Social Icons

twitterfacebookgoogle pluslinkedinrss feedemail

05 Februari 2012

Stress Tingkat 2

Hehehe... hahahaah nggak tahu mau nulis apa, bingung juga mau bagi-bagi jiwa. Ternyata kerjaan kok numpuk kayak tahi di septic tank. Brull... dan mengendaplah disini. Hmmm dan akhirnya gue gak mampu menangkis dan membereskan segala sesuatu permasalahan karena sesuatu yang lain. Hmm ... f**king Care! Peduli Setan, just try the best I can do. If it made you disappoint, I'm so sorry, I can manage the time with little f**k.

03 Februari 2012

Siap Siap Kecewa

Ya kalau masih jadi karyawan atau jongos, beginilah nasibnya... Pendapatan hanya didapat dari upah atau gaji dari perusahaan kita. Istilahnya masih tergantung dari karena kemurahan hati dari owner atau jajaran manajemen dari perusahaan. Ibaratnya... kita hanyalah pekerja, lain tidak. Jangan bayangkan ada sebagai profesional, yang ada hanyalah PE-KER-JA alias BU-RUH. Mungkin itulah cara melihat mereka ke kami.

Setidaknya, kini aku merasakannya sekarang. Setidaknya bila kubandingkan dengan perusahaan lamaku dan tempat kerjaku sekarang. Makin sering kurasan makin sering kulihat ke arah itu. Tak ada istilah simboisis mutualisme disini, yang ada seolah "TAKE IT" or "LEAVE IT". Artinya: Lik gelem yo terusno, lik gak gelem yo metuo! Hehehe..... sadis! Ya... setidaknya seperti itu.

Yang jadi persoalan adalah pada kenaikan UMK. Setidaknya untuk tahun ini mencapai kenaikan yang lumayan, sekira anggaplah 200-an ribu. Itu UMK yang diterima oleh para pekerja dengan posisi sebagai operator. Untuk posisi atau jabatan staf dan lain-lain, biasanya mengikuti penambahan berdasarkan selisih angka tersebut, sudah pasti bukan dari prosentase namun biasanya seperti itu... Tapi tahun ini datang kabar-kabar nggapleki itu... kayak-kayaknya ada meeting nih antar personalia se-MK, untuk mengotak-ngatik angka lagi. Perusahaan U sudah bergejolak, perusahaan S juga, datang kabar pula dari perusahaan P. Hehe.... tinggal liat ntar surat dari perusahaanku, selama belum jelas kayak gini mau bilang apa. Tapi begitulah, ya...gimana? Apa yang bisa kita harapkan dari pekerjaan sekarang? Gaji guedhee?

Nothing!!! Aku kok masih terbayang-bayang romantika masa lalu, hehehe... Diakui atau tidak masa-masa di PSECB memang lebih baik dibanding sekarang, betapapun kacaunya.

01 Februari 2012

SORRY OFF DULU

Untuk sekian kali tidak ada lagi postingan yang bisa update, alias buntu otak. Jadi dengan menyesal untuk sementara OFF dulu lah dari peredaran. Mohon Maaf...... Semoga dapat pencerahan.

20 Januari 2012

Secercik Asa Menggugah Sukma

Hmmm... sebenarnya bingung aku mau nulis apaan. Sama sekali nggak ada yang pantes diceritain. Tapi yang jelas, aku masih ingin bertahan dan hidup. Artinya aku masih punya semangat untuk menghidupi keluarga, mencari penghidupan yang terbaik, juga ingin memberikan waktu terbaikku untuk keluarga, baik itu anak istri, maupun kedua orang tuaku. Ya... setidaknya aku masih punya asa untuk hari depan yang lebih baik.

19 Januari 2012

Kuliner Mudik: Pantura Jawa Timur

Jika melewati jalur lintasan ini selama mudik, ada beberapa tempat buat pencinta kuliner yang bisa disinggahi untuk mengisi perut. Yuk, intip disini!

Setelah lintasan yang cukup panjang, kota besar pertama yang kita singgahi di Jawa Timur adalah Tuban. Bila sudah kelaparan, dan agar tidak kesasar ke mana-mana, tempat yang paling mudah dicari adalah RM Pangestune, di jalan utama yang berhadapan dengan pantai (Jl. Semarang 1, seberang Hotel Purnama, 0356 411145. RM Pangestune menyajikan masakan Jawa Timur-an istimewa.

Tujuan lain adalah Masjid Agung Tuban. Di depan masjid ada banyak warung tenda dengan berbagai tawaran kuliner Jawa Timur yang layak dicoba. Karena Tuban adalah kota pantai dengan pelabuhan nelayan yang cukup besar, masakan seafood di Tuban sangat direkomendasikan. Masakan Tuban sangat kaya bumbu/rempah. Bahkan lebih berbumbu dibanding masakan Minang.

Salah satu masakan khasnya disebut becek, dimasak dengan sekitar 14 jenis bumbu/rempah, semacam gule yang sangat pedas. Ada sebuah warung sederhana dengan sajian becek mentok yang istimewa. Sayangnya, warung ini sulit ditemukan karena tempatnya sangat mblusuk-mblusuk di tengah kampung. Ada juga satu warung sederhana dengan hidangan utama kare rajungan super-pedas yang sangat populer (RM Manunggal, Jl. Manunggal Jaya, depan SMUN 3).

Rajungan adalah sejenis kepiting. Masakannya disebut rajungan balsem karena pedasnya menyengat seperti balsem. Ada-ada saja. Hehehe ...

Dari Tuban perjalanan akan membelok ke Selatan, melewati Babat (kota asal wingko babat, jajanan dari tepung ketan dan parutan kelapa), dan terus ke Lamongan. Anda mungkin akan terkejut bila melihat gapura Kota Lamongan yang menyebut kota itu itu sebagai Kota Tahu Campur. Lho, bukankah Lamongan lebih terkenal dengan soto ayamnya (misal: Soto Ayam Pak Sadi)?

Kenyataannya, Pemerintah Kota Lamongan sendiri secara resmi memilih tahu campur sebagai ikon Lamongan. Tahu campur adalah tahu goreng campur tauge, daun selada, dan mi berbumbu petis, disiram kuah yang mirip semur dengan daging tetelan sapi.

Untuk soto ayam Lamongan, silakan cicipi di RM Mandala (Jl. Panglima Sudirman 61). Kaldu ayamnya sungguh sangat intens dan gurih. Di sini juga tersedia tahu campur. Sekali tepuk dua lalat.

Kuliner khas Lamongan adalah nasi boran – juga disebut nasi boranan, yaitu nasi dengan lauk masakan rumahan sederhana – yang dijajakan di kaki lima di sekitar alun-alun, depan Stasiun KA Lamongan.

Selain itu, Lamongan juga dikenal dengan lontong kikil, yaitu gulai kental dari kikil sapi, dimakan dengan lontong. Bila ingin mencicipi lontong kikil yang paling mak nyuss, rekomendasi saya justru bukan di Lamongan, melainkan di Surabaya (Lontong Kikil Waru).

Akhirnya, kota terakhir sebelum masuk ke Surabaya adalah Gresik. Favorit saya adalah cangkrukan – nongkrong sambil kongkow minum kopi – di warung kopi Cak Wito di gang kecil samping Masjid Raya di alun-alun Gresik. Terinspirasi oleh warung kecil inilah saya menciptakan tagline untuk Kopitiam Oey milik saya: koffie-nja mantep, harganja djoedjoer.

Belum mampir ke Gresik kalau belum mencicipi masakan bandeng-nya. Yang paling populer adalah RM Bandeng Pak Elan I (Jl. Veteran 69, di seberang Kantor Pusat PT Semen Gresik). Rumah makan ini juga punya cabang di tempat lain. Tetapi, untuk saya, saya selalu singga ke warung Mbak Tipa di Kampung Lumpur (dekat Tempat Pelelangan Ikan Gresik). Masakan Mbak Tipa – khususnya bandeng kropok-nya, sungguh membuat saya selalu terkenang-kenang.

Anda juga bisa mampir untuk beli oleh-oleh otak-otak bandeng (bukan seperti otak-otak Jakarta atau Palembang, melainkan seperti sate bandeng Banten, yaitu bandeng utuh yang dikeluarkan tulang dan dagingnya, lalu diisi dengan daging bandeng yang sudah dilembutkan dengan berbagai bumbu, kemudian digoreng). Yang paling tekenal adalah buatan Ibu Muzzanah.

Cicipi juga keistimewaan nasi krawu khas Gresik yang banyak dijual oleh ibu-ibu dari Madura. Favorit saya adalah Nasi Krawu Mbuk Su (Jl. HOS Cokroaminoto I/32, 031 3972203). Ini adalah nasi putih dengan lauk krengsengan daging sapi (masakan khas Madura), dengan tiga macam srundeng, dan sambel trasi yang puedesnya nuendaaaang! Bila tidak sempat mencicipi di Gresik, di Surabaya pun banyak yang menjual nasi krawu ini. Misalnya, Nasi Krawu Bu Rida, Jl. Aditiawarman 102 (081 23015183), persis di depan Sutos (Surabaya Town Square).

Tentang Surabaya, dengan tawaran kuliner yang seperti "tidak ada matinya", sebaiknya Anda membeli beberapa buku panduan wisata kuliner yang sudah banyak diterbitkan. Setidaknya, daftar singkat berikut dapat dimanfaatkan sebagai panduan. Selamat mudik. Titi DJ – hati-hati di jalan.

Copas artikel: detikFood
Oleh:Bondan Winarno

Lumayan, Bisa Pulang Kampung

Harusnya uneg-uneg ini sudah kutulis sejak pulang dari Lamongan

Sejak 4 November 2011 sampai tanggal 12 November 2011, saya mendapatkan kesempatan pulang kampung lagi. Ya!! Saya sudah kangen banget, bisa menginjakkan kaki di tanah Lamongan lagi dan bermain bersama anak-anakku disana. Setidaknya menunjukkan pada mereka, "Inilah kampung halaman Ayah, disinilah Ayah dibesarkan oleh Mbah Kung dan Mbah Uti, dan tumbuh menjadi seorang anak."

Tentunya selain kangen dengan makanan khas Lamongan yang bercirikan Jawa Timuran, asin dan pedas. Seperti Soto, Kikil, Rawon, Rawon Kikil, Sego boranan, Tahu campur, Rujak petis + cecek dan cingur. Juga kangen dengan kota kecil yang menurutku makin asing untukku. Tapi itulah Lamongan kota yang selalu sehati dan sejiwa dengan warganya yang mungkin sebagian besar banyak remaja/ pemuda.

Ya, terlepas dari pesona Lamongan yang unik, menarik, dan misterius. Ya... aku sedikit memikirkan tentang masalah keluarga, lebih tepatnya masalah pribadi. Kalau dipikirkan, nyatanya aku telah lama hidup jauh dari orang tua, lebih dari 6 tahun. Entah, mau bertahan di perantauan atau balik lagi ke Lamongan memulai dari hal yang baru lagi...

Tapi walau serunyam pikiran saya, setidaknya saya punya rencana dan yakin bahwa saya pun bisa hidup mandiri di kota tercinta. Tinggal kesiapan kami untuk memulai....

20 Desember 2011

I'm Back!

Kangen menulis, dah lama blog ini tak kujejali lagi dengan ocehanku.... Selain tersita oleh rutinitas kerja, juga ketika di rumah gue juga lagi senang-senangnya ngobrol sama si abang dan si adek. Jadinya blog ini kubiarkan tak terupdate, seperti rumah yang tak terawat.

Jadi kalau dibilang, gue udah lupa sama blog ini, nggak juga. Cuman masalah manajemen waktu yang masih gagal. Padahal kalau diingat ingat, beberapa bulan yang lalu gue masih kursus, biasa pulang jam setengah dua belas malam, mampir angkringan pula... sampai rumah jam 1-an dini hari. nah sekarang hari-hari gue setelah pulang kerja malah main sama 'malaikat-malaikat kecilku ini'. Rasanya... tak mau kubiarkan waktu berlalu tanpa kehadiran mereka. Gue merasa inilah saat terbaik untuk dekat dengan mereka dan mengagumi gubuk kecil kami. Sebuah kolam kecil dengan diisi berbagai jenis ikan koki, ikan mas dan kura kura kecilku.

Ya... itulah kira-kira sepenggal kisahku, disaat aku menghilang sementara dari dunia maya....