Social Icons

twitterfacebookgoogle pluslinkedinrss feedemail
Tampilkan postingan dengan label Ragam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ragam. Tampilkan semua postingan

16 Agustus 2016

KePALSUan Indonesia


Hari ini yang PALSU PALSU di Indonesia lagi hit!

Berita bombastis ini ini diawali saat lebaran lalu, dengan tren #UangPALSU yang marak, dengan modus penukaran uang baru.

Kemudian heboh, kasus #VaksinPALSU! Yang membuat guncang dunia medis di Indonesia. Lha kok bisa, Vaksin dipalsukan? Apa ya nggak bahaya buat tumbuh kembang anak-anak kita. Tega!!! Nggak punya otak nih, yang buat Vaksin abal-abal!

Yang ketiga ini yang agak amatiran, tentang #KartuBPJSPalsu. Lha, yang malsu dan kena tipu sama-sama kebangetan! Kok ya bisa malsu dengan cara sekonyol itu. Buat Kartu BPJS dengan meng-create data ngawur. Padahal yang namanya kartu BPJS tuh link dengan nomor NIK. Yang kebangetan lagi kok yo, masyarakat nggak tahu, mana ada hanya sekali bayar 100 ribu bisa berobat terus tanpa bayar premi bulanan. Asuransi macam mana, apalagi 100 ribu. Kalau nggak mau dibilang masyarakat Indonesia bodoh, ya... tolong kasih pencerahan dan pembelajaran dong ke masyarakat.

Lalu ada lagi, teman saya yang tersangkut kasus terorisme. Setahu dan sepengetahuan teman-teman baik kami, Gigih-sahabat saya, bukanlah teroris. Dia terlalu baik dan alim kalau mau menjadi seorang teroris. Ini ma, cuma akal-akalan Densus88 saja dengan program deradikalisasi-nya. Jadi, saya kategorikan teman saya itu #TerorisPALSU.

Berita heboh lainnya, adalah tentang Pak menteri ESDM Archandra Tahar. Menteri yang digadang-gadang salah satu milis Migas Indonesia bisa membuat Indonesia jadi juara eksplorasi migas dan membawa Migas Indonesia dalam puncak jaya, eh malah ternyata menjadi polemik. Karena status kewarganegaraan Indonesia yang diragukan. Seperti yang kita ketahui, bahwa Indonesia tak mengenal dua kewarganegaraan. Jadi ketika seseorang sudah atau telah berpaspor negara lain, otomatis secara de facto status kewarganegaraan Indonesia hilang. Walaupun proses legal formal belum dilakukan. Dan kasus Pak Menteri ESDM ini saya kategorikan #WNIPALSU.

15 Agustus 2016

Rio


Minggu kemarin perhatianku tersita oleh Rio. Ada banyak berita tentang Rio yang mendistorsi diriku.

Mulai tentang ajang olimpiade 2016 yang diselenggarakan di Brazil, tepatnya di kota Rio de Janeiro. Otomatis tayangan di televisi lebih banyak bombastis menyorot hiruk pikuk ajang olahraga dunia 4 tahunan ini. Mulai dari bola, hingga rasa bangga Indonesia yang mulai dapat medali dari angkat berat. Hingga target medali lain dari cabor (cabang olahraga) lainnya yang menjadi favorit, seperi bulutangkis dan panahan. Ya.. semoga prestasi Indonesia bisa lebih baik lagi dan meraih emas lebih banyak lagi. Tapi jika tidak bisa, semoga kegagalan meraih target, bisa membuat kita introspeksi dan belajar untuk meraih prestasi yang lebih banyak lagi.

Kabar Rio berikutnya, adalah tentang Rio Haryanto. Pebalap kebanggaan Indonesia yang menjadi driver F1 Manor Racing, kini didepak dari kursi pebalap utama dan harus rela menjadi cadangan dari Pascal Wehrlein dan Esteban Ocon. Tentu saja ya, karena Rio menjadi pebalap karena bukan masuk berdasarkan draft pebalap yang diincar karena prestasinya yang tidak mengkilat-kilat amat. Tetapi masuk melalui jalur pay driver. Artinya jadi pebalap karena menyetor dana ke pihak Manor Racing. Dananya sih harusnya USD 15 Juta, tapi sampai bergulir lebih setengah musim, masih nyetor USD 8 Juta. Ya... rela nggak rela, ya mesti angkat kaki, toh prestasi yang ditorehkan Rio tak lebih baik dari Pascal Wehrlein. By the way, semoga kedepannya Rio bisa introspeksi danlebih baik lagi

Rio yang ketiga ini, tentang saudara sepupuku yang katanya kecelakaan dan sempat opname di rumah sakit. Kabarnya jadi heboh ternyata si Rio ini sudah didepak (DO) dari kampusnya di salah satu universitas negeri di Kota Malang. Ya... tentu saja jadi heboh karena keluarga besar rata-rata jadi kalangan pendidik, dan mereka percaya bahwa meraih titel Sarjana atau Diploma itu suatu kewajiban. Dan sangat menyayangkan jika sudah masuk universitas negeri dan ternyata harus berhenti di tengah jalan.

Ya... semoga Rio-Rio ini, bisa memberikan inspirasi dan pelajaran di minggu ini.

16 Maret 2015

Alasan Orang Suka Mengupil

Mengupil, tahu 'kan aktivitas ini? Kalau nggak tahu, ntar saya kasih (upil lho). Kali ini saya akan membahas alasan orang kenapa suka mengupil. Berikut ini adalah alasan orang suka mengupil yang paling masuk akal saya. Entah, masuk akal anda atau tidak? Tapi ini hasil penelitian yang saya dapatkan dengan menginvestigasi beberapa Upilers (komunitas suka ngupil). Anda ingin tahu alasannya, kenapa mereka suka ngupil, ini 7 alasan terbaik:

  1. Senang Menjaga Kebersihan Diri
  2. "Annadhofatu minal iiman" atau Hadits yang berarti bahwa Kebersihan itu adalah sebagian daripada iman. Manusia yang suka ngupil itu suka menjaga kebersihan diri. Dia bahkan sampai peduli pada hal-hal kotor yang tersembunyi, yang sebenarnya tak terlihat oleh orang lain. Tapi dasar mereka suka kebersihan diri, jadi ya mesti ngupil biar semua yang ada di dirinya bersih!

  3. Self-Service
  4. Tahu nggak, kalau mengupil itu sama seperti memuaskan diri sendiri. Nggak percaya? Bagi sebagian orang, mengupil itu adalah kepuasan, seperti masturbasi atau onani. Jadi... rasanya nggak puas, kalau nggak ngupil tiap saat.

  5. Membunuh Waktu Luang
  6. Orang yang suka mengupil ini terbukti nggak bisa berdiam diri. Daripada bengong, nganggur, atau nunduk nggak jelas di depan gadget, mending melakukan hal-hal yang mengasyikkan di waktu luang.

  7. Penasaran
  8. Orang yang ngupil itu selalu punya sifat yang optimis. Hal ini karena mereka selalu timbul rasa penasaran untuk mendapatkan upil-upil yang tersembunyi. Coba perhatikan, raut muka teman anda yang suka ngupil, ketika berhasil mendapatkan upil yang diincarnya.

  9. Melegakan Pernafasan
  10. Ngupil itu bisa mencegah penyakit asma, dan pernafasan tersumbat. Orang yang rajin ngupil, cenderung akan mempunyai lubang hidung yang lebih lebar dan besar. Sehingga aliran oksigen, yang terhirup bersama udara akan membuat lebih banyak masuk ke tubuh, dan menyebabkan tubuh cenderung lebih sehat.

  11. Kolektor Upil
  12. Yang ini adalah hobi khas manusia. Mungkin dia hobi ngumpulkan upil untuk dirangkai menjadi mozaik atau puzzle yang menarik. Tapi akan lebih bahaya, kalau dia suka merebut upil orang tanpa permisi pada pemilik lobang. Akan lebih arif dan bijaksana jika hobi koleksi upil ini berasal dari upil pribadi.

  13. Ketemu Pasangan Jiwa
  14. Ada yang bilang ngupil itu seperti ketemu pacar, ngangenin, bikin seneng, dan selalu ingin bersama-sama. Tapi kadangkala berantem, hingga membuat upil menyumbat hidung dan tak bisa bernafas lagi. Modar!

11 Maret 2015

Mengapa Males Lewat Jembatan Penyeberangan

Sudah ada jembatan penyeberangan, lha kok orang-orang ini males melewati jembatan penyeberangan. Jika anda penasaran dengan alasan mereka yang tak mau melewati jembatan penyeberangan maka anda harus lihat alasan mereka. Berikut 7 alasan terbaik mengapa orang males lewat jembatan penyeberangan. Yaitu antara lain adalah:
...
  1. Tidak Ada Jembatan Penyeberangan
  2. Kalau tidak ada jembatan ya... gimana mau menyeberang. Lha wong menyeberang itu harus pakai jembatan, kalau tak ada ya... nggak usah pakai jembatan lah!


  3. Tidak Perlu Nyeberang
  4. Lho kenapa? Kalau tempat yang dituju dekat dan searah, ngapain pakai nyeberang. Gimana, masuk akal kan?


  5. Males Jalan Jauh
  6. Nah... ini kayaknya sifat kebanyakan masyarakat Indonesia. Mereka males nyeberang jembatan, ya... karena males. Males jalan, karena jembatan penyeberangannya jauh, panas, berdebu lagi. Belum lagi ini itulah! Terlalu banyak excuse lah!


  7. Kurang Menantang, Kalau Tidak Nerobos Jalanan
  8. Tapi beda dengan golongan yang satu ini. Mereka ini penyuka olahraga ekstrim, jadi ajang menyeberang dan memotong jalan raya yang lagi padat-padatnya kendaraan adalah tantangan baginya. Akan beda cerita jika hanya menyeberang melewati jembatan, wah nggak menantang sama sekali!


  9. Takut Tindak Kriminal (secara tertutup iklan)
  10. Nah... kebiasaan di jembatan penyeberangan, biasanya ajang nempel iklan yang super gedhe. Jadinya jembatan tertutup, dan terkesan gelap, luput dari pantauan pihak keamanan. Bisa jadi jembatan penyeberangan digunakan temapat tidur para gelandangan, banyak pengemis, dan lebih parahnya untuk tindakan kriminal. Secara, begal pernah jadi trending topic sebelum digusur #SaveHajiLulung.


  11. Gelap Ah... (Takut Hantu)
  12. Kalau menyeberang jalan melalui jembatan penyeberangan di malam, kadang di jembatan penyeberangan ditemukan banyak yang mati lampu, atau yang lampunya hilang karena dicuri. Jadi ya.. gelap! Lha kalau gelap 'kan banyak makhluk yang tak kasat mata ikut nongkrong disitu. Jadi, daripada beraroma horror mending cari keramaian dengan menyeberang melalui jalan raya, ya... paling-paling dimaki orang atau diserempet mobil. Daripada ketempelan Gendruwo


  13. Males Naik, Mending Turun
  14. Ini beneran lho, bukan mengada-ada! Daripada naik mending turun, ya iya lah, kalau di atas 'kan panas, gak ada AC. Nah kalau turun 'kan dingin, terang, gak pengap lagi. Serius? Ya ketinggalan zaman sih, lihat di Singapore nggak ada tuh jembatan penyeberangan, yang ada underpass. Sistem ini juga terhubung pada subway MRT. Nah, buat anda yang di Jakarta, selamat menunggu proyek subway itu selesai. Kendalanya sistem underpass ini cuma ada 2 saja, yaitu: listrik mati, dan banjir!


03 Maret 2015

Kekacauan yang Sistematis


Cinta adalah segalanya! Rasanya ungkapan seperti itu tak berlebihan. Mengingat, menimbang, dan melihat keberanian seseorang demi mendapatkan dan mewujudkannya. Tapi kalau kata Bang Haji Rhoma Irama sih...

Hidup tanpa cinta bagai taman tak berbunga
Hai begitulah kata para pujangga
Aduhai begitulah para pujangga
Taman suram tanpa bunga


Ya... setidaknya itu bisa mewakili perasaan bermilyar-milyar umat manusia. Bila seseorang sedang dimabuk asmara, apa saja bisa dilakukan agar cinta bisa terjalin sempurna. Tapi untuk mendapatkan cinta, tak ada kata mudah. Butuh pengorbanan, bahkan ada yang rela berdarah-darah, jatuh bangun untuk mendapatkan cinta.

Namun kadangkala, orang lupa dengan susahnya zaman perjuangan. Orang cenderung mudah melupakan, ketika segala keinginannya tercapai. Dan meremehkan kembali arti perjuangan cinta yang berdarah-darah tadi. Padahal kalau kita telisik, semua pengorbanan akan lebih berarti, lebih berharga jika kita mampu merawat, menjaga, dan mempertahankannya, agar selalu terpancar cinta dan keindahannya.

Lantas... apa hubungannya dengan judul blog ini?

Itulah, kalau orang hanya melihat dari cover-nya saja tentu tak paham akan isi yang tersirat didalamnya.

Kita bisa 1000 kali jatuh cinta, kita bisa berkali-kali ganti pasangan (tidak cocok, ganti!), atau kita bisa memilih dengan menemukan cinta yang lantas kita upayakan dengan segenap penuh energi, darah, daya, dan upaya, untuk menjadi bagian hidup kita. Kemudian kita jaga, tumbuh, dan berkembang bersama, hingga akhirnya waktu yang memanggilnya,seperti daun tua yang dengan anggunnya lepas dari dahannya.

Cinta adalah kekacauan yang bisa mengganggu pada sistem tubuh dan trajektori orientasi pada sistem kerja manusia. Orang bisa melakukan hal-hal yang gila! Dari yang baik bisa jadi jahat, atau dari yang jahat bisa jadi baik! Entah! Lantas... apakah kita salah kalau tidak punya cinta, agar kekacauan yang sistematis ini tidak terjadi?
Jawabannya sudah jelas, "SALAH!" Karena tanpa cinta, anda hanya akan jadi sebuah ROBOT, no pain and no sense!.
...

02 Maret 2015

Demam Batu

Indonesia sedang terkena penyakit 'Demam Batu'! Dari orang yang nggak punya kerjaan, karyawan, PNS, hingga pengusaha, dan penguasa elit, semua ngomongin batu. Semua orang jadi geolog dadakan, tahu jenis batu akik, mulai dari bacan, kalimaya, safir, ruby, atau apalah namanya! Dengan senjata andalannya, senter ajaib. Yang katanya, untuk mengetahui jenis batu dan motif yang nampak, bagus atau tidak.

Yup.. batuan jenis batu mulia, batu akik, atau bahasa kerennya, 'Gemstone', memang macam-macam. Dan harganya pun macam-macam pula, mulai dari puluhan ribu, hingga ratusan jutah. Dan booming demam batu, tak ayal berpengaruh pada aktivitas para penggali batu akik dan sejenisnya. Mereka kini menggali lebih dalam, dan lebih banyak lingkungan yang digali, bahkan seolah tak peduli menyasar pada kawasan konservasi yang dilindungi.

Kecintaan seseorang pada batu akik di Indonesia ini berada pada tingkat kewaspadaan. Seolah-olah kita tenggelam pada zaman batu. Namun yang lebih perlu disikapi adalah perlu peran serta pemerintah, baik sebagai pengawas lingkungan, pengawas perdagangan batu tersebut, dan sebagai regulator fiskal. Artinya memberikan peluang Pemerintah untuk mendapatkan pemasukan yang lebih besar dari sektor pajak, tentunya harus disikapi dengan dampak 'AMDAL' yang ditimbulkan.

Sebenarnya, menyukai batu atau sesuatu itu sah-sah saja, mbok yo, ngono yo ngono, ... tapi ojo ngono!, arti secara harfiahnya, jangan terlalu!

Kalau bagi saya, walaupun semua orang di dunia memakai batu akik, dan tinggal saya seorang yang belum memakai batu akik, maka saya tetap tak akan mau pakai! Bukan perkara karena "stone is stone!", tapi lebih karena saya tidak tertarik pakai aksesories. Cukup handphone dan dompet saja, yang wajib menempel selain pakaian tentunya! Itupun barang dua tadi dipakai kalau mau jalan keluar saja, nggak perlu lainnya!

Bagi saya, kalau sampai ada cowok yang pakai cincin, kalung, gelang, atau aksesoris lainnya, serta kuku yang panjang, konotasinya langsung bermakna cowok yang malas melakukan sesuatu, dan kurang sigap. Nik boso jowone, iku ngono cirine wong lanang sing males tandhang gawe. Senengane macak, lan ndawakno kuku! Iku ngono lak yo podho karo wong wedok!

Well...Okay, kembali ke batu! Saya cuma heran saja, siapa sih pioneer yang membuat tren batu akik ini. Kalau semacam di forum itu, siapa sih yang melempar hot thread ini? Batu akik yang lumrahnya dulu, dipakai orang-orang tua, kini anak-anak muda tak kalah gila berburu akik. Bahkan saya yakin, koleksi Tessy pun pasti kalah, dibanding para pendatang baru itu!

Dan akhirnya penyelidikan saya berhasil. Setelah saya selidiki, rupanya inilah orang-orang yang menyebarkan kebiasaan memakai batu akik, batu mulia dan sejenisnya. Sehingga membuat orang-orang menjadi terinspirasi, agar memiliki kekuatan seperti sang idola. Lihatlah!



Ray Bramasakti


Dan... Reza Bramasakti


Sang BIMA X, SATRIA GARUDA & AZAZEL


...

28 Februari 2015

Komunitas Menunduk

Penyakit kecanduan handphone atau gadget, sangat banyak sebutannya. Ada yang menyebut mereka sebagai Gadget Freak, hingga yang paling ekstrim yaitu Autis HP. Tapi padan kata ini sangat tidak pas, karena sebenarnya penggunaan kata 'autis' untuk melabeli seseorang yang terlalu asyik dan fokus dengan smartphone. 'Autis' adalah istilah medis untuk seseorang yang mengalami hambatan pada perkembangan otaknya ketika usia balita yang kemudian berpengaruh pada kemampuan berkomunikasi dan interaksi sosialnya. Dan pastinya, sangat tidak sopan menggunakan kata autis untuk olok-olok seseorang. Saya pribadi cenderung lebih suka menyebut mereka "Komunitas Menunduk" atau disingkat "KM".

Memang kehadiran Ponsel Smartphone dengan dumb battery atau kita lebih mengenalnya sebagai powerbank ini sangat membantu, namun jika keberadaannya sudah sangat merubah nilai kebersamaan dimana dunia hanya berada di pikiran saja maka sudah saatnya anda mengerti bahwa ada hal yang lebih penting untuk dikerjakan selain menunggu balasan message atau notifikasi dari berbagai social media yang anda punya ;)

Maksud dari saya membuat postingan kali ini, bukanlah kampanye anti teknologi. Namun, lebih pada ajakan untuk bijaksana dalam menggunakan teknologi smartphone. Semakin sering kami melihat orang orang dijalan asik dengan smartphonenya entah itu di jalan raya, di kampus, saat makan siang, tanpa perduli dengan sekitarnya bahkan saat ada pertemuan penting tak menyudahi keinginan mereka untuk berinteraksi dengan dunia maya. Ayolah sobat, dunia nyata itu ada didepan matamu, bukan dilayar smartphone yang harus dipelototin hingga malam.

Apakah Anda 'Nomophobia'?
'Nomophobia' adalah jenis fobia yang ditandai ketakutan berlebihan jika seseorang kehilangan ponselnya. Orang yang menderita nomophobia selalu hidup dalam kekhawatiran dan selalu was-was dalam meletakkan ponselnya, sehingga selalu membawanya kemanapun pergi. Penderita nomophobia bahkan dapat memeriksa ponselnya hingga 34 kali sehari dan sering membawanya hingga ke toilet. Ketakutan tersebut termasuk dalam hal kehabisan baterai, melewatkan telepon atau sms, dan melewatkan informasi penting dari jejaring sosial.

Penelitian dari SecurEnvoy telah menemukan bahwa sekitar 66 persen dari pengguna ponsel memiliki nomophobia. Tetapi tingkat nomophobia tersebut berbeda-beda pada masing-masing orang. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa wanita sedikit lebih waspada dalam menyimpan ponselnya yaitu sebesar 70 persen dibanding pria yang hanya 61 persen. Sementara itu, pria lebih mungkin memiliki dua atau lebih ponsel dibandingkan wanita dengan alasan menyukai teknologi atau alasan pribadi lainnya. Sahabat, untuk mengetahui apakah Anda termasuk penderita nomophobia, perhatikan tanda-tanda berikut ini:

- Ketidakmampuan untuk mematikan ponsel
- Obsesif memeriksa panggilan, email dan SMS
- Terus-menerus mengisi baterai karena takut kehabisan
- Membawa ponsel kemanapun pergi, bahkan hingga ke kemar mandi

Contoh Kasus Kecanduan Handphone Membuat Kita Muak


Mungkin banyak dari kita yang mengalami hal-hal, yang membuat kita terlihat seperti orang tolol karena sebuah HP, dan membuat anda bertanya tanya seperti inikah dunia kita sekarang?

Mereka yang lama tidak ketemu akhirnya membuat janji untuk ketemu di suatu tempat melalui sosial medianya. Pada saat bertemu mereka hanya ber-say hallo kemudian "pelukan lama tidak bertemu" lalu duduk dan kembali sibuk dengan smartphone-nya masing-masing. C'mon guys..kalian perlu pendekatan yang nyata bukan maya!

Kalian mempunyai seorang anak, yang akan kalian kenalkan pada bos kalian. Dengan bangga kalian bercerita tentang kehebatan anak anak kalian di depan bos. Pada hari H, saat di rumah bos, sang bos bertanya sesuatu kepada anak kalian dan anak kalian tidak menjawab malah asik dengan smartphone pemberian kalian saat mereka berumur 7 tahun. yang ditujukan agar mereka tidak rewel. Anda bahagia?

Saat menjomblo, anda sibuk dengan berselancar ke dunia maya untuk mencari jodoh, di kendaraan umum, di halte bis, di tempat kerjaan. Mungkin suatu saat jika ada teman, saudara atau bahkan jodoh anda lewat di depan rumah, tidak akan disadari karena terlalu MENUNDUK akibat melototin layar ponsel anda. Bahwa JODOH anda sedang melewati anda dengan senyumnya yang manis, dan tidak mendapat balasan dari anda. Komunitas Menunduk memang payah! Mereka tidak mengerti, bahwa dunia nyata lebih indah dari dunia maya, yang hanya mengandalkan kamera 360 :) Go find your real love di dunia nyata!

Ketika dirumah hanya ada orang tua dan anda, biasanya KM suka mengurung diri di kamar, asosial, dan sibuk dengan nada balasan, atau notifikasi smartphone yang begitu berkedip atau bersuara membuat dada mereka berdetak seolah olah tanpa notifikasi ataupun nada balasan, hidup itu tidak berwarna. Pedahal c'mon guys, orang tua kalian itu tidak bisa di charge terus seperti HP. Mereka ada umurnya yang kalian tidak tau kapan itu semua akan berakhir. Buatlah mereka bahagia yang tentu saja membuat kalian bahagia juga karena disisa waktunya masih sempat merasa dekat dengan kalian bukan dekat dengan 'sahabat maya' kalian. Dan masih banyak lagi kejadian menjengkelkan karena kecanduan ini.

Seperti kata kata Albert Einstein, I fear the day technology will surpass our human interaction. The world will have a generation of idiots." - Albert Einstein. Sahabat, coba angkat kepala anda dan lihat siapa yang sedang bicara dengan anda. Letakkan sementara gadget anda dan lakukan lebih banyak hal di luar sana temukan orang baru yang bisa anda ajak berinteraksi sesungguh-sungguhnya DI DUNIA NYATA bukan DI LAYAR PONSEL! Semoga berguna.


sebagian di-copas dari artikel: www.anehdidunia.com
...

27 Februari 2015

Mengidolakan Artis


Saat anda masih muda dulu, pernah nggak berandai-andai? Pingin macari, atau malah menikah dengan orang yang berprofesi Artis atau Selebritis? Waktu masih lajang dan muda, pikiran penuh fantasi, cenderung berpikiran kotor dan berbahaya!

Seseorang yang kita jadikan idola muncul karena dia eksis! Dalam arti dia sering kita dapati cerita tentangnya, karyanya, atau gambar dirinya, baik melalui media cetak maupun media elektronik. Oke, kita nafikan dulu BJ. Habibie, Soekarno, dan Soeharto, atau para Nabi, kita bicara ke artis!

Artis? Yupp! Padahal Ibuku menyebut Artis dengan padan kata yang lebih ekstrim, yaitu Artis = Tandak Kota. Tandak, dalam konotasi bahasa Jawa Timuran yang saya pahami adalah seorang penari wanita pada tarian semacam tari ronggeng. Dimana tari ronggeng ini lebih dipandang memiliki konotasi negatif, intim dan erotis. Ya... walau, tidak semua Artis atau Seleb, memiliki habit yang buruk.

Tidak bisa dipungkiri bahwa kehidupan kita dikelilingi informasi tentang Artis dan Seleb, tanpa anda sadari, disaat kita menyalakan televisi. Film, Sinetron, dan acara-acara yang nggak jelas lainnya, juga diisi orang yang ngaku-ngaku artis, walaupun dia nggak bisa nyanyi, atau main peran di Sinetron atau Film. So whatever lah...


By the way kembali ke topik, sejak kecil saya terkesima dengan "Iga Mawarni". Ada yang ingat? Kalau generasi sekarang, mungkin nge-fans dengan "Raisa" atau "Raline". Well, saya ini fans beratnya Iga, mulai kenal dia saat nyanyi "Kasmaran", saya masih kecil saat itu, mungkin masih SD atau SMP. Namun, wajah Iga Mawarni seolah menjadi standar baru bagi saya tentang menilai cewek cantik. Bahkan saat tumbuh dewasa, saya terkesan mencari-cari seseorang untuk dijadikan pacar karena dia mirip sang artis. Kalau nggak mirip ya... setidaknya cantik.

Saya tidak tahu wajah rupa dan aktifitas sang idola sekarang, karena waktu dalam ingatan saya tentang dia telah berhenti. Jadi... nggak penting lagi, "You're always in my head!"

By the way, saya harus kembali ke realita bahwa saya sekarang sudah beristri ndan berkeluarga. Ya.. walaupun istri saya tidak terlalu mirip "Iga", tapi yang penting dia cantik dan baik!
...

03 Januari 2014

Welcome 2014, Good bye 2013

Sadness and happiness come in 2013, many wonderful experience come into my life. Although we never reach the dream, we will try to create them.

2014... new hope, I wish we can make it. And I hope, it better than last year. And if I had bad habit we try to remove it, replace with great habit. Also I hope, my family will be good in this year. I hope my wife, giving birth smoothly, and the child that birth is healthy.

I am not hope so much for Indonesia Government, I think not better than last year. New leader new hope, I think is bullshit. Not much leader that have thing to make rapid change and visioner. So... don't hope too much!

My only wish for myself, to achieve a good career, a new challenge, and gathered together again and happy together with my big family

27 Agustus 2013

Continue The Journey

Never stop to dream!
'Mimpi' itu berbanding lurus dengan detak jantung manusia. Selama kita masih bernafas, jangan pernah membunuh mimpi-mimpi kita. Dan satu hal lagi, jangan pernah terlena!

Jangan pernah terlena dengan segala hal yang telah kau raih. Rumah, harta, kekayaan, pekerjaan , jabatan semuanya adalah kamuflase duniawi yang mudah sekali berubah-ubah. Mungkin sekarang mereka menjadi bagian dari hidup kita, but who knows? Besok tiba-tiba mereka semuanya lenyap.

Life is never flat! Many waves and you must strong!
Suatu saat gelombang besar itu bisa menimpamu, dan yang jelas kamu harus tetap bergerak, berusaha mencari sesuatu yang terbaik dalam hidup ini seakan-akan dunia tak pernah kiamat. Dan... berikanlah kebaikan selalu kepada seluruh makhluk hidup dan Tuhan yang menciptakanmu.

Semangat Pagi!

21 Agustus 2013

Dirgahayu Republik Indonesia ke-68


"Apakah kita sudah merdeka?"
Saya berani jawab, "Iya!"

Lantas mengapa banyak orang Indonesia yang menyatakan kalau kita belum sepenuhnya merdeka?

Oke deh, jangan naiflah! Kalau yang dijadikan ukuran adalah kemapanan di semua masyarakat itu sangat tak masuk akal. Coba sebutkan pemimpin di dunia ini yang mampu membuat rakyatnya tidak ada yang miskin. Tidak munafik kalo setiap orang pasti berandai-andai dan punya mimpi. Punya rumah bak hotel, kaya raya, pasangan hidup cantik/ tampan, punya bisnis menggurita dimana-mana dan kalau kemana-mana mobil mewah siap mengantar.

Tapi.... bangun-bangun! Kemerdekaan ini harus kita hargai! Bagi kita, lepas dari tangan penjajahan itu sangat penting. Dan mereka, para pahlawan yang berani melawan kolonialisasi dari bangsa lain harus mendapatkan tempat tertinggi di negara ini.

Memang setiap pergolakan yang mengakibatkan revolusi atau kemerdekaan selalu mempunyai efek. Selain menumbangkan penguasa lama, pasti menimbulkan 'raja-raja' baru. Pemimpin-pemimpin baru kemudian menciptakan lapisan-lapisan baru masyarakat. Dan jelas, selalu ada pemenang, dan kaum yang tertindas di kehidupan ini.

Jadi, intinya menurut saya Kemerdekaan itu sudah digenggam oleh bangsa Indonesia. Kita jelas-jelas tidak berperang, tidak berada dalam desingan peluru saat beribadah, bekerja, ataupun beraktivitas dalam kehidupan sehari. Please, sekali lagi hargailah para pejuang kemerdekaan yang rela mati.

What's next?

Ya... mengisi dan melanjutkan untuk memperbaiki negara inilah adalah tugas kita, that's our job. Para pejuang telah memberkan dasar bagi kemerdekaan ini, dan tongkat estafet telah diberkan pada kita untuk mengisi kemerdekaan bangsa ini.

Tugas mulia bagi pemimpin-pemimpin bangsa, mereka kita pilih melalui Demokrasi. Dan mau tidak mau, suka tidak suka, kita pula yang bertanggungjawab atas kebobrokan negara ini, jika pemimpin yang kita pilih terlibat korupsi, lebih senang ngurusi partai daripada membesarkan negara. Jadi mau dibawa kemana negara Indonesia kita tercinta?

Bagaimanapun juga ini Indonesia kita, kalau perlu kita perlu rebut dari para penguasa tamak dan tolol, penjajah bangsa sendiri, kenapa nggak?

14 Agustus 2013

02 Januari 2013

HAPPY NEW YEAR 2013

23 Desember 2012

Tentang Pernikahan

Saya sebenarnya mau berpanjang lebar membahas ini itu tentang pernikahan tetapi saya rasa percuma. Saya hanya mencoba membagi apa pendapat saya pribadi tentang konsep pernikahan.

Kali ini saya akan bercerita tentang konsep pernikahan yang saya yakini. Bagi saya, menikah itu adalah menyatukan dua pribadi untuk berjalan dalam wadah yang sama untuk tetap mengarungi luasnya samudera kehidupan.

Kenapa harus menikah?
Toh, tanpa menikah pun kita tetap bisa mengarungi samudera kehidupan sendiri. Atau tanpa menikah pun, kita juga bisa bersama-sama dengan pasangan kita untuk mengarungi hidup.

Itu semua benar, tapi itu saya kembalikan kepada anda sekalian. Namun bagi saya, dengan menikah itu membuat perbedaan besar antara manusia dan binatang. Begitu pula mengapa kita disarankan menikah, toh itu sudah diatur dalam prinsip hidup yang saya yakini.

Yang jadi masalah mungkin kesiapan dari masing-masing individu. Apakah hanya karena cinta kita harus menikah? lalu apakah ini benar cinta? Bukannya hanya nafsu untuk melampiaskan syahwat saja!

Hmm... lantas bagaimana yang menyebabkan cinta harus menikah. Cinta tak harus seiya sekata, tak harus sama, tak harus memiliki cara pandang yang sama, namun ada suatu titik temu diantara kedua individu.

Bagi saya yang seorang cowok ketika mulai memutuskan untuk menikah dengan pasangan, saya punya visi kedepan yang mungkin tetap terbatas, jaminan kemapananan pun masih berawan (tidak jelas), dan semuanya serba berawan. Jadi apa yang bisa diharapkan pada saya?

Saat itu saya masih berusia 27 tahun, kalau ditanya visi kedepan, saya tak bisa memandang cara yang sama dengan orang usia 40 tahunan yang sudah kenyang makan asam garam kehidupan. Saya hanyalah anak muda yang penuh ambisi dan masih ingin menaklukan tantangan. Jadi, anda tidak bisa memaksa saya untuk menjadi seperti mereka yang sudah tua.

Yang saya punyai hanyalah keyakinan, tanggung jawab, cinta, dan kesetiaan. Dan saya tidak meminta banyak pada pasangan hidup saya. Hanya tolong berikanlah saya cinta dan kesetiaan, Itu saja!

Saya pikir, itu modal yang cukup besar untuk membina suatu rumah tangga. Bukan harta, jabatan, atau fisik yang rupawan karena semuanya hanya bersifat fana.

Dengan tanggung jawab dan kerja keras, apa yang belum ada jadi ada. Apa yang hanya ada dalam mimpi bisa diwujudakan. Cara pandang pun menghadapi masalah dan menuju kebahagiaan hidup pun akan berubah seiring berjalannya waktu. Semua bisa karena biasa, learning by doing.

Semakin banyak masalah yang mendera kehidupan berumahtangga maka pilihannya hanya dua.

Bila kerangka dasarnya kuat, maka dengan adanya cobaan maka akan selalu meningkatkan kemampuan kita menjalani hidup ini. Namun jika kerangka dasarnya lemah, maka semuanya pun bisa hancur berantakan dan kembali tercerai berai.

Apa kerangka dasar itu? Tak lain seperti yang sudah saya uraikan yaitu cinta, kesetiaan, keyakinan, dan tanggung jawab.

04 November 2012

Yang Menyenangkan, Yang Membahayakan

Semua anak lazimnya pasti menyukai arena permainan. Namun sebagai orang tua sebaiknya kita lebih selektif memilih arena permainan. Karena tidak semua permainan yang menyenangkan itu bakal membahagiakan bagi si anak dan orang tua, salah pilih malah semua jadi bencana.

1. Pilih Permainan Sesuai Umur Anak
Kadangkala yang menyenangkan menurut orang tua, bisa saja tidak sama dengan kondisi psikis dan fisik si anak. Cek sekali lagi apakah anak anda tidak akan mengalami kesulitan jika memilih permainan tersebut. Anak yang sudah merasa besar tidak akan mau main permainan yang lazimnya dimainkan oleh anak-anak kecil. Begitu pula sebaliknya anak-anak yang belum cukup umur, pastikan juga dilarang mengikuti permainan tersebut

2. Pastikan Keamanan Buat Anak Anda
ilustrasi
Hidup ini sangat berharga, jadi jangan sia-siakan hidup anak anda. Pastikan permainan itu aman buat anak anda, tidak berlubang, tidak berkarat, ataupun tajam sehingga rentan celaka. Cerewet sedikit tidak apa-apa daripada anda menyesal seumur hidup.





3. Pastikan Kebersihan Arena Permainan
ilustrasi
Arena permainan outdoor tentunya mudah kotor dan kita nampak jelas mana bersih dan kotornya, mana yang terawat datau tidak. Tapi untuk permainan indoor janganlah langsung menganggap bahwa arena permainan itu tentu bersih. Ingat, tidak semua arena permainan itu terawat dan terjaga kebersihannya. Anda tentu masih ingat kasus-kasus tentang permainan mandi bola yang tak pernah dibersihkan dan ternyata di bawahnya banyak ditemukan hal-hal yang berbahaya.

4. Kenali Arena Permainan
Anda patut waspada jika baru pertama kali atau tidak pernah datang ke arena permainan ini. Tapi anda tidak perlu curiga dan langsung menolak jika anak anda merengek. Anda juga bisa menakar sendiri apakah yakin arena permainan ini sesuai, aman, atau tidak buat anak anda.

5. Awasi Anak-Anak Anda
Walaupun anak anda sudah beranjak besar, namun sesekali perlu amati mereka. Apakah mereka mengalami masalah atau baik-baik saja. Anda jangan terlalu asyik dengan dunia anda, ngobrol, BBM-an, atau update status jejaring sosial anda.

Memang bagi anak-anak, semua terlihat itu mengasyikkan karena mereka belum tahu bahaya, apalagi jika sampai bisa menyebabkan kehilangan nyawa......HATI-HATI !!!!! Tugas kitalah sebagai orang tua yang memilihkan dan memantau arena permainan yang menyenangkan namun tidak membahayakan buat putra-putri kita.

03 November 2012

Happy Ending

Happy Ending, standar cerita yang ada di fiksi yang biasanya menghadirkan tokoh protagonis dan antagonis, dimana selama jalan cerita bergulir biasanya sang tokoh protagonis ini mengalami kesusahan atau kesulitan-kesulitan bertubi-tubi yang ditimbulkan oleh sang tokoh antagonis. Dan kebanyakan, dalam suatu cerita tersebut memiliki titik akhir dimana akhirnya sang tokoh protagonis itu mengalami kebahagiaan. Dalam arti sukses mencapai misi atau tujuan yang diinginkan. Dan tokoh antagonis biasanya kalah atau mati di akhir cerita.

Cerita semacam itu biasanya didapati dalam cerita drama, aksi, atau fiksi ilmiah. Dan biasanya itu hal lazim yang diinginkan dari pembaca. Tapi kalau dipikir-pikir cerita semacam itu diterapin dalam kehidupan beneran bagaimana?

Benar nih maunya happy ending seperti itu? Artinya kan selama hidup, dari kecil, muda, lalu dewasa harus sengsara terus, dan barulah di akhir kehidupan mendapat kebahagiaan. Kok ya... ngenes banget ya kelihatannya. Sepanjang hidup harus merasakan kesusahan berjuang melawan semua hal-hal antagonis yang bisa berupa musibah, kecelakaan, ataupun musuh-musuh kita demi mencapai kebahagiaan.

Jadi, apakah benar itu yang anda mau? Saya kok lebih memilih happy terus saja sepanjang hidup. Tidak mau hanya happy di akhir cerita hidup...

04 Mei 2011

Dino ngarep sik dhowo ojo Cupet Pikiranmu

Pirang dino kepungkur aku ditelpon karo bekas pacar. Ambek nangis nangis dheweke cerito lik saiki ono masalah omah-omahan karo bojone, kasarane lagi tukaran. Sakjane dheweke bingung arep kondho karo sopo lha wong saiki lagi urip pisah adoh karo sanak kadang nang pulo sandinge Jowo. Mbuh yok opo, kok tibake aku sing ditelpon, padahal lak saiki wis gok ono hubungan opo-opo maneh... Yo mungkin sebagai wong sing pernah cedak karo dheweke aku sik dipercoyo.

Dheweke cerito, lik lagi tukaran, gak wawuh karo bojone. Malah sampek ngomong wis gak sudi ngurusi dheweke (bojo) karo anake, malah njaluk pegatan. Lha lha lha, masalahe opo kok koyok nemen ngono. Intine dheweke gak percoyo maneh karo kelakuan bojone nang njobo, kuatir serong karo wong wedok liyo, tapi gak duwe bukti. Akhire lak dadi ngenes kepikiran dewe. Malah deweke kepingin metu teko omah, ninggalno anake sing cilik terus mlaku mlaku nang sakkarepe. Lhe... piye seh arek iki? Wis gendheng ta? Ngene iki lak malah nggawe perkoro dadi gak karu-karuan mbulet dan angel golek titik temu. Sampek aku ngilingno, lha anakmu sopo sing ngurus? Sakno rek, sik cilik gak ngerti opo opo, ngono iku lak darah dagingmu dhewe, gak ono mantan anak, lha lik mantan bojo iku ono. Perkoro karo bojo, ojo anak sing dadi pelampiasan.

Inti masalahe sak jane komunikasi. Dheweke cerito, lik selama omah omah bareng gak pernah diolehi mrono mrene, lik gak karo bojone. Padahal mbendinane bojone kerjo, moleh sore, dheweke nang omah karo anak lanange sing ruju, sing lagi umur 3 tahunan, njogo kios toko nang omahe sing magrong-magrong. Intine koyoke arek iki bosen, istilahe nang sangkar. memang mbiyen dheweke pernah kerjo kantoran saiki duwe usaha dhewe peracangan nang omah. Lik dipikir-pikir sakjane lak luwe enak nang omah bebas, daripada melu wong/ perusahaan. Yo pancen sih, mungkin mbiyen kan akeh konco, saiki ijenan.

Mbiyen grudak grudak mrono mrene karo kancane utowo dulure, eh saiki malah nang omahan, gak ono konco. Ngono iku lak gak perlu sampek pegatan ta? Terus dheweke tak takoki, lik pegatan terus entuk jatah gono gini arep lapo, anak-anakmu melu sopo, arep dadi single parent ta? Malah bingung, cupet pikirane gak iso njawab. Ono masalah koyok ngene omongno sik karo bojomu, lik sik buntu yo ngajak mertuamu nengahi masalahmu. Jane aku nang posisi sing susah boso keren-e dilematis. Arep cawe cawe engko dituduh orang ketiga, ketemu pirang perkoro, malah engko dadi perkoro dhewe karo bojoku, ngawur? Mangkakno yo akhire aku nyarano sebagai pihak sing netral, artine gak ono harapan aku mbalik karo dheweke maneh masio dheweke pisah. Lha aku wis seneng karo keluargaku saiki, opo sing kurang?

Let pirang dino sak wise mewek-mewek mau, dheweke cerito lik saiki wis apikan maneh karo bojone. Dheweke ngebrekno uneg-unege nang bojo karo mertuane, tetek bengek mulai teko A sampai Z. Aku dhewe yo seneng lik dheweke saiki wis apikan maneh. Sedih jane lik ngrungokno wong sing pernah ono roso mbiyen sengsoro, masio aku gak pernah nduwe niatan balik mergo kabeh mau lak yo pilihan urip dhewe. Yo mugo-mugo kabeh iso podho langgeng-bahagia karo pilihane dhewe.

03 Maret 2011

Mengapa Harus Berdamai dengan Masa Lalu

”Inilah kenapa gue males sekali berurusan dengan masa lalu...........
Itu lho si A ngajak balik hubungan serius lagi,
Gila nggak tuh! Padahal ’kan sekarang gue dah punya C...”


Mungkin ini terkesan sentimentil ketika kita terkenang kembali dengan masa lalu. Apalagi yang berkaitan dengan cinta dan emosi... hmmmf!!! Pasti ada waktu dimana kita merasa tercabik-cabik hati, emosi dan ingin ’mengenyahkan’ mantan pasangan/ pacar kita dari hidup kita ketika timbul perselisihan diantara kita. Momen dimana sesuatu yang menyangkut dirinya seolah menjadi musuh utama dalam hidup ini dan jijik..

Namun ketika waktu berjalan dan hati kita mampu berdamai dengan emosi. Seirama dengan hal itu, hubungan kita dengan sang mantan bisa dibilang menjadi baik lagi dan ’mesra’. Tentu saja konotasi mesra disini harus diletakkan dalam proporsi yang sesuai dengan situasi dan kondisi kita saat ini. Yang menjadi persoalan adalah ketika pada kondisi sekarang kita telah memiliki pasangan lainnya.

Nah inilah yang menjadi persoalan jangan sampai mesra disalah gunakan melakukan tindakan yang bisa memicu atau menyakiti hati pasangan kita sekarang. Masih untung kalau kondisi kita sekarang masih sebatas pacaran dengan pasangan baru kita, parahnya kalau kondisi kita saat ini ternyata sudah berumahtangga, sudah memiliki suami atau istri, selain sang mantan kita.

Mari kita bahas satu persatu, kalau untuk kondisi masih available tentu bukan jadi kendala. Kemesraan yang terbangun lagi mungkin bisa saja sebatas sahabat atau bisa juga menjadi lebih jauh, tentu saja ini tergantung pada komitmen yang kita bangun saat berdamai dengan masa lalu. Hal ini bisa tercapai kalau tercapai rasa yang setara dan proporsinya sama, jangan timbul ge-er diantara salah satu pihak. Tapi terserah saja kalau lah kita ingin mengulang lagi hubungan masa lalu, tentu saja dengan pertimbangan yang masak dan komitmen yang kuat untuk tidak mengulangi kesalahan masa lalu. Satu hal lagi, kita harus mengesampingkan gengsi untuk balik lagi, tentu saja ini dipengaruhi subyektifitas dan lingkungan pergaulan. Artinya bukan masalah besar, tergantung mau atau tidak kita menjalaninya lagi. Dimana intinya semuanya berpulang lagi pada sebesar mana cinta kita padanya.

Kasus kedua, ketika posisi kita sekarang sedang memiliki pacar, sedang bertunangan, atau malah sudah berumahtangga dengan pasangan baru kita. Sebenarnya bukan masalah jika kita berdamai dengan masa lalu namun yang diperlukan adalah trust, honesty, dan respect. Artinya kedekatan kita dengan masa lalu (sang mantan) jangan sampai menimbulkan reaksi fusi yang memicu terjadinya ledakan emosi hingga mengakibatkan perpecahan hubungan kita sekarang. Semuanya bersumber pada komunikasi yang tentu saja harus dilandasi sikap keterbukaan, kejujuran, kepercayaan, dan saling menghargai diri kita, pasangan kita sekarang, ataupun dengan sang mantan. Akan lebih baik lagi jika mengenalkan jati diri sang mantan pada pasangan kita, tentu saja tak perlu mengekspos kemesraan yang pernah dijalani dulu. Hindari hal-hal yang membuat pasangan kita cemburu.

Intinya hubungan yang kita jalani haruslah berlandas pada sikap dan proporsi yang bisa kita berikan. Hindari sikap ge-er dan romantisme masa lalu, bersikaplah sewajarnya seperti teman atau sahabat. Jangan pernah terpancing untuk bermain api karena ada banyak pihak yang pasti disakiti. Satu hal lagi, setidaknya akan lebih baik lagi jika pasangan kita mengetahui hubungan (bisnis atau friendship) kita dengan sang mantan.

Bukankah lebih bijak menambah teman daripada musuh di kehidupan ini? Lupakan perihnya masa lalu dan berdamailah untuk kehidupanmu sekarang dan kelak.

11 Maret 2010

Sudah Siapkah Berhenti Kerja Dari Tempat Kerja Anda?

Anda masih betah di tempat kerjaan anda, syukur alhamdulillah artinya tempat kerja atau perusahaan anda masih bisa mensejahterakan secara materi dan rohani pada anda. Tapi bagi anda yang ingin keluar dari tempat kerjaan, setidaknya anda perlu melihat atau mempertimbangkan dulu, apakah hal-hal tersebut sudah masuk akal dan memenuhi beberapa faktor.

Setidaknya ada 2 faktor utama yang mempengaruhi, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal adalah hal-hal di dalam perusahaan atau tempat kerja kita yang mengusik kenyamanan bekerja kita dan mendorong niat kita untuk keluar. Dan satu lagi faktor eksternal, yaitu hal-hal dari luar yang menarik kita untuk segera keluar dari tempat kerja.

Faktor Internal, antara lain:
1. STRES BERKEPANJANGAN.
Penyebabnya bisa jadi karena lingkungan pergaulan di kantor sudah tidak lagi nyaman, pekerjaan overload dan sebagainya. Stres yang tinggi bisa memengaruhi kesehatan psikis dan fisik Anda.

2. KARIER MENTOK ATAU JALAN DITEMPAT
Anda merasa sudah tidak bisa mencapai puncak atau gagal meraih target. Maka pindah ke tempat baru adalah solusi yang masuk akal dan layak dipertimbangkan.

3. NEED MORE MONEY.
Sulit sekali meminta kenaikan gaji padahal gaji kita sudah tak sebanding dengan inflasi.

4. PERUSAHAAN BUKAN 'TAMBANG EMAS' LAGI.
Artinya keadaan perusahaan tidak sama lagi dengan masa-masa sebelumnya, dimana saat itu anda bisa bekerja dengan hasil melimpah dan gaji diatas rata-rata standar perusahaan lainnya. Termasuk banyak lembur dan fasilitas perusahaan yang sangat memadai. Keadaan perusahaan kini tak ubahnya perusahaan lain kebanyakan bahkan cenderung menurun.

5. FASILITAS PERUSAHAAN TIDAK MEMADAI ATAU DIKURANGI.
Terutama pengurangan premi atau fasilitas kesehatan, pengetatan anggaran buat telepon atau kemudahan ijin keluar, pengurangan/tidak ada bonus tahunan. Tidak ada asuransi, tunjangan dll.

6. TIDAK ADA WAKTU LUANG.
Misal, jika jam kantor Anda mengharuskan anda kerja normal eight to five, ditambah lagi ’wajib’ lembur yang kadang membuat anda pulang larut malam atau pekerjaan anda mengharuskan masuk shift. Bagi sebagian orang yang gila lembur mungkin hal ini menjadi berkah, tapi bagi orang yang berjiwa petualang atau freelance ini adalah hambatan karena tidak mempunyai waktu luang.

Faktor Eksternal, antara lain:
1. IKATAN EMOSIONAL DENGAN KELUARGA.
Penyebabnya karena situasi emosional dalam diri dan keinginan dekat dengan keluarga (anak-istri atau orang tua). Hal ini dikarenakan tempat kerja kita jauh dan mengharuskan berpisah dengan keluarga yang dicintai. Atau dalam kasus lain seorang wanita karir yang juga seorang ibu rumah tangga akhirnya memilih berperan total sebagai ibu rumah tangga karena anak sudah mulai butuh bimbingan dan penghasilan suami ternyata memadai untuk kebutuhan keluarga.

2. TUA DI JALAN
Penyebabnya adalah perjalanan dari rumah ke kantor sangat melelahkan, bisa karena macet atau jarak kantor dari rumah yang sangat jauh. Lelah fisik sudah pasti dan cepat atau lambat akan mempengaruhi kesehatan anda.

3. KESEHATAN.
Penyebabnya adalah kondisi kesehatan kita menurun dan sudah tidak kuat bekerja di perusahaan anda. Hal ini mungkin disebabkan karena tempat kerja kita mengharuskan kita punya fisik yang kuat tapi seiring bertambahnya usia, fisik pun mulai menurun.

4. TERTARIK BEKERJA PADA PERUSAHAAN LAIN
Ada tawaran yang lebih menggiurkan dari perusahaan lain yang nilainya lebih atau paling tidak sepadan dengan keinginan psikis kita.

5. INGIN BERWIRAUSAHA MANDIRI
Anda merasa inilah saat yang tepat untuk tidak tergantung lagi pada perusahaan atau keluar dari status mburuh. Maka pilihan untuk berwirausaha sendiri adalah pemicu yang tepat untuk segera keluar dari tempat kerja lama. Walaupun pada sebagian orang masih memilih jalan ’aman’ dengan menjadikan bisnisnya hanya sebagai bisnis sampingan saja dan tetap bekerja pada perusahaan/kantor. Tapi kadangkala ini adalah bumerang karena hasil yang dicapai pun tidak maksimal karena hanya dilakukan setengah-setengah saja.

Disini saya mengabaikan pada faktor yang sifatnya emosional sesaat seperti marah pada atasan atau bertengakar dengan rekan kerja dan lain-lainnya. Tapi saya rasa faktor-faktor emosional sesaat itu bukan hal yang menguatkan kita untuk keluar, sebaiknya pikir masak-masak dulu sebelum bertindak. Jadi saya kembalikan pada anda apakah sikap yang anda ambil ini hanya emosional sesaat atau sudah sangat matang?

Jadi, sudah siapkah berhenti kerja dari tempat kerja anda?

09 September 2009

Tanggal & Waktu Yang Cantik

 

Tanggal & Waktu Yang Cantik:   Tepat tanggal 9, bulan 9, tahun 2009

                                                Jam 9, menit ke-9, detik ke-9