Social Icons

twitterfacebookgoogle pluslinkedinrss feedemail

30 April 2019

Anti Jokowi Sampai Mati

Ada yang tanya kenapa saya nggak milih Jokowi, padahal saya orang Jawa?

Ya... Gimana lah... Kalau ada orang yang die hard Jokowi, lha saya kebalikannya.
Selain karena melihat tangan tangan di belakang Jokowi yang tidak saya sukai tentu saja saya alergi lihat PDIP.

Bagi saya, Jokowi itu seperti Manchester United di Liga Inggris atau Barcelona di Liga Spanyol. Dua klub yang sangat kubenci dan gak pernah saya dukung.

09 April 2019

Kartu-Kartu Sakti Jokowi; Barang Lama Kemasan Baru

Saya mau menyoroti tentang kartu kartu yang dikeluarkan oleh Capres Petahana 01, Joko Widodo - Ma'ruf Amin.
Saya mencoba netral melihat ini, berusaha tidak memojokkan atau menjelekkan-jelekan Jokowi.

Dalam kampanyenya Jokowi-Ma'ruf, selalu menawarkan kartu-kartu saktinya, antara lain:
1). Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah.
2). Kartu Sembako Murah, dan yang terakhir.
3). Kartu Pra Kerja.

Dari sini, pendukung lawan pasti akan mengkritisi habis-habisan diterbitnya kartu-kartu ini. Bayangan mereka, berapa sih APBN Indonesia? Bisakah Indonesia mengakomodasi semua hal ini? Tapi saya yakin semuanya ini sebenarnya program yang sudah ada.

Menurut saya, kartu kartu ini sebenarnya sudah ada dalam pemerintahan sebelumnya, atau dalam pemerintahan yang telah berjalan, hanya kemasannya saja yang diubah.

Kita soroti satu-persatu ya:

1). Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah
Sebenarnya program untuk mengkuliahkan masyarakat Indonesia dari kalangan tidak mampu sudah diakomodir beberapa tahun belakangan. Ingat, beberapa Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta terpilih, memiliki program yang bernama "BIDIKMISI". Yaitu bantuan biaya pendidikan bagi calon mahasiswa tidak mampu secara ekonomi dan memiliki potensi akademik baik untuk menempuh pendidikan tinggi. Program ini sebenarnya sudah eksis sejak jaman SBY, sejak tahun 2010.


2). Kartu Sembako Murah
Untuk program ini, saya kira Jokowi disini hanya mengutak atik program yang sudah ada, yaitu Bantuan pangan Non Tunai (BPNT). Tentu saja penerimanya ya Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Konsepnya sama, mulai BLT, lalu BPNT, dan sekarang kartu Sembako murah, hanya berganti nama lagi. Intinya ganti judul saja.

3). Kartu Pra Kerja
Untuk Kartu jenis ini, saya pikir Jokowi hanya memanfaatkan momentum dari sisi yang tidak diberesin oleh Dinas Tenaga Kerja. Anda para pencari kerja tentu akrab dengan apa yang disebut Kartu Pencari Kerja atau biasa kita menyebutnya Kartu Kuning. Sebenarnya konsep kartu kuning ini kurang jelas selama ini. Ketika para pengangguran mencari kartu ini dan mendapatkannya, maka seharusnya kartu kuning membantu para pencari kerja. Jika dalam waktu 6 bulan ternyata belum bekerja harus informasi ke Kemenaker. Tapi kan kenyataannya tidak banyak yang informasi.

Sisi inilah yang berusaha dimaksimalkan tim sukses Jokowi dengan meluncurkan Kartu Pra Kerja. Saya sendiri kurang paham dengan konsep timses nya. Tapi menurut saya kartu kuning ini bisa dioptimalkan dengan kartu pra kerja tadi. Misalnya kalau sudah kerja, maka kartu pra kerjanya diambil oleh pemberi kerjanya (perusahaan) untuk dikembalikan ke Kemenaker. Nah, yang belum ini, jika selama beberapa waktu belum dapat kerja bisa mendapat insentif dan pelatihan dari BLK atau Kemenaker. Dan akhirnya kartu itu akan dikembalikan ke pemerintah melalui Kemenaker jika sudah diterima kerja. Masalahnya sisi ini harus terintegritas dengan lembaga perusahaan dan lapangan kerja. Nah kalau ternyata lapangan kerjanya kurang, ya harus ditumbuh kembangkan, baik itu melalui investasi dalam negeri maupun luar negeri. Dan, tentu dengan memberi ruang dan kesempatan lebih baik untuk tenaga kerja dalam negeri kita, dibanding memberi keleluasaan kerja untuk tenaga asing.

Kalau mau jujur, timses Jokowi sebenarnya lebih pintar dalam membaca peluang terhadap hal-hal 'remeh temeh'.

Sekarang dengan database e-KTP yang jelas. Maka sistem kependudukan di Kemendagri harus bisa diakses disemua Badan atau Dinas yang terkait dengan data kependudukan. Sehingga semua menjadi terdata dan jelas. namun, tentu saja selain kemudahan pelayanan, masyarakat harus berperan aktif untuk mengupdate segala data kependudukan yang ada.

Pertanyaannya, tidak cukupkan satu kartu saja buat semuanya? Yaitu e-KTP saja. Seharusnya bisa, tapi itu semua tergantung manajemen pemerintahan apakah bisa mengintegrasikan kinerja Kementerian lainnya, baik itu Kemendagri, Kemenaker, atau Kemensos. Secara substansial, sistem itu sudah ada, tinggal dimaksimalkan dengan yang ada sekarang.

Kartu kartu sakti itu, sebenarnya indikasi (flag) untuk memberi tanda NIK yang butuh perhatian khusus. Untuk Kartu Sembako Murah, KIP Kuliah, dan Pra Kerja.

Jadi yang bisa saya katakan disini, Kartu Kartu Sakti Jokowi, sebenarnya barang lama kemasan baru.

Jadi siapapun Presidennya, baik itu Jokowi ataupun Prabowo, semuanya bisa mengaplikasikan program-program sembako murah, kuliah untuk kalangan berprestasi dari keluarga tidak mampu, dan mengurangi pengangguran.

13 Maret 2019

Persela: Tim Yang Jago Mengorbitkan Pemain Asing dan Pemain Muda

Persela ibarat Kawah Candradimuka bagi para pemain asing. Tekanan yang tidak terlalu tinggi plus kesempatan besar tampil sebagai pemain utama membuat banyak pemain asing memilih Persela sebagai pelabuhan sebelum hijrah ke klub lain dengan bayaran selangit. Sudah banyak contoh pemain asing yang 'jadi', ketika mereka pertama tiba di Indonesia berseragam Persela.

Oscar Aravena, di awal kariernya di Indonesia pada 2003 ditempa di Persela. Penyerang haus gol asal Chili ini hanya semusim di Persela. Pada tahun 2004 langsung dibajak PSM, dan langsung melesat jadi top scorer kasta elite.

Fabiano Rosa Beltrame, bek tangguh asal Brazil ini mengawali karier di Lamongan 2005-2006, serta 2008-2011, sebelum akhirnya hijrah bermain ke tim-tim elit dan royal semacam Persija, Arema, dan Madura United.

Gustavo Lopez, pengatur serangan asal Argentina yang mempesona, juga pernah mencicipi kostum Tim Biru Langit pada musim 2006-2007 serta 2011-2013. Saat datang ke Lamongan banderol Gustavo murah di bawah Rp500 juta. Nilainya melonjak saat Arema menggaetnya pada 2014 lalu.

Srdan Lopicic, yang menjadi motor permainan Persela di LSI 2014, dan musim berikutnya langsung digaet Pusamania Borneo FC. Padahal, saat datang kali pertama ke Indonesia ia sempat ditolak sejumlah klub, yang tak yakin pada kemampuannya.

Adisson Alves, striker asal Brazil pemegang paspor Brazil dan Spanyol ini, waktu itu hanya dihargai Persela Rp500 juta, kemudian ditarik klub elite Thailand, Osotspa. Kontraknya melesat di atas 100 persen. dan kemudian masih beredar di klub elite Liga 1.

Musim 2018, Persela sebenarnya memiliki pemain asing yang luar biasa. Ada Diego Assis, Wallace Costa, dua pemain asal Amerika Latin yang mumpuni ditambah striker haus gol dari Perancis Loris Arnaud. Sayang, sebelum musim kompetisi 2019 digelar, mereka tak bersama lagi dengan Persela. Diego Assis langsung diambil oleh Al Ain Arab Saudi, Loris Arnaud langsung disabet oleh PS Tira Persikabo, dan Wallace Costa memilih merumput bersama PSIS, di Jati Diri Semarang.

Permintaan gaji yang tinggi tentu menjadi faktor utama para pemain asing yang moncer di Persela itu kini hengkang dari tim kebanggaan masyarakat Lamongan. Persela sebagai tim eks perserikatan yang terbiasa disuapin APBD Lamongan dan kurang mendapatkan sponsor yang besar, tentu tidak bisa jor-joran dalam menggaji pemain, apalagi pemain asing.

Untuk pemain lokal saja, Persela lebih mengembangkan pemain pemain muda dan memberi kepercayaan dan jatah waktu bermain yang banyak, agar siap menjadi bintang. Contoh yang paling mentereng adalah Saddil Ramdani, yang kini bermain di klub Malaysia, Pahang FA. setelah 2 musim sebelumnya menjadi bagian penting dari Laskar Joko Tingkir. Begitu pula Fahmi Al Ayyubi dan Ghifari Vaiz, dia menjadi produk lokal yang memberi asa baru untuk menjadi pemain bintang masa depan. Persela juga memberikan kepercayaan pada pemain muda pinjaman untuk bermain lebih banyak, seperti Gianzola dan Dendi Setiawan.

Fakta-fakta tersebut menunjukkan kalau pemandu bakat Persela cukup jeli melihat potensi pemain impor. Tidak seperti klub-klub elite macam Persija, Persib, Persipura, Arema, Sriwijaya, Madura United, Bali United yang lebih memilih cara instan dalam mendapatkan pemain asing. Manajemen Persela lebih hati-hati memilih pemain dan mencari pemain asing yang masih berharga murah dari negara negara Amerika Latin. Syukurnya banyak pemain yang datang kualitasnya bagus-bagus, dan pastinya tidak menuntut nominal kontrak setinggi langit.

Kini pada musim 2019, Persela sudah move on dari Diego Assis, Loris Arnaud, dan Wallace Costa yang meninggalkannya. Persela kini diperkuat pemain asing yang tampil menjanjikan saat membekap Persita 2-0 dan Arema 1-0 di Malang, pada momen Piala Presiden. Mereka adalah striker Washington Brandao dari Brazil, gelandang asal Argentina Jose Sardon, gelandang lincah dari Jepang Kei Hirose, dan bek yang tangguh dari Brazil Jairo Rodriguez. Semoga Persela bisa mengulangi sejarahnya, dengan membuat moncer para pemain asingnya. Apalagi Persela juga masih memiliki darah muda semacam Hambali, Fahmi, dan Ghifari. Dan yang paling penting, Persela telah mendapatkan Penjaga Gawang yang tangguh Dian Agus Prasetyo, yang terpinggirkan dari Barito Putra.

Saya rasa, kali ini Persela akan menjadi tim yang luar biasa musim ini, dan siap menjadi penantang gelar. Dengan catatan, Persela juga harus memiliki kedalaman skuad untuk mengarungi musim kompetisi 2019.

01 Maret 2019

Yesterday, Today, and Tomorrow

Yesterday, Today, and Tomorrow


and today is before tomorrow
and tomorrow is not yesterday
and yeterday is before today

and today is before tomorrow
and tomorrow is not yesterday
and yeterday is ... a day before

before I see you..
before I meet you
before I know you
before I need you
before I love you


This is my stupid song, because this is friday, an english day

18 Februari 2019

Mencari Tiket Penerbangan Murah


Semenjak Januari 2019, telah terjadi kenaikan yang signifikan dan gila gilaan pada harga tiket penerbangan domestik.

Awalnya saya pikir, ini masih imbas dari peak season di nataru (Natal & Tahun Baru). Tapi setelah saya cermati, setelah tanggal 15 Januari 2019, saya cek harga tiket di traveloka, lha kok harga tiket Batam - Surabaya masih di kisaran 1,5 jutaan, padahal normalnya di 800an, baru saya curiga. Ini harga kok gak turun turun? Ada apa ini?

Lalu saya cek penerbangan lain, ternyata, Masih abnormal, masih tinggi. Mbatin saya, waduh kalau harga segitu, ya bisa tekor kalau pulkam tiap 2~3 bulan sekali.

Lalu iseng iseng saya cek situs pembelian tiket lainnya tiket.com, ya Allah sama. Apalagi pada saat yang sama lionair mengambil kebijakan dengan meniadakan bagasi gratis, dan membebankan biaya bagasi lagi pada penumpang. Gila! Bisa nggak pulang saya, kalau nggak benar benar urgent.

Lalu iseng iseng saya masuk ke website tiap pesawat, website lionair, website garuda, dan website citilink, berharap siapa tahu harganya beda (lebih murah), dibanding dengan traveloka atau tiket.com. Pertama saya cari tiket tanpa login dulu ke website tersebut, wow sama mahalnya. Kemudian saya login di website masing masing. Wow! Ternyata ketika saya cek harga di citilink, jauh lebih murah.

Untuk harga Batam-Surabaya pakai login di citilink.co.id segini di jam 14.40

Sekitar 880 ribu.

Sedangkan saya cek pakai tiket.com masih segini
Masih sekitar 1,8 juta, untuk jam 14.40.

Saya cek di traveloka juga sama seperti tiket.com.

Di citilink ini, jika anda login sebagai member supergreen citilink, harganya memang sangat murah. Kebetulan saya sudah jadi member sehak tahun 2017. Bahkan anda masih dapat tambahan free bagasi 10kg. Jadi selama citilink belum memperlakukan bagasi berbayar, anda akan mendapatkan 20kg+10kg bagasi, ditambah free 7kg kabin. Nah, kalaupun nanti bagasinya berbayar, dengan member supergreen ini anda masih menikmati 10kg bagasi dan free kabin 7kg. Setidaknya kalau bawaan anda cuma 10kg ya nggak perlu biaya tambahan. Jadi, ngapain pilih yang lain. Jika memang di kota anda, ada penerbangan citilink. Lebih baik anda beli tiket pesawat memakai citilink.co.id dan login dengan member anda.



Selamat tinggal traveloka dan tiket.com, pakai aja citilink dan login menggunakan member supergreen anda untuk mendapatkan tket yang juauuuuh lebih murah dan rasional. Dan, selamat tinggal lionair, pesawat ini memang cocok benar benar digunakan oleh orang yang kaya, orang yang nggak tahu rahasia ini, atau buat anda yang terpaksa (nggak ada pilihan lain), karena hanya satu satunya armada yang melayani.

Ingat, ini rahasia lho

07 Februari 2019

Motif Pembakaran Kendaraan di Semarang dan sekitarnya

Mohon maaf sebelumnya saat saya memposting judul ini. Karena ini hanya opini saya, yang kebetulan adalah pengkhayal tingkat tinggi. Saya juga tak ingin dituduh hoax atau mengaburkan fakta yang sedang didalami oleh pihak kepolisian. Yang saya utarakan dalam tulisan saya hanyalah pikiran saya, yang kebanyakan nonton film psikopat dan teracuni oleh novel misteri.

Menyikapi teror yang terjadi di Semarang dan sekitarnya, para korbannya dipilih bukanlah secara acak (random victims). Itu terlalu sederhana jika dijabarkan jika para korbannya adalah random victims. Setidaknya pada teror-teror pembakaran awal yang terjadi, saya yakin pelaku sengaja memilih korbannya. Kenapa saya ngomong demikian? Karena awal-awal teror pembakaran adalah motif utama pelaku untuk melakukan tindakan kriminal, dan masih bersih dari unsur-unsur show off, dan random victioms.

Dalam pandangan saya, pelaku ini bisa bersifat sosiopat atau malah berkecenderungan psikopat. Setidaknya ada beberapa motif yang melandasi terjadinya pembakaran tersebut.

1. Sakit Hati
Bisa jadi pelaku merasa sakit hati terhadap para korban. Dari sini bisa didapatkan adanya ikatan emosi, artinya pelaku paling tidak dengan korban, entah langsung atau melalui keluarga/ temannya. Walaupun bisa saja korban tidak kenal dengan pelaku.

2. Hakim Jalanan
Anda masih ingat dengan ichiro, seorang yang mengendarai mobil Suzuki Vitara putih ala offroad, yang berani menjadi jagoan dan hakim jalanan. Dia dengan berani menabrakkan mobilnya pada kendaraan lain yang 'tidak patuh', yang melanggar lalu lintas atau rambu jalanan.

Bisa jadi pelaku adalah ichiro jenis lain, mengingat kenapa yang disasar adalah mobil atau motor. Bisa saja pelaku ini orangnya taat dan patuh peraturan. Namun dia sangat mendendam dan jengkel pada orang yang seenaknya melanggar peraturan, dan ditambah tidak ada mendapatkan penegakan aturan yang jelas oleh aparat kepolisian.

Mungkin saja pelaku kesal dengan para korban saat mereka jumpa di jalanan, dan pelaku melihat perilaku jalanan para korban membahayakan pengendara lain, atau tidak patuh rambu lalu lintas. Sehingga mungkin saja terbersit ide, "Jika nggak bisa bener bawa kendaraan, mending kendaraanmu saya bakar!"
Sehingga pelaku membuntuti dimana para korban tinggal, 'menggambar' lokasi target, dan kemudian melancarkan aksinya ketika lingkungan korban tinggal sepi (aman).

3. Iri Hati
Sebenarnya ini motif yang terlalu sumir jika mengatakan pelaku iri hati. Tetapi ini bisa saja, walaupun sebenarnya terlalu luas untuk dijabarkan.

Namun perlu diingat, area TKP sekarang sudah 'tercemar'. Hal ini karena kejadian 'kan sudah viral. Dan perlu diingat, ketika hal ini viral maka akan timbul hal lain, yakni kemungkinan munculnya para peniru aksi ini (copycat). Ya... entah karena terinspirasi, gaya-gayaan, ingin saja, atau memang berteman dengan pelaku awal dalam suatu forum atau organisasi.

Jadi akan makin susah diendus jejak siapa pelaku ini sebenarnya. Tetapi pelaku ini juga manusia, yang saya yakin punya emosi dan hasrat. Pelaku bisa saja tetap tak terendus jika dia bekerja 'rapi', hati-hati dalam memilih korban, dan benar-benar tidak terlalu nekad menyasar korbannya. Artinya, bisa saja calon korban tinggal di perumahan yang dijaga 24 jam oleh security saat keluar masuk. Akan jadi bumerang, jika pelaku tetap nekad melancarkan aksinya pada kawasan seperti ini.

Bagaimanapun juga itu versi dugaan saya saja, jika memang benar pelakunya adalah tipe sosiopat, psikopat, atau main hakim sendiri. Perilaku seperti ini tetap tidak bisa ditolerir walaupun masyarakatnya yang bermasalah. Namun diperlukan peran serta semua pihak untuk memperbaiki tatanan kehidupan masyarakat. Akan tetapi bisa saja pelakunya menyasar korbannya dengan random acak dan hanya menakut-nakuti warga. Bagaimanpun juga semoga Polri bisa mengungkap kejadian teror pembakkaran yang sesungguhnya. Bagi saya sendiri, kasus teror pembakaran kendaraan lama kelamaan, seandainya tanpa tertangkap juga akan menguap dengan sendirinya.

22 Januari 2019

Tahun 2019

Waktu terasa berlari, dan ternyata sudah lebih dari 13 tahun aku berada di Batam. Ya.. sebuah gugusan pulau yang bersebelahan dengan Singapura.

Ternyata sudah setahunan aku kehilangan ibunda tercinta.
Ternyata abang Parsa sudah kelas 6, dan akan bersiap masuk SMP
Ternyata kerjaan saya masih di tempat ini, belum ada perubahan.
Ternyata harga tiket pesawat sekarang mahal banget.
Dan tahun ini 2019, kita akan nyoblos Pemilu lagi. Apapun pilihan anda, harapan kita sama, berharap Indonesia lebih baik lagi di tahun depan.

15 Mei 2018

My Untold Story : DO dari Calon Teroris


Saya agak bingung memilih kata kata yang tepat untuk postingan kali ini. Salah dikit, ntar dituduh dukung teroris dan kurang empati akan jatuhnya korban. Jadi mohon maaf sebelumnya jika ada kata yang kurang berkenan.

Innalillahi wa inna illaihi rooji'un.

Tragedi itu terjadi lagi. Negeri yang kocak ini digegerkan lagi dengan teror bom di Surabaya. Setelah sebelumnya terjadi ketegangan yang mengakibatkan korban jiwa di rutan di markas brimob kelapa dua, Depok, antara napi teroris vs anggota polisi.

Ketika teror terjadi di 'rumah' aparat penegak hukum saya anggap mereka mendapat lawan yang setara. Dia bawa senjata anda bawa senjata, ya silakan lah adu tembak, bom boman dll.

Tetapi yang saya sayangkan, kenapa harus di rumah ibadah, terlepas di Gereja atau lainnya. Namanya juga tindakan terorisme, mungkinn lain waktu bisa saja masjid, wihara, pura, candi hindu, atau borobudur bisa jadi targetnya.

Padahal ibadah itu perkara asasi antara manusia dengan dzat paling berkuasa, berkehendak dll yang disebut Tuhan, melalui metode dan cara yang dianutnya, mengikuti petunjuk manusia suci yang disebut sebagai Nabi.

Namun...rupanya mungkin tidak semua manusia sependapat dengan pendapat saya.

Saya paham dan tidak menutup mata bahwa kali ini pelakunya adalah beberapa keluarga muslim. Orang awam akan bertanya tanya, kok bisa ngebom sampai ngajak istri dan anak anaknya yang masih kecil. Kok tega?

Jawabannya adalah bisa. Kenapa? Saya coba akan bercerita pengalaman saya dulu sewaktu kuliah di ITS Surabaya, sekitar tahun 2002.

Seperti kebiasaan mahasiswa yang kuper, jika sudah malam saya sering menghabiskan waktu jalan jalan sendirian di Gramedia Kertajaya ketimbang jalan sama pacar. Lha wong ngomong sama cewek aja gemetaran, gimana mau pacaran.

Sebenarnya saya lebih menyukai buku buku komputer dan teknik, tapi tidak terpaku pada genre itu saja. Suatu hari ketika saya lagi tenggelam dalam rak buku buku Islam saya bertemu dengan seseorang yang berusia 35~40 tahunan, dan 'terlihat' lebih Islami dengan ciri berjenggot dan berdahi agak kehitaman. Lalu kamipun ngobrol basa basi perkenalan. Kemudian terlibat pembicaraan serius tentang Quran.

Saya orangnya 'open mind' walaupun saat itu cenderung berhaluan kiri, penganut Nietzsche dan Marxisme. Namun dari kecil saya mengenyam Madrasah dan dididik secara Islam yang taat. Walaupun sholat masih bolong bolong.

Karena ada perlu lain, akhirnya kami pisah dan bertukar kontak dan alamat. Ingat waktu itu belum ada Facebook, Whattapps, BBM dll. Yang ada telepon rumah dan hp tat tit tut (itupun jarang yg punya).

Singkat cerita, beberapa hari kemudian orang tersebut datang ke kosanku. Tentu saja saya welcome. Kemudian saya perkenalkan ke beberapa teman saya. Namun reaksi orang tsb menginginkan hanya saya saja untuk diskusi bedah Quran. Dan pada pertemuan berikutnya saya diajak ke masjid UPB di daerah Deles, tak jauh dari kosanku. Disitu saya bertemu dengan seorang lagi. Bayangan saya tuh.... saya diajak dengarin ceramah bareng bareng dengab jamaah lainnya. Tapi ternyata, di masjid tidak ada aktivitas selain sholat Maghrib, dan berdoa. Namun, di teras masjid saya dan 2 orang kenalan baru saya mengaji.

Mulanya tidak ada yang aneh... Tapi lantas orang tsb menukil nukil beberapa ayat dari surat, dan mencari arti pemahamannya. Tentu saja pemahaman menurut mereka. Hari pertama ngaji di luar kosan tidak terlalu aneh.

Kemudian beberapa hari kemudian saya ke masjid UPB sesuai janji ketemuan lagi. Sekali lagi seusai sholat kami tidak membaur dengan jamaah lainnya. Dan... mulai menggali dan menukil nukil surat tertentu. Saya agak mulai curiga kenapa yang dinukil adalah ayat ayat yang berkaitan dengan kenikmatan hidup di jalan Allah, jihad, dan penegakan amar ma'ruf nahi munkar. Penegakan ulil amri, dan menyerukan memerangi pemerintahan yang salah (Pemerintah yang Thoghut ).

Sebenarnya siapa yang tidak tergiur akan menjadi golongan yang langsung masuk ke Surga jika berjihad di jalan Allah. Betapa wangi surga tercium dan akan menjadi hamba yang mulia.

Suatu saat saya ada kerjaan (praktek demo), hingga nggak bisa ketemuan ngaji. Akhirnya ba'da Isya' salah satu dari mereka ke kosan saya. Ya... saya minta maaf namun janji untuk ketemuan kapan kapan lagi. Namun kenalanku tersebut sempat ketemu dengan teman kosanku yang seneng jahullah. Mereka tampak bertukar pikiran serius. Namun saya tidak terlalu perhatian, karena saya sibuk nyelesain demo PLC .

Kemudian setelah kenalanku pulang, temen kosku cerita kalau ternyata pemahaman dia beda dengan kenalanku. Bahkan dia menasehatiku, "ati ati lho Mat, kon ketemu nangdi ambek wong iku?"

"Lagi musim NII/DII, saya khawatirnya kenalanmu tersebut cenderung kesana atau golongan radikal lain", ujarnya.

Beberapa hari selepas dinasehati teman, saya masih ketemuan dengan mereka, bandel kan. Sebenarnya aneh ngaji kok dewean, saya sering nanya, katanya nanti diajak bareng bareng kalau sudah sama pemahamannya. Dan hari yang ditunggu tiba saya hendak diajak ngaji ke tempat lain. Apalagi nanti kalau ke lokasinya harus ditutup matanya. Disinilah saya berontak, mbatin "waduh mesti dibaiat aku."

Dari sini cerita saya 'ngaji' berhenti. Saya melarikan diri dengan alasan pacaran (kencan). Ya... kebetulan saat itu ada yang mau denganku, hehehe... Dan lama kelama kelamaan hilang kontak.

Btw, siapa yang tidak tergiur akan menjadi golongan yang langsung masuk ke Surga, jika berjihad di jalan Allah. Bahkan sebagai imam kenapa nggak mengajak keluarga sekalian untuk bersama sama di jalan yang 'mulia'. Menghancurkan kaum yang bertentangan (Thaghut). Walaupun harus berkorban nyawa, nyawa anak, nyawa isteri. Kalau untuk Allah kenapa nggak. Ismail kecil pun dengan senang hati untuk mengorbankan diri, jika ini adalah kehendak Allah.

Itulah jawaban kenapa mereka rela mengorbankan anak isteri.

Tapi... saya tidak sependapat kenapa harus melakukan teror di Indonesia. Kenapa memerangi sesama warga negara Indonesia, kita tidak sedang berperang. Kalaupun ingin menegakkan Islam di negara Indonesia bukan dengan cara ini.

Kita tidak bisa membersihkan sesuatu dengan air yang kotor.