Social Icons

twitterfacebookgoogle pluslinkedinrss feedemail

09 Maret 2010

You are Not Alone

Kesepian anda bukanlah disebabkan karean tiadanya orang di sekitar anda namun lebih dikarenakan karena tiada seseorang di hati anda.

Anda dapat kehilangan saat-saat yang berharga, yaitu ketika anda merasa enggan untuk memberikan bantuan pada orang yang membutuhkan. Padahal saat anda mengulurkan bantuan atau pertolongan, tanpa sadar anda sudah menjalin hati anda dan orang lain dengan sebuah dawai emas yang tak nampak. Dawai emas itu bernama persaudaraan. Semakin banyak anda menjalin dawai itu maka semakin jauh hati anda dari kesepian. Karena dawai-dawai itu akan mendentingkan nada yang memenuhi dan menghibur jiwanya.

Bangkit dan tebarkan uluran tangan anda pada mereka yang membutuhkan. Segaris senyum dan tatapan mata bersahabat, sudah cukup untuk membuat anda merasa tidak sendiri dan membangunkan anda dari kesendirian.

08 Maret 2010

Lama Gak Nyeruput Rupanya Tubuh Berontak Minta Kafein

Hari ini bawaannya uring-uringan melulu, bad mood dan pingin cari sesuatu yang beda. Hah, sudah masa depan kerjaan makin nggak jelas? Maklum produk penyambung nafas diundar-undur PR-nya, gara-gara desain isu. Ya sudah, tiap hari jam 5 teng langsung cabut pulang, jadi untuk kali ini lembur prei dulu lah.

Wah... nyampai rumah kok bawaannya malah gak ilang-ilang meski ketemu si anak kecil yang bandel yang suka nge-game, eh kok yo males nemani main-main. Sebentar nge-game bareng si junior, lantas ndengerin metallica eh tetep aja pikiran ini kok kusut banget. Rambut gondrong sampai nutupi mata kanan (padahal sudah sebulan yang lalu disuruh potong rambut oleh istri tetap kekeuh gak pingin potong, nunggu si junior kedua lahir alasanku) eh... ditambah muka suntuk gak karuan, makin jelek aja nih.

Akhirnya ya sudah, lepas isya' langsung ngacir pake celana sekenanya, baju kaos seadanya dan jaket. Mulanya sih mau ke angkringan (yang ini khasnya Jogja, kalau di Surabaya/Gresik semacam warung Gresikan-lah tempat arek-arek cangkruk) di kompleks sebelah tapi berhubung mood-nya lagi gak pingin kumpul menungso, akhirnya ya cuma kulewati saja walaupun kulihat ada motor Ris. Aku Langsung tancap gas menuju Nagoya (kira-kira 15 km dari rumah). Putar-puter nggak karuan liat lalu lalang mobil, berhenti sebentar ngamati situasi kota kemudian jalan lagi, tergoda lagi mampir di angkringan Nagoya halah...nggak dech maybe next time.

Yah... jadi ingat memori saat di Surabaya dulu ketika lagi bete sama teman satu kost atau eks pacar, pasti kerjaanku liat pemandangan khas Surabaya. Rute pertama adalah tempat mangkal PSK liar di sekita bambu runcing (eks. Surabaya Post) lalu menuju Jalan Diponegoro, Pasar Kembang, lalu menikmati pemandangan Dolly, hehehe... Selepas itu lantas tour lihat PSK waria di sekitar Makam Kembang Kuning lalu diteruskan menuju jalan Irian Barat (Irba), haha... kontras banget habis liat cewek beneran dibandingkan dengan cewek jadi-jadian. Nggak tahu deh, apakah nuansa khas Surabaya itu masih ada di jaman sekarang ini. Kalau di Batam, aku gak tahu maklum sudah lama gak liar lagi.

Ya... akhirnya selepas puas putar-putar kota, langsung saja pingin cari kopi pingin minum bergelas-gelas kafein. Iya... kopi di rumah habis, circle K sudah kelewatan tinggal Gelael kayaknya yang masih buka menjelang larut malam ini. Yo wis beli setoples kecil plus jajanan kesukaan si jagoan cilik.

Sampai rumah bikin segelas dua gelas terseruput, pikiran mulai tenang dan emosi normal lagi. Rupanya tubuh ini berontak pingin kafein lagi setelah dua bulan lamanya darahku tak tercemar kafein. Hmm... sweet dream esok siap bersemangat lagi walau pimpinan gak masuk -lagi ngambek sama Manajemen, katanya sst.

06 Maret 2010

Problem ini

Masak si rubah api gak bisa nampilin blogku, ah... kenapa berarti? Ntar dulu, ini coba diotak-atik mungkin ada yang problem.

Maunya sih liburan kayak gini nulis di blog, ya abis gimana lagi sebenarnya hasrat utamanya sih ngerusakin rumah tapi lagi banyak orang ngumpul, ditunda dulu lah. Si kecil juga lelap dengan tidurnya... Hmm berarti waktunya ini itu tapi oalaah, blog problem.

04 Maret 2010

Yang Menjalankan dan Yang Mengawasi Sama-Sama mengaku Benar

Dan Tuhan akan berpihak pada kebenaran, Hmm... lalu kemana Tuhan berada di pihak mana?
Mau sedikit ngomentari pidato (keluh kesah) orang nomor satu di Indonesia ini. Dalam suatu pemerintahan, mutlak diperlukan undang-undang Dasar, kemudian beranak pinak menjadi undang-undang A, B, dan lain sebagainya. Secara jelas, undang-undang yang memiliki sumber sama seharusnya tidak boleh berkonfrontasi, dan selayaknya saling mengisi. Saya memang bukan orang hukum, jadi saya tidak mau berpanjang lebar menjarah ranah hukum, takut dianggap sok pakar hukum atau politik padahal pendidikan cuma berlatar belakang Teknik Elektro, ntar disamain sama om KRMT yang suka ngupil, yang ngaku-ngaku jadi pakar telematika.

Ok, kembali ke dasar acuan keputusan, di dalam negara seharusnya lebih terarah. Contoh, ambil kasus di sebuah perusahaan, operator produksi untuk menjalankan suatu kerja dan mengambil putusan itu harus bersumber pada spesifikasi produk dan SOP (standard operating procedure). Sebuah procedure ini pun lantas diturunkan pada instruksi kerja pada perbagian-bagian dimana jelas ada instruksi kerja yang overlapping namun tidak saling berkonfrontasi hanya menegaskan dan menambahkan kekurangan poin-poin tertentu saja. Baru kemudian untuk memonitor dan mengawasi jalannya kerja dibuatlah suatu check sheet. Kelihatannya sederhana, namun ternyata bila dalam suatu kinerja didapati hal yang luar biasa terjadi jelas harus meminta bantuan dari pihak quality assurance, engineering, dan process untuk membuat suatu keputusan dengan mencari rumusan-rumusan dari acuan instruksi dan prosedur yang mendekati demi tercapainya jalan keluar.

Artinya pada suatu putusan yang sulit, pihak produksi selaku penyelenggara jalannya produksi tidak memikul beban (memutuskan) sendiri. Karena apa? Ya... itu tadi, kalau ternyata salah putusannya, evidance ada dan siapa saja yang tahu itu jelas.

Dari sini sebenarnya bisa diambil kesimpulan, kalau ternyata kasus Century itu upaya pemerintah untuk menyelamatkan diri dari krisis ekonomi di Indonesia. Lha kenapa kok sampai Pemerintahan yang notabene menteri Keuangan dan Gubernur BI berani bertindak sendiri, tanpa Presiden meminta pendapat DPR selaku pengawas jalannya pemerintahan. Kalau gini kan repot? dipanggil pansus katanya masalahnya serius, menyelamatkan negara dari krisis ekonomi, lha kok cuma kirim sms saja pada Presiden ad interim (Wapres) saat itu.

Hahahaha.... ini kan lucu, masak cara berpikir pejabat kayak gitu? Berarti aku bisa berbangga hati, karena lebih baik dari mereka. Karena selama hampir 5 tahun jadi Process Engineer, cara-cara ndeso macam gitu (yang notabene untuk nyelamatin diri) sudah nggak pernah kepake lagi.

Jadi, apapun celoteh SBY malam ini....... kebenaran dan keadilan harus ditegakkan! Usut tuntas kasus Century.

Demokrasi: Kebenaran itu ditentukan Suara Terbanyak?

Sidang terbuka DPR untuk membahas keputusan kasus century, telah dua hari digelar (Selasa & Rabu). Dan semalam, istilahnya adalah Grand Finalnya dari keputusan DPR untuk membawa kasus ini ke tingkat lebih lanjut atau tidak (yang berarti tidak ada masalah). Sebuah panggung reality show politik ditampilkan kepada public dimana seolah menampilkan inilah kami para anggota DPR sedang bekerja! Ada yang bilang bahwa ini adalah pembelajaran buat rakyat Indonesia dalam berdemokrasi, supaya rakyat Indonesia bisa mencontoh. Parlemen jalanan tak kalah serunya, desakan yang menggebu-gebu yang didengungkan para aktivis yang peduli dengan kondisi bangsa, atau yang sok peduli, dan tentunya ada juga orang-orang yang ingin memperkeruh suasana menjadi beberapa demo jalanan ini berakhir dengan anarkis. Tak kalah serunya digelarnya demo tandingan yang membela ’mati-matian’ (entah benar atau salah) pemerintahan SBY-Boediono.

Suguhan yang bisa kita saksikan di televisi, berita, dan di koran-koran seolah memeriahkan suasana. Desakan agar kasus century segera diusut karena bermasalah baik dalam proses pelaporan data keuangan maupun dalam pengucuran dana talangan (bail out) kepada century. Belum lagi ditambah koar-koar pengamat politik dan ekonomi yang makin laris bak kacang goreng untuk diminta pendapatnya ini dan itu oleh media-media.

Lalu pertunjukan ’pembelajaran’ dari Demokrasi pun ditampilkan saat voting terbuka bagian pertama dengan memilih alternatif 1 atau 2. Dimana alternatif 1 berisi hanya ada dua opsi yaitu opsi A dan opsi C, dan kedua alternatif 2 dimana ada opsi A, opsi C, dan gabungan dari opsi A dan C. Intinya Opsi A sendiri artinya bahwa keputusan pemberian dana talangan di century itu tidak ada masalah karena untuk mencegah krisis. Sedangkan opsi C artinya kebalikannya, bahwa keputusan tersebut bermasalah dan harus diusut. Yang menurut saya menjadi lucu adalah opsi A dan opsi C itu sungguh bertolak belakang bagai air dan api, lha ya kenapa kok di alternatif 2 ada gabungan opsi A dan C, edan opo piye iki? Memang ternyata yang edan nggak lebih banyak dari yang nggak edan, tercatat hanya 148 fraksi P.Demokrat ditambah Fraksi PAN, dan PKB kurangi 1, dan PPP kurangi 1.

Kemudian menindaklanjuti hasil ini, akhirnya dari alternatif 1 para anggota DPR memilih opsi A atau opsi C. Sidang yang sudah terhitung larut akhirnya membuahkan hasil dimana Fraksi P.Golkar, PDIP, PKS, P.Gerindra, P.Hanura, dan kejutan dari PPP dan 1 anggota DPR dari fraksi PKB dengan memilih opsi C, jumlah 300-an ini memenuhi jumlah korum dan jelas menumbangkan partai-partai pro-pemerintahan.

Pada intinya, saya sebagai pribadi dan bagian dari rakyat Indonesia mendukung penuh agar setiap langkah dalam wilayah abu-abu yang cenderung salah, haruslah dipermasalahkan dan berani ditegakkan, bukan malah ditutup-tutupi dan dicari pembenarannya.

Untung saja semalam suara terbanyak yang mengatakan kebenaran, coba andai saja suara yang menang adalah suara yang sumbang, suara yang mencari pembenaran berdasarkan ’sumbangsih’. Katanya suara anggota DPR adalah suara rakyat Indonesia, suara rakyat adalah suara kebenaran, suara kebenaran adalah suara Tuhan. Jadi dari premis ini berarti suara anggota DPR adalah suara Tuhan??? Walah!!! Gimana, andaikata suara anggota DPR seluruhnya mengatakan suara yang salah? Apakah itu tetap dianggap suara kebenaran dan suara Tuhan? Padahal benar atau salah itu pasti ada landasan dan dasarnya, ada kitabnya, ada acuan atau evidence-nya. Dan selama ini kita menganggap bahwa mereka (para anggota DPR) mengerti benar tentang hukum. Padahal hukum manusia itu sangat ambigu, membuat orang-orang banyak memberi penafsiran. Wajar kalau pendapat yang satu dengan yang lainnya berbeda. Itu disebabkan karena kita masih manusia yang masih punya emosi, hati dan perasaan untuk menawar dan menafsirkan lain dari suatu bentuk permasalahan. Hmm.... itulah kenapa umat Islam yang konservatif tidak percaya demokrasi dan anti demokrasi karena kebenaran yang hakiki hanya di tangan Allah dan para pemimpin yang amanah dan fathonah, bukan pada segerombolan manusia yang koar-koar atas pembelaan pada kepentingan tertentu.

01 Maret 2010

Setengah Manusia

Bulan Maret, bulan ketiga di awal tahun 2010 telah datang saya mencoba menyapanya dengan introspeksi diri. Hah... rupanya selama ini saya kok merasa jadi manusia yang tanggung, manusia yang setengah-setengah. Tak dapat dipungkiri memang walaupun jasad saya berada di Batam namun hati saya ini memendam kerinduan pada kampung halaman. Inilah yang jadi problema, hidup jadi nggak bisa lepas dan lebih berani.

Meski sudah hampir menginjak tahun kelima saya bermukim disini namun saya masih merasa, ini hanya sementara, kehidupan saya ada di Lamongan atau Surabaya. Huh... berat memang kalau punya pikiran kayak gitu.

Saya sebenarnya pingin punya pikiran kayak Cortez sang penjelajah dari Spanyol, terus terang saya kagum kalau bisa punya semangat kayak dia. Ketika dengan gagah berani dan penuh tekad, dia membakar kapalnya sendiri agar dia dan pasukannya punya niat yang kuat untuk mendapatkan hasil (emas) di tanah Indian suku Aztec pimpinan Montezuma. Hingga kelak dia bisa pulang membawa kapal yang lebih besar dengan muatan emas yang berlimpah.

Ya... terkadang jarang melihat orang berpendirian kuat seperti itu, aku sempat bermimpi bisa sepertinya tapi rasanya kini hanya sebatas mimpi semu. Ya.... hidup itulah perjuangan, impian manusia pun beda-beda. Bagi saya impian saya adalah, membawa kebahagiaan bagi sesama baik itu untuk anak istri dan orang tua.

Saya punya impian agar kami sekeluarga ini bisa berkumpul dengan kondisi yang sedemikian dekat, bukan terpisah jarak dan waktu, serta bisa hidup layak bersama mereka (orang tua). Rasanya saya sangat berdosa sekali kepada mereka kalau membiarkan mereka sendiri di saat-saat masa tua. Buat apa mencari uang sampai jauh-jauh jika tak pernah kumpul dengan keluarga (setahun cuma sekali atau dua kali saja).

Dan saya berharap tahun ini adalah tahun terakhir saya di tanah Batam ini sebelum akhirnya berkumpul lagi dengan mereka. Saya ingin membahagiakan mereka dengan menemaninya bersama cucu-cucunya. Hah... sudah terlanjur jadi setengah manusia di sini masak mau diteruskan. Beberapa kematian keluarga dekat terlewat, beberapa pernikahan saudara sepupu juga bahkan terkadang lebaran pun terlewati tanpa kebersamaan keluarga besar kami. Apakah ini yang dinamakan hidup? Manusia sebagai makhluk sosial layaknya tak begitu. Walau saya juga nggak setuju dengan falsafah orang Jawa ”Mangan gak mangan sing penting kumpul.” Yang saya setujui ya, ”Kudu iso mangan lan kudu iso kumpul!”

So, aku usahakan semoga tekadku untuk kembali cukup kuat bukan sekedar tanpa punya pertimbangan. Bagiku, dengan memaksa untuk hidup disini terus aku telah mendzolimi banyak orang. Bahkan aku merasa telah merusak sebuah keutuhan keluarga, pada beberapa orang aku merasa berdosa dimana terlalu pribadi untuk kuungkapkan disini. Apalagi aku takut terlambat, takut hanya bisa bertemu dengan mereka di saat-saat terakhir sebelum berpisah selamanya.

jadi telah kuputuskan untuk kembali pulang. Selamat tinggal Neverland, I can't stay too long anymore. I will touch the sky at another place! Jangan pernah kuatir kehilangan rezeki karena Allah selalu memberikan rezeki lewat caranya masing-masing.

(Ditulis oleh: Rakhmat ”Yo2k” Wijaya, dalam kondisi sadar)

24 Februari 2010

Sang Profesor Itu Telah Berpulang

Semalam, ada telepon dari keluarga di Lamongan, rupanya ibu yang telepon. Hmm... ternyata kabar duka yang beliau sampaikan bahwa Prof.Ir. Hadi Sutrisno suami dari mbak Rini meninggal.

Innalillahi wa Inna ilaihi Roji'un...
Ya, sebagai civitas akademika ITS apalagi Teknik Elektro siapa yang nggak kenal nama beliau. Beliau adalah salah satu Guru besar di lingkungan Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Pernah menjadi Purek di era 1990-an yang lekat dengan program mobil WW1 dan WW2. Kemudian berkembangnya ludruk di Elektro yang dikenal sebagai Ludruk Tjap Toegoe Pahlawan.

Penyebab kematiannya menurut ibuku, yang sempat menjenguknya di Grha Amerta RS Dr. Soetomo adalah katanya karena sejenis bakteri yang menyerang paru-parunya hingga akhirnya menyerang otaknya. Sewaktu ibu berkunjung ke sana katanya sempat ketemu Pak Priyo, dan beberapa dosen civitas akademika ITS. Saat itu keadaannya sempat berangsur baik namun rupanya takdir ada di tangan sang kuasa, selasa sore Sang profesor itupun menghembuskan nafas terakhir. Menurut ibu, beliau akan dimakamkan di Ngawi di tanah kelahirannya (kemungkinan tadi).

Nasib orang susah diterka padahal sebenarnya saya punya rencana mengunjunginya kelak kalau punya waktu luang. Beliaulah kebanggaan di keluarga besar kami. Bagaimanapun juga beliaulah yang mengilhami saya untuk terjun ke Elektro, walaupun akhirnya saya nggak bisa mengikuti jejaknya di konsentrasi bidang studi Sistem Tenaga (Power) karena nyatanya disitulah titik kelemahanku (Medan Elektromagnet dan Konversi Tenaga Listrik), hingga akhirnya aku lebih memilih Sistem Pengaturan. Sebenarnya secara garis darah dan keturunan saya nggak ada hubungan langsung dengan beliau. Beliau menjadi kerabat saya karena isterinya (mbak Rini) masih ada hubungan dengan garis keturunan ibuku. Memang seharusnya sih saya manggilnya mas, tapi kok timpang banget ya lebih baik Pak atau Om saja.

Ya, selama menuntut ilmu di Teknik Elektro ITS, saya tak pernah sekalipun berjumpa dengannya, kecuali saat Wisuda D3 dan Wisuda S1, dan acara keluarga. Saat itu beliau lebih banyak menghabiskan waktunya sebagai Dekan di Universitas Mataram dan sebagai pioneer Jurusan Teknik Elektro di Universitas tersebut. Sebenarnya saya ingin meniru jejak langkahnya sebagai Dosen, peneliti, dan penggagas, serta mungkin terlalu banyak yang tidak bisa saya sebutkan.

Akhir kata, selamat jalan Profesor... semoga engkau mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT. Dan semoga sang istri, Mbak Rini, selalu diberi ketegaran dan ketabahan hati. Padahal, sebulan yang lalu ibundanya (Budhe Musa) baru saja meninggal. Kini, sang suami yang menghadap illahi. Semoga Allah selalu melimpahkan kesabaran dan ketabahan pada keluarga yang ditinggalkan.

22 Februari 2010

Apa Kabar Februari?

Apa kabar? Padahal sudah lewat tengah bulan eh...baru bisa menyapa. Maklum walaupun februari ini terhitung bulan yang cepat, tapi ternyata saya kok nggak merasa begitu. Hari-hari kulewati dengan peluh dan pikiran terperas. Hah.... malah tiap hari terancam pulang larut... Malah bisa-bisa nggak ada libur tiap minggu.

Ya... sejenak gak mikir dan ngurusin negara, mau carut marut kek, kasus korupsi gak tuntas-tuntas, apalagi ngikuti dagelan century yang mirip reality show. Wah... udah gak sempet!!! kali ini ngurusi diri sendiri, karir dan keluarga dulu.

Memang beginilah kalau ngikut Nipon, segalanya kudu terstruktur, tuntas, dan harus jelas status progressnya. Maklum ada sebuah produk baru yang butuh penanganan produk lebih serius jadi, sarana dan prasarana harus jelas. Selain masalah kualitas, cara kerja, kondisi pekerjaan, dan sisa-sisa produksi juga harus jelas. Sebenarnya inilah yang bikin ciut nyali, ketika harus nyiapin pre running. Justru inilah awal dari sebuah kehidupan, apakah layak atau tidak barang tersebut untuk dijual ke pasaran.

Ya... jadinya hari-hari terancam lembur, bahasa kerennya overtime (OT), mesti curi-curi waktu untuk ketemu anak istri. Alhamdulillah ditengah jadwal yang padat ada berita menggembirakan, Parsa akan segera memiliki adik. Ya... syukur alhamdulillah, harapku sih semoga perempuan biar lengkap, tapi terserah Allah Swt yang penting dia sehat dan tak ada cacat.

Ngomong-ngomong soal isteri hamil, ternyata menurut dokter sudah 2 bulanan. Jadi ada kemungkinan bisa lahir september, heheh... kayaknya angka "8-9-10", asyik deh dipilih sebagai tanggal lahir. Hmmm.... wa Allahu'alam, sekali terserah Allah.

Ya... biarpunn minggu kemarin dah mulai ngidam minta ini itu, mulai siomay, bakso, sampai rujat serut ya asal wajar sih pasti kuturutin. Yang jelas kali ini kudu lebih siap-siap, apalagi paket premi kesehatan dari PT juga lagi bermasalah, providernya kurang bisa diharapkan. Mesti nyiapin ekstra dana untuk jaga-jaga, jangan-jangan ntar pas ngelahirin sudah gak ditanggung sama Perusahaan, hmm... padahal anak yang pertama masih bisa ditanggung saat istri melahirkannya di RS Awal Bross.

Ya... namanya juga dunia segala sesuatu pasti bisa saja terjadi. Yang penting sekarang jagain istri agar menjaga kesehatannya dan jangan males makan, serta satu lagi, menjauhkan si kecil Parsa dari perut mamanya biar gak ketendang. Anak kecil ini dah mulai pinter, bisa belajar ngitung, nyusun puzzle sampai main game di laptopku. Nah yang terakhir ini kayaknya jadi masalah... sudah addicted game kayaknya, masak sehari paling nggak dua jam main game. Jangan-jangan niru bapaknya nih maklum sewaktu mamanya hamil dulu sering sekali main "Age of Empire II" sewaktu mamanya tidur.

Ya udahlah.... hari juga makin mendekati pagi, malah ntar tak sempat istirahat. Ya... semoga pagi nanti semuanya menjadi cerah lagi.