Social Icons

twitterfacebookgoogle pluslinkedinrss feedemail

22 November 2015

The Winner Will Quit, The Loser Still Inside

"The Winner Will Quit, The Loser Still Inside"

Nggak semua yang kalah, yang menyingkir. Bisa saja yang tetap bertahan justru mereka yang pecundang. Kenapa bisa seperti itu?
Adakalanya jika di sebuah komunitas, ternyata tak memberika respon positif akan kehadiran kita. Dan kita telah mencoba berusaha mengikis batu karang namun seperti sia-sia.

Waktu terus berjalan, dan kita tak bisa selamanya melakukan sesuatu tanpa kemajuan. Jadi hijrah atau keluar, mungkin itu pilihan yang terbaik. Ingat, banyak Nabi juga melakukan hal itu, ketika mereka diutus pada suatu kaum, dan setelah berjuang keras, kurang mendapatkan respon positif maka mereka pergi bersama kaum yang percaya dengannya dan pergi ke tempat lain.

Well Okay, saya bukan Nabi, tapi jika ada jalan lain, kenapa nggak?

19 November 2015

Lima


Lima,
Hari ini adalah hari kelima aku mengalami ketidakjelasan nasib uangku. Hari ini aku sudah mulai nggak terlalu galau lagi, mulai lebih menyibukkan dengan dunia kerja, dan well lebih tenang. Ya... namanya materi tentu penting-penting nggak, semua bisa dicari dan dikejar lagi. Cuma saja, aku nggak suka dengan cara seperti ini. Padahal menurutku, hitungan hari kelima semuanya harusnya sudah beres, dan aku sudah pegang uang itu lagi. Sekali lagi, itu cuma imho .

Lima,
Hari ini genap lima bulan rumah kami yang sederhana di Batam ini tak terisi lagi dengan suara keceriaan anak-anak kami, dan tentu saja kebersamaan dengan istri tercinta. Ok...well kami nggak bercerai, kami cuma pisah rumah.

Kalau yang ingin tahu kenapa ini terjadi, silakan click disini

Saya nggak ingin lebay, tapi memang nggak enak banget ya..kalau nggak ada mereka. Terbiasa ada yang menyambut saat pulang kerja. Terbiasa ada makanan di meja, terbiasa ada yang bisa dipeluk, terbiasa ada yang bisa diajak ngobrol tentang sekolah, pendidikan, rencana piknik, dan lain-lain.

Sekarang, saya cuma main sama ikan koki yang nggak jelas status genetikanya. Dan... melihat televisi yang makin nggak jelas tayangannya. Muak juga melihat tontonan yang nggak educated, atau berita politik yang penuh provokasi dan intrik nggak jelas! Nggak banget mengajak kita jadi bangsa yang hebat!

Ya.. pada dasarnya aku masih rajin bertemu anak istri, walaupun intensitasnya makin jarang. Dari sebulan sekali, 2 bulan sekali, lalu... rencana 3 bulan sekali bertemu, eh terkendala musibah ini... Jadi sedikit pikir-pikir kalau mau beli tiket.
Kalau yang ingin tahu musibahku, silakan click disini
Hmm nasib-nasib...

Lima,
Lima menit lagi bel pulang kerja!!!

17 November 2015

Uangku Nyangkut Dimana


Hi... aku lagi bingung neeeh! Tepatnya super galau!
Apa pasal? Ceritanya begini, Sabtu kemarin tanggal 14 November 2015, aku transfer di ATM Mandiri, dari Rekening Mandiri ke Rekening BRI. Pas aku melakukan proses transfer sebenarnya aku sudah curiga, kok loadingnya lama kalee seh... Akhirnya keluar juga tulisan seingat saya seperti ini, "Transfer anda sedang diproses, jika dalam 2 hari tidak berhasil hubungi Mandiri". (Sorry kalau salah, 'kan seingat saya..). Dan... keluarlah struknya seperti ini.




Yang bikin nelongso walaupun tulisan "Transfer sedang proses" tapi uang 'kan sudah kepotong. Ya... H2C lah (harap-harap cemas), apalagi nilainya nggak bisa dibilang sedikit 2 juta. Akhirnya dengan prasangka baik kuteruskan transaksi lainnya, ambil uang tunai beberapa kali sampai akhirnya meninggalkan ATM Mandiri.

Aku sih berprasangka baik, mungkin butuh waktu, sistem masih matilah atau gimana. Apalagi sehari sebelumnya, saya transfer ditempat yang sama , hanya beda mesin ATM (disitu ada 4 mesin ATM, 2 touch screen 2 nggak), dengan 3 bank berbeda semuanya lancar jaya. Akhirnya 5 jam kemudian aku dapat kabar dari isteri, katanya uangnya belum nyampai. Lha!! Kegalauan mulai melanda. Akhirnya aku telpon adik aku yang kerja di Mandiri ngabari tentang ini dan dikasih tahu suruh ngehubungi Mandiri Call 14000, lalu aku dikasih nomor lokalnya 021-5299 7777.

Tepat 6 jam setelah masalah, aku lalu menghubungi Mandiri Call, aku langsung memencet keluhan pelanggan. aku jelasin kronologis diatas, dan mbak Customer Service ngecek, lalu jawab bahwa uang saya sudah didebet. Lha iya... memang, masalahnya kan nggak nyampai ke rekening yang dituju. Kalau belum ya saya nggak komplain, toh mbak? Ini orang ngajak Stand Up Comedy atau gimana? Terakhir dia bilang laporan saya sudah dicatat, tapi untuk pengaduan harus dibikin ke Bank Mandiri Cabang terdekat. Secara hari Sabtu dan sudah hampir jam 4, maka hari ini pupus sudah ambisi saya untuk melanjutkan perjuangan ini.

Malam Minggu berlalu dengan kegalauan, secara istri jauh dan uangku nggak jelas nasibnya.

15 November 2015
Minggu pagi pun datang juga. Untuk membunuh rasa galau, aku niat lembur kerja saja, daripada ngelamun dan stress sendiri. Lantas? Ya... kerja seperti biasa, nyelesain Customer Claim. Dah beres, lalu curi-curi waktu berselancar berusaha cari-cari info. Dan Minggu malam berlalu dengan sukses ketika aku menghadirkan film untuk mengusir rasa galauku.

16 November 2015
Secara hari Senin ada meeting bulanan, dan aku mesti presentasi dari kubu Quality maka aku akan jalanin dulu mandat tersebut, baru kemudian minta izin untuk keluar dari perusahaan menuju Cabang Mandiri terdekat.

Sebenarnya aku dah mau keluar dari perusahaan ketika seorang teman menyarankan untuk minta bantuan P&GA tentang kasusku ini, secara kami baru 3 bulan ganti account payment dari BCA ke Mandiri. Akhirnya P&GA kami telepon Cash Outlet Manager di Mandiri Cabang Kepri Mall, struk juga dah difoto dan dikirim lewat line. Siangnya, aku dapat info tanda terima pengaduan dari Mandiri, hard copy akan nyusul. Menurut info, bahwa proses ini mungkin baru bisa clear sekitar 14 hari kerja. Lha...4 Desember dong.....

Hari Senin berakhir dengan aku masih galau, ditambah isteri minta kiriman sebagai ganti uang yang nyangkut kemana. Dengan dana tersisa, kupenuhi walau hanya separuh.

17 November 2015
Hari ini... kuadukan kasusku pada adikku yang di Mandiri. Dan...tentang 14 hari kerja, itu sebenarnya susah masuk akal. Gue terbiasa menjawab komplain, dan deadline buat jawab biasanya cuma seminggu. Ya.. walaupun sering beres semuanya lebih lebih dikit lah... Tapi ya masak 14 hari? Kalau gue yang ceritanya yang menginvestigasi nih.
Pertama, gue akan lihat history si pelapor bukti transfer, buku tabungan, dan kartu debet atm.

Kedua, check transaksi customer pada waktu jam kejadian, di lokasi mana, lalu kondisi saat itu seperti apa.
Dengan pengecekan 4M:
-Man
Pihak yang melakukan proses ini punya masalah nggak, gaptek, atau malah mencoba melakukan penipuan, atau justru benar-benar korban.
-Machine
Mesin ATM fungsional OK kah? Ada problem atau gimana?
-Methods
Cara transfer sudah benar belum? Melalui mesin ATM, atau melalui mobile banking, atau internet banking.
- Material
Kalau melalui mesin ATM, ada masalah nggak dengan kartu debetnya. Kalau OK, faktor ini kita abaikan.

Ketiga, setelah semua data terkumpul, baru gue telusuri jejak proses pengiriman. Apakah ada informasi bahwa ada transaksi yang masuk di rekening bank yang dituju pada jam tersebut atau selama beberapa waktu. Ada yang terpending, atau seperti apa. Lalu dikonfirmasi dengan sistem perbankan.

Keempat, ya.. setelah benar kalau terjadi kesalahan ya... secepatnya uang gue dkembalikan (plus bunga ngendapnya dan suvenir sebagai tanda permintaan maaf Bank).

Kelima, pihak Bank harus mencari solusi agar celah permasalahan ini tidak terjadi lagi di kemudian hari pada nasabah lain.

Ya... itu kan kalau aku yang investigasi, secara "Quality is Customer Satisfaction". Masih berandai-andai dan... hari berlalu dengan kegalauan.

18 November 2015
Hari ke-4 uangku lenyap. Well, hari ini aku menandatangani beberapa dokumen dari pihak Bank Mandiri, berikut kusertakan fotokopi KTP, buku tabungan, dan bukti transaksi.


Ya.. semoga ada ititik terang. Sekali lagi, 2 juta itu nggak sedikit, kalau diberikan kerupuk berapa banyak?
Masih dengan kegalauanku...