Social Icons

twitterfacebookgoogle pluslinkedinrss feedemail

27 Oktober 2012

Ngomong Ngalor Ngidul

Segudang uneg-uneg menyumpal dikepala minta segera dikeluarkan. Berhubung beberapa bulan ini karena kesibukan kerja dan jarang melekan lagi. Maka aktivitas berceloteh di dunia maya jadi terlantar.

Sebenarnya banyak sekali gagasan dan ide-ide yang hendak kukemukakan baik itu tentang teori tentang kehidupan masa lampau, dan kegilaanku. Upps kok teori, berani-beraninya ngomong "teori", padahal yang disebut teori 'kan dilandasi bukti empiris yang ada. Ok deh kalau begitu, saya ganti dengan kata "dugaan".

Mungkin hampir sama seperti orang kebanyakan, saya juga menganggap apa yang terjadi di masa lalu saya adalah sejarah, sekarang adalah tindakan, dan masa depan adalah pengharapan. Namun yang coba saya bahas sekarang ini adalah dugaan tentang kehidupan masa-masa purba, rahasia semesta yang merupakan misteri bagi saya. Mungkin gara-gara nonton Prometheus, akhirnya saya ikut bertanya-tanya tentang asal muasal manusia, keberadaan jagad raya, dan siapa-siapa penghuni jagad raya, dan yang lebih penting ada hubungan apa dengan kehidupan manusia masa lalu.

Hingga kini dugaan-dugaan berkembang liar di kepalaku. Mulai dari pertanyaan kapan tepatnya Nabi Adam AS diturunkan oleh Allah di bumi ini. berbagai pemuka agama dan profesor serta cendekia beradu argumen tentang hal ini. Ada yang bilang kurang lebih 6000 tahun SM, ada yang bilang 200.000 tahun SM, ada bahkan yang ngomong jutaan tahun yang lalu. Lalu jika mengacu sebuah Haddist (HR Bukhori Vol.IV No.543): "Nabi Adam memiliki tinggi 60 Hasta". Dimana kalkulasi dari 60 Hasta = 90 Kaki = 30 Meter. Wow... (sambil koprol)!!! Padahal beliau kan manusia juga. Lalu bagaimana hingga akhirnya manusia bisa setinggi ini saja diantara 1,40 sd 2,20 meter saja. Berarti terjadi penyusutan yang sangat luar biasa dan apa yang menyebabkannya? tapi bukan itu inti pertanyaan saya, apakah beliau ini benar-benar manusia pertama? Apakah tidak ada makhluk lain yang 'mirip' manusia saat itu?

Kemudian saya juga mengetahui bahwa Nabi Idris AS adalah satu-satunya Nabi yang telah ada di surga tanpa melalui proses kematian. Beliau kesana setelah didatangi oleh Malaikat yang yang kagum kecerdasan, kepemimpinan, dan ketaatan beribadahnya. Saya juga mengenal dalam kitab agama lain, Nabi Idris dikenal sebagai Enoch. Beliau bahkan dikenal sebagai cendekiawan, astronom, penjahit, pembuat perisai dan lain-lain. Dan inilah yang membuat saya menduga bahwa periode Nabi Idris dan nabi Adam tidak sedekat itu (1000 tahun), bisa juga ribuan tahun karena beliau telah melihat neraka dan melihat ada manusia yang disiksa. Yang jadi pertanyaan bagaimana beliau naik ke surga dan neraka?

Saya lalu bahkan berandai-andai bagaimana cara beliau ke surga? Saya kok menduga bahwa saking canggih dan pinternya Nabi Idris beliau mampu menjelajah ke luar angkasa hingga akhirnya menemukan surganya Allah. Ini 'kan masih pendapat saya...

Coba kita telaah ayat ini Dalam QS. Al Ma’aarij (70) ayat 3-4): "Dari Allah yang mempunyai tempat-tempat naik Malaikat dan Ruh kepada-Nya di dalam satu hari adalah ukurannya lima puluh ribu tahun. kalau dibuat kalkulasi ala saya, malaikat itu kan terbuat dari cahaya (An-Nur). Jadi kalaulah boleh mengistilahkan kecepatan malaikat itu sama dengan kecepatan cahaya maka adalah 3x10^8 m/s. Maka dalam sehari yang setara 86.400 second. Sehingga dalam sehari 3x10^8 m/s dikali 86.400 s adalah 25.902.068.371.200 meter, atau setara dengan 25.902.068.371 Km (26 Milyar Km). Saya harus bilang wow lagi.... Gak sanggup nulis lagi! Belum lagi menghitung panjang alam semesta ini, yang katanya dengan teori big bang masih mengembang. Hingga alangkah muspro-nya jika tidak ada makhluk lain yang menghuni planet lain, selain manusia saja. Artinya saya percaya sama kehidupan diluar sana.

Masih berkaitan dengan hal ini, masa lalu Nabi Nuh AS juga menjadi misteri yang terpecahkan hingga saat ini. Ada yang bilang hanya banjir lokal, ada yang bilang sifatnya masif dan menghancurkan bumi. Ada yang bilang bahtera Nuh itu adalah seperti pesawat luar angkasa atau setidaknya bukan dari kayu. Saya menduga dari sinilah kepunahan manusia-manusia tinggi dan teknologi-teknologi canggih manusia purba. Mungkin, saat itu bumi benar-benar hancur dan porak poranda tidak ada oksigen dan daratan. Bahkan dugaan saya sebagian ada yang terbang mengembara keluar bumi hingga sekarang berkeliaran dan sering kita sebut UFO.

Bagaimana kehidupan manusia setelah bencana itu? Apakah reset lagi dari nol? Sesungguhnya yang saya tahu Nabi Nuh adalah bapak manusia yang kedua. Yang saya ketahui adalah Nuh dan pengikutnya yang tak banyak inilah yang akhirnya menyebarkan ras-ras hingga sekarang yang ada di bumi ini. Bagaimana mereka bermigrasi menempati belahan dunia yang lain? Semuanya ... sungguh adalah misteri illahi. Kita hanya mampu menduga, berasumsi, namun banyak pula yang mencari bukti dan belajar.

referensi: anzunqalam.wordpress.com/2011/01/07/misteri-huruf-hieroglyph-mengungkap-kisah-nabi-idris-dalam-peradaban-mesir-purba/

25 Oktober 2012

Quote

Ngomong-ngomong tentang quote, rupanya aku mendapat beberapa quote dari pengalamanku saat pergi pulang selama bekerja. Ya.. setidaknya tak apa-apalah berperan sebagai filusuf. Berikut ini beberapa quote yang kudapatkan.

"Setiap jalan pintas ada harga yang harus dibayar"

 "Jangan berhenti terlalu lama, lihatlah ke belakang! Banyak yang mengantri untuk lewat"

"Jika sudah tidak diinginkan, kenapa harus memaksa bertahan"

19 Oktober 2012

Mending Kecebur Got Daripada Kecebur Sungai

Kadangkala kita akan merasa sangat-sangat sedih, merasa hidup ini sangat berat sekali cobaannya. Tapi... setelah mendengar curahan hati orang lain, rupanya yang terjadi di kita tak ada apa-apanya tak seberat yang orang lain rasakan. Pernahkah hal itu terjadi pada anda?

Kalau ada istilah "Diatas langit masih ada langit", saya punya istilah antitesis-nya "mending kecebur got daripada kecebur sungai". Artinya ya... got itu tidak lebih dalam dari sungai. Atau juga bisa "Mending kecebur di sungai daripada di laut" atau "Mending kecebur di laut daripada kecebur di samudera." Ya... terserahlah, pokoknya itu cuma istilah. Yang jelas diharapkan dari suatu masalah itu kan solusinya.

Tapi sebelumnya kita harus cari akar permasalahannya dulu, Ok silakan pakai Fish bone diagram dengan mencari duri terkecil dengan menggunakan 5 Why? hah.. mentang-mentang kemarin ikut QCC lagi di Batamindo, setelah vacuum hampir 5 tahun. Lalu setelah ketemu faktor utamanya letakkan faktor-faktor tersebut untuk diverifikasi. Kemudian setelah yakin itu masalahnya mari kita lanjutkan cari solusinya dengan menggunakan tree diagram.

Okay... jadi intinya tetap sabar, bahwa hidup itu ya... bergerak. Dan setiap bergerak pasti ada masalah, entah senggolan dengan ini itu atau apalah... Yang jelas sebagai insan yang berhati kuat dan berjiwa besar harus kuat menjalani hidup ini.

Tapi patut diingat bahwa jika orang tertimpa masalah yang lebih besar maka gain yang diberikannya akan lebih besar, sehingga akan lebih mudah meraih kesuksesan. Karena setelah mengalami masalah tersebut gain atau usaha yang dilakukannya terbiasa melebihi standarnya. Jadi masihkah anda menganggap orang paling menderita sedunia?

Ganbatte Kudasai!

10 September 2012

Happy Birthday


Ini bulan yang sangat spesial bagi saya, karena di bulan ini, dua orang anggota keluarga saya akan/sedang berulang tahun. Hari ini kekasih hatiku sekaligus pendamping hidupku, dan ibu dari anak-anakku berulangtahun. Alhamdulillah semakin hari makin cantik dan makin sabar saja tuh pada buah hati kami. "Happy birthday, ma. Semoga...semua apa yang kamu inginkan tercapai dan diridhoi Allah. Dan yang terpenting engkau selalu dilimpahi kesehatan dan kemampuan untuk menjalani hidup ini." Sepuluh hari lagi, gadis kecilku yang akan berulangtahun ke-2 kalinya. Beribu pengharapan akan kupanjatkan pada-MU lagi ya Allah. Thanks, telah memberiku kebahagiaan, insya Allah aku atk kan jemu-jemu untuk memberikan yang terbaik untuk kalian.

30 Juli 2012

Insomnia Project (1)

Hampir tiap malam aku luntang lantung kesana kemari. Biasanya, kuhabiskan malam-malam ini dengan nonton teve, main game, browsing internet, baca berita, blogwalking, hingga ujung-ujungnya singgah di situs-situs nggak nggenah.

Namanya juga mata sulit tidur, mungkin bisa jadi kurang kerjaan, hingga walau pekat menjelang, mata ini sulit dibawa ke alam mimpi. Kadangkala saya khawatir dengan lifetime mata saya, kasihan terlalu banyak dipakai, ntar kena inilah itulah. Hmm.. moga moga enggak. Biasanya mata ini baru terpejam jam 2an dan bangun lagi jam 4an. Jadi kalau sekarang Ramadhan ini mah... dah biasa, tidur terus bangun sahur, nggak tidur lagi.

Saya beranggapan bahwa tidak semua penyakit sulit tidur itu insomnia. Seperti yang saya bilang, bisa jadi porsi keletihan diri itu kurang atau kurang kerjaan, mungkin. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), in•som•nia n Dok keadaan tidak dapat tidur karena gangguan jiwa. Lha… kalau dibilang gangguan jiwa, secara normal saya sehat, insya Allah.

Kadang saya ingin tantang orang-orang yang ngakunya insomnia. Kalau kamu beneran insomnia. Ok deh, ikut saya! Akan saya ajak kalian mengikuti aktivitas yang menguras energi, biar kalian bias langsung capek dan lemes, lalu tidur deh….!!! Misalnya seperti main basket, main futsal, atau berantem (gabung fight club).

Tapi insomnia sejati mungkin tidak seperti itu, biasa saja kali. Mungkin setelah melakukan hal tersebut, capek sih iya! Tapi ngantuk? Nggak deh! Itu baru asumsi saya, masih perlu pembuktian.

Kadang saya berangan-angan ingin melakukan sesuatu yang beda untuk menguji insomnia ini. Misalnya dengan melakukan perbaikan jalan, usung-usung material, betonisasi jalan dan sebagainya. Untuk membuktikan, benarkah ini insomnia sejati atau hanya aku yang kurang aktivitas? Kalau hanya begadang tiada artinya ya…. mending dipaksain tidur!

04 Juli 2012

Jika Surga Dan Neraka Tak Pernah Ada

oleh: Chrisye

Apakah kita semua Benar-benar tulus
Menyembah pada-Nya
Atau mungkin kita hanya
Takut pada neraka
Dan inginkan surga

Reff:
Jika surga dan neraka tak pernah ada
Masihkan kau bersujud kepada-Nya
Jika surga dan neraka tak pernah ada
Masihkah kau menyebut nama-Nya

(**)
Bisakah kita semua
Benar-benar sujud sepenuh hati
Kar`na sungguh memang Dia
Memang pantas disembah
Memang pantas dipuja

Kembali ke: Reff, (*), (**), Ref

Ternyata baru ngeh, syairnya dalam banget dan terkesan provokatif.. Wah kemana aja nih aku kok nggak pernah dengerin nih lagu. Mungkin karena dikemas dengan musik yang nggak familiar, hingga luput dari pendengaranku.

Padahal, asli tuh syair bikin merinding dan berpikir dalam. Iya yah... coba kalau surga dan neraka itu tak pernah ada? Jadi pingin tahu yang bakal terjadi pada tatanan kehidupan umat manusia. Apakah kita masih ada keinginan mencari Tuhan, lalu berserah diri, mengakui keberadaan dan kekuatan Tuhan, dan serta selalu berdoa, bersyukur, untuk memuja-Nya. Walaupun... tanpa imbalan surga?

Dan yang lebih penting, apakah dalam kehidupan ini, apakah kita selalu berbuat baik, tidak culas, tidak korupsi, tidak mencuri, dan tidak melakukan perbuatan bejat lainnya. Lha wong membunuh, korupsi tidak ada siksa karena tidak ada neraka.

Lalu bagaimana reaksi orang-orang yang rajin sholat, rajin beribadah, dan selalu menjauhi larangan-Nya, bila disampaikan kabar bahwa tidak ada surga dan neraka. Apakah mereka tetap beribadah? tetap memuja-Nya?

Apakah ibadah yang kita lakukan demi itu semua? Demi mendapatkan Surga-Nya? Bukan karena DIA layak disembah, dan diturut perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya?

Bagaimana dengan anda, apakah ibadah anda selama ini hanya untuk mencari surga dan menghindari neraka? Bukan mengakui eksistensi-Nya dan segala kekuasaan-Nya.... kita butuh untuk memuja-Nya, mengagumi segala kebesaran-Nya. Tak peduli ada atau tidak surga - neraka kelak. Dan DIA benar-benar layak untuk dipuja!!!

Selalu

oleh: Naif

Selalu menemaniku, saat kau jauh dari diriku
Ia bercahaya di atas sana .. di kesunyian malam
Sentuhan lembutnya membalut tubuhku ..
menghangatkan diri yang sepi

Selalu mengobatiku ..
saat rindu menerpa diriku
Tuhan ..
biarkanlah ia temaniku sepanjang malam ...
selalu

01 Juli 2012

Liburan di Ocarina, Akhir Juni 2012

Akhirnya ke Ocarina deh main airnya, setelah 'diusir' dari Sukajadi. menunggu sampai dibukain pintu, hingga akhirnya puas dengan menggigil kedinginan dan membawa 'oleh-oleh' pilek.