Social Icons

twitterfacebookgoogle pluslinkedinrss feedemail
Tampilkan postingan dengan label Uneg-Uneg. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Uneg-Uneg. Tampilkan semua postingan

30 April 2019

Anti Jokowi Sampai Mati

Ada yang tanya kenapa saya nggak milih Jokowi, padahal saya orang Jawa?

Ya... Gimana lah... Kalau ada orang yang die hard Jokowi, lha saya kebalikannya.
Selain karena melihat tangan tangan di belakang Jokowi yang tidak saya sukai tentu saja saya alergi lihat PDIP.

Bagi saya, Jokowi itu seperti Manchester United di Liga Inggris atau Barcelona di Liga Spanyol. Dua klub yang sangat kubenci dan gak pernah saya dukung.

09 April 2019

Kartu-Kartu Sakti Jokowi; Barang Lama Kemasan Baru

Saya mau menyoroti tentang kartu kartu yang dikeluarkan oleh Capres Petahana 01, Joko Widodo - Ma'ruf Amin.
Saya mencoba netral melihat ini, berusaha tidak memojokkan atau menjelekkan-jelekan Jokowi.

Dalam kampanyenya Jokowi-Ma'ruf, selalu menawarkan kartu-kartu saktinya, antara lain:
1). Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah.
2). Kartu Sembako Murah, dan yang terakhir.
3). Kartu Pra Kerja.

Dari sini, pendukung lawan pasti akan mengkritisi habis-habisan diterbitnya kartu-kartu ini. Bayangan mereka, berapa sih APBN Indonesia? Bisakah Indonesia mengakomodasi semua hal ini? Tapi saya yakin semuanya ini sebenarnya program yang sudah ada.

Menurut saya, kartu kartu ini sebenarnya sudah ada dalam pemerintahan sebelumnya, atau dalam pemerintahan yang telah berjalan, hanya kemasannya saja yang diubah.

Kita soroti satu-persatu ya:

1). Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah
Sebenarnya program untuk mengkuliahkan masyarakat Indonesia dari kalangan tidak mampu sudah diakomodir beberapa tahun belakangan. Ingat, beberapa Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta terpilih, memiliki program yang bernama "BIDIKMISI". Yaitu bantuan biaya pendidikan bagi calon mahasiswa tidak mampu secara ekonomi dan memiliki potensi akademik baik untuk menempuh pendidikan tinggi. Program ini sebenarnya sudah eksis sejak jaman SBY, sejak tahun 2010.


2). Kartu Sembako Murah
Untuk program ini, saya kira Jokowi disini hanya mengutak atik program yang sudah ada, yaitu Bantuan pangan Non Tunai (BPNT). Tentu saja penerimanya ya Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Konsepnya sama, mulai BLT, lalu BPNT, dan sekarang kartu Sembako murah, hanya berganti nama lagi. Intinya ganti judul saja.

3). Kartu Pra Kerja
Untuk Kartu jenis ini, saya pikir Jokowi hanya memanfaatkan momentum dari sisi yang tidak diberesin oleh Dinas Tenaga Kerja. Anda para pencari kerja tentu akrab dengan apa yang disebut Kartu Pencari Kerja atau biasa kita menyebutnya Kartu Kuning. Sebenarnya konsep kartu kuning ini kurang jelas selama ini. Ketika para pengangguran mencari kartu ini dan mendapatkannya, maka seharusnya kartu kuning membantu para pencari kerja. Jika dalam waktu 6 bulan ternyata belum bekerja harus informasi ke Kemenaker. Tapi kan kenyataannya tidak banyak yang informasi.

Sisi inilah yang berusaha dimaksimalkan tim sukses Jokowi dengan meluncurkan Kartu Pra Kerja. Saya sendiri kurang paham dengan konsep timses nya. Tapi menurut saya kartu kuning ini bisa dioptimalkan dengan kartu pra kerja tadi. Misalnya kalau sudah kerja, maka kartu pra kerjanya diambil oleh pemberi kerjanya (perusahaan) untuk dikembalikan ke Kemenaker. Nah, yang belum ini, jika selama beberapa waktu belum dapat kerja bisa mendapat insentif dan pelatihan dari BLK atau Kemenaker. Dan akhirnya kartu itu akan dikembalikan ke pemerintah melalui Kemenaker jika sudah diterima kerja. Masalahnya sisi ini harus terintegritas dengan lembaga perusahaan dan lapangan kerja. Nah kalau ternyata lapangan kerjanya kurang, ya harus ditumbuh kembangkan, baik itu melalui investasi dalam negeri maupun luar negeri. Dan, tentu dengan memberi ruang dan kesempatan lebih baik untuk tenaga kerja dalam negeri kita, dibanding memberi keleluasaan kerja untuk tenaga asing.

Kalau mau jujur, timses Jokowi sebenarnya lebih pintar dalam membaca peluang terhadap hal-hal 'remeh temeh'.

Sekarang dengan database e-KTP yang jelas. Maka sistem kependudukan di Kemendagri harus bisa diakses disemua Badan atau Dinas yang terkait dengan data kependudukan. Sehingga semua menjadi terdata dan jelas. namun, tentu saja selain kemudahan pelayanan, masyarakat harus berperan aktif untuk mengupdate segala data kependudukan yang ada.

Pertanyaannya, tidak cukupkan satu kartu saja buat semuanya? Yaitu e-KTP saja. Seharusnya bisa, tapi itu semua tergantung manajemen pemerintahan apakah bisa mengintegrasikan kinerja Kementerian lainnya, baik itu Kemendagri, Kemenaker, atau Kemensos. Secara substansial, sistem itu sudah ada, tinggal dimaksimalkan dengan yang ada sekarang.

Kartu kartu sakti itu, sebenarnya indikasi (flag) untuk memberi tanda NIK yang butuh perhatian khusus. Untuk Kartu Sembako Murah, KIP Kuliah, dan Pra Kerja.

Jadi yang bisa saya katakan disini, Kartu Kartu Sakti Jokowi, sebenarnya barang lama kemasan baru.

Jadi siapapun Presidennya, baik itu Jokowi ataupun Prabowo, semuanya bisa mengaplikasikan program-program sembako murah, kuliah untuk kalangan berprestasi dari keluarga tidak mampu, dan mengurangi pengangguran.

07 Februari 2019

Motif Pembakaran Kendaraan di Semarang dan sekitarnya

Mohon maaf sebelumnya saat saya memposting judul ini. Karena ini hanya opini saya, yang kebetulan adalah pengkhayal tingkat tinggi. Saya juga tak ingin dituduh hoax atau mengaburkan fakta yang sedang didalami oleh pihak kepolisian. Yang saya utarakan dalam tulisan saya hanyalah pikiran saya, yang kebanyakan nonton film psikopat dan teracuni oleh novel misteri.

Menyikapi teror yang terjadi di Semarang dan sekitarnya, para korbannya dipilih bukanlah secara acak (random victims). Itu terlalu sederhana jika dijabarkan jika para korbannya adalah random victims. Setidaknya pada teror-teror pembakaran awal yang terjadi, saya yakin pelaku sengaja memilih korbannya. Kenapa saya ngomong demikian? Karena awal-awal teror pembakaran adalah motif utama pelaku untuk melakukan tindakan kriminal, dan masih bersih dari unsur-unsur show off, dan random victioms.

Dalam pandangan saya, pelaku ini bisa bersifat sosiopat atau malah berkecenderungan psikopat. Setidaknya ada beberapa motif yang melandasi terjadinya pembakaran tersebut.

1. Sakit Hati
Bisa jadi pelaku merasa sakit hati terhadap para korban. Dari sini bisa didapatkan adanya ikatan emosi, artinya pelaku paling tidak dengan korban, entah langsung atau melalui keluarga/ temannya. Walaupun bisa saja korban tidak kenal dengan pelaku.

2. Hakim Jalanan
Anda masih ingat dengan ichiro, seorang yang mengendarai mobil Suzuki Vitara putih ala offroad, yang berani menjadi jagoan dan hakim jalanan. Dia dengan berani menabrakkan mobilnya pada kendaraan lain yang 'tidak patuh', yang melanggar lalu lintas atau rambu jalanan.

Bisa jadi pelaku adalah ichiro jenis lain, mengingat kenapa yang disasar adalah mobil atau motor. Bisa saja pelaku ini orangnya taat dan patuh peraturan. Namun dia sangat mendendam dan jengkel pada orang yang seenaknya melanggar peraturan, dan ditambah tidak ada mendapatkan penegakan aturan yang jelas oleh aparat kepolisian.

Mungkin saja pelaku kesal dengan para korban saat mereka jumpa di jalanan, dan pelaku melihat perilaku jalanan para korban membahayakan pengendara lain, atau tidak patuh rambu lalu lintas. Sehingga mungkin saja terbersit ide, "Jika nggak bisa bener bawa kendaraan, mending kendaraanmu saya bakar!"
Sehingga pelaku membuntuti dimana para korban tinggal, 'menggambar' lokasi target, dan kemudian melancarkan aksinya ketika lingkungan korban tinggal sepi (aman).

3. Iri Hati
Sebenarnya ini motif yang terlalu sumir jika mengatakan pelaku iri hati. Tetapi ini bisa saja, walaupun sebenarnya terlalu luas untuk dijabarkan.

Namun perlu diingat, area TKP sekarang sudah 'tercemar'. Hal ini karena kejadian 'kan sudah viral. Dan perlu diingat, ketika hal ini viral maka akan timbul hal lain, yakni kemungkinan munculnya para peniru aksi ini (copycat). Ya... entah karena terinspirasi, gaya-gayaan, ingin saja, atau memang berteman dengan pelaku awal dalam suatu forum atau organisasi.

Jadi akan makin susah diendus jejak siapa pelaku ini sebenarnya. Tetapi pelaku ini juga manusia, yang saya yakin punya emosi dan hasrat. Pelaku bisa saja tetap tak terendus jika dia bekerja 'rapi', hati-hati dalam memilih korban, dan benar-benar tidak terlalu nekad menyasar korbannya. Artinya, bisa saja calon korban tinggal di perumahan yang dijaga 24 jam oleh security saat keluar masuk. Akan jadi bumerang, jika pelaku tetap nekad melancarkan aksinya pada kawasan seperti ini.

Bagaimanapun juga itu versi dugaan saya saja, jika memang benar pelakunya adalah tipe sosiopat, psikopat, atau main hakim sendiri. Perilaku seperti ini tetap tidak bisa ditolerir walaupun masyarakatnya yang bermasalah. Namun diperlukan peran serta semua pihak untuk memperbaiki tatanan kehidupan masyarakat. Akan tetapi bisa saja pelakunya menyasar korbannya dengan random acak dan hanya menakut-nakuti warga. Bagaimanpun juga semoga Polri bisa mengungkap kejadian teror pembakkaran yang sesungguhnya. Bagi saya sendiri, kasus teror pembakaran kendaraan lama kelamaan, seandainya tanpa tertangkap juga akan menguap dengan sendirinya.

22 Januari 2019

Tahun 2019

Waktu terasa berlari, dan ternyata sudah lebih dari 13 tahun aku berada di Batam. Ya.. sebuah gugusan pulau yang bersebelahan dengan Singapura.

Ternyata sudah setahunan aku kehilangan ibunda tercinta.
Ternyata abang Parsa sudah kelas 6, dan akan bersiap masuk SMP
Ternyata kerjaan saya masih di tempat ini, belum ada perubahan.
Ternyata harga tiket pesawat sekarang mahal banget.
Dan tahun ini 2019, kita akan nyoblos Pemilu lagi. Apapun pilihan anda, harapan kita sama, berharap Indonesia lebih baik lagi di tahun depan.

31 Maret 2017

Apa Kabar Pagi Ini?

Masih terendap di sini, dan belum tahu kapan akan beringsut dari dasar kolam kecil ini. Hmmm.... Padahal satu persatu ikan yang lain telah meloncat keluar. Dengan beragam cerita keberhasilan dan kegagalan. Hah..!!!

Sementara.. angin dan musim telah berubah, ekosistem di sini pun telah tak menyenangkan lagi bagiku. Karena mereka terpisah di kolam yang lain, yang justru aku menginginkannya.

Entah... aku harus senang atau sedih, tapi yang yang kujalani aku masih bingung. Sebenarnya senang, karena akan berkumpul dalam kolam yang sama dengan mereka. Tapi hatiku memendam ingin pergi ke kolam asalku dulu, yang mana sedang ditempati mereka. Hah...!!!

Lantas, kalau iya benar pingin, kenapa nggak???
Menurutmu?

Ya... aku hanya tak bisa lepas dari 'zona kenyamanan' ini. Aku tak bisa merelakan untuk memulai dari awal, sebuah cerita yang awalnya sedih, yang bisa saja akan menjadi cerita bahagia, who knows?? Only God knows

Yeah... masih ada 3 bulan sebelum benar-benar mereka menyusul kesini. Mungkin aku bisa melakukan opsi lain, yang diluar perkiran, diluar skenario.

Hehehehe, tetap bersemangat dalam menjalani hidup.
Selamat pagi, selamat bekerja.. Foolish day will be come 1 day later.

27 November 2016

Zihuatanejo


Maaf, tapi saya tidak akan membahas panjang lebar tentang kota Zihuatanejo di Meksiko. Tapi, saya mencoba mencari anologi dari tujuan saya.

Anda yang pernah nonton The Shawshank Redemption, pasti mengerti benar jalan cerita dan tokoh-tokoh film tersebut. Film paling bagus sepanjang masa menurut rating imdb.com, namun dikalahkan oleh Forrest Gump dalam ajang Oscar.

Disini saya juga tidak bercerita detail, hanya yang saya lihat poin-poinnya saja.

Film ini bercerita tentang Andy Dufresne, seorang bankir yang dipenjara karena dituduh membunuh istrinya dan selingkuhan istrinya.

Walaupun dia mencoba membuktikan tak bersalah, puas tidak puas atas keputusan pengadilan, toh akhirnya ia juga harus menjalani kehidupan di penjara Shawshank selama 2 kali seumur hidup, atas 2 korban yang dituduhkan . Di sana dia mulai membaur dengan napi lainnya, dan mulai dekat dengan 'Red' si urang sagala aya, dan kawanan lainnya. Lewat Red pula, dia mendapatkan palu kecil dengan dalih untuk memahat batu karena dia pada dasarnya dia menyukai geologi.

Dengan kemampuan analisa keuangan ia menawarkan bantuan mengakali pajak, hingga akhirnya dia bisa mendekati Kepala Sipir, bahkan Kepala Penjara. Hingga akhirnya dia juga dipercaya mengelola perpustakaan bersama napi tua bernama Brooks. Dengan segala kecerdasan dia berusaha membuat penjara menjadi rumah yang 'ramah'.

Namun begitu penjara tetaplah penjara! Masa-masa awal adalah masa yang paling berat ketika dia disiksa oleh The Sister Gank. Juga, ketika dia hampir menemukan kebenaran lewat anak didiknya yang ternyata mengetahui saksi kunci kasus Andy. Namun rupanya Kepala Penjara lebih takut kehilangan Andy, dan akan mengetahui akal-akalan pajak dan korupsi yang dilakukannya.

Dan yang paling mencengangkan, adalah bagaimana fantastisnya cara Andy menghilang dari sel, dan membawa segenap catatan berharga dari uang korupsi Kepala Penjara.

Dan betapa Andy rupanya telah membuat lubang di dinding untuk pelariannya selama 20 tahun, namun tersamarkan poster cantik Rita Hayworth. Dan pada saat yang sama dia tetap berupaya melakukan aktifitasnya sebagai napi.

Zihuatanejo, dipilih menjadi tempat pelariannya. Dimana dia mencoba sesuatu yang baru, dan tak ada orang yang mengenalinya.

Ya, Andy melakukan dan mempersiapkan segalanya sambil tetap mengerjakan aktifitas biasanya. Hmm.. bukannya ini yang sedang kulakukan.

Zihuatanejo tunggu saya!

24 November 2016

Maaf Untuk Timnas Indonesia, PSSI Masih Saya Kutuk


Pada bulan November ini, kita tahu akan ada gelaran Piala AFF di Myanmar dan Filipina. Dan ini adalah penampilan perdana Timnas Indonesia di kejuaraan pasca terbebas dari sanksi FIFA. Tentu saja besar harapan rakyat Indonesia untuk melihat Timnas Indonesia bisa berprestasi.

Jujur, saya juga ingin melihat Timnas kita berprestasi atau juara. Tapi saya masih baper! Masih banyak dosa-dosa PSSI selaku induk olahraga sepak bola di Indonesia yang belum termaafkan.

Sebagai warga Batam yang pernah merasakan pahit manis hidup di Surabaya dan Lamongan. Saya tentu rindu dengan PERSEBAYA. Masih teringat hijaunya tambaksari dengan Bonek saat PERSEBAYA akan bertanding. Atau guyubnya suasana nggandol, nunut menuju stadion, saat saya mau balik ke Lamongan.

Atau... di saat Lamongan masih belum memiliki ego, karena mereka masih 'belum punya' PERSELA. Masih ingat di tahun 90-an, ketika saya masih SD, dan teman-teman ayah sibuk merayu Ayah untuk mau tret-tret ke Senayan. Saat itu, PERSEBAYA adalah tim kebanggaan Jawa Timur, bukan lainnya.

Namun, semenjak kisruh ketidakpuasan yang membuat dualisme kompetisi membuat PERSEBAYA terjebak dalam pusaran kasus. Sudah lebih dari 3 tahun saya tak mendengar PERSEBAYA bertanding. Hanya konflik yang mendera dan makin menyakitkan.

Dan KLB kemarin masih belum terbayar dosa PSSI. Dan mereka masih tetap mem-PHP PERSEBAYA, Jadi, selama PERSEBAYA masih belum tuntas, lebih baik Timnas Indonesia tak akan bisa berprestasi. Karena saya telah mengutuk PSSI. Percayalah! 

Jadi untuk Boaz dan kawan-kawan, saya mohon maaf saya masih tidak meridhoi anda sekalian juara piala AFF 2016. Dan mungkin anda sekalian tak akan bisa lolos dari Grup A. Yoi! Itulah sikap saya.

Berontak atau Terimalah

Hidup di Indonesia memang seperti ini. Masih banyak masalah yang perlu diperbaiki. Tapi kadang tidak perlu, biarkan saja.

Ada banyak kasus hukum yang jadi reality show. Saling unjuk kekuatan, dan penuh drama yang mencengangkan. Sebagai penikmat film, tentu plot-plot seperti ini saya sukai, membingungkan dan ruwet. Tapi masalahnya biasanya tuntas dalm 2 hingga 3 jam. Tapi ini bisa kusaksikan kerumitan Indonesia seumur hidup. Betapa ngenesnya hati ini.

Berkaca dari banyak kasus termasuk Buni Yani dan teman saya yang tersangkut kasus hukum.

Maka saya tak menyarankan apapun untuk rakyat atau negara ini. Atau kalau boleh bilang "Terima aja!" Ini Indonesia. Tapi... jika anda punya nyali, punya modal lainnya, dan berani ambil resiko ya "Berontaklah!"

18 Oktober 2016

Turn Back Time

Pernahkah kalian merasa pingin sekali memperbaiki hari ini, dengan kembali ke masa lalu. Bagi anda generasi 70an atau 80an, anda tentu kenal Quantum Leaps, Voyager, atau Back To The Future. Ya... andaikan mesin waktu ada. Hmm.. enak kaleee, tapi hal ini bakal membuat diri and menjadi selfish.

Ya, karena kita bisa mengubah sesuatu seperti keinginan kita. Nah orang lain gimana? Masak mau mereka mengalami ketidakenakan hidup efek dari sesuatu yang kita ubah, alias nunut apa mau kita.

Lantas andaikan mesin waktu itu ada, dan keinginan sudah tercapai. Apakah anda yakin bakal lebih bahagia? Kadangkala perbedaan garis hidup yang kita pilih, mungkin tak selamanya indah seperti bayangan kita. Bisa jadi akan lebih buruk.

Karena saya yakin, segala hal yang diubah akan menimbulkan efek domino yang bisa mempengaruhi cetita hidup orang banyak. Dan terjadi banyak perubahan yang mungkin saja tidak terpikirkan. Yang bisa saja mengakibatkan apa yang kita inginkan hanya menjadi bencana.

Saya pikir, hanya orang apatislah dan tak tahu bersyukur, yang ingin memakai mesin waktu. Karena memasuki mesin waktu untuk mengubah masa depan adalah perbuatan orang yang tidak bisa bersyukur atas keadaan. Menurut saya, selama jantung masih berdetak, masih ada waktu untuk mengubah masa depan tanpa perlu mengubah masa lalu dengan memutar waktu. Terus berusaha dan berusaha, itulah gunanya hidup. Jangan hanya menyesali, dan mengharapkan untuk memutar masa lalu dengan mesin waktu.

Kawan, hidup hanya sekali. Rencanakan dengan baik, dan jalanilah dengan penuh keberanian.

02 Desember 2015

Every Cloud Has A Silver Lining



Yes.. we can! That's the point!
Sometimes we got the terrible moment in our life.

You feel at top of building, but then bad things happened in your life.
You only have 2 choice,
First, you take shortcut to leave out your problem
Jump and reach your 'freedom', or
Second, face the problem and get smart solution

Trust me, "Every cloud has a silver lining."
Same thing that Every pain has a cure.

17 November 2015

Uangku Nyangkut Dimana


Hi... aku lagi bingung neeeh! Tepatnya super galau!
Apa pasal? Ceritanya begini, Sabtu kemarin tanggal 14 November 2015, aku transfer di ATM Mandiri, dari Rekening Mandiri ke Rekening BRI. Pas aku melakukan proses transfer sebenarnya aku sudah curiga, kok loadingnya lama kalee seh... Akhirnya keluar juga tulisan seingat saya seperti ini, "Transfer anda sedang diproses, jika dalam 2 hari tidak berhasil hubungi Mandiri". (Sorry kalau salah, 'kan seingat saya..). Dan... keluarlah struknya seperti ini.




Yang bikin nelongso walaupun tulisan "Transfer sedang proses" tapi uang 'kan sudah kepotong. Ya... H2C lah (harap-harap cemas), apalagi nilainya nggak bisa dibilang sedikit 2 juta. Akhirnya dengan prasangka baik kuteruskan transaksi lainnya, ambil uang tunai beberapa kali sampai akhirnya meninggalkan ATM Mandiri.

Aku sih berprasangka baik, mungkin butuh waktu, sistem masih matilah atau gimana. Apalagi sehari sebelumnya, saya transfer ditempat yang sama , hanya beda mesin ATM (disitu ada 4 mesin ATM, 2 touch screen 2 nggak), dengan 3 bank berbeda semuanya lancar jaya. Akhirnya 5 jam kemudian aku dapat kabar dari isteri, katanya uangnya belum nyampai. Lha!! Kegalauan mulai melanda. Akhirnya aku telpon adik aku yang kerja di Mandiri ngabari tentang ini dan dikasih tahu suruh ngehubungi Mandiri Call 14000, lalu aku dikasih nomor lokalnya 021-5299 7777.

Tepat 6 jam setelah masalah, aku lalu menghubungi Mandiri Call, aku langsung memencet keluhan pelanggan. aku jelasin kronologis diatas, dan mbak Customer Service ngecek, lalu jawab bahwa uang saya sudah didebet. Lha iya... memang, masalahnya kan nggak nyampai ke rekening yang dituju. Kalau belum ya saya nggak komplain, toh mbak? Ini orang ngajak Stand Up Comedy atau gimana? Terakhir dia bilang laporan saya sudah dicatat, tapi untuk pengaduan harus dibikin ke Bank Mandiri Cabang terdekat. Secara hari Sabtu dan sudah hampir jam 4, maka hari ini pupus sudah ambisi saya untuk melanjutkan perjuangan ini.

Malam Minggu berlalu dengan kegalauan, secara istri jauh dan uangku nggak jelas nasibnya.

15 November 2015
Minggu pagi pun datang juga. Untuk membunuh rasa galau, aku niat lembur kerja saja, daripada ngelamun dan stress sendiri. Lantas? Ya... kerja seperti biasa, nyelesain Customer Claim. Dah beres, lalu curi-curi waktu berselancar berusaha cari-cari info. Dan Minggu malam berlalu dengan sukses ketika aku menghadirkan film untuk mengusir rasa galauku.

16 November 2015
Secara hari Senin ada meeting bulanan, dan aku mesti presentasi dari kubu Quality maka aku akan jalanin dulu mandat tersebut, baru kemudian minta izin untuk keluar dari perusahaan menuju Cabang Mandiri terdekat.

Sebenarnya aku dah mau keluar dari perusahaan ketika seorang teman menyarankan untuk minta bantuan P&GA tentang kasusku ini, secara kami baru 3 bulan ganti account payment dari BCA ke Mandiri. Akhirnya P&GA kami telepon Cash Outlet Manager di Mandiri Cabang Kepri Mall, struk juga dah difoto dan dikirim lewat line. Siangnya, aku dapat info tanda terima pengaduan dari Mandiri, hard copy akan nyusul. Menurut info, bahwa proses ini mungkin baru bisa clear sekitar 14 hari kerja. Lha...4 Desember dong.....

Hari Senin berakhir dengan aku masih galau, ditambah isteri minta kiriman sebagai ganti uang yang nyangkut kemana. Dengan dana tersisa, kupenuhi walau hanya separuh.

17 November 2015
Hari ini... kuadukan kasusku pada adikku yang di Mandiri. Dan...tentang 14 hari kerja, itu sebenarnya susah masuk akal. Gue terbiasa menjawab komplain, dan deadline buat jawab biasanya cuma seminggu. Ya.. walaupun sering beres semuanya lebih lebih dikit lah... Tapi ya masak 14 hari? Kalau gue yang ceritanya yang menginvestigasi nih.
Pertama, gue akan lihat history si pelapor bukti transfer, buku tabungan, dan kartu debet atm.

Kedua, check transaksi customer pada waktu jam kejadian, di lokasi mana, lalu kondisi saat itu seperti apa.
Dengan pengecekan 4M:
-Man
Pihak yang melakukan proses ini punya masalah nggak, gaptek, atau malah mencoba melakukan penipuan, atau justru benar-benar korban.
-Machine
Mesin ATM fungsional OK kah? Ada problem atau gimana?
-Methods
Cara transfer sudah benar belum? Melalui mesin ATM, atau melalui mobile banking, atau internet banking.
- Material
Kalau melalui mesin ATM, ada masalah nggak dengan kartu debetnya. Kalau OK, faktor ini kita abaikan.

Ketiga, setelah semua data terkumpul, baru gue telusuri jejak proses pengiriman. Apakah ada informasi bahwa ada transaksi yang masuk di rekening bank yang dituju pada jam tersebut atau selama beberapa waktu. Ada yang terpending, atau seperti apa. Lalu dikonfirmasi dengan sistem perbankan.

Keempat, ya.. setelah benar kalau terjadi kesalahan ya... secepatnya uang gue dkembalikan (plus bunga ngendapnya dan suvenir sebagai tanda permintaan maaf Bank).

Kelima, pihak Bank harus mencari solusi agar celah permasalahan ini tidak terjadi lagi di kemudian hari pada nasabah lain.

Ya... itu kan kalau aku yang investigasi, secara "Quality is Customer Satisfaction". Masih berandai-andai dan... hari berlalu dengan kegalauan.

18 November 2015
Hari ke-4 uangku lenyap. Well, hari ini aku menandatangani beberapa dokumen dari pihak Bank Mandiri, berikut kusertakan fotokopi KTP, buku tabungan, dan bukti transaksi.


Ya.. semoga ada ititik terang. Sekali lagi, 2 juta itu nggak sedikit, kalau diberikan kerupuk berapa banyak?
Masih dengan kegalauanku...

25 Juni 2013

Hello Again

Hello, is it me you're looking for?

Lama nggak nge-blog alias cuap-cuap seenaknya di ranah maya, rasanya gimana gitu ya, dibilang kangen ya.. kayaknya kurang sreg. Rasanya itu lebih seperti pingin kentut, tapi ditengah kerumunan banyak orang. Ntar kalau gue asyik sendiri yang lain pada modhar!!!

Sorry, segala aktivitas kerjaan sepertinya membuat kelit gerakku menjadi tertahan. Apalagi ditambah keluarga sudah mulai protes dengan aktivitas tapa brataku di lantai atas selepas pulang kerja. Hah... lagi-lagi yang dipegang komputer, bukan lainnya. heheehe...

Tapi, itulah resiko menjadi manusia, masih berharap bisa membagi waktu untuk santai dan sekedar nulis atau bekerja menjadi bagian tak terpisahkan dari planning di otak ku yang mulai penuh kapasitasnya. tapi ini adalah resiko, dan jelas mungkin break sebentar adalah hal yang perlu diambil setelah tak mencapai kata sepakat dengan segala aktivitas.

By the way, kini saatnya kembali nge-blog dan mengisi hari-hari lagi di ranah maya ini

28 Desember 2012

Tentang Manusia

....
Regrets? I've had a few, But then again, too few to mention.
I did what I had to do And saw it through without exemption.
(My Way - Frank Sinatra)


Kita akan merasa bahagia, bila bisa menemani istri melahirkan anak-anak kita.
Kita akan merasa bahagia, bila bisa melihat tumbuh kembang anak-anak.
Kita akan merasa bahagia, bila anak-anak bisa mencapai sesuatu yang mereka inginkan.
Kita akan merasa bahagia, bila bisa menimang dan bermain dengan cucu-cucu kita.
Kita akan merasa bahagia, bila disaat pergi selamanya, ada istri dan anak-anak tercinta di samping kita.

Normalnya, saat melahirkan para suami ingin melihat detik-detik menegangkan istrinya melahirkan. Logikanya, lha wong buatnya bareng-bareng masak ditinggal saat melahirkan. Ya.. itulah sebuah dari resiko perbuatan... Dan setiap hal yang dilahirkan, -termasuk anak- menimbulkan tanggung jawab atau akibat yang dibawanya. Ya.. artinya kita mulai memikirkan kelangsungan hidup, proses hidup dari anak kita kelak.

Kemudian hidup terus berjalan, anak-anak kita makin tumbuh besar, mandiri dan makin dewasa. Dan... dejavu, siklus hidup berlajgsung lagi, menikah lalu membentuk keluarga sendiri dan hidup jauh dari orang tua adalah menjadi suatu kewajaran yang terjadi. Walaupun perjumpaan sesekali dalam momen-momen keluarga tertentu rasanya menjadi 'beban' yang harus dipikul di era modern ini.

Lantas bagaimana dengan timbal balik untuk merawat mereka para orang tua yang sudah mulai beranjak uzur dan sakit-sakitan? Tanggung jawab siapa? Bukankah tanggung jawab kita selaku anak-anaknya?

Nb:
I think it's enough, more than 7 years in Batam. Program: Return to the Hometown.

07 Februari 2012

Tagihan PLN Batam Feb 2012 Kacau

Seperti biasanya, tiap bulan gue terima pdf tagihan PLN via gmail. Setelah dihitung-hitung gue curiga, terlebih gue lihat chart yang aneh macam ini. Untungnya gue punya background Process Engineer, biasa bikin SPC Chart. Jadi apa salahnya ngitung SPC Chart dan Normal distribusi bulan ini. Jadi, rupanya setelah dihitung-hitung untuk bulan February 2012 ini maka saya nyatakan tidak percaya pada tagihan PLN Batam. Dan yang jelas, saya pasti protes ke PLN Engku Putri! Jadi....tunggu hari Sabtu nanti.

Persoalannya seperti chart di atas, ada nilai terakhir di Bulan Februari yang tak serasi, bikin ngenes. Di tagihan bulan ini, sepertinya ada program yang salah? Ada sesuatu yang tidak beres. setelah kutelusuri, masalahnya pada faktor pengali Rupiah per KWh/KVARh. Masak Nilainya sama semua? Yaitu dikali 601 baik itu untuk Blok I, II, ataupun Blok III.
Padahal sesuai http://www.plnbatam.com/bright/tarif.asp, bahwa dasar perkaliannya seperti ini untuk pelanggan R1-1300 VA:
Blok I:20 kWh =396
Blok II:20 kWh s.d. 60 kWh=422
Blok III:60 kWh=601

Tapi... di tagihan bulan ini kok beda ada, otomatis untuk presentasi nilai PPJ juga beda, dll. Inipun jadi pertanyaan kenapa tarif PPJ jadi 6% padahal bulan kemarin masih 4%? Sehingga kalau dihitung-hitung, total tagihannya berbeda (naik beberapa puluh ribu). Saya cross check dengan data tagihan teman saya lainnya ternyata juga seperti itu juga.

Ada apa dengan PLN Batam? Ya.. walaupun bagi KK cuman beberapa puluh ribu tapi itu kan kali berapa KK di Batam? Lebih ngenesnya kalau ternyata kejadian ini disengaja untuk menguntungkan seseorang tertentu. Gue sih berharap itu nggak kejadian. Cuman gue berusaha kritis saja jadi orang, Ntar gue juga akan imeli YLKI agar tahu masalah ini? Gue bukan bermaksud apa-apa, cuma gue sudah terbiasa jadi Quality Engineer, juga sudah biasa terima komplain dan jawab komplain. Jadi apa salahnya sesuatu yang salah, yo harus dibikinkan NCR (Non Conformity Report)? Fungsinya agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi (repeatable). Bener tho?

05 Februari 2012

Stress Tingkat 2

Hehehe... hahahaah nggak tahu mau nulis apa, bingung juga mau bagi-bagi jiwa. Ternyata kerjaan kok numpuk kayak tahi di septic tank. Brull... dan mengendaplah disini. Hmmm dan akhirnya gue gak mampu menangkis dan membereskan segala sesuatu permasalahan karena sesuatu yang lain. Hmm ... f**king Care! Peduli Setan, just try the best I can do. If it made you disappoint, I'm so sorry, I can manage the time with little f**k.

03 Februari 2012

Siap Siap Kecewa

Ya kalau masih jadi karyawan atau jongos, beginilah nasibnya... Pendapatan hanya didapat dari upah atau gaji dari perusahaan kita. Istilahnya masih tergantung dari karena kemurahan hati dari owner atau jajaran manajemen dari perusahaan. Ibaratnya... kita hanyalah pekerja, lain tidak. Jangan bayangkan ada sebagai profesional, yang ada hanyalah PE-KER-JA alias BU-RUH. Mungkin itulah cara melihat mereka ke kami.

Setidaknya, kini aku merasakannya sekarang. Setidaknya bila kubandingkan dengan perusahaan lamaku dan tempat kerjaku sekarang. Makin sering kurasan makin sering kulihat ke arah itu. Tak ada istilah simboisis mutualisme disini, yang ada seolah "TAKE IT" or "LEAVE IT". Artinya: Lik gelem yo terusno, lik gak gelem yo metuo! Hehehe..... sadis! Ya... setidaknya seperti itu.

Yang jadi persoalan adalah pada kenaikan UMK. Setidaknya untuk tahun ini mencapai kenaikan yang lumayan, sekira anggaplah 200-an ribu. Itu UMK yang diterima oleh para pekerja dengan posisi sebagai operator. Untuk posisi atau jabatan staf dan lain-lain, biasanya mengikuti penambahan berdasarkan selisih angka tersebut, sudah pasti bukan dari prosentase namun biasanya seperti itu... Tapi tahun ini datang kabar-kabar nggapleki itu... kayak-kayaknya ada meeting nih antar personalia se-MK, untuk mengotak-ngatik angka lagi. Perusahaan U sudah bergejolak, perusahaan S juga, datang kabar pula dari perusahaan P. Hehe.... tinggal liat ntar surat dari perusahaanku, selama belum jelas kayak gini mau bilang apa. Tapi begitulah, ya...gimana? Apa yang bisa kita harapkan dari pekerjaan sekarang? Gaji guedhee?

Nothing!!! Aku kok masih terbayang-bayang romantika masa lalu, hehehe... Diakui atau tidak masa-masa di PSECB memang lebih baik dibanding sekarang, betapapun kacaunya.

01 Februari 2012

SORRY OFF DULU

Untuk sekian kali tidak ada lagi postingan yang bisa update, alias buntu otak. Jadi dengan menyesal untuk sementara OFF dulu lah dari peredaran. Mohon Maaf...... Semoga dapat pencerahan.

20 Januari 2012

Secercik Asa Menggugah Sukma

Hmmm... sebenarnya bingung aku mau nulis apaan. Sama sekali nggak ada yang pantes diceritain. Tapi yang jelas, aku masih ingin bertahan dan hidup. Artinya aku masih punya semangat untuk menghidupi keluarga, mencari penghidupan yang terbaik, juga ingin memberikan waktu terbaikku untuk keluarga, baik itu anak istri, maupun kedua orang tuaku. Ya... setidaknya aku masih punya asa untuk hari depan yang lebih baik.

19 Januari 2012

Lumayan, Bisa Pulang Kampung

Harusnya uneg-uneg ini sudah kutulis sejak pulang dari Lamongan

Sejak 4 November 2011 sampai tanggal 12 November 2011, saya mendapatkan kesempatan pulang kampung lagi. Ya!! Saya sudah kangen banget, bisa menginjakkan kaki di tanah Lamongan lagi dan bermain bersama anak-anakku disana. Setidaknya menunjukkan pada mereka, "Inilah kampung halaman Ayah, disinilah Ayah dibesarkan oleh Mbah Kung dan Mbah Uti, dan tumbuh menjadi seorang anak."

Tentunya selain kangen dengan makanan khas Lamongan yang bercirikan Jawa Timuran, asin dan pedas. Seperti Soto, Kikil, Rawon, Rawon Kikil, Sego boranan, Tahu campur, Rujak petis + cecek dan cingur. Juga kangen dengan kota kecil yang menurutku makin asing untukku. Tapi itulah Lamongan kota yang selalu sehati dan sejiwa dengan warganya yang mungkin sebagian besar banyak remaja/ pemuda.

Ya, terlepas dari pesona Lamongan yang unik, menarik, dan misterius. Ya... aku sedikit memikirkan tentang masalah keluarga, lebih tepatnya masalah pribadi. Kalau dipikirkan, nyatanya aku telah lama hidup jauh dari orang tua, lebih dari 6 tahun. Entah, mau bertahan di perantauan atau balik lagi ke Lamongan memulai dari hal yang baru lagi...

Tapi walau serunyam pikiran saya, setidaknya saya punya rencana dan yakin bahwa saya pun bisa hidup mandiri di kota tercinta. Tinggal kesiapan kami untuk memulai....

20 Desember 2011

I'm Back!

Kangen menulis, dah lama blog ini tak kujejali lagi dengan ocehanku.... Selain tersita oleh rutinitas kerja, juga ketika di rumah gue juga lagi senang-senangnya ngobrol sama si abang dan si adek. Jadinya blog ini kubiarkan tak terupdate, seperti rumah yang tak terawat.

Jadi kalau dibilang, gue udah lupa sama blog ini, nggak juga. Cuman masalah manajemen waktu yang masih gagal. Padahal kalau diingat ingat, beberapa bulan yang lalu gue masih kursus, biasa pulang jam setengah dua belas malam, mampir angkringan pula... sampai rumah jam 1-an dini hari. nah sekarang hari-hari gue setelah pulang kerja malah main sama 'malaikat-malaikat kecilku ini'. Rasanya... tak mau kubiarkan waktu berlalu tanpa kehadiran mereka. Gue merasa inilah saat terbaik untuk dekat dengan mereka dan mengagumi gubuk kecil kami. Sebuah kolam kecil dengan diisi berbagai jenis ikan koki, ikan mas dan kura kura kecilku.

Ya... itulah kira-kira sepenggal kisahku, disaat aku menghilang sementara dari dunia maya....