Social Icons

twitterfacebookgoogle pluslinkedinrss feedemail

10 Juni 2019

Siasat Demokrat dan Silatuhrami AHY


Kontestasi PEMILU 2019 sudah selesai di tengah-tengah masyarakat, dan bola panas tengah bergulir ke MK. Namun ditengah upaya tim BPN selaku kubu 02 Prabowo, tengah melengkapi bukti bukti kecurangan Pemilu. Internal tim BPN diguncang krisis koalisi dari Partai Demokrat selaku partai pendukung Prabowo-Sandi.

Tampaknya, setelah pengumuan pemenang Pemilu tanggal 22 Mei 2019, yang memenangkan pasangan Jokowi-Ma'ruf membuat petinggi Demokrat yang tentu saja diamini SBY memutar haluan.

Sebagai seorang visioner, SBY tidak hanya melihat kondisi sekarang namun juga harus melihat masa depan. SBY tentu akan belajar dari hasil Pemilu tahun ini yang tidak menguntungkan Demokrat, bahkan suara Demokrat pun tertinggal oleh Nasdem, partai yang relatif baru.

Tapi itulah efek ketika tidak berada di pemerintahan, rupanya berpengaruh signifikan menggerus public trust. Oleh karena itu saya kira wajar, jika Demokrat akan mencari pelampung ke partai pemenang Pilpres, demi mendapatkan perhatian publik (media massa). Bahkan ia akan rela pecah kongsi, jika memang Jokowi yang menang.

Jika Jokowi terpilih lagi maka pada Pemilu 2024, posisi Presiden sudah tentu lowong. Karena petahana tidak bisa mencalonkan lagi. Meminjam istilah outsourcing, karyawan tersebut sudah maksimum kontrak. Disaat inilah akan muncul figur lain.

Apakah Prabowo akan ikut kompetisi lagi? Saya pikir tidak, kalaupun iya dia bukan figur yang menarik lagi, karena sudah renta sebagai nomer satu. Ya. . Walaupun Mahatir Muhammad ternyata masih terpilih lagi, ketika usianya sudah 90an.

Itulah kenapa, beberapa hari ini gencar berita AHY silaturahmi berbau politik ke keluarga Megawati, GusDur, Habibie. Agus Harimurti Yudoyono atau yang dikenal AHY, harus mengambil hati publik, dan lawan politiknya.

Bahkan jika dirunut lebih jauh, proses berlabuhnya ke kubu Prabowo pun terkesan setengah hati untuk menunaikan syarat agar bisa mengajukan calon di Pemilu 2024 dan menjelang last minute. Disamping itu, ada ketidaksinkronan kode dari SBY yang ditangkap oleh Prabowo, PKS dan Gerindra. Dimana malah Sandiaga Uno yang dimunculkan sebagai Calon Wakil Presiden, bukan malah AHY selaku pewaris tahta Demokrat. Tapi kini semuanya telah terjadi, dan AHY beserta Partai Demokrat yang tentu saja diamini SBY melakukan manuver politik yang mungkin bisa berdampak signifikan pada Pemilu 2024.

Ketika partai lain belum mencari figur calon presiden atau cawapres di 2024, AHY telah melakukan manufer tersebut. Jika PDI sebagai partai pemenang Pemilu 2019, nantinya akan memunculkan Puan Maharani, sebagai Capres 2024, rasanya akan susah mendapatkan perhatian publik, jika Cawapresnya bukan figur yang kuat pula. Kenapa, ya karena dia wanita. Ambil contoh Kepala Daerah yang dipimpin wanita, maka figur wakilnya harus kuat.

Atau bisa saja konstelasi berubah, dan Demokrat mengangkat figur AHY sebagai Capres dan berusaha mencari pengaruh dalam pusaran partai partai kubu Jokowi Ma'ruf.

Jangan lupakan pula tokoh tokoh lain yang siap bersaing di 2024. Seperti Risma, Ganjar, Ridwan Kamil, Sandiaga Uno, Anies Baswedan, dan lain lain. Tapi yang pasti dari AHY dia punya modal, sebagai pewaris tahta partai Demokrat, sedangkan figur lainnya kecuali Puan Maharani, harus menunggu kebijakan partai.

Ingat, Demokrat tidak hanya mengincar jabatan Menteri di Pemerintahan Jokowi periode kedua saja. Tapi ini adalah langkah politik Demokrat untuk comeback ke Pemerintahan. Kita lihat saja nanti, langkah-langkah AHY selanjutnya.

Selamat Hari Raya Idul Fitri


السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

Kami sekeluarga turut mengucapkan "Selamat Idul Fitri 1 Syawal 1440 Hijriah"

تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ صِيَامَنَا وَصِيَامَكُمْ تَقَبَّلْ يَا كَرِيْمَ

Taqabbalallohu Minna wa Minkum shiyaamanaa washiyaamakum taqabbal ya Kariim

Mohon maaf lahir batin atas segala salah & khilaf. Semoga amal ibadah dan puasa kita diterima Allah swt ... amiin ya rabbal alamin

وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه

Rakhmat & Keluarga

30 April 2019

Anti Jokowi Sampai Mati

Ada yang tanya kenapa saya nggak milih Jokowi, padahal saya orang Jawa?

Ya... Gimana lah... Kalau ada orang yang die hard Jokowi, lha saya kebalikannya.
Selain karena melihat tangan tangan di belakang Jokowi yang tidak saya sukai tentu saja saya alergi lihat PDIP.

Bagi saya, Jokowi itu seperti Manchester United di Liga Inggris atau Barcelona di Liga Spanyol. Dua klub yang sangat kubenci dan gak pernah saya dukung.

09 April 2019

Kartu-Kartu Sakti Jokowi; Barang Lama Kemasan Baru

Saya mau menyoroti tentang kartu kartu yang dikeluarkan oleh Capres Petahana 01, Joko Widodo - Ma'ruf Amin.
Saya mencoba netral melihat ini, berusaha tidak memojokkan atau menjelekkan-jelekan Jokowi.

Dalam kampanyenya Jokowi-Ma'ruf, selalu menawarkan kartu-kartu saktinya, antara lain:
1). Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah.
2). Kartu Sembako Murah, dan yang terakhir.
3). Kartu Pra Kerja.

Dari sini, pendukung lawan pasti akan mengkritisi habis-habisan diterbitnya kartu-kartu ini. Bayangan mereka, berapa sih APBN Indonesia? Bisakah Indonesia mengakomodasi semua hal ini? Tapi saya yakin semuanya ini sebenarnya program yang sudah ada.

Menurut saya, kartu kartu ini sebenarnya sudah ada dalam pemerintahan sebelumnya, atau dalam pemerintahan yang telah berjalan, hanya kemasannya saja yang diubah.

Kita soroti satu-persatu ya:

1). Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah
Sebenarnya program untuk mengkuliahkan masyarakat Indonesia dari kalangan tidak mampu sudah diakomodir beberapa tahun belakangan. Ingat, beberapa Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta terpilih, memiliki program yang bernama "BIDIKMISI". Yaitu bantuan biaya pendidikan bagi calon mahasiswa tidak mampu secara ekonomi dan memiliki potensi akademik baik untuk menempuh pendidikan tinggi. Program ini sebenarnya sudah eksis sejak jaman SBY, sejak tahun 2010.


2). Kartu Sembako Murah
Untuk program ini, saya kira Jokowi disini hanya mengutak atik program yang sudah ada, yaitu Bantuan pangan Non Tunai (BPNT). Tentu saja penerimanya ya Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Konsepnya sama, mulai BLT, lalu BPNT, dan sekarang kartu Sembako murah, hanya berganti nama lagi. Intinya ganti judul saja.

3). Kartu Pra Kerja
Untuk Kartu jenis ini, saya pikir Jokowi hanya memanfaatkan momentum dari sisi yang tidak diberesin oleh Dinas Tenaga Kerja. Anda para pencari kerja tentu akrab dengan apa yang disebut Kartu Pencari Kerja atau biasa kita menyebutnya Kartu Kuning. Sebenarnya konsep kartu kuning ini kurang jelas selama ini. Ketika para pengangguran mencari kartu ini dan mendapatkannya, maka seharusnya kartu kuning membantu para pencari kerja. Jika dalam waktu 6 bulan ternyata belum bekerja harus informasi ke Kemenaker. Tapi kan kenyataannya tidak banyak yang informasi.

Sisi inilah yang berusaha dimaksimalkan tim sukses Jokowi dengan meluncurkan Kartu Pra Kerja. Saya sendiri kurang paham dengan konsep timses nya. Tapi menurut saya kartu kuning ini bisa dioptimalkan dengan kartu pra kerja tadi. Misalnya kalau sudah kerja, maka kartu pra kerjanya diambil oleh pemberi kerjanya (perusahaan) untuk dikembalikan ke Kemenaker. Nah, yang belum ini, jika selama beberapa waktu belum dapat kerja bisa mendapat insentif dan pelatihan dari BLK atau Kemenaker. Dan akhirnya kartu itu akan dikembalikan ke pemerintah melalui Kemenaker jika sudah diterima kerja. Masalahnya sisi ini harus terintegritas dengan lembaga perusahaan dan lapangan kerja. Nah kalau ternyata lapangan kerjanya kurang, ya harus ditumbuh kembangkan, baik itu melalui investasi dalam negeri maupun luar negeri. Dan, tentu dengan memberi ruang dan kesempatan lebih baik untuk tenaga kerja dalam negeri kita, dibanding memberi keleluasaan kerja untuk tenaga asing.

Kalau mau jujur, timses Jokowi sebenarnya lebih pintar dalam membaca peluang terhadap hal-hal 'remeh temeh'.

Sekarang dengan database e-KTP yang jelas. Maka sistem kependudukan di Kemendagri harus bisa diakses disemua Badan atau Dinas yang terkait dengan data kependudukan. Sehingga semua menjadi terdata dan jelas. namun, tentu saja selain kemudahan pelayanan, masyarakat harus berperan aktif untuk mengupdate segala data kependudukan yang ada.

Pertanyaannya, tidak cukupkan satu kartu saja buat semuanya? Yaitu e-KTP saja. Seharusnya bisa, tapi itu semua tergantung manajemen pemerintahan apakah bisa mengintegrasikan kinerja Kementerian lainnya, baik itu Kemendagri, Kemenaker, atau Kemensos. Secara substansial, sistem itu sudah ada, tinggal dimaksimalkan dengan yang ada sekarang.

Kartu kartu sakti itu, sebenarnya indikasi (flag) untuk memberi tanda NIK yang butuh perhatian khusus. Untuk Kartu Sembako Murah, KIP Kuliah, dan Pra Kerja.

Jadi yang bisa saya katakan disini, Kartu Kartu Sakti Jokowi, sebenarnya barang lama kemasan baru.

Jadi siapapun Presidennya, baik itu Jokowi ataupun Prabowo, semuanya bisa mengaplikasikan program-program sembako murah, kuliah untuk kalangan berprestasi dari keluarga tidak mampu, dan mengurangi pengangguran.

13 Maret 2019

Persela: Tim Yang Jago Mengorbitkan Pemain Asing dan Pemain Muda

Persela ibarat Kawah Candradimuka bagi para pemain asing. Tekanan yang tidak terlalu tinggi plus kesempatan besar tampil sebagai pemain utama membuat banyak pemain asing memilih Persela sebagai pelabuhan sebelum hijrah ke klub lain dengan bayaran selangit. Sudah banyak contoh pemain asing yang 'jadi', ketika mereka pertama tiba di Indonesia berseragam Persela.

Oscar Aravena, di awal kariernya di Indonesia pada 2003 ditempa di Persela. Penyerang haus gol asal Chili ini hanya semusim di Persela. Pada tahun 2004 langsung dibajak PSM, dan langsung melesat jadi top scorer kasta elite.

Fabiano Rosa Beltrame, bek tangguh asal Brazil ini mengawali karier di Lamongan 2005-2006, serta 2008-2011, sebelum akhirnya hijrah bermain ke tim-tim elit dan royal semacam Persija, Arema, dan Madura United.

Gustavo Lopez, pengatur serangan asal Argentina yang mempesona, juga pernah mencicipi kostum Tim Biru Langit pada musim 2006-2007 serta 2011-2013. Saat datang ke Lamongan banderol Gustavo murah di bawah Rp500 juta. Nilainya melonjak saat Arema menggaetnya pada 2014 lalu.

Srdan Lopicic, yang menjadi motor permainan Persela di LSI 2014, dan musim berikutnya langsung digaet Pusamania Borneo FC. Padahal, saat datang kali pertama ke Indonesia ia sempat ditolak sejumlah klub, yang tak yakin pada kemampuannya.

Adisson Alves, striker asal Brazil pemegang paspor Brazil dan Spanyol ini, waktu itu hanya dihargai Persela Rp500 juta, kemudian ditarik klub elite Thailand, Osotspa. Kontraknya melesat di atas 100 persen. dan kemudian masih beredar di klub elite Liga 1.

Musim 2018, Persela sebenarnya memiliki pemain asing yang luar biasa. Ada Diego Assis, Wallace Costa, dua pemain asal Amerika Latin yang mumpuni ditambah striker haus gol dari Perancis Loris Arnaud. Sayang, sebelum musim kompetisi 2019 digelar, mereka tak bersama lagi dengan Persela. Diego Assis langsung diambil oleh Al Ain Arab Saudi, Loris Arnaud langsung disabet oleh PS Tira Persikabo, dan Wallace Costa memilih merumput bersama PSIS, di Jati Diri Semarang.

Permintaan gaji yang tinggi tentu menjadi faktor utama para pemain asing yang moncer di Persela itu kini hengkang dari tim kebanggaan masyarakat Lamongan. Persela sebagai tim eks perserikatan yang terbiasa disuapin APBD Lamongan dan kurang mendapatkan sponsor yang besar, tentu tidak bisa jor-joran dalam menggaji pemain, apalagi pemain asing.

Untuk pemain lokal saja, Persela lebih mengembangkan pemain pemain muda dan memberi kepercayaan dan jatah waktu bermain yang banyak, agar siap menjadi bintang. Contoh yang paling mentereng adalah Saddil Ramdani, yang kini bermain di klub Malaysia, Pahang FA. setelah 2 musim sebelumnya menjadi bagian penting dari Laskar Joko Tingkir. Begitu pula Fahmi Al Ayyubi dan Ghifari Vaiz, dia menjadi produk lokal yang memberi asa baru untuk menjadi pemain bintang masa depan. Persela juga memberikan kepercayaan pada pemain muda pinjaman untuk bermain lebih banyak, seperti Gianzola dan Dendi Setiawan.

Fakta-fakta tersebut menunjukkan kalau pemandu bakat Persela cukup jeli melihat potensi pemain impor. Tidak seperti klub-klub elite macam Persija, Persib, Persipura, Arema, Sriwijaya, Madura United, Bali United yang lebih memilih cara instan dalam mendapatkan pemain asing. Manajemen Persela lebih hati-hati memilih pemain dan mencari pemain asing yang masih berharga murah dari negara negara Amerika Latin. Syukurnya banyak pemain yang datang kualitasnya bagus-bagus, dan pastinya tidak menuntut nominal kontrak setinggi langit.

Kini pada musim 2019, Persela sudah move on dari Diego Assis, Loris Arnaud, dan Wallace Costa yang meninggalkannya. Persela kini diperkuat pemain asing yang tampil menjanjikan saat membekap Persita 2-0 dan Arema 1-0 di Malang, pada momen Piala Presiden. Mereka adalah striker Washington Brandao dari Brazil, gelandang asal Argentina Jose Sardon, gelandang lincah dari Jepang Kei Hirose, dan bek yang tangguh dari Brazil Jairo Rodriguez. Semoga Persela bisa mengulangi sejarahnya, dengan membuat moncer para pemain asingnya. Apalagi Persela juga masih memiliki darah muda semacam Hambali, Fahmi, dan Ghifari. Dan yang paling penting, Persela telah mendapatkan Penjaga Gawang yang tangguh Dian Agus Prasetyo, yang terpinggirkan dari Barito Putra.

Saya rasa, kali ini Persela akan menjadi tim yang luar biasa musim ini, dan siap menjadi penantang gelar. Dengan catatan, Persela juga harus memiliki kedalaman skuad untuk mengarungi musim kompetisi 2019.

01 Maret 2019

Yesterday, Today, and Tomorrow

Yesterday, Today, and Tomorrow


and today is before tomorrow
and tomorrow is not yesterday
and yeterday is before today

and today is before tomorrow
and tomorrow is not yesterday
and yeterday is ... a day before

before I see you..
before I meet you
before I know you
before I need you
before I love you


This is my stupid song, because this is friday, an english day

18 Februari 2019

Mencari Tiket Penerbangan Murah


Semenjak Januari 2019, telah terjadi kenaikan yang signifikan dan gila gilaan pada harga tiket penerbangan domestik.

Awalnya saya pikir, ini masih imbas dari peak season di nataru (Natal & Tahun Baru). Tapi setelah saya cermati, setelah tanggal 15 Januari 2019, saya cek harga tiket di traveloka, lha kok harga tiket Batam - Surabaya masih di kisaran 1,5 jutaan, padahal normalnya di 800an, baru saya curiga. Ini harga kok gak turun turun? Ada apa ini?

Lalu saya cek penerbangan lain, ternyata, Masih abnormal, masih tinggi. Mbatin saya, waduh kalau harga segitu, ya bisa tekor kalau pulkam tiap 2~3 bulan sekali.

Lalu iseng iseng saya cek situs pembelian tiket lainnya tiket.com, ya Allah sama. Apalagi pada saat yang sama lionair mengambil kebijakan dengan meniadakan bagasi gratis, dan membebankan biaya bagasi lagi pada penumpang. Gila! Bisa nggak pulang saya, kalau nggak benar benar urgent.

Lalu iseng iseng saya masuk ke website tiap pesawat, website lionair, website garuda, dan website citilink, berharap siapa tahu harganya beda (lebih murah), dibanding dengan traveloka atau tiket.com. Pertama saya cari tiket tanpa login dulu ke website tersebut, wow sama mahalnya. Kemudian saya login di website masing masing. Wow! Ternyata ketika saya cek harga di citilink, jauh lebih murah.

Untuk harga Batam-Surabaya pakai login di citilink.co.id segini di jam 14.40

Sekitar 880 ribu.

Sedangkan saya cek pakai tiket.com masih segini
Masih sekitar 1,8 juta, untuk jam 14.40.

Saya cek di traveloka juga sama seperti tiket.com.

Di citilink ini, jika anda login sebagai member supergreen citilink, harganya memang sangat murah. Kebetulan saya sudah jadi member sehak tahun 2017. Bahkan anda masih dapat tambahan free bagasi 10kg. Jadi selama citilink belum memperlakukan bagasi berbayar, anda akan mendapatkan 20kg+10kg bagasi, ditambah free 7kg kabin. Nah, kalaupun nanti bagasinya berbayar, dengan member supergreen ini anda masih menikmati 10kg bagasi dan free kabin 7kg. Setidaknya kalau bawaan anda cuma 10kg ya nggak perlu biaya tambahan. Jadi, ngapain pilih yang lain. Jika memang di kota anda, ada penerbangan citilink. Lebih baik anda beli tiket pesawat memakai citilink.co.id dan login dengan member anda.



Selamat tinggal traveloka dan tiket.com, pakai aja citilink dan login menggunakan member supergreen anda untuk mendapatkan tket yang juauuuuh lebih murah dan rasional. Dan, selamat tinggal lionair, pesawat ini memang cocok benar benar digunakan oleh orang yang kaya, orang yang nggak tahu rahasia ini, atau buat anda yang terpaksa (nggak ada pilihan lain), karena hanya satu satunya armada yang melayani.

Ingat, ini rahasia lho

07 Februari 2019

Motif Pembakaran Kendaraan di Semarang dan sekitarnya

Mohon maaf sebelumnya saat saya memposting judul ini. Karena ini hanya opini saya, yang kebetulan adalah pengkhayal tingkat tinggi. Saya juga tak ingin dituduh hoax atau mengaburkan fakta yang sedang didalami oleh pihak kepolisian. Yang saya utarakan dalam tulisan saya hanyalah pikiran saya, yang kebanyakan nonton film psikopat dan teracuni oleh novel misteri.

Menyikapi teror yang terjadi di Semarang dan sekitarnya, para korbannya dipilih bukanlah secara acak (random victims). Itu terlalu sederhana jika dijabarkan jika para korbannya adalah random victims. Setidaknya pada teror-teror pembakaran awal yang terjadi, saya yakin pelaku sengaja memilih korbannya. Kenapa saya ngomong demikian? Karena awal-awal teror pembakaran adalah motif utama pelaku untuk melakukan tindakan kriminal, dan masih bersih dari unsur-unsur show off, dan random victioms.

Dalam pandangan saya, pelaku ini bisa bersifat sosiopat atau malah berkecenderungan psikopat. Setidaknya ada beberapa motif yang melandasi terjadinya pembakaran tersebut.

1. Sakit Hati
Bisa jadi pelaku merasa sakit hati terhadap para korban. Dari sini bisa didapatkan adanya ikatan emosi, artinya pelaku paling tidak dengan korban, entah langsung atau melalui keluarga/ temannya. Walaupun bisa saja korban tidak kenal dengan pelaku.

2. Hakim Jalanan
Anda masih ingat dengan ichiro, seorang yang mengendarai mobil Suzuki Vitara putih ala offroad, yang berani menjadi jagoan dan hakim jalanan. Dia dengan berani menabrakkan mobilnya pada kendaraan lain yang 'tidak patuh', yang melanggar lalu lintas atau rambu jalanan.

Bisa jadi pelaku adalah ichiro jenis lain, mengingat kenapa yang disasar adalah mobil atau motor. Bisa saja pelaku ini orangnya taat dan patuh peraturan. Namun dia sangat mendendam dan jengkel pada orang yang seenaknya melanggar peraturan, dan ditambah tidak ada mendapatkan penegakan aturan yang jelas oleh aparat kepolisian.

Mungkin saja pelaku kesal dengan para korban saat mereka jumpa di jalanan, dan pelaku melihat perilaku jalanan para korban membahayakan pengendara lain, atau tidak patuh rambu lalu lintas. Sehingga mungkin saja terbersit ide, "Jika nggak bisa bener bawa kendaraan, mending kendaraanmu saya bakar!"
Sehingga pelaku membuntuti dimana para korban tinggal, 'menggambar' lokasi target, dan kemudian melancarkan aksinya ketika lingkungan korban tinggal sepi (aman).

3. Iri Hati
Sebenarnya ini motif yang terlalu sumir jika mengatakan pelaku iri hati. Tetapi ini bisa saja, walaupun sebenarnya terlalu luas untuk dijabarkan.

Namun perlu diingat, area TKP sekarang sudah 'tercemar'. Hal ini karena kejadian 'kan sudah viral. Dan perlu diingat, ketika hal ini viral maka akan timbul hal lain, yakni kemungkinan munculnya para peniru aksi ini (copycat). Ya... entah karena terinspirasi, gaya-gayaan, ingin saja, atau memang berteman dengan pelaku awal dalam suatu forum atau organisasi.

Jadi akan makin susah diendus jejak siapa pelaku ini sebenarnya. Tetapi pelaku ini juga manusia, yang saya yakin punya emosi dan hasrat. Pelaku bisa saja tetap tak terendus jika dia bekerja 'rapi', hati-hati dalam memilih korban, dan benar-benar tidak terlalu nekad menyasar korbannya. Artinya, bisa saja calon korban tinggal di perumahan yang dijaga 24 jam oleh security saat keluar masuk. Akan jadi bumerang, jika pelaku tetap nekad melancarkan aksinya pada kawasan seperti ini.

Bagaimanapun juga itu versi dugaan saya saja, jika memang benar pelakunya adalah tipe sosiopat, psikopat, atau main hakim sendiri. Perilaku seperti ini tetap tidak bisa ditolerir walaupun masyarakatnya yang bermasalah. Namun diperlukan peran serta semua pihak untuk memperbaiki tatanan kehidupan masyarakat. Akan tetapi bisa saja pelakunya menyasar korbannya dengan random acak dan hanya menakut-nakuti warga. Bagaimanpun juga semoga Polri bisa mengungkap kejadian teror pembakkaran yang sesungguhnya. Bagi saya sendiri, kasus teror pembakaran kendaraan lama kelamaan, seandainya tanpa tertangkap juga akan menguap dengan sendirinya.