakukan pemilahan sampah organik dan non organik, dimulai dari lingkup rumah tangga. Tentu saja, pada pengolahan akhir juga mesti didukung dengan pengelolaan yang tuntas. Artinya penanganan sampah ini jangan setengah setengah, kalau perlu jadikanlah sebuah Industri Pengelolaan Sampah. Dimana proses akhirnya, selain mendapatkan hasil pada sampah non organik (plastik, logam, kertas), juga mampu memberikan nilai tambah dengan sampah organik kalau perlu sampai mampu menjadi PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Sampah). Saya tak akan jelaskan konsep detailnya disini.
Kalau konsepnya cuma memindahkan timbunan sampah dari TPS atau perumahan, ke TPA saya rasa semua pasti bisa, tinggal menyediakan lahan, sarana transportasi, manpower, dan pengawas. Lain cerita kalau Pemerintah dan masyarakat berpikir untuk menjadi kota mandiri, bersih, dan memegang konsep eco green (lingkungan bersih). Tentu diperlukan gerak berkesinambungan antara Pemerintah dan Warga. Dimana Pemerintah menyiapkan tempat pengolahan sampah, sarana transportasi, dan Manpower. Warga melakukan perintah pemerintah untuk memperlakukan sedemikian rupa sampah dengan melakukan pemilahan (organik/non organik). Kalau perlu dengan memberi sanksi jika belum dilakukan pemilahan sampah tak diangkut.
Kalau mau Batam menjadi kota asri, bersih, dan modern, tentu perlu dilakukan cara yang lebih efesien dalam pengelolaan dan pengolahan sampah agar mampu menjadi magnet lagi bagi dunia pariwisata di tahun-tahun berikutnya.
Saya tak peduli tentang persoalan berpindahnya kepengelolaan sampah karena bagi orang quality seperti saya, jawaban seperti itu tak berlaku alias not accepted dan no excuse. Yang jelas, ini salah Pemerintah Daerah selaku penyelenggara pemerintahan karena tidak becus bertindak. Artinya Pemerintah lalai dalam menyiapkan tindakan tindakan yang meliputi sarana dan akomodasi, agar efek seperti ini tak terjadi. Dimana akhirnya semuanya terkesan sangat lambat.
Padahal produksi sampah di Batam diperkirakan mencapai 750 ton per hari dengan asumsi jumlah produksi sampah rata-rata 0,75 kg per jiwa dikali jumlah penduduk Batam sebanyak 1 juta jiwa. Itu baru hitungan kasar, bisa saja lebih jika ditambah dari sampah industri ataupun sampah pasar. Coba bayangkan jika sehari saja telat diangkut, apalagi seminggu, atau sebulan sampah-sampah pasti bakal menggunung di rumah rumah atau TPS. Ya, seperti yang terjadi sekarang!!!
Apalagi Batam ini kan daerah yang dengan curah hujan pertahun cukup tinggi walaupun default cuacanya panas. Bisa dibilang sepanas-panasnya Batam pasti hujan juga. Jadi bila hujan turun maka semua sampah pasti terbawa genangan air dan berserakan. Hal inilah kenapa penanganan sampah menjadi hal yang krusial bagi kita. Dan hal ini tentu butuh peran aktif dari kita dan masyarakat tentunya.
Akan sangat ideal jika Batam bisa menjadikan daerahnya sebagai protipe pengelolaan sampah secara modern. Dengan melakukan pemilahan sampah organik dan non organik, dimulai dari lingkup rumah tangga. Tentu saja, pada pengolahan akhir juga mesti didukung dengan pengelolaan yang tuntas. Artinya penanganan sampah ini jangan setengah setengah, kalau perlu jadikanlah sebuah Industri Pengelolaan Sampah. Dimana proses akhirnya, selain mendapatkan hasil pada sampah non organik (plastik, logam, kertas), juga mampu memberikan nilai tambah dengan sampah organik kalau perlu sampai mampu menjadi PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Sampah). Saya tak akan jelaskan konsep detailnya disini.
Kalau konsepnya cuma memindahkan timbunan sampah dari TPS atau perumahan, ke TPA saya rasa semua pasti bisa, tinggal menyediakan lahan, sarana transportasi, manpower, dan pengawas. Lain cerita kalau Pemerintah dan masyarakat berpikir untuk menjadi kota mandiri, bersih, dan memegang konsep eco green (lingkungan bersih). Tentu diperlukan gerak berkesinambungan antara Pemerintah dan Warga. Dimana Pemerintah menyiapkan tempat pengolahan sampah, sarana transportasi, dan Manpower. Warga melakukan perintah pemerintah untuk memperlakukan sedemikian rupa sampah dengan melakukan pemilahan (organik/non organik). Kalau perlu dengan memberi sanksi jika belum dilakukan pemilahan sampah tak diangkut.
Kalau mau Batam menjadi kota asri, bersih, dan modern, tentu perlu dilakukan cara yang lebih efesien dalam pengelolaan dan pengolahan sampah agar mampu menjadi magnet lagi bagi dunia pariwisata di tahun-tahun berikutnya.
10 Maret 2010
Hujan, Siramilah...
Kesejukan melanda Batam pagi ini, cuaca dingin yang diakibatkan oleh hujan yang mengucur deras sejak jam 3 pagi tadi. Syukur Alhamdulillah, setelah beberapa bulan dilanda cuca kering yang walau tidak terlalu panas akhirnya kucuran kenikmatan itu tiba. Rupanya kenikmatan Allah yang datang dengan tiba-tiba, ternyata disambut ketidaksiapan oleh diri kita. Ya... bagaimanapun hujan yang melimpah adalah nikmat illahi karena tanaman, air tanah, sumber mata air, dan secara tidak langsung manusia juga membutuhkannya. Hanya saja, kadang kita selalu dahulukan keluhan tanpa pernah menyadarinya.
”Ahh...gara-gara hujan nih, kenapa sih pagi-pagi harus hujan, ganggu orang berangkat kerja saja mana jas hujan sudah robek pula.” kata salah seorang rekan kerja saya.
”Iya nih... jalan A genangannya tinggi, motorku mati gara-gara mesinnya kemasukan air. Wah... sampai sering berhenti, bersihin busi.
Yang agak was-was mungkin orang-orang yang rumahnya dekat saluran air besar, harap-harap cemas apa output dan input-nya balance. Bagaimanapun juga, hujan pagi ini membuat sebagian orang kalang kabut, jalanan macet dan tergenang, dan beberapa rumah bocor. Hmm... kalau lihat mendung, mungkin bakal seharian hujan.
Hmm... syukurlah masih hujan biasa, bukan tsunami atau badai. Paling tidak ini adalah sebuah reminder dari Allah, bahwa kita mesti siap menghadapi segala sesuatu.
Jadi anggap saja turunnya hujan yang tiba-tiba itu adalah suatu kenormalan. Karena segala sesuatu ada dan pasti suatu akan hadir. Sama seperti dengan bencana, siapa pula yang mau dengan adanya bencana? Saya kira tak seorang normal pun di dunia yang menginginkannya. Namun sekali lagi kita tak punya kuasa untuk menolak kehadirannya karena itu adalah kewenangan-Nya. Kita hanya bisa melakukan preventive action agar semua bencana itu tak segera meniimpa diri kita. Baik itu melalui pembicaraan dengan-Nya (doa dan ibadah) atau mengevaluasi lingkungan sekitar, serta mawas diri.
Karena pada dasarnya, kestabilan dalam perjalanan hidup yang steady/mulus itu adalah PLAN. Tapi faktor NOISE, atau bencana yang bisa merusak suatu sistem harus diimbangi dengan GAIN serta FILTER yang mampu meminimalisir riak-riak suatu SISTEM.
Jadi ketika pikiran sudah menyiapkan PLAN yang terbaik buat hidup ini, jangan lupakan MENTAL dan FISIK kita sebagai GAIN dan FILTER agar segala halangan dan rintangan ini bisa teratasi dengan sempurna. Dan menghasilkan kualitas OUTPUT yang optimal
Hmmm.... ini analisa kehidupanku dari sudut pandang Teknik Sistem Pengaturan, hehehe.
”Ahh...gara-gara hujan nih, kenapa sih pagi-pagi harus hujan, ganggu orang berangkat kerja saja mana jas hujan sudah robek pula.” kata salah seorang rekan kerja saya.
”Iya nih... jalan A genangannya tinggi, motorku mati gara-gara mesinnya kemasukan air. Wah... sampai sering berhenti, bersihin busi.
Yang agak was-was mungkin orang-orang yang rumahnya dekat saluran air besar, harap-harap cemas apa output dan input-nya balance. Bagaimanapun juga, hujan pagi ini membuat sebagian orang kalang kabut, jalanan macet dan tergenang, dan beberapa rumah bocor. Hmm... kalau lihat mendung, mungkin bakal seharian hujan.
Hmm... syukurlah masih hujan biasa, bukan tsunami atau badai. Paling tidak ini adalah sebuah reminder dari Allah, bahwa kita mesti siap menghadapi segala sesuatu.
Jadi anggap saja turunnya hujan yang tiba-tiba itu adalah suatu kenormalan. Karena segala sesuatu ada dan pasti suatu akan hadir. Sama seperti dengan bencana, siapa pula yang mau dengan adanya bencana? Saya kira tak seorang normal pun di dunia yang menginginkannya. Namun sekali lagi kita tak punya kuasa untuk menolak kehadirannya karena itu adalah kewenangan-Nya. Kita hanya bisa melakukan preventive action agar semua bencana itu tak segera meniimpa diri kita. Baik itu melalui pembicaraan dengan-Nya (doa dan ibadah) atau mengevaluasi lingkungan sekitar, serta mawas diri.
Karena pada dasarnya, kestabilan dalam perjalanan hidup yang steady/mulus itu adalah PLAN. Tapi faktor NOISE, atau bencana yang bisa merusak suatu sistem harus diimbangi dengan GAIN serta FILTER yang mampu meminimalisir riak-riak suatu SISTEM.
Jadi ketika pikiran sudah menyiapkan PLAN yang terbaik buat hidup ini, jangan lupakan MENTAL dan FISIK kita sebagai GAIN dan FILTER agar segala halangan dan rintangan ini bisa teratasi dengan sempurna. Dan menghasilkan kualitas OUTPUT yang optimal
Hmmm.... ini analisa kehidupanku dari sudut pandang Teknik Sistem Pengaturan, hehehe.
14 November 2009
Kepulauan Riau
Kepulauan Riau adalah sebuah provinsi di Indonesia. Provinsi Kepulauan Riau merupakan provinsi baru hasil pemekaran dari provinsi Riau. Provinsi Kepulauan Riau terbentuk berdasarkan Undang-undang Nomor 25 tahun 2002 merupakan Provinsi ke-32 di Indonesia yang mencakup Kota Tanjungpinang, Kota Batam, Kabupaten Bintan, Kabupaten Karimun, Kabupaten Natuna, dan Kabupaten Lingga.
Batas-Batas Wilayah Provinsi Kepulauan Riau:
Di Sebelah Utara: berbatasan dengan negara Vietnam dan Kamboja
Di Sebelah Timur: berbatasan dengan negara Malaysia dan Provinsi Kalimantan Barat
Di Sebelah Selatan: berbatasan dengan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan Provinsi Jambi
Di Sebelah Barat: berbatasan dengan negara Singapura, Malaysia, dan Provinsi Riau
Pemerintahan Kabupaten dan Kota
Ibukota Provinsi di kota Tanjung Pinang
No. Kabupaten/Kota
1 Kabupaten Bintan, beribukota di Bandar Seri Bentan
2 Kabupaten Karimun, beribukota di Tanjung Balai Karimun
3 Kabupaten Kepulauan Anambas, beribukota di Tarempa
4 Kabupaten Lingga, beribukota di Daik, Lingga
5 Kabupaten Natuna, beribukota di Ranai, Bunguran Timur
6 Kota Batam
7 Kota Tanjung Pinang
Batas-Batas Wilayah Provinsi Kepulauan Riau:
Di Sebelah Utara: berbatasan dengan negara Vietnam dan Kamboja
Di Sebelah Timur: berbatasan dengan negara Malaysia dan Provinsi Kalimantan Barat
Di Sebelah Selatan: berbatasan dengan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan Provinsi Jambi
Di Sebelah Barat: berbatasan dengan negara Singapura, Malaysia, dan Provinsi Riau
Pemerintahan Kabupaten dan Kota
Ibukota Provinsi di kota Tanjung Pinang
No. Kabupaten/Kota
1 Kabupaten Bintan, beribukota di Bandar Seri Bentan
2 Kabupaten Karimun, beribukota di Tanjung Balai Karimun
3 Kabupaten Kepulauan Anambas, beribukota di Tarempa
4 Kabupaten Lingga, beribukota di Daik, Lingga
5 Kabupaten Natuna, beribukota di Ranai, Bunguran Timur
6 Kota Batam
7 Kota Tanjung Pinang
14 September 2009
Daftar Kode Pos Batam
Bagi anda penduduk Batam, coba lihat KTP anda! Apakah anda temukan kode pos daerah (kelurahan) anda? Kebanyakan jawabannya pasti tidak, walaupun katanya KTP anda sudah menggunakan sistem SIAK (Sistem Informasi Administrasi Kependudukan). Tapi kali ini saya tidak mau membahas KTP SIAK, saya hanya ingin membagi informasi yang saya ketahui tentang kode pos daerah di Batam. Semoga hal ini bisa membantu anda yang sering berkorespondesi atau kirim paket dari atau ke daerah anda.
Berikut ini Kode Pos Batam, antara lain:
BATAM KOTA
1. SEI PANAS (Eks Bukit Jodoh) - 29456
2. BELIAN - 29464
3. TELUK TERING - 29461
4. SUKAJADI - 29462
5. BALOI PERMAI - 29463
6. TAMAN BALOI (Pec. Baloi Permai) - 29463
BATU AMPAR
7. KAMPUNG SERAYA - 29454
8. BATU MERAH - 29452
9. TG. SENGKUANG (Eks Bkt Senyum) - 29451
10. SUNGAI JODOH - 29453
BATU AJI
11. BUKIT TEMPAYAN (Pec. Tiban Asri) - 29424
12. BULIANG (Pec. Tiban Asri) - 29424
13. KIBING (Pec. Tiban Asri) - 29424
14. TANJUNG UNCANG - 29423
BELAKANG PADANG
15. SEKANAK RAYA (Pec. Blk.Padang) - 29411
16. TG. SARI (Pec. Blk.Padang) - 29411
17. KASU - 29415
18. PECONG - 29414
19. PEMPING - 29412
20. PULAU TERONG - 29415
BENGKONG
21. BENGKONG LAUT - 29458
22. TG. BUNTUNG (Pec. Bengkong Laut) - 29458
23. BENGKONG INDAH (Eks. Harapan Baru) - 29455
24. SADAI (Eks. Bengkong Harapan) - 29457
BULANG
25. PULAU BULUH - 29471
26. BATU LEGONG - 29474
27. BULANG LINTANG - 29471
28. PANTAI GELAM - 29473
29.TEMOYONG - 29475
30.PULAU SETOKOK - 29476
GALANG
31.AIR RAJA (Galang Baru) - 29484
32.SUBANG MAS - 29483
33.SEMBULANG - 29481
34.SIJANTUNG - 29485
35.REMPANG CATE - 29482
36.KARAS - 29486
37.GALANG BARU - 29484
38.PULAU ABANG - 29487
LUBUK BAJA
39.BATU SELICIN - 29441
40.LUBUK BAJA KOTA - 29444
41.BALOI INDAH (Eks.Pangkalan Petai) - 29442
42.KAMPUNG PELITA - 29443
43.TANJUNG UMA - 29445
NONGSA
44.BATU BESAR - 29466
45.SAMBAU - 29466
46.NGENANG - 29468
47.KABIL - 29467
SAGULUNG
48.TEMBESI - 29434
49.SEI LEKOP - 29434
50.SEI BINTI - 29434
51.SAGULUNG KOTA - 29439
52.SEI LANGKAI - 29434
53.SEI PELUNGGUT - 29434
SEI BEDUK
54.TANJUNG PIAYU - 29437
55.DURIANGKANG - 29437
56.MANGSANG - 29437
57.MUKA KUNING - 29433
SEKUPANG
58.PATAM LESTARI - 29427
59.SUNGAI HARAPAN - 29421
60.TANJUNG PINGGIR - 29428
61.TANJUNG RIAU - 29422
62.TIBAN INDAH - 29426
63.TIBAN LAMA - 29425
64.TIBAN BARU - 29425
Berikut ini Kode Pos Batam, antara lain:
BATAM KOTA
1. SEI PANAS (Eks Bukit Jodoh) - 29456
2. BELIAN - 29464
3. TELUK TERING - 29461
4. SUKAJADI - 29462
5. BALOI PERMAI - 29463
6. TAMAN BALOI (Pec. Baloi Permai) - 29463
BATU AMPAR
7. KAMPUNG SERAYA - 29454
8. BATU MERAH - 29452
9. TG. SENGKUANG (Eks Bkt Senyum) - 29451
10. SUNGAI JODOH - 29453
BATU AJI
11. BUKIT TEMPAYAN (Pec. Tiban Asri) - 29424
12. BULIANG (Pec. Tiban Asri) - 29424
13. KIBING (Pec. Tiban Asri) - 29424
14. TANJUNG UNCANG - 29423
BELAKANG PADANG
15. SEKANAK RAYA (Pec. Blk.Padang) - 29411
16. TG. SARI (Pec. Blk.Padang) - 29411
17. KASU - 29415
18. PECONG - 29414
19. PEMPING - 29412
20. PULAU TERONG - 29415
BENGKONG
21. BENGKONG LAUT - 29458
22. TG. BUNTUNG (Pec. Bengkong Laut) - 29458
23. BENGKONG INDAH (Eks. Harapan Baru) - 29455
24. SADAI (Eks. Bengkong Harapan) - 29457
BULANG
25. PULAU BULUH - 29471
26. BATU LEGONG - 29474
27. BULANG LINTANG - 29471
28. PANTAI GELAM - 29473
29.TEMOYONG - 29475
30.PULAU SETOKOK - 29476
GALANG
31.AIR RAJA (Galang Baru) - 29484
32.SUBANG MAS - 29483
33.SEMBULANG - 29481
34.SIJANTUNG - 29485
35.REMPANG CATE - 29482
36.KARAS - 29486
37.GALANG BARU - 29484
38.PULAU ABANG - 29487
LUBUK BAJA
39.BATU SELICIN - 29441
40.LUBUK BAJA KOTA - 29444
41.BALOI INDAH (Eks.Pangkalan Petai) - 29442
42.KAMPUNG PELITA - 29443
43.TANJUNG UMA - 29445
NONGSA
44.BATU BESAR - 29466
45.SAMBAU - 29466
46.NGENANG - 29468
47.KABIL - 29467
SAGULUNG
48.TEMBESI - 29434
49.SEI LEKOP - 29434
50.SEI BINTI - 29434
51.SAGULUNG KOTA - 29439
52.SEI LANGKAI - 29434
53.SEI PELUNGGUT - 29434
SEI BEDUK
54.TANJUNG PIAYU - 29437
55.DURIANGKANG - 29437
56.MANGSANG - 29437
57.MUKA KUNING - 29433
SEKUPANG
58.PATAM LESTARI - 29427
59.SUNGAI HARAPAN - 29421
60.TANJUNG PINGGIR - 29428
61.TANJUNG RIAU - 29422
62.TIBAN INDAH - 29426
63.TIBAN LAMA - 29425
64.TIBAN BARU - 29425
Langganan:
Postingan (Atom)
























