Social Icons

twitterfacebookgoogle pluslinkedinrss feedemail

28 Oktober 2009

Berbicara dengan-NYA

Semua terserah pada-MU aku begini adanya.
Kuhormati keputusan-MU…
Apapun yang akan KAU katakan
Sebelum terlanjur AKU jauh melangkah,
KAU katakan saja.


Hmm… aku lagi pingin ngomong saja dengan Sang Pencipta, tentang cerita kehidupanku ini. Sebenarnya sih aku pingin ngambil langkah-langkah kedepan tapi toh kalau ternyata salah! Saya sangat berharap DIA, Allah, Dzat Yang Maha Kuasa mau menegurku dan memberi arahan-arahan agar aku tidak lagi tersesat.

Semoga pong-pong yang kusupiri ini tidak terbalik, terhantam badai, ataupun salah arah. Hmm… semoga KAMU mengerti apa yang kumaksudkan.

“Tidak semuanya bisa diungkapkan dengan kata-kata”

22 Oktober 2009

Inilah Daftar Kabinet 2009-2014

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono malam ini mengumumkan secara resmi susunan kabinet 2009-2014. Berikut nama para menteri.
1. Menko Polhukam: Djoko Suyanto
2. Menko Perekonomian: Hatta Rajasa
3. Menko Kesra: Agung Laksono
4. Menteri Sekretaris Negara: Sudi Silalahi
5. Menteri Dalam Negeri: Gamawan Fauzi
6. Menteri Luar Negeri:Marty Natalegawa
7. Menteri Pertahanan: Purnomo Yusgiantoro
8. Menteri Hukum dan HAM: Patrialis Akbar
9. Menteri Keuangan: Sri Mulyani
10. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral: Darwin Saleh
11. Menteri Perindustrian: M.S Hidayat
12. Menteri Perdagangan: Mari Elka Pangestu
13. Menteri Pertanian: Suswono
14. Menteri Kehutanan: Zulkifli Hasan

15. Menteri Perhubungan: Fredy Numberi
16. Menteri Kelautan dan Perikanan: Fadel Muhammad
17. Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi: Muhaimin Iskandar
18. Menteri Pekerjaan Umum: Djoko Kirmanto
19. Menteri Kesehatan: Endang Rahayu Setyaningsih
20. Menteri Pendidikan Nasional: M Nuh
21. Menteri Sosial: Salim Segaf al Jufrie

22. Menteri Agama: Suryadharma Ali
23. Menteri Kebudayaan dan Pariwisata: Jero Wacik
24. Menteri Komunikasi dan Informatika: Tifatul Sembiring
25. Menteri Negara Riset dan Teknologi: Suharna Surapranata
26. Menteri Negara Koperasi dan UKM: Syarief Hasan
27. Menteri Negara Lingkungan Hidup: Gusti Muhammad Hatta,
28. Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak: Linda Agum Gumelar,
29. Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara: EE Mangindaan,
30. Menteri Negara Pembangunan Daerah Tertinggal: Helmy Faishal Zaini
31. Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala Bappenas: Prof. Armida Alisjahbana
32. Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara: Mustafa Abubakar
33. Menteri Negara Perumahan Rakyat: Suharso Manoarfa
34. Menteri Negara Pemuda dan Olah Raga: Andi Mallarangeng

16 Oktober 2009

Farmville Fever

That game make me stupid! Sialan, gara-gara farmville aku jadi insomnia. Tahu farmville gak? Itu lho game yang ada di aplikasi facebook. Game-nya sih asyik, tentang menjadi petani dan peternak.

Dimulai dengan menanam tanaman yang mudah hingga akhirnya menjadi petani yang kaya dan sukses, punya ladang luas, traktor, hewan ternak berlimpah, rumah mewah dan lain sebagainya.

Game ini pakai periodesasi waktu tanam dan panen, jadi kalau lewat dari periode itu ya... tanamannya rusak alias busuk. Nah..yang jadi masalah itu kadang aku salah tanam, kadang pakai waktu setengah hari padahal esoknya aku masih di tempat kerja, jadinya siang-siang mesti pulang sebentar ke rumah untuk 'panen', glek... lak yo lucu kan!

Atau parahnya, sekali waktu aku baru sempat ngejamah laptop pas tengah malam ketika ngelilir. Lalu aku iseng-iseng menanam tanaman yang umurnya sehari, artinya aku mesti terjaga lagi di jam yang sama supaya mencegah tanamanku gak busuk. Waduh...waduh!!!

Kadang sih aku mencoba nggak terlalu mikirin, tapi pikiran itu kemudian jadi obsesi ketika melihat 'tetangga-tetangga' yang ada di game ternyata lebih sukses dariku. Kan jadi pingin seperti mereka.

Ok deh ini melekan yang terakhir, moga besok-besoknya bisa panen jam 8 atau 9 malem, supaya gak ngganggu jadwal istirahatku. Masih sampai level 18 pingin ke tigapuluhan nih, mungkin disitu aku bisa menemukan saturasiku.

14 Oktober 2009

Miyabi oh Miyabi

Minggu ini, media seolah diramaikan dengan pro-kontra kedatangan Miyabi. Berbagai elemen islam baik dalam perkumpulan mahasiswa dan FPI seolah berteriak keras mencegah sang bintang untuk menginjakkan kakinya di Indonesia. Namun pro-kontra ini tak ayal memicu pertanyaan pada publik, siapa sebenarnya Miyabi? Hal inilah yang akhirnya memicu publik yang tadinya awam terhadap figur dia kemudian berusaha mencari tahu. Masalahnya Miyabi adalah artis film porno, jadi ’kepiawaian’ aktingnya hanya bisa dilihat ya...di film-film porno. Hal ini tentunya memicu permintaan/ konsumsi pada VCD atau DVD porno yang dibintangi Miyabi. Yang jelas dengan adanya pro kontra ini justru membuat VCD/DVD porno Miyabi menjadi laris manis. Ini kan justru makin memperumit masalah, piye toh!

Saya sendiri, tadinya awam pada figur Miyabi ini. Pertama kali saya melihat sosok cantik ini pada parodi-parodi email yang dikirimkan teman-teman, sedikit tergelitik dengan iklan coblos partai 69-nya. Kata teman saya, sosok cantik itu bernama Maria Ozawa, ya memang cantik sih! Tapi katanya, dia adalah artis porno Jepang, yang mempunyai nama beken Miyabi, hmm....tadinya sih tak percaya. Maklum selama petualanganku di dunia hitam -ketika masa kuliah itu- saya tak pernah mengenal sosok itu. Ealah ternyata artis baru toh, pantesan gak ngerti lha wong pas 4 tahun terakhir ini sudah insaf.

OK kembali ke topik, masalahnya kenapa di Indonesia ini ada film yang judulnya ”Menculik Miyabi”. Katanya ide ceritanya tentang tiga orang mahasiswa yang terobsesi pada sosok Miyabi. Walaupun melibatkan bintang film porno tapi katanya film ini bergenre komedi situasi. OK, produser mungkin bisa membuat perisai dengan kata-kata seperti ini. Tapi mereka tidak bisa berkelit, kalau inti ceritanya sudah bertema ”terobsesi” ini artinya apa, artinya ini masalah mindset, karakteristik yang menunjukkan keinginan mendalam, yang didapat karena terinspirasi yang pasti sudah pernah dilihat. Apalagi mahasiswa, kenapa rupanya? Pengalaman saya dulu, justru ketika menyandang status mahasiswa itulah pergaulan dan tingkah laku orang menjadi merasa bebas. Mereka yang kebanyakan dari kampung hidup bersama keluarga di lingkungan baik-baik, justru mulai mengenal film porno, pacaran dan seks bebas di lingkungan mahasiswa.

Nah, itu kan artinya film ini walaupun katanya jauh dari adegan porno tapi jelas memasukkan pikiran dan obsesi mesum pada jiwa pemuda. Dan pengaruhnya sangat buruk, terutama pada anak-anak sekolah. Saya tak peduli pada mahasiswa, tapi anak-anak SD, SMP, hingga SMA. Kalau mereka sudah dijejali pikiran seks maka otak mereka jadi terganggu jelas merusak moral, prestasi belajar, dan tingkah laku. Kalau hanya sekedar onani atau masturbasi, mungkin saya kurang persoalkan. Bahayanya kalau mereka sudah berani mengintip wanita yang sedang buka baju (mandi), atau parahnya mencoba melakukan hubungan seks dengan pacarnya.

Zaman sekarang anak SD sudah banyak yang berani pacaran, ya kalau cuma cinta monyet tak masalah. Tapi kalau sudah sampai ciuman, raba-rabaan, hingga menjurus pada tingkat ingin saling mengetahui yang tersembunyi hingga mengajak berhubungan seks, itu jelas masalah besar. Artinya negara ini dalam bahaya, tingkat seks bebas semakin maju menjadi usia dini. Piye iki, cilik-cilik kok wis kenal seks.

Sebenarnya bukan Miyabi-nya yang saya salahkan, tapi kenapa harus ada film dengan ide seperti itu? Itu kan tontonan publik! Jadi andaikata Miyabi datang ke Indonesia cuma untuk berlibur, jalan-jalan, atau berbelanja, tak ada masalah dan saya pasti persilakan. Asal bukan untuk yang satu itu!

Jadi kalau ada diantara anda atau pihak lain yang pro dengan kedatangan Miyabi di Indonesia untuk syuting film tersebut, saya doakan semoga anak perempuan anda atau saudari anda agar sukses mengikuti jejak Miyabi, hehehe....