Social Icons

twitterfacebookgoogle pluslinkedinrss feedemail
Tampilkan postingan dengan label Inspirasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Inspirasi. Tampilkan semua postingan

18 Oktober 2016

Turn Back Time

Pernahkah kalian merasa pingin sekali memperbaiki hari ini, dengan kembali ke masa lalu. Bagi anda generasi 70an atau 80an, anda tentu kenal Quantum Leaps, Voyager, atau Back To The Future. Ya... andaikan mesin waktu ada. Hmm.. enak kaleee, tapi hal ini bakal membuat diri and menjadi selfish.

Ya, karena kita bisa mengubah sesuatu seperti keinginan kita. Nah orang lain gimana? Masak mau mereka mengalami ketidakenakan hidup efek dari sesuatu yang kita ubah, alias nunut apa mau kita.

Lantas andaikan mesin waktu itu ada, dan keinginan sudah tercapai. Apakah anda yakin bakal lebih bahagia? Kadangkala perbedaan garis hidup yang kita pilih, mungkin tak selamanya indah seperti bayangan kita. Bisa jadi akan lebih buruk.

Karena saya yakin, segala hal yang diubah akan menimbulkan efek domino yang bisa mempengaruhi cetita hidup orang banyak. Dan terjadi banyak perubahan yang mungkin saja tidak terpikirkan. Yang bisa saja mengakibatkan apa yang kita inginkan hanya menjadi bencana.

Saya pikir, hanya orang apatislah dan tak tahu bersyukur, yang ingin memakai mesin waktu. Karena memasuki mesin waktu untuk mengubah masa depan adalah perbuatan orang yang tidak bisa bersyukur atas keadaan. Menurut saya, selama jantung masih berdetak, masih ada waktu untuk mengubah masa depan tanpa perlu mengubah masa lalu dengan memutar waktu. Terus berusaha dan berusaha, itulah gunanya hidup. Jangan hanya menyesali, dan mengharapkan untuk memutar masa lalu dengan mesin waktu.

Kawan, hidup hanya sekali. Rencanakan dengan baik, dan jalanilah dengan penuh keberanian.

04 November 2012

The Man Who Fixes The World

Homo Homini Lupus alias "Manusia adalah serigala buat manusia yang lain." Idiom tersebut tidak selamanya benar karena ada banyak manusia yang bisa lebih memberi arti bagi kehidupan ini.


Relawan Semut Orange Community memberikan layanan tambal ban gratis kepada pengendara yang mengalami ban bocor di Jl.KH Hasyim Ashari, Jakarta, Jum'at (08/06/2012). Tambal Ban gratis tersebut hadir karena banyaknya pengendara sepeda motor yang terkena ranjau paku di kawasan tersebut dan dalam sehari rata-rata mereka bisa menambal hingga 20 lebih sepeda motor.




Anda bisa melakukan sesuatu untuk kehidupan ini, ingatlah hargailah waktu kehidupan anda. Selagi anda mampu, anda bisa berbuatlah sesuatu untuk memperbaiki dunia ini. Jangan tunggu sampai anda divonis dokter bahwa umur anda tinggal 1 tahun baru anda berbuat! Lakukan kebaikan sekarang juga untuk memperbaiki dunia. Tuhan menunjukkan banyak cara untuk berbuat baik, tergantung kita mau peduli atau tidak.

19 Oktober 2012

Mending Kecebur Got Daripada Kecebur Sungai

Kadangkala kita akan merasa sangat-sangat sedih, merasa hidup ini sangat berat sekali cobaannya. Tapi... setelah mendengar curahan hati orang lain, rupanya yang terjadi di kita tak ada apa-apanya tak seberat yang orang lain rasakan. Pernahkah hal itu terjadi pada anda?

Kalau ada istilah "Diatas langit masih ada langit", saya punya istilah antitesis-nya "mending kecebur got daripada kecebur sungai". Artinya ya... got itu tidak lebih dalam dari sungai. Atau juga bisa "Mending kecebur di sungai daripada di laut" atau "Mending kecebur di laut daripada kecebur di samudera." Ya... terserahlah, pokoknya itu cuma istilah. Yang jelas diharapkan dari suatu masalah itu kan solusinya.

Tapi sebelumnya kita harus cari akar permasalahannya dulu, Ok silakan pakai Fish bone diagram dengan mencari duri terkecil dengan menggunakan 5 Why? hah.. mentang-mentang kemarin ikut QCC lagi di Batamindo, setelah vacuum hampir 5 tahun. Lalu setelah ketemu faktor utamanya letakkan faktor-faktor tersebut untuk diverifikasi. Kemudian setelah yakin itu masalahnya mari kita lanjutkan cari solusinya dengan menggunakan tree diagram.

Okay... jadi intinya tetap sabar, bahwa hidup itu ya... bergerak. Dan setiap bergerak pasti ada masalah, entah senggolan dengan ini itu atau apalah... Yang jelas sebagai insan yang berhati kuat dan berjiwa besar harus kuat menjalani hidup ini.

Tapi patut diingat bahwa jika orang tertimpa masalah yang lebih besar maka gain yang diberikannya akan lebih besar, sehingga akan lebih mudah meraih kesuksesan. Karena setelah mengalami masalah tersebut gain atau usaha yang dilakukannya terbiasa melebihi standarnya. Jadi masihkah anda menganggap orang paling menderita sedunia?

Ganbatte Kudasai!

25 Mei 2012

Changed! If You Feel Still Alive

Someone asked me, "Why do you still stay, if become only an ordinary man?"
"What do you looking for?"
"Are you waiting something?"

Many basic questions to be answered, or should be answered, when you decided to stay at your workplace. And if you don't have a reasonable answer, why you just not quit? I think it better, than you feel not enjoy it .

Bullshit, if you just serve the people/ company but you don't have excite. Stop regret everything that already happen, don't blame anyone! Just think and do for the future.


Berubah memang membutuhkan usaha dan mendatangkan risiko. Bukankah hidup ini berisiko? Mau jadi cantik dan tampan, ada pekerjaan rumah yang harus dilakukan. Ke gym untuk menyehatkan badan, potong rambut mesti ke salon, mengecat rambut apalagi, butuh waktu sekian jam, membersihkan muka pagi dan malam setelah bekerja memang terasa seperti neraka, tetapi itu pun pekerjaan rumah supaya kulit bersih dan sehat.

Di kasus yang lebih 'berat', mungkin perlu bedah plastik. Anda mesti masuk rumah sakit, dioperasi, menjadi bengkak sesaat dan sakit. Berpakaian apalagi. Untuk mendapatkan banyak pilihan, maka banyak toko atau butik yang mesti dikunjungi. Jadi ada tindakan yang harus dilakukan dan tindakan inilah yang sering kali membuat kita malas dan mungkin takut atas risiko serta perubahan yang akan dihadapi dan berkomentar klise, "Udah, gue gini aja."

Padahal,kalau saja tindakan itu dilakukan, semua adalah pengalaman yang akan memperkaya batin dan akhirnya membahagiakan. Dengan sikap yang mau berubah, anda menyelamatkan diri anda dari menjadi katak di bawah tempurung. Kita tak harus mengikuti apa yang disodorkan dunia karena kepribadian harus tetap terjaga. Tetapi, dengan memiliki hati terbuka dan keinginan berubah, kepribadian kita semakin matang. Ternyata tanpa saya sadari saya menjadi manusia yang tak gampang iri hati, tersinggung, dan tinggi hati, selain tentunya punya hidup seperti lukisan Affandi. Penuh warna maksudnya!

Mari Kita Berubah!
Ingatlah bahwa Sang Kuasa memberikan kesempatan hidup, itu berarti memberi kesempatan menikmati segala yang ada. Pakai kesempatan ini dan jangan menyia-nyiakannya hanya karena Anda malas keluar dari zona kenyamanan hidup selama ini.
  1. Berada dalam zona kenyamanan tak ada salahnya, itu berarti Anda menemukan sesuatu yang pas untuk diri Anda. Tetapi, terlalu lama di dalam zona kenyamanan akan membuat Anda cenderung tertutup akan hal-hal baru. Apalagi bila sesuatu yang baru itu bukan Anda. Dengan mudah mulut Anda akan mengeluarkan bunyi-bunyian, "Ah, itu bukan saya."
  2. Itu memang bukan Anda, tetapi yang bukan Anda tak selalu berdampak buruk atau tak bernilai apa-apa. Mungkin saja kalau Anda mau menerima yang bukan Anda itu ada kemungkinan Anda justru baru menemukan pilihan baru.
  3. Deg-degan boleh-boleh saja, tetapi jangan takut. Takut tak mengantar Anda ke mana-mana dan semakin menenggelamkan Anda untuk jadi katak di bawah tempurung. Harus diakui, keluar dari pintu kenyamanan membuat Anda berpikir, "Wah gue bisa enggak ya?" Di dalam hidup ini bisa atau tidak, tergantung dari kemauan Anda. Yang bisa membuat Anda bahagia atau begitu-begitu saja, ya Anda! Nah, pilih mau bahagia, begitu- begitu saja, atau jadi katak?
  4. Bila Anda sudah di luar, Anda akan melihat pilihan begitu banyaknya seperti menu makanan. Anda bisa mencoba keriting rambut, atau di-bonding, Anda bisa salsa atau swing, Anda bisa berganti segala macam rupa rok, sepatu, atasan, jas, celana. Anda bisa mempercantik kulit Anda, Anda bisa ke konser Sang Dewi atau musik klasik, Anda bisa minum es campur terus dilanjutkan dengan a zip of papermint tea, dan ditutup dengan segelas anggur putih di lounge, sambil menikmati musik dan lirak-lirik. Satu minggu tiga kali Anda bisa ikut gym atau pilates atau berenang-renang saja dengan pakaian renang yang gaya. Pada hari Minggu Anda bisa brunch atau lunch dengan teman-teman Anda, mencoba menu sehat atau makan kenyang dengan menu Italia, China, Indonesia, atau lainnya. Dan masih banyak lagi pilihan tak terduga, sejauh Anda tetap membuka pintu hati.
  5. Sekali lagi, sekali lagi. Berubahlah. Saya yakinkan akan banyak hal baru yang Anda temui, dan Anda akan bersyukur karenanya. Life is beautiful!
  6. Ini nasihat seorang penulis kondang Amerika Gore Vidal: Style is knowing who you are, what you want to say and not giving a damn! ~

19 April 2012

24 Jam

Hidup di dunia ini kita hanya memiliki waktu tak lebih dari 24 jam dalam sehari. Waktu yang kelihatan banyak itu pun akan terasa sangat tidak cukup. Bagi mereka yang bekerja di dunia manufaktur alias buruh pabrik, waktu berjalan sangatlah singkat.

Anggaplah pembagiannya seperti ini: 7 jam untuk tidur, lalu untuk bekerja 8 to 8, membutuhkan 12 jam, itu termasuk bekerja lembur sampai 2.5 jam (total sudah termasuk waktu istirahat di PT). Kalau dijumlah sudah mencapai 19 jam. Belum lagi tersita waktu berangkat dan pulang kerja. Anggap saja total waktu di jalan, yang dibutuhkan adalah 1.5 jam. Ini masih tergantung faktor kepadatan dan jarak tempuh tempat kerja dan rumah, dimana masing-masing kota, bisa bervariasi hasilnya. Tapi anggaplah itu yang terbaik. Sehingga total waktu yang sudah anda habiskan dalam sehari adalah 20.5 jam. Sehingga waktu yang masih tersisa hanyalah 3.5 jam. Sudah begitu, masih tersita untuk keperluan pribadi seperti mandi, berdandan dan lain sebagainya. Disisa waktu kurang dari 3.5 jam itulah, kita bertemu dengan keluarga, istri, mengajari atau bercanda dengan anak.

Ngenes! Tapi itulah kenyataannya. Belum lagi kalau ada acara lain, ada acara bersama teman, makan diluar dengan relasi, dan ini itu.... Makin berkuranglah waktu efektif itu.

Di sisi lain ada seseorang yang mampu memiliki waktu efektif selama 12 jam, namun income bisa dibilang lebih dari orang yang bekerjanya 'jungkir balik'.
Yang saya maksudkan waktu efektif disini, adalah waktu bersama keluarga dan bersantai.

Moral dari cerita ini adalah:
Secara mutlak waktu di bumi ini adalah 24 jam. Namun relativitas waktu akan berlaku ketika tiap individu berinteraksi dengan rutinitas dan komunitasnya sendiri-sendiri.

27 Maret 2012

There is no Plan B

Mendengar orang yang memiliki karakter seperti judul kalimat diatas bayangan saya nih orang pasti keren banget. Tapi untuk menjadi orang yang tidak memiliki Plan B, setidaknya harus ada 3 faktor yang diperhatikan antara lain adalah:

Pertama, nih orang pasti punya kemauan yang keukeuh, ngeyelan, dan pasti nekat. Ditambah nih orang pasti mempunyai semangat yang 200% dimana selalu ‘nggak ada matinya’. Kasarnya orang ini mempunyai kemauan dan semangat yang kuat.

Kedua, terletak pada tujuan atau target yang ingin dicapai, is it reasonable? Apakah sangat efisien? Dan kenapa target itu harus tercapai? Apa perbedaan jika target itu tercapai atau jika tidak. Semua itu mengarah pada satu kalimat yaitu the reason. Pasti ada alasan kenapa orang tersebut tidak memiliki Plan B, mungkin tujuan atau target tersebut sangat berharga dan inilah yang terbaik.

Ketiga, terletak pada tolak ukur kemampuan seseorang. Saya percaya setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Ada yang bisa ditingkatkan agar kemampuannya bisa melewati orang lain atau ada yang tidak. Umumnya semua terkendala pada batas kemampuan fisik, tapi saya yakin dengan adanya pembelajaran (learning and training) yang lebih. Segala sesuatunya akan lebih baik.

Jadi saya pikir dalam kehidupan ini ada sesuatu yang mesti dijalani dengan tanpa Plan B. Atau justru menjadi orang yang ngeyelan dengan banyak plan dari A sampai E untuk sesuatu kasus tertentu. Intinya kita perlu mempertimbangkan baik-baik sebelum merencanakan melakukan sesuatu. Jadi, selamat menjadi manusia manusia tanpa Plan B.

22 Maret 2012

Hidup Itu Singkat Kawan, Jangan Kau Sia-Siakan

Sampai detik ini kita tak pernah tahu kapan umur manusia akan berakhir. Rahasia Illahi itu tak pernah terpecahkan sampai detik ini. Kematian bisa hadir alami karena penuaan, hingga raga tak mampu menyokong ataupun terkena penyakit, dan kecelakaan.

"You can't stop the destiny!"

Maka jalanilah hidupmu sebagai kalifah, isilah dengan kebaikan dengan sesama manusia, dan berbuatlah arif pada makhluk lain penyokong kehidupan kita. Intinya hidup ini hanya sekali, penuh misteri, dan janganlah melakukan kesia-siaan.

"Sudahkah anda berbuat baik hari ini?"

15 Maret 2012

Ketika Semangat Itu (Nyaris) Padam

salah satu potret tempat usaha yang sepi di tengah kota Batam
Banyak Motivator Entrepreneurship bilang, "Kalau mau kaya jangan jadi karyawan, jadilah pengusaha!"

Pengusaha itu adalah orangnya, sedangkan tindakannya disebut wirausaha. Kalau mau diterjemahkan secara leksikal adalah: wi·ra 1 n pahlawan; laki-laki; 2 a bersifat jantan (berani); perwira; dan usa·ha n 1 kegiatan dng mengerahkan tenaga, pikiran, atau badan untuk mencapai suatu maksud; pekerjaan (perbuatan, prakarsa, ikhtiar, daya upaya) untuk mencapai sesuatu: 2 kegiatan di bidang perdagangan (dng maksud mencari untung); perdagangan; perusahaan:

Sedangkan wirausaha sendiri kalau diartikan sama dengan wiraswasta, dimana menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), wi·ra·swas·ta n orang yg pandai atau berbakat mengenali produk baru, menentukan cara produksi baru, menyusun operasi untuk pengadaan produk baru, memasarkannya, serta mengatur permodalan operasinya;

Melihat situasi yang sedemikian ini seharusnya semangat kita menjadi terpacu untuk berlomba-lomba untuk berwirausaha. Apalagi kalau kita rajin ikut seminarnya Ipho Santosa atau Andre Wongso. Manusia mana yang tidak ngiler dan kepingin mendapatkan uang banyak. Tidak mau kan, melulu seumur hidup menjadi seorang pekerja pabrik (buruh)! Gimana bisa kaya?

Tapi ingat, semua kesuksesan ini tidak datang dengan tiba-tiba harus ada kerja keras. Artinya untuk membangun suatu kepercayaan ke konsumen tentunya perlu suatu proses dan inovasi. Hal ini tentu harus dilandasi keyakinan, perhitungan yang bagus (pandai membaca pasar/peluang), dan semangat yang tak kunjung padam. Ini adalah modal dasar yang seharusnya dimiliki. Semua hal ini membuat kita memiliki rasa cinta dan tanggung jawab untuk menjadikan usaha kita lebih berkembang dan berinovasi.

Paling enak, wirausaha itu berasal dari hobi. Kalau senang main Game dan Internet ya... dirikanlah Game Station dan Warnet. kalau pintar buat roti, ya sudah bikin roti saja. Kalau pintar masak ya.. bikin warung makan. Idealnya kan seperti itu, tapi sekarang kan banyak juga waralaba yang membuat kita tidak merasa berusaha sendiri dari titik nol.

Harus diakui dalam berusaha harus pintar membaca 'peta konsumen'. Diakui atau tidak segmen pasar itu bermacam-macam, terbentuk dari beberapa faktor ekonomi dan jenis usaha kita, tentunya terimbas pada hal ini. Juga pemilihan lokasi, serta budaya. (Berhenti sejenak) - Emm.. maaf, saya tidak ingin menggurui hanya memandang saja.

Misalnya seperti ini, kita buka Game station yang nanggung, kurang wah... ditempat/daerah orang-orang ekonomi atas, dimana mereka rata rata tiap KK sudah memiliki PS atau N2 wii sendiri. Ya... jangan berharap banyak. Begitu juga, kita mencoba menjaring konsumen ditengah kebingungan segmen yang hendak kita bidik, dengan menawarkan sesuatu yang biasa pada konsumen. Kalau seperti ini, saya sebagai konsumen tentu akan mencari harga yang murah (standar) daripada harus membayar lebih mahal.

Tapi.... kadangkala saya ngeri melihat semangat dan kegigihan para pengusaha, khususnya di Batam. Ada yang berbulan-bulan warungnya sepi sepi saja, tetap ikhtiar... nambah ini itu, dekor dan menu. Masih sepi lagi.... bikin model angkringan (karena di kota itu lagi demam angkringan). Masih sepi... tetap nekad.

Ya... itu ma bunuh diri, mungkin harus dievaluasi, kadangkala pemilihan lokasi yang salah padahal sebenarnya masakannya enak. Mungkin juga masakannya yang terkesan 'biasa'. Ya... ada banyak kendala sebenarnya dalam berwirausaha. Tapi sebenarnya, yang penting kita mesti tetap 'terjaga' dan evaluasi, tidak menutup kritikan dan selalu semangat, dan siap berinovasi.

Salam sukses! Semoga tetap menyala semangat usaha anda!

14 Maret 2012

K I S S (Keep It Simple Stupid)

(mungkin ada pembaca yang merasa kok saya dibilang stupid, namun kalau yang berkata seperti di atas adalah seseorang yang memecahkan masalah yang sekian lama tidak bisa dipecahkan banyak ahli kepada para ahli tersebut, rasanya tidak terlalu sarkasme,... sombong dikit mungkin iya)

Pertama:
Salah satu dari kasus yang ada adalah kasus kotak sabun yang kosong, yang terjadi di salah satu perusahaan kosmetik yang terbesar di Jepang. Perusahaan tersebut menerima keluhan dari pelanggan yang mengatakan bahwa ia telah membeli kotak sabun (terbuat dari bahan kertas) kosong. Dengan segera pimpinan perusahaan menceritakan masalah tersebut ke bagian pengepakan yang bertugas untuk memindahkan semua kotak sabun yang telah dipak ke departemen pengiriman. Karena suatu alasan, ada satu kotak sabun yang terluput dan mencapai bagian pengepakan dalam keadaan kosong. Tim manajemen meminta para teknisi untuk memecahkan masalah tersebut.

Dengan segera, para teknisi bekerja keras untuk membuat sebuah mesin sinar X dengan monitor resolusi tinggi yang dioperasikan oleh dua orang untuk melihat semua kotak sabun yang melewati sinar tersebut dan memastikan bahwa kotak tersebut tidak kosong. Tak diragukan lagi, mereka bekerja keras dan cepat tetapi biaya yang dikeluarkan pun tidak sedikit.

Tetapi saat ada seorang karyawan di sebuah perusahaan kecil dihadapkan pada permasalahan yang sama, ia tidak berpikir tentang hal-hal yang rumit, tetapi ia muncul dengan solusi yang berbeda. Ia membeli sebuah kipas angin listrik untuk industri yang memiliki tenaga cukup besar dan mengarahkannya ke garis pengepakan. Ia menyalakan kipas angin tersebut, dan setiap ada kotak sabun yang melewati kipas angin tersebut, kipas tersebut meniup kotak sabun yang kosong keluar dari jalur pengepakan, karena kotak sabun terbuat dari bahan kertas yang ringan.

Kedua:
Pada saat NASA mulai mengirimkan astronot ke luar angkasa, mereka menemukan bahwa pulpen mereka tidak bisa berfungsi di gravitasi nol, karena tinta pulpen tersebut tidak dapat mengalir ke mata pena. Untuk memecahkan masalah tersebut, mereka menghabiskan waktu satu dekade dan 12 juta dolar.

Mereka mengembangkan sebuah pulpen yang dapat berfungsi pada keadaan- keadaan seperti gravitasi nol, terbalik, dalam air, dalam berbagai permukaan termasuk kristal dan dalam derajat temperatur mulai dari di bawah titik beku sampai lebih dari 300 derajat Celcius.

Dan apakah yang dilakukan para ahli Rusia ? Mereka menggunakan pensil!.

Ketiga:
Suatu hari, pemilik apartemen menerima komplain dari pelanggannya. Para pelanggan mulai merasa waktu tunggu mereka di pintu lift terasa lama seiring bertambahnya penghuni di apartemen itu. Dia (pemilik) mengundang sejumlah pakar untuk men-solve. Satu pakar menyarankan agar menambah jumlah lift.
Tentu, dengan bertambahnya lift, waktu tunggu jadi berkurang. Pakar lain meminta pemilik untuk mengganti lift yang lebih cepat, dengan asumsi, semakin cepat orang terlayani. Kedua saran tadi tentu memerlukan biaya yang tidak sedikit. Tetapi, satu pakar lain hanya menyarankan satu hal, "Inti dari komplain pelanggan anda adalah mereka merasa lama menunggu".
Pakar tadi hanya menyarankan untuk menginvestasikan kaca cermin di depan lift, agar pelanggan teralihkan perhatiannya dari pekerjaan 'menunggu' dan merasa 'tidak menunggu lift'.

.............................................................................................................................
Moral cerita ini adalah sebuah filosofi yang disebut KISS (Keep It Simple Stupid), yaitu selalu mencari solusi yang sederhana, sehingga bahkan orang bodoh sekalipun dapat melakukannya.

Cobalah menyusun solusi yang paling sederhana dan memungkinkan untuk memecahkan masalah yang ada. Maka dari itu, kita harus belajar untuk fokus pada solusi daripada pada berfokus pada masalah

27 April 2011

Sebuah Kesuksesan

Malam ini, perasaan bercampuraduk di otakku, sesaat sebelum mengetik. Ada perasaan marah, dongkol, emosi, bahkan iri terhadap kesuksesan prestasi teman, lalu mengkritik tajam juga kesuksesan usaha/ bisnis seorang teman lainnya.

Sesaat yang lalu, aku membaca profil dan tulisan seorang teman dalam sebuah jurnal sains di sebuah universitas negeri di Jawa Tengah -tempat dia mengajar sekarang. Bukan tulisan ecek-ecek macam blog-ku yang nggak jelas ini tapi sebuah jurnal penelitian yang ditulis kira-kira 3 tahun yang lalu. Sebelum menempuh studi dan mengambil gelar PhD di Jerman.

Terus terang, aku kagum dengan prestasinya sekarang. Padahal kalau diingat-ingat jaman selepas SMA, sebenarnya dulu aku juga pingin ngambil bidang ini tapi gengsi dan malas untuk terjun sebagai peneliti. Jadi kuambillah jurusan alternatif lain yang banyak diserap pasar/industri. Mulanya, dia selepas lulus S1 juga kerja di industri dan sempat berbisnis. Eh... rupanya dia pingin balik lagi ke Universitas sebagai seorang Dosen -setelah hampir dua tahun 'jualan' cat thinner. Karirnya lantas terbang tinggi, mulai di sekolahin S2 di UGM, hingga akhirnya sekarang masih menempuh studi dan melakukan penelitian di Jerman.

Adalagi cerita teman lainnya tentang tolak ukur kesuksesan yang menurutku juga luar biasa. Seorang teman yang saat didunia industri terkesan 'malas' (menurutku mungkin jenuh), ternyata lebih berkembang usaha ketika dia keluar kerja dan merintis usaha warnet dan playstation. Bahkan kini dia telah punya 2 tempat usaha, dan setiap hari selalu rame pengunjung. Dari satu tempat usahanya saja keuntungan kotor antara 17 sampai 19 juta. Dipotong untuk listrik, biaya koneksi internet, sewa ruko, dan gaji karyawannya, dia masih punya keuntungan bersih diatas 10 juta perbulannya. Bayangkan kalau dua tempat? :)

Pernah suatu kali dalam benakku pingin melakukan usaha seperti ini di kota asal, tapi jadi mengurungkan niat. Gara-gara pernah dengar cibiran orang tua tentang suami saudara sepupuku yang lebih asyik melakukan bisnis seperti ini daripada kerja kantoran atau industri, padahal dia juga lulusan S1. Tapi apa salahnya, bukankah di dunia ini ujung-ujungnya juga cari makan buat perut kita dan keluarga kita? Apa masalahnya ketika lulusan Universitas lebih asyik berbisnis daripada mengaplikasikan ilmunya ke dunia industri atau perkantoran? Apa kita melakukan sesuatu karena Gengsi, status sosial atau terpaksa?

Yang saya lihat dari kesuksesan diantara kedua teman saya, dimana satunya seorang ilmuwan dan satunya lagi seorang Pengusaha. Semuanya terletak pada pengabdian dan mentalitas untuk mencintai apa yang dilakukannya. Jadi bukan karena terpaksa, karena ingin gelar tertentu, atau status sosial.

Jadi bagi kita yang masih menganggap di kehidupan ini belum sukses. Maka cintailah apa yang kamu inginkan, raih dan lakukan dengan sungguh-sungguh dan sepenuh hati. Karena saya akan melakukan sesuatu untuk merubah hidup.

26 Maret 2010

Manusia Tanpa Sesal

Waktu tak akan pernah terhenti ataupun berbalik ke masa lalu. Sekali berdetak tiada seorangpun yang sanggup menghentikannya apalagi untuk memutarnya kembali ke masa lalu. Hanya Sang Pencipta yang berkuasa untuk menghentikannya atau memutarnya lagi. Tapi kita sebagai makhluk, berusahalah mencoba melakukan sesuatu dengan matang dan penuh perhitungan, jangan pernah berpikir segala hal yang terjadi atau terlanjur dilakukan bisa di undo atau dihapus.

Kita memang bisa melakukan sesuatu yang sama atau yang tak bisa kita lakukan pada masa itu tapi waktu sudah berubah dan bertambah. Jadi ketika kita mencoba hal yang sama dengan waktu yang berbeda mungkin saja hasilnya berubah.

Untuk itulah maka jangan pernah anda menyesal setelah melakukan sesuatu, pikirkan dengan matang segala resikonya supaya anda menjadi manusia tanpa sesal. Begitu pula dengan perbuatan anda, lakukan dengan jernih dan perhitungan yang benar. Maksudnya sangat bukan mengharuskan langkah-langkah anda harus selalu benar. Tapi ketika kita melakukan suatu kesalahan jangan sampai merasa menyesalinya saja dan membayangkan untuk kembali ke masa lalu. Kita harus punya langkah cerdas, ketika kita terjerembab dalam kesalahan maka kita harus punya langkah cerdas untuk membuat langkah berikutnya sesuai dengan target kita.

Wajarlah... kalau manusia itu gudangnya salah. Dan untuk menjadi manusia tanpa sesal maka kita jangan pernah ragu-ragu, tidak terpaku pada satu alternatif saja, harus memiliki banyak alternatif dengan skala nilai prioritas tertentu. Dan cerdas dalam menyikapi kesalahan kita sekarang atau masa lalu, sehingga kita bisa menjadi manusia tanpa sesal.

10 Maret 2010

Hujan, Siramilah...

Kesejukan melanda Batam pagi ini, cuaca dingin yang diakibatkan oleh hujan yang mengucur deras sejak jam 3 pagi tadi. Syukur Alhamdulillah, setelah beberapa bulan dilanda cuca kering yang walau tidak terlalu panas akhirnya kucuran kenikmatan itu tiba. Rupanya kenikmatan Allah yang datang dengan tiba-tiba, ternyata disambut ketidaksiapan oleh diri kita. Ya... bagaimanapun hujan yang melimpah adalah nikmat illahi karena tanaman, air tanah, sumber mata air, dan secara tidak langsung manusia juga membutuhkannya. Hanya saja, kadang kita selalu dahulukan keluhan tanpa pernah menyadarinya.

”Ahh...gara-gara hujan nih, kenapa sih pagi-pagi harus hujan, ganggu orang berangkat kerja saja mana jas hujan sudah robek pula.” kata salah seorang rekan kerja saya.

”Iya nih... jalan A genangannya tinggi, motorku mati gara-gara mesinnya kemasukan air. Wah... sampai sering berhenti, bersihin busi.

Yang agak was-was mungkin orang-orang yang rumahnya dekat saluran air besar, harap-harap cemas apa output dan input-nya balance. Bagaimanapun juga, hujan pagi ini membuat sebagian orang kalang kabut, jalanan macet dan tergenang, dan beberapa rumah bocor. Hmm... kalau lihat mendung, mungkin bakal seharian hujan.

Hmm... syukurlah masih hujan biasa, bukan tsunami atau badai. Paling tidak ini adalah sebuah reminder dari Allah, bahwa kita mesti siap menghadapi segala sesuatu.

Jadi anggap saja turunnya hujan yang tiba-tiba itu adalah suatu kenormalan. Karena segala sesuatu ada dan pasti suatu akan hadir. Sama seperti dengan bencana, siapa pula yang mau dengan adanya bencana? Saya kira tak seorang normal pun di dunia yang menginginkannya. Namun sekali lagi kita tak punya kuasa untuk menolak kehadirannya karena itu adalah kewenangan-Nya. Kita hanya bisa melakukan preventive action agar semua bencana itu tak segera meniimpa diri kita. Baik itu melalui pembicaraan dengan-Nya (doa dan ibadah) atau mengevaluasi lingkungan sekitar, serta mawas diri.

Karena pada dasarnya, kestabilan dalam perjalanan hidup yang steady/mulus itu adalah PLAN. Tapi faktor NOISE, atau bencana yang bisa merusak suatu sistem harus diimbangi dengan GAIN serta FILTER yang mampu meminimalisir riak-riak suatu SISTEM.

Jadi ketika pikiran sudah menyiapkan PLAN yang terbaik buat hidup ini, jangan lupakan MENTAL dan FISIK kita sebagai GAIN dan FILTER agar segala halangan dan rintangan ini bisa teratasi dengan sempurna. Dan menghasilkan kualitas OUTPUT yang optimal

Hmmm.... ini analisa kehidupanku dari sudut pandang Teknik Sistem Pengaturan, hehehe.

09 Maret 2010

You are Not Alone

Kesepian anda bukanlah disebabkan karean tiadanya orang di sekitar anda namun lebih dikarenakan karena tiada seseorang di hati anda.

Anda dapat kehilangan saat-saat yang berharga, yaitu ketika anda merasa enggan untuk memberikan bantuan pada orang yang membutuhkan. Padahal saat anda mengulurkan bantuan atau pertolongan, tanpa sadar anda sudah menjalin hati anda dan orang lain dengan sebuah dawai emas yang tak nampak. Dawai emas itu bernama persaudaraan. Semakin banyak anda menjalin dawai itu maka semakin jauh hati anda dari kesepian. Karena dawai-dawai itu akan mendentingkan nada yang memenuhi dan menghibur jiwanya.

Bangkit dan tebarkan uluran tangan anda pada mereka yang membutuhkan. Segaris senyum dan tatapan mata bersahabat, sudah cukup untuk membuat anda merasa tidak sendiri dan membangunkan anda dari kesendirian.

21 Desember 2009

Tuhan Memberikan Kita Banyak Cara Untuk Berbuat Kebaikan Sepanjang Hari

Ceritanya nih, aku habis training coaching & counselling beberapa hari yang lalu. Mulanya sih selama ini aku cuek abis pada segala sesuatu yang ada sekitar. Tidak terlalu peduli pada sekitarnya kasarannya. Habis training ini, kok mata hatiku mulai terbuka lagi ya, maksudnya mungkin naluri kemanusiaan, moral dan kesetiakawanan sosial.

Ternyata kalau kita lihat, Tuhan selalu memberikan kita berbagai cara yang istimewa agar kita berbuat baik pada orang lain, atau makhluk lain. Cuma, kita sendiri peka nggak pada kondisi tersebut. Kadangkala kita terlalu asyik pada diri kita.

Contohnya begini, dalam perjalanan mau kerja kadang tak sengaja kita menemuka ranting kecil yang melintang di tikungan, kita tahu, lalu apakah kita menghindar saja dan tak perlu menyingkirkannya? Itulah yang disebut egois. Jika seperti itu kan lebih baik kita berbuat untuk orang banyak denngan menyingkarkan ranting itu.

Contoh yang kedua, dalam perjalanan pulang kerja larut malam dengan istri, -dimana berharap lekas berjumpa dengan anak dan berharap masih belum tidur, tiba-tiba bertemu dengan pengendara motor yang mungkin kehabisan bensin. Egoku berkata, toh kita tidak tahu orang itu, bukan tetangga pula buat apa diurusin toh banyak orang lain yang akan menolongnya. Padahal kita mungkin mampu mengantar menarik/mendorong motornya sampai SPBU atau toko penjual bensin tapi kenapa kita tak mencoba melakukan suatu kebaikan? Apa anda terlalu egois untuk cepat-cepat beristirahat, bayangkan bila hal ini terjadi pada anda. Untung kalau cuma habis bensin saja, kalau tabrakan di tengah jalan dan tak ada yang menolong.

Mulai sekarang biasakanlah berbuat baik pada lingkungan sekitar anda. Anda pasti sempat, toh nonton Sang pemimpi saja anda sempat, apalagi berhenti sebentar untuk 'mencari surga'. Yakinlah, Tuhan tidak tidur, segala perbuatan baik pasti menuai kebaikan pula.

10 Agustus 2009

Terobsesi Jadi Orang Gila

Pagi ini aku banyak baca tentang berita seputar pemburuan teroris. Disitu diulas bagaimana cara merekrut pengantin alias pembawa bom bunuh diri lihat berita ini. Satu hal yang paling aku inginkan yaitu menjadi orang yang bisa dianut banyak orang atau jadi panutan semua orang. Sama seperti ketika saya terpesona dengan film Fight Club.

Di film yang dibintangi oleh Brad Pitt dan Edward Norton ini menceritakan tentang sisi lain dari seorang narator, sebut saja Jack yang diperankan oleh Edward Norton. Dia adalah eksekutif muda perusaahan automobil asuransi, bergelimang harta, lajang, dan tinggal di apartemen mewah. Namun mulai merasa gelisah dan merasa kehilangan jati diri sebenarnya hingga akhirnya berjumpa (lebih tepatnya terobsesi) dengan Taylor Durden yang diperankan Brad Pitt. Entah kenapa sejak bertemu dia hidupnya berubah, kehidupan normalnya perlahan-lahan menghilang seiring dengan meledak dan terbakarnya apartemen mewahnya.

Dimulai dari aksi gila Taylor & Jack yang berkelahi setelah bertemu, hingga mengumpulkan orang-orang untuk membentuk Fight Club. Hingga akhirnya club-club yang didirikan makin tersebar dan punya banyak cabang. Dimana ternyata Taylor Durden adalah pemimpin dan pendiri club- club tersebut. Taylor seolah merebut semua komunitas Jack bahkan pacarnya, hal ini membuat Jack menjadi gusar dan ingin mencari jatidiri Taylor Durden sebenarnya. Nyatanya dia berhasil, di akhir film ini baru diketahui ternyata Taylor Durden hanyalah perwujudan sisi lain dari sifat Jack.

Namun cerita yang paling membuatku simpatik adalah bagaimana membuat orang-orang yang di club mempunyai visi dan misi yang sama. Mulai menantang berkelahi orang waras hingga aksi-aksi protes pada kapitalis dengan gerakan vandalisme untuk menentang neo liberalisme. Juga ide untuk membuat sabun terbaik yang didapat dari sisa lemak manusia pada klinik kecantikan, yang mana sabun tersebut juga dijual ke klinik-klinik kecantikan. Dan menariknya, ternyata sabun tersebut bisa digunakan sebagai bahan pembuat bom dengan ditambahkan chemical tertentu.

Setelah melihat film itu, sekitar awal tahun 2000-an membuatku terobsesi jadi pemimpin ajaran sesat, hehehehe.... Seolah-olah tampak mustahil mempunyai penganut/pengikut banyak orang. Tapi ternyata banyak pemimpin aliran sesat, pemimpin sekte dan pengaku nabi baru memiliki banyak pengikut / makmum.

Jadi sungguh tidak mengherankan jika Noordin M Top dengan konsep Daulah Islamiyah yang mulya, tentulah mempunyai banyak orang pengikut atau setidaknya yang bersimpati padanya. Masalahnya mungkin konsep jihad yang dilakukannya dengan melakukan teror bom kurang banyak disukai oleh umat Islam yang berjihad / berjuang dengan jalan damai / diplomasi. Tapi saya salut pada orang-orang seperti Noordin, mereka tegas memegang syariah yang mereka yakini. Mungkin menurut mereka jalan diplomasi sudah mentok dan terlalu lamban untuk Revolusi Islam. Apalagi banyak orang-orang yang mengatasnamakan Islam (Partai Islam) yang duduk di pemerintahan tak bisa berbuat ’banyak’ dalam membuat perubahan perilaku kehidupan di Indonesia.

Mumpung saya belum tergabung jadi teroris, ya... yang bisa saya lakukan hanyalah mendukungnya dan menghindarkan diri dari tempat-tempat yang dijadikan aksi terorisme (sebutan versi Pemerintah) dari Noordin M Top dan kawan-kawan.

Insya Allah… moga tak lama lagi obsesi ini bisa terwujud.