Social Icons

twitterfacebookgoogle pluslinkedinrss feedemail

11 Agustus 2016

Bye Bye Blackbird


(Mort Dixon / Ray Henderson)

Blackbird, blackbird singing the blues all day Right outside of my door Blackbird, blackbird who do you sit and say There's no sunshine in store All thru the winter you hung around Now I begin to feel homeward bound Blackbird, blackbird gotta be on my way Where there's sunshine galore Pack up all my care and woe Here I go, singing low Bye bye blackbird Where somebody waits for me Sugar's sweet, so is she Bye bye blackbird No one here can love and understand me Oh, what hard luck stories they all hand me Make my bed and light the light I'll arrive late tonight Blackbird, bye bye Bluebird bluebird calling me far away I've been longing for you Bluebird bluebird what do I hear you say Skies are turning to blue I'm like a flower that's fading here Where ev'ry hour is one long tear Bluebird bluebird this is my lucky day Now my dreams will come true Pack up all my care and woe Here I go, singing low Bye bye blackbird Where somebody waits for me Sugar's sweet, so is she Bye bye blackbird No one here can love and understand me Oh, what hard luck stories they all hand me Make my bed and light the light I'll arrive late tonight Blackbird, bye bye

07 Agustus 2016

Pledoi Buat Sahabat

Siang itu, saat Jumatan saya tidak bertemu dengan Gigih. Padahal biasanya kami sempatkan salam atau ngobrol selepas Jumatan. Saya masih belum menaruh curiga, bahkan saya belum tahu tentang penggerebekan teroris di sejumlah tempat di Batam. Maklum, karena sejak jam 8 pagi hingga setengah sebelasan, kami ada meeting dan teleconference dengan induk perusahaan di Jepang.

Bahkan setelah seorang rekan kerja bilang ada penggerebekan teroris di Mediterania, dan dengan nada guyon katanya namanya Rahmat dan mengapa saya tidak ditangkap, saya juga masih santai dan belum terpikirkan kalau yang ditangkap itu orang yang kukenal baik.

Barulah ketika waktu agak senggang, selepas makan siang dalam perjalanan audit ke Supplier, mulailah saya browsing berita di internet via hape. Lha, ada gambar rumah, yang dari pagarnya sangat kukenal. Bayangan saya Mediterania lokasi penangkapan yang ke arah Tunas Industri, bukan yang berhadapan dengan Puri Legenda.

Dep! Benak saya langsung berkecamuk, dalam hati saya ingin langsung telepon Gigih tapi lalu kuurungkan. Tentu saja kalau memang benar yang ditangkap Gigih yang saya maksud, pasti dia tidak bisa angkat telepon. Saya kenal dengan Gigih, karena dia adik dari sahabat baik saya. Abangnya dan saya, pernah kuliah di universitas yang sama dan pernah bekerja di tempat kerja yang sama.

Kemudian saya menghubungi abangnya yang diluar kota via sms untuk menanyakan perihal nama Gigih sebenarnya. Dan dia membenarkan kalau Gigih yang dimaksud sama dengan Gigih Rahmat Dewa yang ditangkap Densus88. Dan abangnya juga terkejut kalau Gigih disangkutpautkan ke kelompok Bahrun Naim.

Astaghfirullah! Mulai hari itu saya agak galau. Salah apa sih Gigih? Dari apa yang saya baca di media elektronik ataupun koran, katanya dia ketua KGR (Khatibah Gigih Rahmat atau Khatibah Gonggong Rebus), ah...terserah sak karepmu dewelah! Dan lucunya katanya kelompok ini yang berafiliasi dengan ISIS dan Bahrun Naim, akan menyerang Marina Bay di Singapura dengan meluncurkan roket. Roket? Roket mbahmu kiper yo.....

Hello??? Wake up man! Jangan lama-lama kalau fly? Tangio dhisik ta rek! Sing bener ae nik ngomong ojo asal njeplak wae rek! Pak Polisi saya pikir anda-anda sekalian itu kan pintar, coba pakai logika! Prinsip Investigasinya gimana? Atau pakai prinsip FMEA kami.

Oke, kembali ke Gigih. Dia itu pribadi yang sangat sopan, ketemu saya selalu cium tangan, malah sering saya cegah, soale gak enak rek, risih! apalah saya ini, saya cuma teman abangnya, bukan pak kyai. Dia itu santun dan bahasanya halus khas Jawa Tengahan. Suatu kali, pernah kami asyik ngobrol padahal adzan Ashar sudah tiba, dan dia mengingatkan untuk sholat jamaah dan tepat waktu. Wah salut arek iki!

Dia dan abangnya sama-sama pecinta alam, pecinta kedamaian, penyuka suara alam. Makanya dia sering mendaki gunung, menjelajah hutan, dan camping di sana. Bahkan dia pernah bercerita, dulu dia pernah beberapa hari tersesat di gunung, dan Alhamdulillah selamat.

Setahu saya abangnya kelahiran Pemalang atau Pekalongan saya lupa, jadi saya pikir dia bukan orang Solo. Dia anak ketiga dari empat bersaudara. Dia masih SMP saat mereka menjadi yatim piatu.

Oya, Gigih ini pribadi yang memiliki otak encer. Itulah kenapa dia selalu keterima beberapa Universitas. Kalau nggak salah, dia pernah kuliah di UNES tapi karena di kegiatan luar kampus akhirnya DO. Kemudian pernah kuliah di Malaysia, saya lupa namanya, namun terbengkalai juga. lalu pernah di Universitas Terbuka tapi kayaknya nggak selesai juga. Hingga akhirnya dibawa abangnya ke Batam untuk dikuliahkan di Poltek Batam untuk diawasi hingga selesai. Selama kuliah, sama dengan namanya Gigih. Dia ini juga nyambi kerja di media cetak di batam, Haluan Kepri, spesialis masuk malam. Sepengatahuan saya dia kerja di bagian IT.

Tapi setelah abangnya memutuskan keluar dari Batam. Saya juga jarang berkomunikasi dengannya karena waktu itu dia tinggal di Sekupang dengan istri yang baru dinikahinya. Dan saat saya dan abangnya ada bisnis, lalu aku berjumpa lagi dengannya di Mediterania lagi. Pada saat itu anaknya baru lahir, baru berusia 3 bulan. Lalu saya kerap berjumpa lagi dengannya saat Sholat Jumat, ketika dia sudah pindah kerja di kawasan industri BIP.

Oya, kembali soal roket? Roket tuh bullshit nggak ada sama sekali?
Meminjam ucapan Cak Lontong, Mikir? Roket dari mana?
Lha wong, Kim Jong Un saja butuh berapa kali uji coba agar target Korsel pas. Lha ini masih amatir, mau gimana itung-itungannya? Jarak antara Batam dan Marina Bay itu 35-50 km, kecepatan angin berapa km/jam, ke arah mana, wis... kudu akeh sing diitung rek!!! Satu lagi, mau taruh mana tempat peluncurannya, biar tidak ketahuan pihak berwenang? Oya, setahu saya teknologi teroris Indonesia kemuluken lha kalau sampai bikin roket gitu! Hebatlah! Mbuh maneh kalau roket air yang sering ditandingkan saat kami kuliah dulu, ngakak sambil guling-guling!!!

Sudahlah Pak Kapolri, Pak Kepala BNPT, Pak Kepala Densus88. Obrolan sahabat saya via dumay, itu cuma obrolan ala warung kopi yang bercanda-canda saja, sesama rekan-rekan seforum yang prihatin terhadap penindasan dan ketidakadilan pada umat Islam. Ngaku saja, kalian dapat pesanan dari Singapura yang takut National Day-nya 9 Agustus 2016 nanti diganggu aksi terorisme. Sama seperti Bastille Day-nya Perancis dan lain-lain. Dan kalian tuh pada parno (baca: paranoid) sekali! Jadi demi mencegah hal-hal itu, bercandaan ala Khatibah Gonggong Rebus pun dianggap serius. 

Saya yakin itu, karena apa? Ya... satelit komunikasi Indonesia saja nebeng Singapura. Apalagi yang masih jadi rahasia Indonesia. Semua bisa dianggap ancaman oleh Singapura, langsung bisa diretas dari posisi dan IP kita. Jadi,ya tinggal tunggu aja dianggap teroris.

... Inikah arti de-radikalisme? Kalian nangkepi orang-orang yang aktif rajin ibadah dan ngaji, takut ya... kalau mereka lebih mencintai Islam dibanding negara.

Wolak-Walike Zaman! Gih, semoga kamu seperti namamu, Gigih!!! Cepatlah Kau Bebas! Saya nggak tega bayangin sedang apa kamu disana. Bismillahirrohmanirrohim!  Semoga Allah selalu bersamamu bro! 

#SaveGigih

Kata orang, cinta tak harus memiliki. Namun ketika Cinta hanya jadi angan yang tak berbalas. Haruskah berhenti mencintai?
Kami adalah orang-orang yang rindu dan mencintai KEBENARAN.


Rakhmat Wijaya

@dewatacengkar14
Batam Center


09 Januari 2016

HAPPY NEW YEAR 2016

Saatnya kontempelasi, berpikir jernih tentang kelanjutan hidup dan masa depan..

02 Desember 2015

Every Cloud Has A Silver Lining



Yes.. we can! That's the point!
Sometimes we got the terrible moment in our life.

You feel at top of building, but then bad things happened in your life.
You only have 2 choice,
First, you take shortcut to leave out your problem
Jump and reach your 'freedom', or
Second, face the problem and get smart solution

Trust me, "Every cloud has a silver lining."
Same thing that Every pain has a cure.

22 November 2015

The Winner Will Quit, The Loser Still Inside

"The Winner Will Quit, The Loser Still Inside"

Nggak semua yang kalah, yang menyingkir. Bisa saja yang tetap bertahan justru mereka yang pecundang. Kenapa bisa seperti itu?
Adakalanya jika di sebuah komunitas, ternyata tak memberika respon positif akan kehadiran kita. Dan kita telah mencoba berusaha mengikis batu karang namun seperti sia-sia.

Waktu terus berjalan, dan kita tak bisa selamanya melakukan sesuatu tanpa kemajuan. Jadi hijrah atau keluar, mungkin itu pilihan yang terbaik. Ingat, banyak Nabi juga melakukan hal itu, ketika mereka diutus pada suatu kaum, dan setelah berjuang keras, kurang mendapatkan respon positif maka mereka pergi bersama kaum yang percaya dengannya dan pergi ke tempat lain.

Well Okay, saya bukan Nabi, tapi jika ada jalan lain, kenapa nggak?

19 November 2015

Lima


Lima,
Hari ini adalah hari kelima aku mengalami ketidakjelasan nasib uangku. Hari ini aku sudah mulai nggak terlalu galau lagi, mulai lebih menyibukkan dengan dunia kerja, dan well lebih tenang. Ya... namanya materi tentu penting-penting nggak, semua bisa dicari dan dikejar lagi. Cuma saja, aku nggak suka dengan cara seperti ini. Padahal menurutku, hitungan hari kelima semuanya harusnya sudah beres, dan aku sudah pegang uang itu lagi. Sekali lagi, itu cuma imho .

Lima,
Hari ini genap lima bulan rumah kami yang sederhana di Batam ini tak terisi lagi dengan suara keceriaan anak-anak kami, dan tentu saja kebersamaan dengan istri tercinta. Ok...well kami nggak bercerai, kami cuma pisah rumah.

Kalau yang ingin tahu kenapa ini terjadi, silakan click disini

Saya nggak ingin lebay, tapi memang nggak enak banget ya..kalau nggak ada mereka. Terbiasa ada yang menyambut saat pulang kerja. Terbiasa ada makanan di meja, terbiasa ada yang bisa dipeluk, terbiasa ada yang bisa diajak ngobrol tentang sekolah, pendidikan, rencana piknik, dan lain-lain.

Sekarang, saya cuma main sama ikan koki yang nggak jelas status genetikanya. Dan... melihat televisi yang makin nggak jelas tayangannya. Muak juga melihat tontonan yang nggak educated, atau berita politik yang penuh provokasi dan intrik nggak jelas! Nggak banget mengajak kita jadi bangsa yang hebat!

Ya.. pada dasarnya aku masih rajin bertemu anak istri, walaupun intensitasnya makin jarang. Dari sebulan sekali, 2 bulan sekali, lalu... rencana 3 bulan sekali bertemu, eh terkendala musibah ini... Jadi sedikit pikir-pikir kalau mau beli tiket.
Kalau yang ingin tahu musibahku, silakan click disini
Hmm nasib-nasib...

Lima,
Lima menit lagi bel pulang kerja!!!

17 November 2015

Uangku Nyangkut Dimana


Hi... aku lagi bingung neeeh! Tepatnya super galau!
Apa pasal? Ceritanya begini, Sabtu kemarin tanggal 14 November 2015, aku transfer di ATM Mandiri, dari Rekening Mandiri ke Rekening BRI. Pas aku melakukan proses transfer sebenarnya aku sudah curiga, kok loadingnya lama kalee seh... Akhirnya keluar juga tulisan seingat saya seperti ini, "Transfer anda sedang diproses, jika dalam 2 hari tidak berhasil hubungi Mandiri". (Sorry kalau salah, 'kan seingat saya..). Dan... keluarlah struknya seperti ini.




Yang bikin nelongso walaupun tulisan "Transfer sedang proses" tapi uang 'kan sudah kepotong. Ya... H2C lah (harap-harap cemas), apalagi nilainya nggak bisa dibilang sedikit 2 juta. Akhirnya dengan prasangka baik kuteruskan transaksi lainnya, ambil uang tunai beberapa kali sampai akhirnya meninggalkan ATM Mandiri.

Aku sih berprasangka baik, mungkin butuh waktu, sistem masih matilah atau gimana. Apalagi sehari sebelumnya, saya transfer ditempat yang sama , hanya beda mesin ATM (disitu ada 4 mesin ATM, 2 touch screen 2 nggak), dengan 3 bank berbeda semuanya lancar jaya. Akhirnya 5 jam kemudian aku dapat kabar dari isteri, katanya uangnya belum nyampai. Lha!! Kegalauan mulai melanda. Akhirnya aku telpon adik aku yang kerja di Mandiri ngabari tentang ini dan dikasih tahu suruh ngehubungi Mandiri Call 14000, lalu aku dikasih nomor lokalnya 021-5299 7777.

Tepat 6 jam setelah masalah, aku lalu menghubungi Mandiri Call, aku langsung memencet keluhan pelanggan. aku jelasin kronologis diatas, dan mbak Customer Service ngecek, lalu jawab bahwa uang saya sudah didebet. Lha iya... memang, masalahnya kan nggak nyampai ke rekening yang dituju. Kalau belum ya saya nggak komplain, toh mbak? Ini orang ngajak Stand Up Comedy atau gimana? Terakhir dia bilang laporan saya sudah dicatat, tapi untuk pengaduan harus dibikin ke Bank Mandiri Cabang terdekat. Secara hari Sabtu dan sudah hampir jam 4, maka hari ini pupus sudah ambisi saya untuk melanjutkan perjuangan ini.

Malam Minggu berlalu dengan kegalauan, secara istri jauh dan uangku nggak jelas nasibnya.

15 November 2015
Minggu pagi pun datang juga. Untuk membunuh rasa galau, aku niat lembur kerja saja, daripada ngelamun dan stress sendiri. Lantas? Ya... kerja seperti biasa, nyelesain Customer Claim. Dah beres, lalu curi-curi waktu berselancar berusaha cari-cari info. Dan Minggu malam berlalu dengan sukses ketika aku menghadirkan film untuk mengusir rasa galauku.

16 November 2015
Secara hari Senin ada meeting bulanan, dan aku mesti presentasi dari kubu Quality maka aku akan jalanin dulu mandat tersebut, baru kemudian minta izin untuk keluar dari perusahaan menuju Cabang Mandiri terdekat.

Sebenarnya aku dah mau keluar dari perusahaan ketika seorang teman menyarankan untuk minta bantuan P&GA tentang kasusku ini, secara kami baru 3 bulan ganti account payment dari BCA ke Mandiri. Akhirnya P&GA kami telepon Cash Outlet Manager di Mandiri Cabang Kepri Mall, struk juga dah difoto dan dikirim lewat line. Siangnya, aku dapat info tanda terima pengaduan dari Mandiri, hard copy akan nyusul. Menurut info, bahwa proses ini mungkin baru bisa clear sekitar 14 hari kerja. Lha...4 Desember dong.....

Hari Senin berakhir dengan aku masih galau, ditambah isteri minta kiriman sebagai ganti uang yang nyangkut kemana. Dengan dana tersisa, kupenuhi walau hanya separuh.

17 November 2015
Hari ini... kuadukan kasusku pada adikku yang di Mandiri. Dan...tentang 14 hari kerja, itu sebenarnya susah masuk akal. Gue terbiasa menjawab komplain, dan deadline buat jawab biasanya cuma seminggu. Ya.. walaupun sering beres semuanya lebih lebih dikit lah... Tapi ya masak 14 hari? Kalau gue yang ceritanya yang menginvestigasi nih.
Pertama, gue akan lihat history si pelapor bukti transfer, buku tabungan, dan kartu debet atm.

Kedua, check transaksi customer pada waktu jam kejadian, di lokasi mana, lalu kondisi saat itu seperti apa.
Dengan pengecekan 4M:
-Man
Pihak yang melakukan proses ini punya masalah nggak, gaptek, atau malah mencoba melakukan penipuan, atau justru benar-benar korban.
-Machine
Mesin ATM fungsional OK kah? Ada problem atau gimana?
-Methods
Cara transfer sudah benar belum? Melalui mesin ATM, atau melalui mobile banking, atau internet banking.
- Material
Kalau melalui mesin ATM, ada masalah nggak dengan kartu debetnya. Kalau OK, faktor ini kita abaikan.

Ketiga, setelah semua data terkumpul, baru gue telusuri jejak proses pengiriman. Apakah ada informasi bahwa ada transaksi yang masuk di rekening bank yang dituju pada jam tersebut atau selama beberapa waktu. Ada yang terpending, atau seperti apa. Lalu dikonfirmasi dengan sistem perbankan.

Keempat, ya.. setelah benar kalau terjadi kesalahan ya... secepatnya uang gue dkembalikan (plus bunga ngendapnya dan suvenir sebagai tanda permintaan maaf Bank).

Kelima, pihak Bank harus mencari solusi agar celah permasalahan ini tidak terjadi lagi di kemudian hari pada nasabah lain.

Ya... itu kan kalau aku yang investigasi, secara "Quality is Customer Satisfaction". Masih berandai-andai dan... hari berlalu dengan kegalauan.

18 November 2015
Hari ke-4 uangku lenyap. Well, hari ini aku menandatangani beberapa dokumen dari pihak Bank Mandiri, berikut kusertakan fotokopi KTP, buku tabungan, dan bukti transaksi.


Ya.. semoga ada ititik terang. Sekali lagi, 2 juta itu nggak sedikit, kalau diberikan kerupuk berapa banyak?
Masih dengan kegalauanku...

02 September 2015

Pantai Melayu Lagi

Pantai Melayu, Batam
29 Agustus 2015
Quality Crew PT. Patlite Indonesia
Berikut saya share foto-foto kami

kamehameha

Out of Water



It's banana time

Byuuurrr!!!!

Last but not least