Social Icons

twitterfacebookgoogle pluslinkedinrss feedemail

22 Oktober 2013

Good Bye Isohunt.com

Goodbye isohunt.com
We always miss you
......... hik..hik..hik
Viva torrent mania! Hope you all still survive.

Setelah beberapa tahun menemaniku, menjejaliku hard disku dengan berbagai macam downloadan dari film box office, lagu, software crack-crackan, hingga 'film-film nggak jelas'. Rupanya ada beberapa pihak yang cemburu juga melihat kedekatan ini. Good bye isohunt.com, goodbye Gary Fung, keep spirit to create another life.

24 September 2013

Kemarahan Itu Seperti Onani



"Kemarahan Itu Seperti Onani"
Lho kok, artinya kemarahan itu kan sifatnya meluap-luap, kalau dikeluarkan itu seperti orgasme yang luar biasa... terserah mukul manusia, benda, atau merusak sesuatu. Yang penting puas.....! Namun itu sesaat saja, dan kemudian merasa bersalah lha kok seperti ini. Ini kan sama saja seperti melakukan onani

'Kan seharusnya ada yang lebih bijak dan tidak salah jalan.

23 September 2013

Petruk Dadi Ratu


Menurut cerita pewayangan, Petruk yang sejatinya adalah anggota punakawan. Sama seperti Punakawan lainnya, Semar, Gareng, dan Bagong, mereka adalah abdi dalem istana. Abdi dalem sedianya adalah melayani Raja dan keluarganya. Oleh karena itu, tentu mereka tahu kebiasaan para keluarga Raja dan seolah 'tahu' apa yang diperbuat oleh Sang Raja. Hal inilah yang membuat hati Petruk berkecemuk, apalagi dia muda dan ganteng, kok ya... nggak pantes kalau cuma jadi abdi dalem. Karena sifat iri dan kurang mawas diri, dia lalu mendapatkan ajimat dan menjelma menjadi Prabu Kanthong Bolong. Petruk kemudian melabrak semua tatanan yang sudah terlanjur menjadi main stream, model kekuasaan di mayapada. Dia menjungkirbalikkan anggapan umum, bahwa penguasa boleh bertindak semaunya, bahwa raja punya hak penuh untuk berlaku adil atapun tidak. Membuat ontran-ontran yang membahayakan kekuasaan para Dewa.

Sehingga akhirnya para pejabat politikus membuat skenario ‘mengeliminasi’ Raja biang keresahan itu. Persekutuan Raja-Raja Kecil dan Dewa dibentuk, guna melenyapkan suara sumbang yang mengganggu tatanan kenyamanan yang sudah terbentuk selama ini.

Hasilnya? Semua usaha untuk melenyapkan suara sumbang itu gagal total. Bukannya Prabu Kanthong Bolong yang mati. Tapi Raja jadi-jadian Petruk ini malah mengamuk. Siapapun yang mendekat dihajarnya habis-habisan. Kresna dan Baladewa dibuat babak belur. Hanya akhirnya Sang Semar yang penuh kebesaran dan welas asih, yang tak lain adalah Ayahanda sendiri yang mampu melunakkan hati Petruk.

Hingga akhirnya Petruk kembali insyaf dan menjadi abdi dalem istana. Dia sadar, menjadi abdi dalem itu bukanlah sikap yang asor atau rendah, namun abdi dalem adalah Keluarga Istana.

27 Agustus 2013

Continue The Journey

Never stop to dream!
'Mimpi' itu berbanding lurus dengan detak jantung manusia. Selama kita masih bernafas, jangan pernah membunuh mimpi-mimpi kita. Dan satu hal lagi, jangan pernah terlena!

Jangan pernah terlena dengan segala hal yang telah kau raih. Rumah, harta, kekayaan, pekerjaan , jabatan semuanya adalah kamuflase duniawi yang mudah sekali berubah-ubah. Mungkin sekarang mereka menjadi bagian dari hidup kita, but who knows? Besok tiba-tiba mereka semuanya lenyap.

Life is never flat! Many waves and you must strong!
Suatu saat gelombang besar itu bisa menimpamu, dan yang jelas kamu harus tetap bergerak, berusaha mencari sesuatu yang terbaik dalam hidup ini seakan-akan dunia tak pernah kiamat. Dan... berikanlah kebaikan selalu kepada seluruh makhluk hidup dan Tuhan yang menciptakanmu.

Semangat Pagi!

21 Agustus 2013

Dirgahayu Republik Indonesia ke-68


"Apakah kita sudah merdeka?"
Saya berani jawab, "Iya!"

Lantas mengapa banyak orang Indonesia yang menyatakan kalau kita belum sepenuhnya merdeka?

Oke deh, jangan naiflah! Kalau yang dijadikan ukuran adalah kemapanan di semua masyarakat itu sangat tak masuk akal. Coba sebutkan pemimpin di dunia ini yang mampu membuat rakyatnya tidak ada yang miskin. Tidak munafik kalo setiap orang pasti berandai-andai dan punya mimpi. Punya rumah bak hotel, kaya raya, pasangan hidup cantik/ tampan, punya bisnis menggurita dimana-mana dan kalau kemana-mana mobil mewah siap mengantar.

Tapi.... bangun-bangun! Kemerdekaan ini harus kita hargai! Bagi kita, lepas dari tangan penjajahan itu sangat penting. Dan mereka, para pahlawan yang berani melawan kolonialisasi dari bangsa lain harus mendapatkan tempat tertinggi di negara ini.

Memang setiap pergolakan yang mengakibatkan revolusi atau kemerdekaan selalu mempunyai efek. Selain menumbangkan penguasa lama, pasti menimbulkan 'raja-raja' baru. Pemimpin-pemimpin baru kemudian menciptakan lapisan-lapisan baru masyarakat. Dan jelas, selalu ada pemenang, dan kaum yang tertindas di kehidupan ini.

Jadi, intinya menurut saya Kemerdekaan itu sudah digenggam oleh bangsa Indonesia. Kita jelas-jelas tidak berperang, tidak berada dalam desingan peluru saat beribadah, bekerja, ataupun beraktivitas dalam kehidupan sehari. Please, sekali lagi hargailah para pejuang kemerdekaan yang rela mati.

What's next?

Ya... mengisi dan melanjutkan untuk memperbaiki negara inilah adalah tugas kita, that's our job. Para pejuang telah memberkan dasar bagi kemerdekaan ini, dan tongkat estafet telah diberkan pada kita untuk mengisi kemerdekaan bangsa ini.

Tugas mulia bagi pemimpin-pemimpin bangsa, mereka kita pilih melalui Demokrasi. Dan mau tidak mau, suka tidak suka, kita pula yang bertanggungjawab atas kebobrokan negara ini, jika pemimpin yang kita pilih terlibat korupsi, lebih senang ngurusi partai daripada membesarkan negara. Jadi mau dibawa kemana negara Indonesia kita tercinta?

Bagaimanapun juga ini Indonesia kita, kalau perlu kita perlu rebut dari para penguasa tamak dan tolol, penjajah bangsa sendiri, kenapa nggak?

14 Agustus 2013

25 Juni 2013

Hello Again

Hello, is it me you're looking for?

Lama nggak nge-blog alias cuap-cuap seenaknya di ranah maya, rasanya gimana gitu ya, dibilang kangen ya.. kayaknya kurang sreg. Rasanya itu lebih seperti pingin kentut, tapi ditengah kerumunan banyak orang. Ntar kalau gue asyik sendiri yang lain pada modhar!!!

Sorry, segala aktivitas kerjaan sepertinya membuat kelit gerakku menjadi tertahan. Apalagi ditambah keluarga sudah mulai protes dengan aktivitas tapa brataku di lantai atas selepas pulang kerja. Hah... lagi-lagi yang dipegang komputer, bukan lainnya. heheehe...

Tapi, itulah resiko menjadi manusia, masih berharap bisa membagi waktu untuk santai dan sekedar nulis atau bekerja menjadi bagian tak terpisahkan dari planning di otak ku yang mulai penuh kapasitasnya. tapi ini adalah resiko, dan jelas mungkin break sebentar adalah hal yang perlu diambil setelah tak mencapai kata sepakat dengan segala aktivitas.

By the way, kini saatnya kembali nge-blog dan mengisi hari-hari lagi di ranah maya ini

01 Februari 2013

The News Makers: 27 Jan ~ 1 Feb 2013

Minggu ini, otak gue terlalu banyak menyerap informasi yang beredar di sana-sini. Belum reda kasus korupsi penyediaan Al-Qur'an yang menyeret anggota DPR Priyo Budi Santoso, dari ranah hiburan lantas dikagetkan dengan penangkapan Raffi Ahmad beserata beberapa artis, dan temannya yang terlibat narkoba. Lantas... publik dibuat termangu-mangu menduga apa yang diperbuat para artis di rumah Raffi. Drug party is it right?

Kemudian yang spektakuler lainnya adalah berhentinya maskapai Batavia Air melayani penerbangan sejak 31 Januari 2013 karena diputus pailit oleh pengadilan Jakarta Pusat, akibat digugat karena masalah piutang sewa pesawat. Hmm... gue nggak bisa bayangin betapa gilanya mereka yang gagal terbang dengan Batavia. Padahal sejak akhir tahun 2012, gue juga berburu tiket pulang ke Lamongan via Surabaya. Dan jujur aja banyak agen dan teman yang nawari Batavia karena ada harga promo. Tapi naluri gue mengatakan, meski gue lagi boikot si Singa Terbang, mending nggak akan beli Batavia karena apa?

Please deh.. gue udah pernah naik Batavia PP dalam sehari, Batam - Jakarta dan Jakarta - Batam, hanya untuk nganterin adik ipar sampai di Kampung Rambutan untuk menuju kampung halamannya di Garut. Dan pengalaman mendarat di Cengkareng, dengan hard landing sempat membuat ciut nyaliku untuk balik ke Batam dengan Batavia lagi. Tapi, untungnya dialihkan ke penerbangan international tentunya memakai Airbus nggak si pesawat tua 737-400, yang dedel duel langit-langit bagasinya.

Ya... akhirnya besok tanggal 13 Februari, kami sekeluarga memutuskan memakai Citilink di detik-detik terakhir, dan tiket sudah tersimpan rapi. Tinggal baliknya masih menimbang, mau jenguk ke Tasik, dan tentunya balik lewat Jakarta. Atau kembali lagi lewat Surabaya, hmm, I still don't know.

Oke kembali ke news makers minggu ini, berita ditangkapnya Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaq menjadi berita pamungkas. Hingga memaksa untuk mundur dari Kursi Presiden PKS yang segera digantikan Annis Mata. Hal ini sekaligus membuat publik jadi bertanya-tanya, "Apakah semua politikus itu kotor, sekalipun pemimpin atau anggota partai Islam?"

Tapi itu kan masih perlu dibuktikan. Apakah ada motif politik KPK (titipan dari partai tertentu). Atau... ah malas berasumsi!!! Tapi semuanya menjadi jelas bagi saya...

"Tidak perlu memilih wakil rakyat lagi!"
"Nggak perlu..."

Yeahh... itulah sekelumit berita yang bikin kapasitas otakku jadi penuh, saatnya menguapkannya lagi dengan menulis apa yang gue senangi di blog ini.

Oya, satu lagi... Save The Hacker! Hate The Cracker!