Social Icons

twitterfacebookgoogle pluslinkedinrss feedemail

30 Maret 2012

Opsi Menaikkan BBM, Bukan Sebuah Harga Mati

..........
Maafkan kedua orangtuamu
Kalau tak mampu beli susu
BBM naik tinggi
Susu tak terbeli, orang pintar tarik subsidi
Mungkin bayi kurang gizi
..........

(Judul lagu: Galang Rambu Anarki, Penyanyi: Iwan Fals)

Dari jaman ke jaman, isu kenaikan BBM menjadi topik yang 'panas' dan selalu dibahas mulai dari warung kopi, kantor, pabrik, kampus, hingga berakhir di gedung DPR. Forum rakyat dan demonstari menjadi panggung politik praktis yang diperagakan oleh para aktivis LSM, Mahasiswa, dan Serikat Buruh. Kita pun seperti mendapatkan live show yang membuat kita gemas dan cemas.

Tak sabar menunggu adu argumen dalam sidang paripurna DPR, diluar seakan tak mau kalah, dan cenderung 'liar'. Memang masih terjadi argumen dan rapat paripurna oleh 'wakil-wakil' rakyat ini. Yang mana mereka terdiri dari 560 suara, antara lain:
 - Fraksi Demokrat = 148
 - Fraksi Golkar     =106
 - Fraksi PDIP       = 94
 - Fraksi PKS        = 57
 - Fraksi PAN        = 46
 - Fraksi PPP         = 38
 - Fraksi PKB        = 28
 - Fraksi Gerindra   = 26
 - Fraksi Hanura     =17

Kita berharap kebijakan yang mereka ambil masih pro rakyat, jika mereka masih mau dianggap sebagai wakil suara kita. Dan berikut chart perubahan harga BBM dari tahun ke tahun.
Perubahan harga premium dari tahun (1980 ~ 2009)

Namun chart di atas tidak i

29 Maret 2012

Polisi, BBM, dan Situasi Dilematis

Polisi mengamankan demo menolak kenaikan BBM
Hari-hari ini, kepolisian adalah salah satu pihak yang paling kerepotan terkait kenaikan harga bahan bakar minyak. Sejak masih berupa isu, polisi telah terjepit, tetapi pada saat yang sama harus berdiri di antara pihak yang pro dan kontra. Di pihak lain, kepolisian juga sulit meninggalkan perannya selaku alat negara, yakni mengamankan kebijakan pemerintah saat harga BBM sudah naik.

Dilema muncul tatkala kepolisian sendiri pada dasarnya terdiri atas orang-orang yang juga bakal merasakan beratnya perekonomian pascaharga baru BBM. Walau melarang orang lain berdemo, bukan tak mungkin para istri polisi pun sebenarnya menjerit juga karena tertekan kenaikan harga.

Dilema lain muncul tatkala kegiatan mengamankan demo tersebut campur baur dengan kegiatan pengamanan kamtibmas pada umumnya. Di satu pihak, polisi berupaya agar para pendemo tetap pada aktualisasi hak konstitusionalnya untuk mengemukakan pendapat. Di pihak lain, ada terlalu banyak faktor yang mendistorsi para pendemo dan, secara interaktif, juga ”mengganggu” perhatian polisi. Akibatnya, pengamanan demo BBM malah berubah menjadi kerusuhan dan penangkapan demonstran.

Lebih parah lagi, seperti terjadi pada kasus penyerbuan Kampus Universitas Nasional beberapa hari lalu, polisi yang gantian kejeblos. Terprovokasi oleh aksi mahasiswa, polisi malah beringas dan anarkis saat menyerbu kampus tersebut. Betapapun terdapat cukup kuat indikasi bahaya kepolisian atau police hazard (seperti penemuan narkoba, senjata tajam, dan bahkan granat), metode yang dipergunakan untuk melumpuhkan mahasiswa jelas sulit dijustifikasi. Serba salah memang.

Seakan tidak ingin mengulangi kesalahan sehari sebelumnya, kepolisian tampil berbeda saat menghadapi demonstrasi mahasiswa UKI di kawasan Cawang. Dilengkapi dengan tameng defensif ala Brimob, kepolisian mengambil posisi bertahan saat dilempari batu sekalipun.

Tidak hitam-putih
Contoh-contoh di atas bertujuan memperlihatkan betapa tidak hitam-putih, demikian pula tidak sederhananya persoalan yang dihadapi kepolisian. Sama pula halnya, betapa tidak hitam-putih cara menghadapi persoalan tersebut. Setiap kali kepolisian harus berhitung dengan minimal 10 variabel saat bertindak, khususnya dalam rangka kegiatan kepolisian yang memiliki unsur ketertiban umum (public order). Kesepuluh variabel itu adalah kewenangan yang dimiliki, sumber daya manusia yang ada, anggaran yang tersedia, ketercukupan peralatan, siapa kalangan yang dihadapi, isu yang diusung, opini publik, keberingasan massa, kemungkinan eskalasi jika terjadi benturan, serta persoalan kesesuaian dengan politik pemerintah.

Dalam praktik, kesepuluh variabel tersebut bahkan bisa bertambah, khususnya di (bekas) daerah konflik seperti Aceh atau Maluku. Demikian pula di daerah dengan penduduk bertemperamen tinggi, atau yang memiliki sejarah kekerasan kepolisian, seperti Makassar. Tidak hanya banyak, tetapi juga ada kemungkinan variabel yang satu merupakan penyulit bagi yang lain. Terkait isu BBM, ini dia dilema yang tampaknya amat klasik bagi para polisi.

Keberadaan dilema inilah yang tampaknya menjadikan pekerjaan kepolisian berbeda dengan militer. Padahal, seperti juga militer atau pejabat publik pada umumnya, kepolisian sudah dibungkus untuk tidak melakukan pembiaran atau keputusan untuk tidak beraksi (non-action decision) mengingat hal itu akan menempatkan kepolisian sebagai pelanggar HAM.

Perpolisian yang kompleks
Meski demikian, agar seimbang, sebenarnya tidak terlalu sering muncul situasi yang menghadirkan apa yang disebut complex policing (kegiatan kepolisian atau perpolisian yang kompleks) tersebut. Dengan kata lain, yang jauh lebih mendominasi keseharian organisasi polisi adalah kegiatan kepolisian yang rutin, di mana variabel yang berpengaruh hanya lima atau bahkan kurang. Makin berkecukupan suatu organisasi kepolisian, demikian pula makin stabil suatu masyarakat, sebenarnya akan makin kecil probabilitas bagi hadirnya complex policing tersebut.

Secara internal, terkait reformasi kepolisian yang berlangsung sejak 10 tahun terakhir, persoalan klasik seperti keterbatasan peralatan dan teknologi kepolisian kini semakin berkurang. Dengan kata lain, hal itu tidak lagi menjadi variabel yang terus-menerus memengaruhi kinerja kepolisian. Persoalan sumber daya manusia, yang umumnya menjadi penentu berhasil-tidaknya satuan kepolisian setempat melakukan tugasnya, dewasa ini juga relatif membaik.

Secara eksternal, sebenarnya kita juga berharap bahwa 10 tahun reformasi telah membuat beberapa permasalahan ”selesai”, dalam arti telah terdapat konsensus politik ataupun komitmen dengan cara bagaimana kita akan menyelesaikannya. Dengan demikian, secara jumlah, persoalan yang kita hadapi atau yang bisa mengganggu kita setiap kali bertindak akan semakin berkurang. Benarkah demikian?

Menurut banyak pengamat, bukannya mereda, berbagai persoalan di seputar primordialitas masyarakat, misalnya, malah terus menggejala dan bahkan menguat. Korupsi yang hendak dikurangi dengan pemberian otonomi daerah serta dengan pemberdayaan KPK juga ternyata hanya pindah lokasi atau berubah modusnya. Kehidupan demokrasi yang kini ditumbuhsuburkan malah melahirkan praktik-praktik politik ”lama tapi baru”, seperti money politics, hujat-menghujat, skandal susila dan narkoba, pengerahan demonstrasi bayaran, dan pembunuhan karakter lawan.

Mau tidak mau, situasi makro itu akan terimbas pula pada kepolisian sebagai alat negara yang memiliki kewenangan hukum terbesar terkait pemeliharaan keamanan dalam negeri. Kepolisian yang tidak mau ”terjun bebas” menghadapi situasi yang pemain-pemainnya tidak atau belum diketahui, baik peran maupun karakternya, lalu berupaya melengkapi dan memperkuat diri. Salah satunya melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia kepolisian sehingga mampu berpikir di aras politis dan strategis.

Pemerkuatan jumlah kepolisian dan peralatan juga dilakukan dengan memperhitungkan risiko terburuk, dan kemungkinan besar bukan dengan pertimbangan efisiensi atau efektivitas.

Oleh: Adrianus Meliala
Guru Besar Kriminologi FISIP UI


sumber: www.kompas.com

28 Maret 2012

Malaysia Tidak Akan Naikkan Harga BBM

pengendara mengisi BBM
VIVAnews - Pemerintah Malaysia mengatakan tidak akan menaikkan harga BBM kendati harga minyak dunia naik. Hal ini dilakukan demi mencegah harga-harga kebutuhan pokok meroket, terkena imbas kenaikan BBM.

Hal ini disampaikan oleh Menteri Perdagangan, Kerja Sama, dan Konsumen Malaysia, Ismail Sabri Yaakob dalam pernyataannya yang dilansir Bernama, Selasa, 27 Maret 2012. Dia menegaskan, pemerintah tetap akan mensubsidi BBM agar biaya hidup tidak melonjak.

"Kami telah meningkatkan subsidi BBM menjadi 93 sen hari ini. Jika kami berhenti beri subsidi, harga produk dan jasa akan meningkat. Jika ongkos transportasi meningkat akibat kenaikan BBM, maka konsumen akan menderita," ujar Ismail, usai menghadiri rapat bulanan kementerian.

Kemarin, harga minyak dunia meningkat menjadi US$125 per barel akibat kekhawatiran tidak stabilnya keuangan Eropa, ditambah keputusan beberapa negara menghentikan ekspor minyak dari Iran.

Mayoritas masyarakat Malaysia menggunakan BBM dengan kandungan oktan RON95, atau setara dengan Pertamax Plus di Indonesia. Berkat subsidi pemerintah, harga BBM di Malaysia RM1,9 atau setara Rp5.753 per liternya.
Malaysia menghabiskan US$14 miliar per tahunnya untuk subsidi bensin, solar dan gas. Negeri Jiran pernah menaikkan harga BBM pada Juni 2008 sebanyak 40 persen, demi menyesuaikan dengan harga pasar. Lalu pada November tahun yang sama, selama beberapa hari, Malaysia berturut menurunkan harga BBM yang harganya bertahan hingga sekarang. (adi)
sumber: vivanews.com

Iwak Peyek, Iwak Tahu, dan Iwak Tempe

.........
Iwak peyek ... iwak peyek ... iwak peyek, sego jagung
sampek tuek, sampek elek, sampek matek tetap mendukung...

Iwak Peyek, Iwak Tahu, Iwak Tempe
Iwak (krama ulam lan Kawi mina) iku sawijining kéwan sing uripé ana ing banyu. Iwak ambegan mawa insang lan kalebu kéwan getih anyep (poikilotermik). Sing urip ing banyu lan napas nganggo insang. Iwak menurut bahasa Jawa yang saya ambil dari wikipedia Jawa adalah hewan yang hidupnya di air, bernapas dengan insang dan masuk hewan berdarah dingin. Iwak merujuk pada sosok ikan.

Tapi ada yang unik, jika orang Jawa Timur atau Surabaya dan sekitarnya, ngomong iwak bisa berarti "lauk". Bahasa Jawa standarnya lawuh, iwak yang dimaksud disini adalah lauk-pauk pendamping nasi ketika makan, lihat contoh percakapan ini:

Penjual: Mangane nggawe iwak opo, Cak?
Pembeli: Lho, iwake opo ae, Ning?
Penjual: Ono iwak mujaer, iwak pithik, iwak tempe, iwak tahu, opo iwak peyek ae
Kalau dialek Jawa Timuran tadi diterjemahkan ke Bahasa Indonesia, hasilnya seperti ini:

Penjual: Makannya dengan lauk apa, Bang?
Pembeli: Lho, lauknya apa saja, Kak?
Penjual: Ada lauk Mujair, lauk ayam, lauk tempe, lauk tahu, atau lauk rempeyek saja.

Mangan karo iwak tempe artinya makan dengan lauk tempe, dan bukanlah ikan yang berbentuk seperti tempe. Lha, kalau iwak peyek, ya artinya lauk peyek. Seperti itulah Bahasa Jawa Timuran, unik dan menyalahi pakem bahasa Jawa standar.

Semoga ini bisa menjawab pertanyaan orang-orang yang tidak tahu tentang iwak peyek.
...

27 Maret 2012

Gangguan Sulit Tidur

Akhir akhir ini saya merasa kurang tidur ataupun kalau tidur tetap tidak bisa tidur dengan nyaman. Ada saja yang membuat malam-malam saya terlewati sebagian besar dengan terjaga, sudah hampir dua mingguan. Biasanya, mata tertidur saat jam sepuluh malam namun akhirnya terjaga jam 1-an dini hari. Padahal selama tidur itu, rasanya waktu berlalu sangat lama sekali. Eh, lha kok bangun-bangun masih jam 1. Mau tidur lagi susah, akhirnya ya... buka laptop, mengetik uneg-uneg dan browsing.

Parahnya mata ini terjaga sampai pagi hingga bekerja seperti biasanya, dan akhirnya terlelap lagi di sekira waktu yang sama. Namun dimalam berikutnya, lagi-lagi terjaga sebelum benar-benar pagi dan nggak bisa tidur lagi. Lalu mengetik atau nonton video di dini hari menjadi kebiasaan baruku, huaah. Saya tahu, kebiasaan seperti ini jelek dan jangan coba dilakukan. Browsing di internet, akhirnya nemu juga yang mirip. Setidaknya dua tipe gangguan ini menurutku mewakilinya.

Dyssomnia
Dyssomnia adalah klasifikasi luas dari gangguan tidur yang membuat sulit untuk bisa tidur, atau untuk tetap tidur. Gangguan utama memulai mempertahankan tidur atau mengantuk berlebihan
dan ditandai dengan gangguan dalam jumlah, kualitas, atau waktu tidur.

Pasien mungkin mengeluhkan kesulitan untuk tidur atau tidur terus, bangun sebentar-sebentar pada malam hari, bangun pagi, atau kombinasi dari semua ini. Episode transien biasanya signifikansi kecil. Stres, kafein, ketidaknyamanan fisik, tidur siang siang hari, dan waktu tidur awal adalah faktor umum.
Narcolepsy
Narkolepsi adalah gangguan tidur kronis atau dyssomnia, ditandai dengan kantuk yang berlebihan dan serangan tidur pada waktu yang tidak tepat, seperti di tempat kerja. Orang dengan narcolepsy sering mengalami susah tidur malam dan pola tidur yang abnormal siang hari, yang seringkali bingung dengan susah tidur . Narcoleptic, ketika tidur, umumnya mengalami REM tahap tidur dalam waktu 5 menit, sedangkan kebanyakan orang tidak mengalami tidur REM sampai satu jam kemudian.

Salah satu dari banyak masalah yang beberapa pengalaman narcoleptic adalah catalepsy, kelemahan otot tiba-tiba dibawa oleh emosi yang kuat (meskipun banyak orang mengalami catalepsy tanpa harus memicu emosional). Hal ini sering bermanifestasi sebagai kelemahan otot mulai dari hampir tidak kelihatan berkurangnya dari otot-otot wajah untuk menjatuhkan rahang atau kepala, kelemahan pada lutut, atau kehancuran total. Biasanya pidato melantur dan visi terganggu (visi ketidakmampuan, ganda untuk fokus), tetapi pendengaran dan kesadaran tetap normal. Dalam beberapa kasus yang jarang terjadi, tubuh seseorang menjadi lumpuh dan otot menjadi kaku. Beberapa orang yang terkena dampak narcolepsy juga mengalami indera tinggi dari rasa dan bau.

Narcolepsy adalah gangguan tidur neurologis. Hal ini tidak disebabkan oleh penyakit mental atau masalah psikologis. Hal ini kemungkinan besar dipengaruhi oleh sejumlah mutasi genetik dan kelainan yang mempengaruhi faktor biologis tertentu di otak, dikombinasikan dengan pemicu lingkungan selama perkembangan otak, seperti virus.

There is no Plan B

Mendengar orang yang memiliki karakter seperti judul kalimat diatas bayangan saya nih orang pasti keren banget. Tapi untuk menjadi orang yang tidak memiliki Plan B, setidaknya harus ada 3 faktor yang diperhatikan antara lain adalah:

Pertama, nih orang pasti punya kemauan yang keukeuh, ngeyelan, dan pasti nekat. Ditambah nih orang pasti mempunyai semangat yang 200% dimana selalu ‘nggak ada matinya’. Kasarnya orang ini mempunyai kemauan dan semangat yang kuat.

Kedua, terletak pada tujuan atau target yang ingin dicapai, is it reasonable? Apakah sangat efisien? Dan kenapa target itu harus tercapai? Apa perbedaan jika target itu tercapai atau jika tidak. Semua itu mengarah pada satu kalimat yaitu the reason. Pasti ada alasan kenapa orang tersebut tidak memiliki Plan B, mungkin tujuan atau target tersebut sangat berharga dan inilah yang terbaik.

Ketiga, terletak pada tolak ukur kemampuan seseorang. Saya percaya setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Ada yang bisa ditingkatkan agar kemampuannya bisa melewati orang lain atau ada yang tidak. Umumnya semua terkendala pada batas kemampuan fisik, tapi saya yakin dengan adanya pembelajaran (learning and training) yang lebih. Segala sesuatunya akan lebih baik.

Jadi saya pikir dalam kehidupan ini ada sesuatu yang mesti dijalani dengan tanpa Plan B. Atau justru menjadi orang yang ngeyelan dengan banyak plan dari A sampai E untuk sesuatu kasus tertentu. Intinya kita perlu mempertimbangkan baik-baik sebelum merencanakan melakukan sesuatu. Jadi, selamat menjadi manusia manusia tanpa Plan B.

Jelang Demo Kenaikan BBM 27 Maret 2012

Hari ini rencananya beberapa elemen mulai dari mahasiswa, buruh, beberapa LSM, dan parpol serentak untuk berdemo menolak rencana Pemerintah untuk menaikkan BBM. Saya berharap aksi ini merupakan klimaks hingga mampu membukakan mata hati Pemerintah. Saya berharap banyak untuk merasakan lagi bahwa sesungguhnya negara Indonesia ini masih ada. Negara yang dibangun oleh perasaan senasib, cucuran air mata dan darah. Janganlah dikotori oleh janji-janji semu Pemerintah untuk menyejahterahkan rakyatnya.

Selama ini Pemerintah beralasan dan berlindung dibalik alasan 'subsidi' BBM. Bahwa 'subsidi' BBM yang diberikan kas negara pada rakyat terlampau 'besar' bahkan selama ini defisit. Memang besar selisihnya, jika dibandingkan dengan harga minyak dunia, yang sekitar delapan ribu sekian per-liternya. Tapi kacau kalau sampai ngaku-ngaku gara-gara BBM dengan harga sekian kita masih defisit. Padahal bilang saja, kenaikan BBM ini karena Pemerintah ingin untung lebih, menyesuaikan dengan harga pasaran. Dan yang jelas agar APBN yang katanya 'defisit' -karena digunakan untuk pos belanja yang lain, bisa surplus kedepannya. Ya... surplus sih... surplus tapi teganya kalian membuat rakyat seperti kami mampus!

Seperti kita ketahui, maksudnya saya dan anda, pemerintah nggak. Saya ulangi, seperti saya dan anda ketahui bahwa BBM ini adalah kebutuhan vital rakyat Indonesia. Tak ada senyawa kebutuhan yang tak lepas dari unsur BBM ini. Artinya kenaikan BBM ini akan membuat efek domino dalam kehidupan masyarakat, seperti reaksi fusi yang akan menghancurleburkan tatanan kehidupan rakyat. Itung-itungan para preman Senayan mungkin cuma sebatas angka BBM ini naik maka APBN-nya surplus sekian milyar, sehingga bisa digunakan untuk lainnya. Lalu dikasihlah BLT atau yang direncanakan dinamai BLSM biar rakyat nggak terlalu ramai, dan sirkus lalu pindah ke antrian rakyat mencairkan BLT. "Lumayan 150 ribu,"

Tapi kita jangan mau dibodohi dengan pikiran cekak macam otak preman preman Senayan itu. 150 ribu, apakah sepdan dengan efek yang terjadi. Selain harus menambah pengeluaran untuk harga BBM, dipastikan harga kebutuhan pokok jelas naik, mulai dari beras, sayur, lauk pauk dan sebagainya, tambahkan kenaikannya per item berapa hari anda konsumsi dan bandingkan dengan nilai kedaan sekarang dan ketika BBM sudah naik. Lebih sengsara mana? Hanya dengan program simulasi sudah jelas bahwa, bantuan yang katanya buat tepat sasaran nggak ada efeknya bagi kaum marginal seperti kami.

Saya tahu, bahwa BBM di Indonesia ini penggunaannya sangat sangat tinggi bahkan harus impor dari negara lain untuk menjamin kebutuhan dalam negeri. Tapi itu sepenuhnya bukan salah kami, kalianlah Pemerintah yang membuat kondisi jadi seperti ini. Andai kalian tak membiarkan industri otomotif menjadi liar dan menjadi ketergantungan. Andai Pemerintah bisa menyediakan transportasi masal yang nyaman, efektif, dan efisien. Andai Pemerintah bisa membuat kebijakan pembatasan kendaraan di jalan. Tentunya rencana ini tak kan mendapat penolakan keras lagi.

Artinya sarana dan rencana ini seharusnya sudah ada dari dulu dan sudah diterapkan. Sekarang tinggal eksekusi kebijakan penghematan BBM dengan menaikkan harga BBM, nah itu baru benar. Namun yang terjadi kita sudah terlanjur tergantung pada BBM dan semua faktor pastinya. Jadi Pak Presiden, Pak Ketua DPR kami tetap menolak kenaikan BBM saat ini. Keputusan kenaikan BBM ini sungguh bukan keputusan yang cerdas dan bukan rencana yang matang. Ada banyak faktor yang harus anda perbaiki sebelum memutuskan kenaikan BBM.

25 Maret 2012

Madness Syndrome

Madness is like gravity...
Always pull me down....
Madness, makes me feel the life better...
I feel have spirit, ambition, and my mind get on!

Sometime, it going to be worse and wrong
But you wouldn't know if don't do it.
Madness, how I miss you so much more...
It makes me brave and feels strong

Now I learn to create you again...
YO2K THE MADMAN will be back.

"Madness is like gravity", Quote by The Joker

24 Maret 2012

Sakura

(*) Senada cinta bersemi di antara kita
Menyandang anggunnya peranan jiwa asmara
Terlanjur untuk terhenti
Di jalan yang telah tertempuh
Semenjak dini, sehidup semati

Kian lama kian pasrah ku rasakan jua
Janji yang terucap tak mungkin terhapus saja
Walau rintangan berjuta walau cobaan memaksa
Diriku terjerat, dipeluk asmara

Bersama dirimu terbebas dari nestapa
Dalam wangi bunga cita, cinta dan bahagia
Walau rintangan berjuta, walau cobaan memaksa
Diriku terbuai, di batas asmara

Kian lama kian pasrah kurasakan jua
Janji yang terucap tak mungkin terhapus saja
Walau rintangan berjuta, walau cobaan memaksa
Diriku terjerat, di peluk asmara

(**) Terlambat untuk berdusta, terlambatlah sudah

Menyentuh sanubari tak semudah kusangka
Yakin akan cintamu yakinkan segalanya
Perlahan dan pasti daku kan melangkah
Menuju damai jiwa

Kembali ke : (*)
Kembali ke: (**) 2x

22 Maret 2012

Hidup Itu Singkat Kawan, Jangan Kau Sia-Siakan

Sampai detik ini kita tak pernah tahu kapan umur manusia akan berakhir. Rahasia Illahi itu tak pernah terpecahkan sampai detik ini. Kematian bisa hadir alami karena penuaan, hingga raga tak mampu menyokong ataupun terkena penyakit, dan kecelakaan.

"You can't stop the destiny!"

Maka jalanilah hidupmu sebagai kalifah, isilah dengan kebaikan dengan sesama manusia, dan berbuatlah arif pada makhluk lain penyokong kehidupan kita. Intinya hidup ini hanya sekali, penuh misteri, dan janganlah melakukan kesia-siaan.

"Sudahkah anda berbuat baik hari ini?"

Kenaikan Harga BBM: SBY Untung Rakyat Buntung

Ada artikel menarik yang ditulis oleh Rieke Dyah pitaloka. Silakan disimak, ditelaah, dan menurut anda masih perlukah Pemerintah menaikkan BBM?

Saya Rieke Diah Pitaloka, sekedar mengingatkan 13 hari lagi adalah keputusan kenaikan harga BBM. Salah satu argumen SBY, kenaikan tersebut adalah untuk menyelamatkan APBN supaya tidak jebol.

Berikut saya sampaikan data yang tidak pernah SBY sampaikan kepada rakyat, hitungan yang sesungguhnya bahwa dengan tidak mengurangi subsidi dan tidak menaikan harga BBM sebetulnya APBN tidak jebol.

Berikut ini data yang saya kompilasi dari berbagai sumber, terutama dari para ekonom yang tidak bermahzab neolib!

  • Indonesia menghasilkan 930.000 Barel/hari, 1 Barel = 159 liter
  • Harga Minyak Mentah = 105 USD per Barel
  • Biaya Lifting + Refining + Transporting (LRT) 10 USD per Barel
    = (10/159) x Rp.9000 = Rp. 566 per Liter
  • Biaya LRT untuk 63 Milyar Liter
    = 63 Milyar x Rp.566,- = Rp. 35,658 trilyun
  • Lifting = 930.000 barel per hari,
    atau = 930.000 x 365 = 339,450 juta barel per tahun
  • Hak Indonesia adalah 70%, maka = 237,615 Juta Barel per tahun
  • Konsumsi BBM di Indonesia = 63 Milyar Liter per tahun,
    atau dibagi dengan 159 = 396,226 juta barel per tahun
  • Pertamina memperoleh dari Konsumen :
    = Rp 63 Milyar Liter x Rp.4500,-
    = Rp. 283,5 Trilyun
  • Pertamina membeli dari Pemerintah
    = 237,615 Juta barel @USD 105 x Rp. 9000,-
    = Rp. 224,546 Trilyun
  • Kekurangan yang harus di IMPOR
    = Konsumsi BBM di Indonesia – Pembelian Pertamina ke pemerintah = 158,611 Juta barel
    = 158,611 juta barel @USD 105 x Rp. 9000,-
    = Rp. 149,887 Trilyun
KESIMPULAN:
  1. Pertamina memperoleh hasil penjualan BBM premium sebanyak 63 Milyar liter dengan harga Rp.4500,- yang hasilnya Rp. 283,5 Trilyun.
  2. Pertamina harus impor dari Pasar Internasional Rp. 149,887 Trilyun
  3. Pertamina membeli dari Pemerintah Rp. 224,546 Trilyun
  4. Pertamina mengeluarkan uang untuk LRT 63 Milyar Liter @Rp.566,-
    = Rp. 35,658 Trilyun
  5. Jumlah pengeluaran Pertamina Rp. 410,091 trilyun
  6. Pertamina kekurangan uang, maka Pemerintah yang membayar kekurangan ini yang di Indonesia pembayaran kekurangan ini di sebut “SUBSIDI”
  7. Kekurangan yang dibayar pemerintah (SUBSIDI) = Jumlah pengeluaran Pertamina dikurangi dengan hasil penjualan Pertamina BBM kebutuhan di Indonesia
    = Rp. 410,091 trilyun – Rp. 283,5 Trilyun
    = Rp. 126,591 trilyun
  8. Tapi ingat, Pemerintah juga memperoleh hasil penjualan juga kepada Pertamina (karena Pertamina juga membeli dari pemerintah) sebesar Rp. 224,546 trilyun. Catatan Penting: hal inilah yang tidak pernah disampaikan oleh Pemerintah kepada masyarakat.
  9. Maka kesimpulannya adalah pemerintah malah kelebihan uang, yaitu sebesar perolehan hasil penjualan ke pertamina – kekurangan yang dibayar Pemerintah (subsidi)
    = Rp. 224,546 Trilyun – Rp. 126,591 Trilyun
    = Rp. 97,955 Trilyun
Artinya, APBN tidak Jebol justru saya jadi bertanya: dimana sisa uang keuntungan SBY jual BBM Sebesar Rp. 97,955 trilyun, itu baru hitungan 1 tahun. Dimana uang rakyat yang merupakan keuntungan SBY jual BBM selama 7 tahun kekuasaannya?
JANGAN MAU DIBOHONGI LAGI, mohon bantu berikan penyadaran kepada rakyat, tolak kenaikan BBM, Tolak BLT sebab itu adalah akal muslihat agar subsidi dicabut akibatnya SBY UNTUNG RAKYAT BUNTUNG!


Jakarta 16 Maret 2012
Salam Juang

21 Maret 2012

LA Mania vs Bonek, Masih Mungkinkah Akur?


Saya sedih dan sangat menyayangkan terjadinya tragedi kematian beberapa bonekmania saat mau menuju ke Bojonegoro via Lamongan dengan menaiki kereta api, beberapa hari yang lalu saat hendak menyaksikan PERSIBO vs PERSEBAYA. Dan terkait atau tidaknya oknum LA Mania dalam tragedi ini masih dalam penyelidikan. Namun Sudah lazim diketahui, bahwa Bonek dan LA Mania selalu terlibat pertikaian.

Ini perspektif dari saya, bukan mewakili dari dua sisi yang bertikai. Saya sendiri juga penikmat bola dan kebetulan putra Lamongan. Ngene-ngene iki lak, uneg-unege wong sing ngerasa lik bal-balan iku sakjane perlu diadohno teko antem-anteman Bola itu kan sport, olahraga jadi ya jangan dijadikan ajang kekerasan. Dadi yo aku nuwun sewu, lik pandanganku opo uneg-unegku nggawe lara ati para pengurus suporter sepak bola.

Tapi sekali lagi, saya sebagai insan pecinta sepak bola saya menikmati pertandingan bola. Memang dalam suatu pertandingan rasanya tak lengkap jika tanpa peran suporter apalagi jika pertandingan bola. Coba bayangkan... stadion yang begitu megahnya tak terdengar bahana suara mars lagu lagu penyemangat tim. Juga tak terdengar decak kagum, appalause, ataupun sorak sorai. Sepi... dan pasti gak bisa 'menjual'. Namun saya juga, sangat tidak setuju akan fanatisme yang berlebihan, hingga menyebabkan primordial yang membutakan antara kebaikan dan keburukan.

Di negara Indonesia ini, sepakbola adalah olahraga yang sangat populer. Jika menyebut, "Bola", maka konotasi yang lumrah adalah SEPAK BOLA. Tak mungkin basket, tak mungkin volley, tak mungkin hockey, ataupun sepak takraw. Ini adalah olahraga yang kita kenal dan geluti. Walaupun aktualnya di level Asia Tenggara pun kita selalu jadi pecundang. Rasanya tidak keterlaluan saya nyebut negara Indonesia ini masih pecundang (looser) yang banyak tingkah. Kalau ada Winner pasti ada Looser, dan harus diakui selama ini posisi kita ya seperti itu.

Tapi dukungan untuk tim tim liga di Indonesia juga sangat dahsyat. Apalagi kalau menyangkut masalah daerah atau kota. Siapa yang nggak memuji setinggi langit kalau timnya mampu berprestasi dan pasti membela mati-matian kalau ada yang mengejek. Sudah tak terhitung insiden tawuran antar suporter di Indonesia. Khususnya yang melibatkan antar tetangga kota. Bahkan akhirnya timbul rasa kesetiakawanan yang melibatkan tim ini berkawan dengan tim mana. Contoh gamblangnya seperti ini: sudah lazim diketahui pendukung Persebaya (Bonek Mania) tidak akur dengan pendukung Arema (Aremania). Sedangkan Persela dengan LA Mania-nya 'lebih akrab' dengan Aremania. Otomatis LA Mania musuhan dengan Bonek. Sedangkan Boromania (pendukungnya Persibo Bojonegoro), selama ini punya hubungan harmonis dengan Persebaya.

Secara historis, sebenarnya antara Surabaya, Malang, dan Lamongan mempunyai kedekatan, setidaknya dalam seni. Dimana Logo Bonekmania dan LA Mania tersebut dibuat oleh orang yang sama. Yaitu warga Lamongan yang bernama Ridwan, yang berasal dari Keset, dekat patung Kadet Soewoko. Desain gambarnya dinobatkan sebagai pemenang dalam lomba pembuatan logo suporter Persebaya (waktu itu belum bernama Bonekmania, masih suporter Green Force), yang digelar Jawa Pos sekitar tahun 1986. Begitu pula dengan LA Mania, dia membuat gambar logo tersebut memakai inspirasi wajah patung Kadet Soewoko. Patung yang gagah berdiri di kota Lamongan, dan menghadap ke timur seolah seperti 'Rambo' yang siap menghadapi musuh-musuhnya. Tapi, tahukah anda siapakah Kadet Soewoko itu?

Kadet Soewoko itu adalah pejuang kemerdekaan, yang gugur pada peristiwa heroik dalam menghadang agresi militer Belanda di daerah utara Lamongan, sekitar Paciran. Sedangkan dia sendiri ternyata bukan asli warga Lamongan. Dia adalah warga Malang, yang memimpin perjuangan melawan agresi Belanda di Lamongan.

Bagi saya pribadi, saya merasa dekat dengan dua klub di Jawa Timur, yaitu Persela dan Persebaya. 'Secara' saya lahir di Surabaya, nang RS Karang Menjangan, RSUD Dr. Soetomo. Saya menghabiskan masa kecil hingga SMA di Lamongan. Dan menghabiskan masa kuliah dan indekos hampir selama 7 tahun di Surabaya. Saya mulai mendukung Persela saat tertatih-tatih di Divisi II, pokoke kalau Persela main, pasti nonton. Hingga akhirnya mulai 2005 meninggalkan Lamongan dan nggak pernah nonton live lagi di Surajaya. Memang KTP-ku Batam, tapi lak medokku pancet Jawa Timuran, masio gak asli rek, mergone sik sering kepleset dialek Lamonganan.

Kembali ke topik,
kalau sepengetahuan saya dulunya LA Mania sangat respek pada Bonekmania. Bahkan mereka menganggap saudara tua. Karena zaman perserikatan, Lamongan 'kan sepekbolanya mati suri, tidak usah kaget kalau orang-orang Lamongan saat itu, adalah pendukung Persebaya. Hayoo Jujur! Saat itu di Jawa Timur, Persebaya adalah klub sepakbola yang paling kinclong sinarnya dan punya nama besar. Yang saya dengar, saat kebangkitan Persela yang diikuti dengan kebangkitan suporternya. Dimana mereka mulai bangga pada klub yang berasal dari kota sendiri, dan seolah ingin menjadikan trade mark baru. Namun kemunculan dan proses perkenalan LA Mania ini dianggap 'sebelah mata' oleh sang saudara tua, Bajul ijo dan Bonekmania-nya, alias tak mendapat respek! Lain halnya dengan Aremania, yang menyambut positif kehadiran LA Mania dengan Laskar Joko Tingkirnya. Apalagi memang banyak faktor kedekatan, antara pengurus awal LA Mania dengan daerah Malang.

Sejak beberapa peristiwa, antara lain pertandingan Divisi Utama saat di Surajaya, dimana Persela bertekuk lutut 4-0 dengan Persebaya. Dimana saat itu terjadi kerusuhan, LA Mania ngamuk dan Bonekmania pun jadi korban, 1 orang tewas, keplindes truk. Saya waktu menyaksikan secara live dari tribun VIP, bagaimana terjadinya kerusuhan itu. Ditambah lagi, momen piala Gubernur tahun 2003 yang juga berakhir bentrokan antar LA Mania dan Bonekmania.

Kalau menyoroti Bonekmania, saya sangat salut pada mereka. Dengan semangat militansinya, mereka seperti ada di semua tempat, di saat timnya bertanding. Dengan mars lagunya yang gampang diingat, "Dimana kau berada, di situ ku berada, karena kami Bonekmania."

Dan... itulah, asal masih bisa dijangkau dengan transportasi, pasti tempat Persebaya bertanding didatangi tak terkecuali di neraka, hehehehe!

Tapi yang bikin miris dari para suporter bola adalah jiwa-jiwa muda yang penuh gairah, meletup-letup dan militan. Perlu kendali dari orang orang yang berkompeten untuk menjadi lebih santun. Dan… itu tak hanya pada bonekmania, tapi hampir seluruh suporter yang militansinya tinggi itu terdiri dari kaum marginal. Antara lain adalah mereka yang sebagian besar terdiri dari adik-adik kita yang masih pengangguran, para pemuda putus sekolah, dan kalaupun bekerja, rata-rata berada pada sektor informal. Dan mereka ini sangat mudah untuk dimobilisir, namun sangat susah untuk diakomodir menjadi sosok-sosok yang lebih menghargai (menikmati) pertandingan dibanding show of power pada orang lain.

Lalu siapa yang patut disalahkan dengan perilaku supporter Bola kita? Ya jelas para pengurus suporter itu sendiri. Sampai dimana niat mereka mewujudkan sepakbola profesional ditunjang oleh suporter yang benar-benar menjunjung nilai-nilai sportivitas. Saya sangat setuju kalau mereka (suporter) diwajibkan memiliki member club atau kartu anggota, dimana tiap tiap wilayah (korwil) memiliki kompetensi atau kewenangan dan tanggungjawab agar membina suporter menjadi lokomotif yang tidak merusak klub tersebut. Kasarnya kalau ada anggotanya yang nggak bisa dibina ya diberi sanksi. Misalnya nggak bisa ikut nonton pertandingan selama satu musim dan member card-nya dicabut (dibekukan). Terus dibina secara intensif dan mendapatkan percobaan hukuman, tentu saja keterlibatan pusat juga dibutuhkan untuk membina mereka yang masih 'liar'. Hal ini juga harus diikuti ke arah eksternal, yaitu pada pembinaan persahabatan antara suporter masing-masing kesebelasan. Janganlah permusuhan antar suporter menjadi berlarut-larut dan turun-menurun. Yo ojo sampek,...sampek tuwek, sampek matek musuhan karo Bonek

Saya kok berandai-andai agar di setiap pertandingan di kota manapun, suporter dari pihak lawan tetap diberi kesempatan untuk menonton, tentunya diberi kuota tertentu. Bukan diharamkan untuk menonton seperti keadaan sekarang ini. LA Mania tidak mungkin datang ke Surabaya, begitu sebaliknya. Juga Bonekmania tidak mungkin datang ke Malang, dan sebaliknya. Kalau niat datang, ya setor nyawa!!!

Ya... mungkin harapan akur diantara para suporter yang bertikai cuma angan-angan saya saja, lha wong para petinggi PSSI juga masih kisruh. Apa lebih baik Sepak Bola ditiadakan dari bumi Republik Indonesia ini ya.....? Tiba-tiba semua orang Indonesia amnesia nggak tahu apa itu sepak bola, hehehehe. Hmm haaaah (ambegan dowo).

16 Maret 2012

I've Been Away Too Long

I've Been Away Too Long
Performed by George Baker

How can I say to you. I love somebody new.
You were so good to me always.
And when I see your eyes. I can't go on with lie.
It breaks your heart, but I just can't hide it.
Oh, no...

I, I've been away too long. Now I just can't go on.
I've been away too long. I, I've been away too long.
No, I can't be so strong. I've been away too long.

Don't look that way to me. It hurts you, so I see.
But I just can't go on with lie.
I gave you all I had. So there is nothing left.
I may be wrong, but I better go now.
Oh, no...

I, I've been away too long. Now I just can't go on.
I've been away too... I, I've been away too long.
No, I can't be so strong. I've been away too...

La, La, La, La, La, La, La.
La, La, La, La, La, La.

I've been away too long.

PS:
Nggak tahu, kok tiba tiba teringat lagu ini. Lagu oldies kesukaannya my room mate, zaman kos di GW5 dulu. Hehehe… kayaknya saya juga lagi menyukai sesuatu yang baru, dan ogah untuk balik lagi yang lama.
Catat: Bagiku ini bukan masalah cinta dengan manusia, tapi cinta dengan 'sesuatu' yang baru.

15 Maret 2012

Ketika Semangat Itu (Nyaris) Padam

salah satu potret tempat usaha yang sepi di tengah kota Batam
Banyak Motivator Entrepreneurship bilang, "Kalau mau kaya jangan jadi karyawan, jadilah pengusaha!"

Pengusaha itu adalah orangnya, sedangkan tindakannya disebut wirausaha. Kalau mau diterjemahkan secara leksikal adalah: wi·ra 1 n pahlawan; laki-laki; 2 a bersifat jantan (berani); perwira; dan usa·ha n 1 kegiatan dng mengerahkan tenaga, pikiran, atau badan untuk mencapai suatu maksud; pekerjaan (perbuatan, prakarsa, ikhtiar, daya upaya) untuk mencapai sesuatu: 2 kegiatan di bidang perdagangan (dng maksud mencari untung); perdagangan; perusahaan:

Sedangkan wirausaha sendiri kalau diartikan sama dengan wiraswasta, dimana menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), wi·ra·swas·ta n orang yg pandai atau berbakat mengenali produk baru, menentukan cara produksi baru, menyusun operasi untuk pengadaan produk baru, memasarkannya, serta mengatur permodalan operasinya;

Melihat situasi yang sedemikian ini seharusnya semangat kita menjadi terpacu untuk berlomba-lomba untuk berwirausaha. Apalagi kalau kita rajin ikut seminarnya Ipho Santosa atau Andre Wongso. Manusia mana yang tidak ngiler dan kepingin mendapatkan uang banyak. Tidak mau kan, melulu seumur hidup menjadi seorang pekerja pabrik (buruh)! Gimana bisa kaya?

Tapi ingat, semua kesuksesan ini tidak datang dengan tiba-tiba harus ada kerja keras. Artinya untuk membangun suatu kepercayaan ke konsumen tentunya perlu suatu proses dan inovasi. Hal ini tentu harus dilandasi keyakinan, perhitungan yang bagus (pandai membaca pasar/peluang), dan semangat yang tak kunjung padam. Ini adalah modal dasar yang seharusnya dimiliki. Semua hal ini membuat kita memiliki rasa cinta dan tanggung jawab untuk menjadikan usaha kita lebih berkembang dan berinovasi.

Paling enak, wirausaha itu berasal dari hobi. Kalau senang main Game dan Internet ya... dirikanlah Game Station dan Warnet. kalau pintar buat roti, ya sudah bikin roti saja. Kalau pintar masak ya.. bikin warung makan. Idealnya kan seperti itu, tapi sekarang kan banyak juga waralaba yang membuat kita tidak merasa berusaha sendiri dari titik nol.

Harus diakui dalam berusaha harus pintar membaca 'peta konsumen'. Diakui atau tidak segmen pasar itu bermacam-macam, terbentuk dari beberapa faktor ekonomi dan jenis usaha kita, tentunya terimbas pada hal ini. Juga pemilihan lokasi, serta budaya. (Berhenti sejenak) - Emm.. maaf, saya tidak ingin menggurui hanya memandang saja.

Misalnya seperti ini, kita buka Game station yang nanggung, kurang wah... ditempat/daerah orang-orang ekonomi atas, dimana mereka rata rata tiap KK sudah memiliki PS atau N2 wii sendiri. Ya... jangan berharap banyak. Begitu juga, kita mencoba menjaring konsumen ditengah kebingungan segmen yang hendak kita bidik, dengan menawarkan sesuatu yang biasa pada konsumen. Kalau seperti ini, saya sebagai konsumen tentu akan mencari harga yang murah (standar) daripada harus membayar lebih mahal.

Tapi.... kadangkala saya ngeri melihat semangat dan kegigihan para pengusaha, khususnya di Batam. Ada yang berbulan-bulan warungnya sepi sepi saja, tetap ikhtiar... nambah ini itu, dekor dan menu. Masih sepi lagi.... bikin model angkringan (karena di kota itu lagi demam angkringan). Masih sepi... tetap nekad.

Ya... itu ma bunuh diri, mungkin harus dievaluasi, kadangkala pemilihan lokasi yang salah padahal sebenarnya masakannya enak. Mungkin juga masakannya yang terkesan 'biasa'. Ya... ada banyak kendala sebenarnya dalam berwirausaha. Tapi sebenarnya, yang penting kita mesti tetap 'terjaga' dan evaluasi, tidak menutup kritikan dan selalu semangat, dan siap berinovasi.

Salam sukses! Semoga tetap menyala semangat usaha anda!

14 Maret 2012

K I S S (Keep It Simple Stupid)

(mungkin ada pembaca yang merasa kok saya dibilang stupid, namun kalau yang berkata seperti di atas adalah seseorang yang memecahkan masalah yang sekian lama tidak bisa dipecahkan banyak ahli kepada para ahli tersebut, rasanya tidak terlalu sarkasme,... sombong dikit mungkin iya)

Pertama:
Salah satu dari kasus yang ada adalah kasus kotak sabun yang kosong, yang terjadi di salah satu perusahaan kosmetik yang terbesar di Jepang. Perusahaan tersebut menerima keluhan dari pelanggan yang mengatakan bahwa ia telah membeli kotak sabun (terbuat dari bahan kertas) kosong. Dengan segera pimpinan perusahaan menceritakan masalah tersebut ke bagian pengepakan yang bertugas untuk memindahkan semua kotak sabun yang telah dipak ke departemen pengiriman. Karena suatu alasan, ada satu kotak sabun yang terluput dan mencapai bagian pengepakan dalam keadaan kosong. Tim manajemen meminta para teknisi untuk memecahkan masalah tersebut.

Dengan segera, para teknisi bekerja keras untuk membuat sebuah mesin sinar X dengan monitor resolusi tinggi yang dioperasikan oleh dua orang untuk melihat semua kotak sabun yang melewati sinar tersebut dan memastikan bahwa kotak tersebut tidak kosong. Tak diragukan lagi, mereka bekerja keras dan cepat tetapi biaya yang dikeluarkan pun tidak sedikit.

Tetapi saat ada seorang karyawan di sebuah perusahaan kecil dihadapkan pada permasalahan yang sama, ia tidak berpikir tentang hal-hal yang rumit, tetapi ia muncul dengan solusi yang berbeda. Ia membeli sebuah kipas angin listrik untuk industri yang memiliki tenaga cukup besar dan mengarahkannya ke garis pengepakan. Ia menyalakan kipas angin tersebut, dan setiap ada kotak sabun yang melewati kipas angin tersebut, kipas tersebut meniup kotak sabun yang kosong keluar dari jalur pengepakan, karena kotak sabun terbuat dari bahan kertas yang ringan.

Kedua:
Pada saat NASA mulai mengirimkan astronot ke luar angkasa, mereka menemukan bahwa pulpen mereka tidak bisa berfungsi di gravitasi nol, karena tinta pulpen tersebut tidak dapat mengalir ke mata pena. Untuk memecahkan masalah tersebut, mereka menghabiskan waktu satu dekade dan 12 juta dolar.

Mereka mengembangkan sebuah pulpen yang dapat berfungsi pada keadaan- keadaan seperti gravitasi nol, terbalik, dalam air, dalam berbagai permukaan termasuk kristal dan dalam derajat temperatur mulai dari di bawah titik beku sampai lebih dari 300 derajat Celcius.

Dan apakah yang dilakukan para ahli Rusia ? Mereka menggunakan pensil!.

Ketiga:
Suatu hari, pemilik apartemen menerima komplain dari pelanggannya. Para pelanggan mulai merasa waktu tunggu mereka di pintu lift terasa lama seiring bertambahnya penghuni di apartemen itu. Dia (pemilik) mengundang sejumlah pakar untuk men-solve. Satu pakar menyarankan agar menambah jumlah lift.
Tentu, dengan bertambahnya lift, waktu tunggu jadi berkurang. Pakar lain meminta pemilik untuk mengganti lift yang lebih cepat, dengan asumsi, semakin cepat orang terlayani. Kedua saran tadi tentu memerlukan biaya yang tidak sedikit. Tetapi, satu pakar lain hanya menyarankan satu hal, "Inti dari komplain pelanggan anda adalah mereka merasa lama menunggu".
Pakar tadi hanya menyarankan untuk menginvestasikan kaca cermin di depan lift, agar pelanggan teralihkan perhatiannya dari pekerjaan 'menunggu' dan merasa 'tidak menunggu lift'.

.............................................................................................................................
Moral cerita ini adalah sebuah filosofi yang disebut KISS (Keep It Simple Stupid), yaitu selalu mencari solusi yang sederhana, sehingga bahkan orang bodoh sekalipun dapat melakukannya.

Cobalah menyusun solusi yang paling sederhana dan memungkinkan untuk memecahkan masalah yang ada. Maka dari itu, kita harus belajar untuk fokus pada solusi daripada pada berfokus pada masalah

13 Maret 2012

Kisah Masa Kuliah: Pejantan Tangguh


Kalau bicara masa kuliah, ada saja cerita lucu. Dan kali ini sengaja baru terekspos kala ngangen-angen masa lalu itu, kok yo bisa nganeh-anehi. Kali ini kita membahas tentang para pejantan tangguh...(eh sorry maksudnya para Pejalan Tangguh), wah nggak sama dengan judulnya, iyalah namanya provokatif! Mau tahu ceritanya, memori nista ini seharusnya nggak boleh terungkap, hanya jadi rahasia para pelakunya saja, hehehe.

Catat: Pengalaman nista ini hanya dilakukan oleh orang-orang jomblo yang nggak punya pacar dan nggak punya kegiatan di malem Minggu. So, Don't try this at your campus!

Kalau nggak salah kejadiannya tahun 2002-an. Pelakunya tak lain adalah jomblowan-jomblowan dari GW5 crews. Kami memang satu kos-kosan, tinggal di Gebang Wetan No 5. Pada saat itu, kami sudah Senior dan dalam proses menjadi angkatan Jurassic. Tapi yang jadi masalah, banyak diantara kami (semua sih) masih nggak punya pacar. Jadi setiap malem minggu, kami habiskan dengan jalan-jalan dengan nggak karuan, jalan-jalan ke TP, ke Mall Galaxy, ataupun ngelakuin kegiatan yang nggak jelas. Mentok-mentoknya di kosan, lalu main truff, catetan kumulatif, yang kalah jongkok sampai pagi.

Tapi hari itu, kami ingin melakukan sesuatu yang lain, sesuatu yang fenomenal! Kebetulan hari itu, ada penampilan Titi DJ di Tunjungan Plaza (TP berapa ya.. 2 atau 3, lupa). Kalau nggak salah itu acara dari suatu produk telekomunikasi.

Jadilah... menjelang sore tiba (jam 5-an), kami: Saya, Arinda, Dadi, Gembul, Nanok, Juwik (kalau nggak salah) melakukan sesuatu yang akan merubah dunia dan mencatatakan namanya di Sejarah Gebang Wetan 5. Berangkat ke TP sepakat nggak naik motor, tapi naik kendaraan umum (lyn O lantas oper ke lyn E). Sampai sana, kami memang lihat acaranya, termasuk juga penampilan sang Diva.

Lepas acaranya usai, sudah menunjukkan pukul setengah sepuluh malam. Kami kemudian makan malam (bakso/nasi goreng) disekitar TP (tentu saja cari yang murah, lha wong tahu sendirilah, mahasiswa kere!). Setelah dirasa kenyang dan puas cuci mata di keramaian Surabaya. Akhirnya aksi itu dijalankan, dengan mengucap Bismillah dan bertekad bulat kami lalu beraksi.

Rute yang kami pilih saat itu adalah dari TP lalu nyeberang menuju Gedung Surabaya Post, Lantas ke Kayoon terus ke Karimun Jawa, lalu sampai Gubeng, lalu lurus saja menyusuri Kertajaya Raya hingga sampai Kertajaya Indah, notok pasti nyampai ITS. Kalau dilihat di Google map katanya jaraknya sekira 8.6 KM, dan sekira 16 menit


Tapi itu lak jare mbah Google, saat itu kan belum ada google map. Apalagi kenyataannya kayaknya hampir 10Km-an deh, ditambah kalau jalan dengan baju rapi itu sangat aneh. Bayangkan pakaian necis, jeans ketat dengan sandal kulit keren, hanya untuk jalan kaki doang. Hah!! Tahu nggak betapa tersiksanya, baik fisik maupun mental (harga gengsi). Padahal masih banyak lyn (angkot) yang berseliweran menuju ITS (Keputih atau Gebang), tapi tekad sudah mengeras dalam hati walau selemah apapun. Maju terus pantang Mundur! VIVAT ITS!!! Apalagi ini adalah ajang adu gengsi diantara kami, menyerah berarti siap menerima olok olok seumur hidup di kosan, KEJAM!

Kalau jalannya nyantai sih mending, tapi ini jalannya sudah kenceng, kayak orang kebelet saja. Yang jelas keringat bercucuran, akhirnya ya nyari jual air mineral botolan disepanjang jalan yang. Ya... sudah, sempat berhenti sebentar di sekitaran prapatan Unair (Dharmawangsa), tapi akhirnya tetap lanjut jalan kaki juga menuju Kertajaya Indah. Arinda, Robi tetap terdepan, diikuti Nanok dan aku, terus di baris terakhir ada Gembul dan Dadi. Kayaknya sih Gembul nggak siap diajak jalan beneran, kirain bercanda kali hehehe.

Akhirnya setelah setengah jam lewat, nyampai juga ke pintu gerbang Gebang Lor. Eh ini terhitung cepat lho, kalau nggak percaya coba pecahin rekor kami. Dan, kosan pun sampai. Setelah leyeh-leyeh, ngeringin keringat, lalu cuci muka, sholat Isya' eh langsung ngeloyor lagi ke Warsik (Warung Gresikan) pertigaan Gebang Lor. Hehehe penuh, akhirnya ke Warsik yang dekat Warkit. Langsung pesan semangkuk I*d*mie kuah plus Es susu soda. Segeerrr banget, hehe kami ketawa ketiwi disana, nggak habis pikir malem-malem jalan kaki dari TP ke Gebang. Kok bisa ya melakoni cara kayak gini, hehehe...
"Ok... kapan kapan kita ulangi lagi!!" ajak Arinda, cah Solo yang nyasar di SisKal-ITS.

Aku, Dadi, dan Nanok berpandangan tak mengiyakan ataupun menolaknya.

Tapi malam ini, bukan malam pertama dan terakhir bagi pejalan pejalan tangguh macam kita. Karena rupanya si Arinda dan Nanok juga melakukannya lagi dari TP sampai Gebang, bahkan sampai dua kali lagi, tentunya dengan menularkannya pada para penghuni GW5 yang lain. Yang pingin merasakan sensasi jalan-jalan di tengah malam. Pertama dari Viaduk Gubeng lalu melalui Unair Kampus A, terus lurus ke Dharmahusada, sampai Galaxy Mall, terus ke ITS.

Rute 2


Terus yang kedua, melewati viaduk Gubeng lalu belok kanan terus melewati Unair Kampus B dan akhirnya nembus depannya Gramedia Kertajaya, hehehe. Yang aneh aneh ini, sayang aku melewatkannya (kayaknya karena aku sudah dapat pacar, hehehe).

Tapi sesungguhnya kami punya rencana yang besar yaitu melakukan jalan-jalan malam dengan melalui rute dari Perak menuju ITS dengan melewati Kenjeran. Sayangnya, ide gila itu sampai lulus belum pernah terwujud oleh wong wong edan GW5 Crews

Rute 3: PERAK-ITS


Moral dari kisah ini:
Sebenarnya tidak ada yang tidak mungkin bisa dilakukan, apalagi oleh arek-arek ITS. Yang berbau IPTEK saja bisa, apalagi yang berbau ngawur! Jarak itu hanyalah vektor, selama masih jelas koordinatnya, pasti bisa tercapai.

10 Maret 2012

Awas Kesetrum!!!

Beberapa saat sebelum nulis blog, kejadian itu kualami. Kaget dan menjengkelkan!

Sebenarnya lebih tepatnya bukan hanya sekedar kesetrum, tapi kenapa bisa terjadi? Mesti dicari pakai 5 Why biar mantrap! So corrective dan preventive action pasti dapat.

Sengatan listrik atau yang sering disebut setrum merupakan bahaya yang sering terjadi akibat kelalaian manusia. Istilah kesetrum dapat diartikan sebagai suatu peristiwa hubungan singkat, dimana tubuh manusia menjadi konduktor bagi arus listrik. Konduktor ialah benda-benda yang dapat menghantarkan listrik. Lalu mengapa listrik bisa nyetrum???

Listrik nyetrum ini bisa diakibatkan oleh instalasi listrik yang tidak benar. Artinya sistem pengkabelan, pada terminal maupun panel-panel listrik tidak memenuhi kaidah dengan benar. Seharusnya instalasi yang benar adalah jika rangkaian kabel ada 3 bagian, berarti masing-masing kabel adalah kabel phase (warna hitam), kabel netral (warna biru) dan kabel grounding (warna hijau-kuning). Namun itu idealnya dan benar menurut syarat Instalasi Listrik.

Tapi jangan anda lantas mengikuti apa yang saya jelaskan. Karena tidak semua instalasi kabel seperti itu, apalagi rumah-rumah yang tidak kita desain sendiri, alias beli dari developer. Tidak semua instalasi kabel menganut kaidah hitam itu phase, netral itu biru, dan grounding sudah pasti hijau. Hah.... contohnya di rumahku, warna kabel NYA nggak karuan. Kadang merah = phase, kadang hitam, atau kadang ketiga kabel sama, yang buat beda cuma cat tembok yang sudah merempul. Hmm...gak tau deh, ini tukangnya gak ngerti listrik atau gimana?

Tapi yang jelas, mulai minggu lalu, saya sudah curiga ada yang nggak bener pada instalasi listrik di rumah saya. Masak stop kontak (model Clipsal kaki 3) sedang OFF, lha kok di dua sisinya (phase dan normal) di-testpen nyala semua. Wah nggak bener nih! Pantes saja tiap bulan tagihan listrik nggak turun-turun, lha wong arusnya bocor. Wah, mbayangin titik titik yang perlu kucek, ealahmlha kok pingin muntah banyak banget, belum lagi mesti merangkak diatas plafon. Tapi ini kan bisa bahaya, bisa nyebabkan kebakaran! Gimana kalau korsleting. Kamar keponakan saya saja masih kubiarkan lampunya kulepas dari fitting-nya, gara-gara 2 hari yang lalu tercium bau kebakar dan lampu langsung padam, MCB OFF.

Tapi kayaknya bukan saya saja yang ngalami situasi kayak gini, tetangga sebelah saya akhirnya ngambil keputusan untuk nambah daya. Kebetulan di PLN BATAM lagi ada program GRANADA (Gratis Nambah Daya). Gara-garanya listrik jeglek terus, pikirnya mungkin 1300W masih kurang. Tapi aku baru kepikiran tadi sore, jangan-jangan masalahnya sama, lha wong pemakain kami juga sama. Kok bisa dia kurang daya? Jangan-jangan???

Yeah... padahal di tempat kerja, saya lagi semangat-semangatnya ngeritisi Maintenance dan Facility-ku tentang Grounding-nya yang gak bener. masak Grounding bisa nyampe 80V lak yo ciloko! Normalnya Grounding itu kan kurang atau sama dengan 2 Volt. Lha ini kok bisa nyampai 80 volt? Begitu wrist strap dipakai di lengan lalu megang alat elektronik, misalnya torque driver, dash... langsung suicide. Heheheh... sadis! Lha wong padahal mereka pakai wrist strap itu biar listrik stastis di tubuh langsung tergrounding kok malah sebagai piranti bunuh diri. Inilah kenapa kami usulkan untuk bentuk Tim Grounding Jaya di perusahaan kami untuk safety project dan electrical reduce cost. Pernah ada anak produksi yang nangis gara gara trauma. Dan kayaknya masalah kelistrikan disana juga belum beres. "Ruwet, Mat!" Katanya. Apalagi hal seperti ini nggak (belum) didukung oleh komite K3, lha wong kami nggak punya komitenya. Blue print atau wiring cable installation drawing saja nggak matching hehehe, jadi kalau dipikir pikir ya... tinggal nunggu celakanya saja.

Kembali ke masalah keruwetan instalasi kabel di rumah, kayaknya aku harus mulai nggambar Blue print untuk Instalasi Kabel Rumahku, demi keselamatan bersama. Karena ini adalah bagian dari Preventive Action. Dan untuk Corrective Action, insya Allah bakal dimulai minggu depan, minggu ini cek fenomena-fenomenanya dulu.


09 Maret 2012

THE DOORS: The End

THE DOORS
"The End"

This is the end
Beautiful friend
This is the end
My only friend, the end

Of our elaborate plans, the end
Of everything that stands, the end
No safety or surprise, the end
I'll never look into your eyes...again

Can you picture what will be
So limitless and free
Desperately in need...of some...stranger's hand
In a...desperate land

Lost in a Roman...wilderness of pain
And all the children are insane
All the children are insane
Waiting for the summer rain, yeah

There's danger on the edge of town
Ride the King's highway, baby
Weird scenes inside the gold mine
Ride the highway west, baby

Ride the snake, ride the snake
To the lake, the ancient lake, baby
The snake is long, seven miles
Ride the snake...he's old, and his skin is cold

The west is the best
The west is the best
Get here, and we'll do the rest

The blue bus is callin' us
The blue bus is callin' us
Driver, where you taken' us

The killer awoke before dawn, he put his boots on
He took a face from the ancient gallery
And he walked on down the hall
He went into the room where his sister lived, and...then he
Paid a visit to his brother, and then he
He walked on down the hall, and
And he came to a door...and he looked inside
Father, yes son, I want to kill you
Mother...I want to...fuck you

C'mon baby, take a chance with us
C'mon baby, take a chance with us
C'mon baby, take a chance with us
And meet me at the back of the blue bus
Doin' a blue rock
On a blue bus
Doin' a blue rock
C'mon, yeah

Kill, kill, kill, kill, kill, kill

This is the end
Beautiful friend
This is the end
My only friend, the end

It hurts to set you free
But you'll never follow me
The end of laughter and soft lies
The end of nights we tried to die

This is the end