Social Icons

twitterfacebookgoogle pluslinkedinrss feedemail

24 Februari 2012

Kesalahan Yang Turun Menurun

Pagi ini saya mendengar celoteh para member saya, dimana 1 ons masih dianggap 100 gram. Hmm akhirnya aku ikut nimbrung mau benarkan masalah kesalahan yang sudah lama kudengar ini, biar tidak berulang lagi. Setidaknya saya menyelamatkan dan mengajarkan lagi 3 kebenaran, bahwa:


1 ounce/ons/onza = 28,35 gram (bukan 100 g.)
1 pound = 453 gram (bukan 500 g.)
1 pound = 16 ounce (bukan 5 ons)

Semoga rakyat Indonesia tidak keblinger dengan ajaran sesat turun menurun ini. Sopo sing ngarang koyok ngene, iso-iso sampek guru Matematikaku SD jaman biyen kok melu melu ngajarno koyok ngene???

Hehehe... saya sebenarnya bangga kepada orang tersebut, hingga bisa menanamkan pengaruh kesalahan turun menurun pada bangsa Indonesia. SUPER SEKALI!!!!

20 Februari 2012

Guardian Angel

Kalau ada yang tanya, "Kamu percaya sama makhluk ghaib?"
"Percaya!" jawabku.
"Apa kamu percaya malaikat?"
"Sangat percaya, bukankah dia juga makhluk ghaib?"
"Kalau kamu percaya, apakah kau juga percaya tentang Guardian Angel?"

Hmmm... gimana ya? Susah dicerna, tapi saya akan berusaha membuat suatu argumen atau wacana dalam tulisan ini. Terus terang saya belum menggali Al Quran dengan begitu dalam, dan belum tahu benar atau tidaknya kaitan dengan masalah ini. Yang akan saya utarakan disini hanya sebatas pengalaman pribadi dan kulihat dengan kacamata saya saja.

Pertanyaan, "Bukankah semua makhluk sudah digariskan takdir hidup dan mati, serta jodohnya jauh sebelum dilahirkan?"
"Bagaimana jika rancangan Tuhan itu bermasalah?"
"Maksudmu Tuhan salah?"

Tidak, maksud saya tidak seperti itu. Maksud saya jika ternyata apa yang sudah diamanahkan dan digariskan. Tapi ternyata orang tersebut mempunyai keterbatasan, misalnya fisik yang lemah atau sifat yang ceroboh. Lantas jika ditakdirkan mati usia 50 tahun, tapi ternyata dia ini dicurigai tak mampu mengembannya hingga kemungkinan bisa celaka dan mati cepat. Lalu apakah Tuhan tinggal diam dan membiarkan rancangannya berantakan alias salah?

Jawabannya adalah "Tidak!"

Tidak akan mungkin DIA membiarkannya berlaku seperti itu. Dari sinilah tercetus suatu istilah Guardian Angel di benak saya. Ya, artinya Malaikat Pelindung.

Contoh kasarnya seperti ini, sebuah sistem pasti diinginkan untuk mencapai sifat yang setimbang atau steady state. Jika sistem yang dia ingin bertahan dalam kurun waktu tertentu tapi nyatanya dengan sendirinya akan tidak mampu, tentunya perlu suatu tindakan atau gain. Sehingga gain ini diharapkan menjadikan sistem lebih stabil lagi. Nah Gain inilah yang mau saya comot sebagai Guardian Angel. Dia inilah tangan tak kasat mata Sang Kuasa (invisible hand of God).

Istilahnya.... jika kamu mengalami kecelakaan yang seharusnya bisa fatal namun anda masih segar bugar atau minimal cedera ringan. Bukankah itu sudah mencerminkan adanya Sang Guardian Angel berada disamping anda? Artinya takdir anda bukan saat ini.

Benar atau tidaknya, sekali lagi itu kuasa Illahi dan saya tidak tahu, hanya menduga. Karena saya berpikir, seharusnya beberapa kali saya sudah tewas, tapi tidak. Sampai saat ini masih susah dinalar dan saya selalu bersyukur DIA telah memberikan kehidupan ini padaku. Mungkin ini Bonus atau extra life, tapi... begitulah adanya. Dan mungkin saya punya Malaikat Penjaga, bagaimanapun juga "Thanks God!"

"Hmm... ada yang bisa bantu saya?"

Kisah Masa Kuliah : Salah Jurusan

Sebenarnya males ngungkit-ngungkit cerita masa lalu, tapi ya sudahlah.... sudah lebih sepuluh tahun berselang mungkin cerita lama ini layak kutulis. Cerita cerita ini kutulis dalam beberapa pengalaman, sengaja tidak kuberi urutan karena berupa loncatan-loncatan ingatan saja. Jadi ya... mohon maaf sekenanya.

Selepas aku divonis gagal untuk masuk SPMB (apa UMPTN ya namanya waktu itu) di tahun 1997. Akhirnya hari itu juga aku berpikir cepat, cari brosur brosur yang dibagikan saat pulang ujian SPMB. Hmm... orang tua pinginnya aku kuliah, tapi sebagai kedua orang tua yang berprofesi Guru yang penghasilannya pas-pasan mereka menginginkanku masuk sekolah yang murah dan bermutu.

Dengan kata lain Universitas kayak gitu, ya Universitas Negeri. Saat itu pilihannya cuma Negeri atau Swasta, gak ada extention. Lihat brosur D3 Unair... ya ujian dah lewat, lihat D3 Unibraw, ya... ujiannya besok Senin padahal sekarang Sabtu. Waktu sudah menunjukan jam 9 pagi. Perjalanan Lamongan ke Malang kira-kira 3.5 ~ 4 jam kalau naik Bus, itupun belum ditambah puter-puter nyari angkot yang menuju ke Unibraw, dan nyari kosan.

Maklum waktu itu blank dan gak tahu mana-mana selain Lamongan saja. Akhirnya seorang temen nyodorin brosur D3 & Politeknik ITS, seminggu lagi pendaftaran ditutup.
"Hmm... masih ada waktu..." pikirku.

Tapi kenapa harus ITS? Kampus yang paling kubenci. Kenapa kubenci? Ya.. karena para alumni SMADA (SMAN 2 Lamongan) yang diterima ITS rata rata sosok yang nggak kusukai, terkesan sombong dan arogan. Apalagi kalau bukan karena slogan "Arek ITS Cuk!"

Akhirnya selepas Sabtu-Minggu bersedih-sedih 'merayakan' kegagalan nembus SPMB, Senin nya aku ditemani Ibu tercinta berangkat ke Surabaya nyari dimana lokasi ITS. Setelah ngalor ngidul ngetan ngulon, naik Bus AKDP turun di Wilangun, sambung Bus Kota turun Jembatan Merah, terus naik lyn O menuju Keputih. Saat itulah baru ngeh kalo ITS di daerah Keputih.

Datang langsung menuju Gedung BAAK-ITS, Dr. Angka. Lihat sana, liat sini akhirnya daftar juga terus seperti bias ngisi formulir. Saat itulah mulai bimbang, mau milih mana: pilihan D3 mengerucut ke: Teknik Sipil Bangunan, Teknik Mesin, atau Teknik Elektro-Computer Control. Dalam hati pinginnya pilihan seperti di atas, tapi akhirnya tanya yang lebih ngerti katanya Grade tertinggi Teknik Elektro, Teknik Mesin, baru Teknik Sipil Bangunan. Akhirnya nulisnya jadi pilihan pertama Computer Control, kedua baru Sipil Bangunan. Padahal sebenarnya lebih nge-fans ke Sipilnya karena saya hobi corat coret alias gambar!

Loncat, singkatnya setelah bersusah payah ujian dan deg-deg ser hari pengumuman tiba.... Langsung kucari namaku di Jurusan Sipil Bangunan, sayangnya kulihat nggak ada. Lalu dengan gontai ngelihat ke papan pengumuman tempat Teknik Elektro Computer Control. Hmm.... rupanya namaku nongkrong ditengah-tengah! Hah aku masuk Elektro??? Entah aku harus tertawa senang atau bagaimana? yang jelas, aku sangat alergi Elektro. Maklum saat SMP, kerjaan kami tentang rangkaian radio FM dibanting Pak Guru dimuka kami, hanya gara-gara salah masang Elco (Electrolytic Capacitor). Dan saat itulah saya bersumpah:
"Banting-bantingen gak popo, aku yo gak kathe melbu Elektro, gak pateken!"

Memang akhirnya saya masuk Jurusan D3 Teknik Elektro Computer Control, bahkan akhirnya melanjutkan lintas jalur ke jenjang S1 Teknik Elektro. Walaupun begitu, saya tetap sedikit alergi dengan rangkaian elektronika sampai sekarang. Kalau dibilang saya salah jurusan, memang! Tapi ini adalah kesalahan yang indah dan saya menikmatinya.

Moral dari kisah ini:
Janganlah kamu sampai terlalu membenci sesuatu karena bisa jadi kau akan termakan omonganmu. Kalau benci cowok ya jangan segitunya, jangan jangan dialah yang kelak jadi pasangan hidupmu.

19 Februari 2012

CNY 2012: Trip to Singapore

Akhirnya keturutan juga ngajak keluarga jalan-jalan bareng ke Singapura. Walaupun terkesan mendadak, dan baru diusulkan istri, H-3. Sebenarnya yang bikin gamang ke sana itu, gara-gara mbayangin repotnya kalau bepergian dengan anak-anak. Tapi akhirnya ya gitu deh jalani aja.

Jadilah akhirnya sehari sebelum "Gong Ci Fa Cay", kami sekeluarga berangkat. Tepat pukul 8.30 WIB, fery Batamfast meninggalkan pelabuhan Batam Center menuju Harbour Front, Singapore. Sebenarnya sih aku baru 4 kali ke Singapore itu pun sorangan wae, paling banter sama temen-temen, malah sama ibunya anak-anak juga belum pernah. Masuk Singapore kita langsung dihadapkan pada pintu imigrasi, aku kebagian bawa si Echa, anak keduaku yang baru berumur 1.5 tahun sedangkan abangya yang belum genap 5 tahun ke imigrasi bareng mamanya. Yang ada di pikiran burukku saat itu, pasti si petugas imigrasi nuduh aku mau jual bayi alias trafficking. Apalagi urutannya ngadep si petugas imigrasi misah, aku kebagian si sipit sedang Ibu dan abangnya kebagian si item. (Hm...SARA banget nih.. jangan ditiru)
Gini kira-kira pertanyaannya, "What's your business in Singapore?"
Aku jawab, "Just trip and vacation with my family." Dalam hati nih orang usil banget pingin tau aja.
Lanjut, "How many days?"
Langsung kujawab,"Just one day, after that back to Batam."
"Only one day? Oya where's her mom?" Nih orang nggak percaya banget, kayaknya tampangku kriminal banget yoo.
"There are they, mom and my son." sambil kutunjuk ke arah ibunya. Dia lalu melihat ke arah istri dan anakku yang sudah nunggu.
"OK, enjoy the trip. Next please!" pungkasnya...

Lega deh..... setidaknya ini yang kedua aku mengalami momen ketidakpercayaan dari petugas imigrasi. Pada awal ke Singapore dulu, sempat aku ditanya hal yang sama, terus dengan siapa saya kesini (Singapura)? Akhirnya setelah kutunjukkan surat dinas baru percaya, memang sih saat itu tampang ndeso & gondrong, persis TKI hehehee... lha sekarang podho

Setelah lingak linguk, akhirnya kami memutuskan naik MRT saja, tujuan pertama kami ke Orchard Road. Semua serba auto dan seperti tidak memerlukan operator/petugas. Berhubung nggak punya uang dollar pecahan kecil ( kurang dari S$5) akhirnya nyamperin informasi untuk beli card saja, pikirku lebih hemat kalau mau kesini lagi. Lagian mau ambil peta kecil penunjuk informasi rute. Sebenarnya bisa saja aku mau naik taksi, cuma aku mau ngajarkan ke anakku untuk menikmati fasilitas publik layaknya MRT di Singapore. Biar besok kalau kuajak ke Jakarta atau Surabaya bisa bandingin, hehehe... Yang bikin seneng suasana naik MRT itu, fasilitas. Selain Full AC, display LCD penunjuk stasiun berikutnya jelas dan perkiraan kedatangannya tepat. Terus di kursi itu kan ada tulisan 'Reserved'. Tahu artinya reserve kan, yup cadangan, anda benar! Artinya pilihan utamanya ya berdiri, kursi ini hanya dikhususkan dipakai wanita hamil, ibu yang membawa anak kecil, orang cacat, dan manula. Yang membuatku salut dan respek pada orang Singapore, rupanya mereka lebih peduli ketika di dekat mereka ada 4 kategori di atas yang tidak kebagian kursi. Buru-buru mereka langsung berebut menawarkan kursi pada istri dan anakku. Hmm... ini lho yang dinamakan sopan santun, unggah ungguh, dan tepo seliro.

Hmm... andai Indonesia punya fasilitas publik seperti ini, ketepatan waktu, nyaman, bersih, sifat santun, dan lancar tanpa calo. Kemudian melihat infrastruktur yang mendukung ekskalator bagus dengan kecepatan tinggi, subway yang terhubung antar koridor dan plaza. Hmm.... mbatin

Kemudian jalan-jalan di Orchard, hehehe... banyak cewek mirip ngartis, dandan seksi, terkesan vulgar. Tapi ketika nguping ternyata beberapa berlogat Jawa, hehe mungkin para TKW. Oohh maklum hari Minggu mungkin lagi libur, boleh jalan-jalan.

Jalan jalan ditengah kota baik di Orchard, Bugis Junction, atau lainnya nampaknya sangat mengasyikkan untuk jalan di pedestrian, selain semua pada jalan, baik bule, dan turis lokal, asia dll. Memang negara ini menawarkan suasana pesona keindahan landscape kota modern. Anehnya walau geografis Batam dan Singapore sangat dekat, tapi di Singapore ini sangat enjoy untuk jalan-jalan. Cuaca terkesan lebih dingin, padahal harusnya sama panasnya dengan Batam? Tanya Kenapa? Disamping gedungnya tinggi-tinggi di sepanjang jalan (pedestrian) banyak pohon yang tumbuh yang membuat suasana asri. Lagi lagi mbatin dalam hati kapan Batam minimal bisa kayak gini.

Yang bikin salut adalah kewibawaan Pemerintahnya. Mereka buat aturan dan semua warga ataupun pendatang, dan turis bisa menaati dan mengikuti. Tahu sendiri dendanya, pasti keder! Selain aturan ERP di jalanan tertentu, untuk membatasi jumlah mobil pribadi yang berlalu lalang. Pajak kendaraan juga sangat tinggi, ditambah lagi harga BBM juga tinggi. Jadi seperti orang yang super kaya lah yang bisa punya mobil dan berjalan-jalan keliling kota.

Selain itu, di tempat taman dan lokasi yang strategis pasti banyak petugas kebersihan yang naik sepeda angin roda tiga, dimana dibelakangnya ada kantong besar sampah yang dikumpulkan dari masing-masing tong-tong sampah yang sudah dipilah-pilah, antara lain: sampah plastik, sampah kaleng, dan sampah basah (seingatku). Dan mereka ada banyak dan sering patroli, mungkin kalau hari-hari kerja tak sebanyak saat ini. Merokok pun tak bisa sembarangan, jangan harap ketemu rokok di ruang publik. Merokok ya mesti parkir (berhenti) di tong sampah yang ada puntungnya, gak bisa sambil jalan seperti kereta api.

Yang membuat saya heran, betapa banyak mall dan pertokoan. Dan itupun laris, pasti laku! pembelinya ya selain turis mancanegara, para pendatang, serta Turis kere macam kami. Karena negara ini sangat pesat industri wisatanya, apalagi Singapore adalah pusat transit untuk Asia (The Gate of Asia). Sehingga sepertinya kalau jualan asal ditaruh di Singapore pasti laku! Hehehe.... padahal mungkin banyak yang buatan Indonesia yang harganya kalau di Indonesia jelas lebih murah. Beda banget situasinya dengan keadaan di Indonesia. Secara geografis lebih luas namun secara ekonomi kalah kelas. Ada pameo sih, kalau Singapore bisa kayak gitu karena negaranya kecil, jadi lebih terkonsentrasi dan mudah diatur. Tapi saya rasa itu nggak sepenuhnya benar. Mereka bisa karena punya komitmen untuk mewujudkan cita-cita selain itu didukung dan dituntut oleh aparat pemerintahan yang jujur, bertauladan, dan berkualitas.

Tapi segala sesuatunya pasti ada kurang dan lebihnya. Negara ini memang sangat tergantung pada energi. Indonesia pun banyak ekspor gas ke sana, padahal Batam dan Kepulauan Riau sekitar kadang masih byar pet. Ya.. Kalau dipikir-pikir negara Singapore ini pasti banyak makai listrik. Segala sesuatu mulai basement pakai AC lampu dan ekskalator dimana-mana. gak bisa bayangin berapa energi yang dibutuhkan. Aku pernah terbang malam naik Jetstar dari Juanda ke Changi. Aku bernah berpikir hanya Surabaya atau Jakarta lah City of Light. Tapi salah! Rupanya di Singapore sangat terang benderang, Marina Bay dikelilingi lampu nan elok dan indah. Lalu si Merlion dan Air mancur menari di Bugis Junction, kenapa mesti buang-buang air, tapi untuk fasum toilet di mall dan gedung-gedung lainnya, kalau abis BAB bersihinnya mesti pake tisu. No water hahaha... kalau bagiku ya seperti gak cebok heheheh...

Ya begitulah setelah lepas Maghrib kami pulang ke Batam lagi, dah... puas belanja jalan-jalan. Lain kali mungkin bisa lebih lama disana....


07 Februari 2012

Tagihan PLN Batam Feb 2012 Kacau

Seperti biasanya, tiap bulan gue terima pdf tagihan PLN via gmail. Setelah dihitung-hitung gue curiga, terlebih gue lihat chart yang aneh macam ini. Untungnya gue punya background Process Engineer, biasa bikin SPC Chart. Jadi apa salahnya ngitung SPC Chart dan Normal distribusi bulan ini. Jadi, rupanya setelah dihitung-hitung untuk bulan February 2012 ini maka saya nyatakan tidak percaya pada tagihan PLN Batam. Dan yang jelas, saya pasti protes ke PLN Engku Putri! Jadi....tunggu hari Sabtu nanti.

Persoalannya seperti chart di atas, ada nilai terakhir di Bulan Februari yang tak serasi, bikin ngenes. Di tagihan bulan ini, sepertinya ada program yang salah? Ada sesuatu yang tidak beres. setelah kutelusuri, masalahnya pada faktor pengali Rupiah per KWh/KVARh. Masak Nilainya sama semua? Yaitu dikali 601 baik itu untuk Blok I, II, ataupun Blok III.
Padahal sesuai http://www.plnbatam.com/bright/tarif.asp, bahwa dasar perkaliannya seperti ini untuk pelanggan R1-1300 VA:
Blok I:20 kWh =396
Blok II:20 kWh s.d. 60 kWh=422
Blok III:60 kWh=601

Tapi... di tagihan bulan ini kok beda ada, otomatis untuk presentasi nilai PPJ juga beda, dll. Inipun jadi pertanyaan kenapa tarif PPJ jadi 6% padahal bulan kemarin masih 4%? Sehingga kalau dihitung-hitung, total tagihannya berbeda (naik beberapa puluh ribu). Saya cross check dengan data tagihan teman saya lainnya ternyata juga seperti itu juga.

Ada apa dengan PLN Batam? Ya.. walaupun bagi KK cuman beberapa puluh ribu tapi itu kan kali berapa KK di Batam? Lebih ngenesnya kalau ternyata kejadian ini disengaja untuk menguntungkan seseorang tertentu. Gue sih berharap itu nggak kejadian. Cuman gue berusaha kritis saja jadi orang, Ntar gue juga akan imeli YLKI agar tahu masalah ini? Gue bukan bermaksud apa-apa, cuma gue sudah terbiasa jadi Quality Engineer, juga sudah biasa terima komplain dan jawab komplain. Jadi apa salahnya sesuatu yang salah, yo harus dibikinkan NCR (Non Conformity Report)? Fungsinya agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi (repeatable). Bener tho?

05 Februari 2012

Stress Tingkat 2

Hehehe... hahahaah nggak tahu mau nulis apa, bingung juga mau bagi-bagi jiwa. Ternyata kerjaan kok numpuk kayak tahi di septic tank. Brull... dan mengendaplah disini. Hmmm dan akhirnya gue gak mampu menangkis dan membereskan segala sesuatu permasalahan karena sesuatu yang lain. Hmm ... f**king Care! Peduli Setan, just try the best I can do. If it made you disappoint, I'm so sorry, I can manage the time with little f**k.

03 Februari 2012

Siap Siap Kecewa

Ya kalau masih jadi karyawan atau jongos, beginilah nasibnya... Pendapatan hanya didapat dari upah atau gaji dari perusahaan kita. Istilahnya masih tergantung dari karena kemurahan hati dari owner atau jajaran manajemen dari perusahaan. Ibaratnya... kita hanyalah pekerja, lain tidak. Jangan bayangkan ada sebagai profesional, yang ada hanyalah PE-KER-JA alias BU-RUH. Mungkin itulah cara melihat mereka ke kami.

Setidaknya, kini aku merasakannya sekarang. Setidaknya bila kubandingkan dengan perusahaan lamaku dan tempat kerjaku sekarang. Makin sering kurasan makin sering kulihat ke arah itu. Tak ada istilah simboisis mutualisme disini, yang ada seolah "TAKE IT" or "LEAVE IT". Artinya: Lik gelem yo terusno, lik gak gelem yo metuo! Hehehe..... sadis! Ya... setidaknya seperti itu.

Yang jadi persoalan adalah pada kenaikan UMK. Setidaknya untuk tahun ini mencapai kenaikan yang lumayan, sekira anggaplah 200-an ribu. Itu UMK yang diterima oleh para pekerja dengan posisi sebagai operator. Untuk posisi atau jabatan staf dan lain-lain, biasanya mengikuti penambahan berdasarkan selisih angka tersebut, sudah pasti bukan dari prosentase namun biasanya seperti itu... Tapi tahun ini datang kabar-kabar nggapleki itu... kayak-kayaknya ada meeting nih antar personalia se-MK, untuk mengotak-ngatik angka lagi. Perusahaan U sudah bergejolak, perusahaan S juga, datang kabar pula dari perusahaan P. Hehe.... tinggal liat ntar surat dari perusahaanku, selama belum jelas kayak gini mau bilang apa. Tapi begitulah, ya...gimana? Apa yang bisa kita harapkan dari pekerjaan sekarang? Gaji guedhee?

Nothing!!! Aku kok masih terbayang-bayang romantika masa lalu, hehehe... Diakui atau tidak masa-masa di PSECB memang lebih baik dibanding sekarang, betapapun kacaunya.

01 Februari 2012

SORRY OFF DULU

Untuk sekian kali tidak ada lagi postingan yang bisa update, alias buntu otak. Jadi dengan menyesal untuk sementara OFF dulu lah dari peredaran. Mohon Maaf...... Semoga dapat pencerahan.