Social Icons

twitterfacebookgoogle pluslinkedinrss feedemail

19 November 2009

Nggak Bisa Pura-Pura Kalau Nggak Suka

Aku nggak bisa nutupin perasaan kalau lagi nggak suka dengan hal yang nggak aku sukai ya jelas aku bereaksi, apalagi untuk berpura-pura suka, please deh!!! Terserah kamu mau bilang aku kolot, sok idealis, atau munafik itu terserah!!!!! Yang jelas, aku udah bebal dengan yang namanya dogma, kesepakatan atau apapun. Aku punya prinsip itu sudah jelas!

Hal itu sudah beberapa kualami berkali-kali sejak SMU dulu, ya..disaat itulah gairah mudaku muncul gairah pemberontakan!

Sudah nggak kehitung berapa kali aku berontak di SMU sampai sering kena hukuman Guru atau nilai jadi jelek. Yang kuingat beberapa adalah ketika aku lagi kesel sama guru agama. Masak sholat Jum’at mesti di sekolahan trus khotbahnya dicatat pula karena nanti sewaktu-waktu diminta untuk dikumpulkan di guruku, lantas diperiksanya.

Eh, yang malah aku lakukan setiap Jumatan nggak di sekolahan, tapi di Masjid Agung -yang notabene deket rumahku- dan aku nggak pernah nyatet khotbah apalagi minta tandatangan imam. Ya jelaslah buat apa Jumatan dicatet-catet dan diwajibkan di tempat tertentu, aneh. Tapi dari pemberontakanku ini menghasilkan tamparan di pipi kanan dan kiri oleh Guru Agama ku itu, ditambah nilai 5 di raport, hmm... keren nggak?

Ada lagi, waktu aku nggak suka sama Guru Bahasa Indonesiaku di SMU yang menurutku bermulut besar itu. Terus terang aku lagi neg ndengerin ceritanya apalagi membahas soal sastra, bagiku prosa hanyalah angan yang tak berongga. Jadi dengan tidak sopannya aku langsung keluar kelas karena muak, ini nggak sekali bro! Untungnya dia masih berbaik hati ngasih nilai 6 di raport-ku.

Pemberontakan paling parah mungkin saat awal kuliahku di D3 Kxxxxter Koxxxol - ITS, waktu pengkaderan. Bagiku, pengkaderan adalah hal yang nggak mutu yang selalu kuanggap hanyalah ajang balas dendam yang nggak tersalurkan. Ya iyalah... masak si yunior yang harus terkena imbasnya. Parahnya akhirnya terjadilah salah kaprah turun temurun. Nggak mutu, nggak ada untungnya sama sekali, mending sharing ilmu atau bikin program yang bermanfaat, bukan sebatas ngerjai yuniornya. Jadi ya, aku cabut. Rupanya para senior menganggap aku dan orang lain yang tak sepaham adalah boikoter dan harus diperangi.

Jadilah selama sang senior masih bercokol aku dkk, selalu diintimidasi. Bahkan jangan harap lulus dari kuliah praktek yang diasisteni oleh senior. Hmm.. aku pernah terancam DO gara-gara hal ini, masalahnya sepele aku hanya gagal 1 SKS di praktikum ini. Lha wong kalau praktek selalu giliran jam 12 malam, dan program ku dirusak lalu disuruh benerin, logis sih... kalau aku yang buat pasti aku bisa, masalah cuma 15 menit disuruh ngecek satu-persatu ya... jelas nggak cukup lah. Ya.. mau gimana lagi asal nggak main fisik ya aku biarkan.

Tapi ketika salah seorang senior dengan beberapa gank-nya yang asal Madura menggeruduk aku dan temanku, ya jelas aku mesti berontak, anteman-anteman OK lah! Ealah ternyata masalah pribadi dibawa ke forum senior lawan boikoter. Jadilah perang Baratayudha, untung salah seorang dosen teknik sipil buru-buru memarkirkan mobilnya lalu menghalau kami, dengan diancam akan dibawa masalah ini ke rektorat. Haha... gak tau kenapa tiba-tiba justru intimidasi para senior semenjak itu tiba-tiba hilang. Mungkin mereka takut gagal wisuda deh...!

Hah kali ini aku menghadapi masalah baru, tentang suasana perusahaan yang lagi memanas gara-gara satu departemen tutup. Ya... susah, ntar aja mbahasnya

14 November 2009

Kepulauan Riau

Kepulauan Riau adalah sebuah provinsi di Indonesia. Provinsi Kepulauan Riau merupakan provinsi baru hasil pemekaran dari provinsi Riau. Provinsi Kepulauan Riau terbentuk berdasarkan Undang-undang Nomor 25 tahun 2002 merupakan Provinsi ke-32 di Indonesia yang mencakup Kota Tanjungpinang, Kota Batam, Kabupaten Bintan, Kabupaten Karimun, Kabupaten Natuna, dan Kabupaten Lingga.

Batas-Batas Wilayah Provinsi Kepulauan Riau:
Di Sebelah Utara: berbatasan dengan negara Vietnam dan Kamboja
Di Sebelah Timur: berbatasan dengan negara Malaysia dan Provinsi Kalimantan Barat
Di Sebelah Selatan: berbatasan dengan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan Provinsi Jambi
Di Sebelah Barat: berbatasan dengan negara Singapura, Malaysia, dan Provinsi Riau

Pemerintahan Kabupaten dan Kota
Ibukota Provinsi di kota Tanjung Pinang
No. Kabupaten/Kota
1 Kabupaten Bintan, beribukota di Bandar Seri Bentan
2 Kabupaten Karimun, beribukota di Tanjung Balai Karimun
3 Kabupaten Kepulauan Anambas, beribukota di Tarempa
4 Kabupaten Lingga, beribukota di Daik, Lingga
5 Kabupaten Natuna, beribukota di Ranai, Bunguran Timur
6 Kota Batam
7 Kota Tanjung Pinang

28 Oktober 2009

Berbicara dengan-NYA

Semua terserah pada-MU aku begini adanya.
Kuhormati keputusan-MU…
Apapun yang akan KAU katakan
Sebelum terlanjur AKU jauh melangkah,
KAU katakan saja.


Hmm… aku lagi pingin ngomong saja dengan Sang Pencipta, tentang cerita kehidupanku ini. Sebenarnya sih aku pingin ngambil langkah-langkah kedepan tapi toh kalau ternyata salah! Saya sangat berharap DIA, Allah, Dzat Yang Maha Kuasa mau menegurku dan memberi arahan-arahan agar aku tidak lagi tersesat.

Semoga pong-pong yang kusupiri ini tidak terbalik, terhantam badai, ataupun salah arah. Hmm… semoga KAMU mengerti apa yang kumaksudkan.

“Tidak semuanya bisa diungkapkan dengan kata-kata”

22 Oktober 2009

Inilah Daftar Kabinet 2009-2014

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono malam ini mengumumkan secara resmi susunan kabinet 2009-2014. Berikut nama para menteri.
1. Menko Polhukam: Djoko Suyanto
2. Menko Perekonomian: Hatta Rajasa
3. Menko Kesra: Agung Laksono
4. Menteri Sekretaris Negara: Sudi Silalahi
5. Menteri Dalam Negeri: Gamawan Fauzi
6. Menteri Luar Negeri:Marty Natalegawa
7. Menteri Pertahanan: Purnomo Yusgiantoro
8. Menteri Hukum dan HAM: Patrialis Akbar
9. Menteri Keuangan: Sri Mulyani
10. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral: Darwin Saleh
11. Menteri Perindustrian: M.S Hidayat
12. Menteri Perdagangan: Mari Elka Pangestu
13. Menteri Pertanian: Suswono
14. Menteri Kehutanan: Zulkifli Hasan

15. Menteri Perhubungan: Fredy Numberi
16. Menteri Kelautan dan Perikanan: Fadel Muhammad
17. Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi: Muhaimin Iskandar
18. Menteri Pekerjaan Umum: Djoko Kirmanto
19. Menteri Kesehatan: Endang Rahayu Setyaningsih
20. Menteri Pendidikan Nasional: M Nuh
21. Menteri Sosial: Salim Segaf al Jufrie

22. Menteri Agama: Suryadharma Ali
23. Menteri Kebudayaan dan Pariwisata: Jero Wacik
24. Menteri Komunikasi dan Informatika: Tifatul Sembiring
25. Menteri Negara Riset dan Teknologi: Suharna Surapranata
26. Menteri Negara Koperasi dan UKM: Syarief Hasan
27. Menteri Negara Lingkungan Hidup: Gusti Muhammad Hatta,
28. Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak: Linda Agum Gumelar,
29. Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara: EE Mangindaan,
30. Menteri Negara Pembangunan Daerah Tertinggal: Helmy Faishal Zaini
31. Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala Bappenas: Prof. Armida Alisjahbana
32. Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara: Mustafa Abubakar
33. Menteri Negara Perumahan Rakyat: Suharso Manoarfa
34. Menteri Negara Pemuda dan Olah Raga: Andi Mallarangeng

16 Oktober 2009

Farmville Fever

That game make me stupid! Sialan, gara-gara farmville aku jadi insomnia. Tahu farmville gak? Itu lho game yang ada di aplikasi facebook. Game-nya sih asyik, tentang menjadi petani dan peternak.

Dimulai dengan menanam tanaman yang mudah hingga akhirnya menjadi petani yang kaya dan sukses, punya ladang luas, traktor, hewan ternak berlimpah, rumah mewah dan lain sebagainya.

Game ini pakai periodesasi waktu tanam dan panen, jadi kalau lewat dari periode itu ya... tanamannya rusak alias busuk. Nah..yang jadi masalah itu kadang aku salah tanam, kadang pakai waktu setengah hari padahal esoknya aku masih di tempat kerja, jadinya siang-siang mesti pulang sebentar ke rumah untuk 'panen', glek... lak yo lucu kan!

Atau parahnya, sekali waktu aku baru sempat ngejamah laptop pas tengah malam ketika ngelilir. Lalu aku iseng-iseng menanam tanaman yang umurnya sehari, artinya aku mesti terjaga lagi di jam yang sama supaya mencegah tanamanku gak busuk. Waduh...waduh!!!

Kadang sih aku mencoba nggak terlalu mikirin, tapi pikiran itu kemudian jadi obsesi ketika melihat 'tetangga-tetangga' yang ada di game ternyata lebih sukses dariku. Kan jadi pingin seperti mereka.

Ok deh ini melekan yang terakhir, moga besok-besoknya bisa panen jam 8 atau 9 malem, supaya gak ngganggu jadwal istirahatku. Masih sampai level 18 pingin ke tigapuluhan nih, mungkin disitu aku bisa menemukan saturasiku.

14 Oktober 2009

Miyabi oh Miyabi

Minggu ini, media seolah diramaikan dengan pro-kontra kedatangan Miyabi. Berbagai elemen islam baik dalam perkumpulan mahasiswa dan FPI seolah berteriak keras mencegah sang bintang untuk menginjakkan kakinya di Indonesia. Namun pro-kontra ini tak ayal memicu pertanyaan pada publik, siapa sebenarnya Miyabi? Hal inilah yang akhirnya memicu publik yang tadinya awam terhadap figur dia kemudian berusaha mencari tahu. Masalahnya Miyabi adalah artis film porno, jadi ’kepiawaian’ aktingnya hanya bisa dilihat ya...di film-film porno. Hal ini tentunya memicu permintaan/ konsumsi pada VCD atau DVD porno yang dibintangi Miyabi. Yang jelas dengan adanya pro kontra ini justru membuat VCD/DVD porno Miyabi menjadi laris manis. Ini kan justru makin memperumit masalah, piye toh!

Saya sendiri, tadinya awam pada figur Miyabi ini. Pertama kali saya melihat sosok cantik ini pada parodi-parodi email yang dikirimkan teman-teman, sedikit tergelitik dengan iklan coblos partai 69-nya. Kata teman saya, sosok cantik itu bernama Maria Ozawa, ya memang cantik sih! Tapi katanya, dia adalah artis porno Jepang, yang mempunyai nama beken Miyabi, hmm....tadinya sih tak percaya. Maklum selama petualanganku di dunia hitam -ketika masa kuliah itu- saya tak pernah mengenal sosok itu. Ealah ternyata artis baru toh, pantesan gak ngerti lha wong pas 4 tahun terakhir ini sudah insaf.

OK kembali ke topik, masalahnya kenapa di Indonesia ini ada film yang judulnya ”Menculik Miyabi”. Katanya ide ceritanya tentang tiga orang mahasiswa yang terobsesi pada sosok Miyabi. Walaupun melibatkan bintang film porno tapi katanya film ini bergenre komedi situasi. OK, produser mungkin bisa membuat perisai dengan kata-kata seperti ini. Tapi mereka tidak bisa berkelit, kalau inti ceritanya sudah bertema ”terobsesi” ini artinya apa, artinya ini masalah mindset, karakteristik yang menunjukkan keinginan mendalam, yang didapat karena terinspirasi yang pasti sudah pernah dilihat. Apalagi mahasiswa, kenapa rupanya? Pengalaman saya dulu, justru ketika menyandang status mahasiswa itulah pergaulan dan tingkah laku orang menjadi merasa bebas. Mereka yang kebanyakan dari kampung hidup bersama keluarga di lingkungan baik-baik, justru mulai mengenal film porno, pacaran dan seks bebas di lingkungan mahasiswa.

Nah, itu kan artinya film ini walaupun katanya jauh dari adegan porno tapi jelas memasukkan pikiran dan obsesi mesum pada jiwa pemuda. Dan pengaruhnya sangat buruk, terutama pada anak-anak sekolah. Saya tak peduli pada mahasiswa, tapi anak-anak SD, SMP, hingga SMA. Kalau mereka sudah dijejali pikiran seks maka otak mereka jadi terganggu jelas merusak moral, prestasi belajar, dan tingkah laku. Kalau hanya sekedar onani atau masturbasi, mungkin saya kurang persoalkan. Bahayanya kalau mereka sudah berani mengintip wanita yang sedang buka baju (mandi), atau parahnya mencoba melakukan hubungan seks dengan pacarnya.

Zaman sekarang anak SD sudah banyak yang berani pacaran, ya kalau cuma cinta monyet tak masalah. Tapi kalau sudah sampai ciuman, raba-rabaan, hingga menjurus pada tingkat ingin saling mengetahui yang tersembunyi hingga mengajak berhubungan seks, itu jelas masalah besar. Artinya negara ini dalam bahaya, tingkat seks bebas semakin maju menjadi usia dini. Piye iki, cilik-cilik kok wis kenal seks.

Sebenarnya bukan Miyabi-nya yang saya salahkan, tapi kenapa harus ada film dengan ide seperti itu? Itu kan tontonan publik! Jadi andaikata Miyabi datang ke Indonesia cuma untuk berlibur, jalan-jalan, atau berbelanja, tak ada masalah dan saya pasti persilakan. Asal bukan untuk yang satu itu!

Jadi kalau ada diantara anda atau pihak lain yang pro dengan kedatangan Miyabi di Indonesia untuk syuting film tersebut, saya doakan semoga anak perempuan anda atau saudari anda agar sukses mengikuti jejak Miyabi, hehehe....

27 September 2009

Mau Balik Ke Batam Kok Bingung

Ini masalahnya, pulang dan balik kurang terencana dengan baik. Sebenarnya pulang ke Jawanya sudah terencana sih, tapi berhubung jadwal baliknya belum pasti alias kurang yakin dengan jadwal yang dibikin panitia ya... akhirnya baru hari ini beli tiket. Padahal kemarin Merpati sempat menyentuh 400 ribuan, ealah sekarang sudah gak ada.

Terpaksa cari tiket lagi dengan mengeluarkan uang ekstra untuk menginap dekat Bandara Soekarno Hatta. Karena aku akan menginap di hotel dekat Bandara lagi, setidaknya untuk semalam, sambil menunggu keberangkatan pesawat esok harinya menuju Batam dari Jakarta.

Bodohnya kenapa kok ya langsung lihat website Lion air padahal gue punya ID Garuda Indonesia gitu lho, nyesel deh terlanjur booking, ternyata harga Garuda lebih murah daripada lion dan lebih pagi lagi. Aduh...aduh bodoh kok gak ketulungan ini, maklum mungkin lagi panik karena gak dapat tiket.

Ya...sudahlah, meskipun gak dapat makan gak apa-pa yang penting aku berdoa kepada Allah semoga perjalananku ini selamat sampai tujuanku di Batam lagi, dan tepat waktu.

Andai memang keuntungan berpihak padaku, ya...kita pasti berjumpa lagi Garuda dan Merpati di bulan depan.

25 September 2009

Jangan Sampai Keseleo di Hari Lebaran

Inilah susahnya kalau tiba-tiba keseleo di momen Idul Fitri. Nggak tahu kenapa, tuh engkel mata kaki kiri kok tiba-tiba sakit pas bangun tidur. Namanya juga hari wajib kerja, sakit-sakit sedikit yo dipaksain berangkat.

Susahnya kalau kerja di bagian line production, sering jalan kesana kemari. Wah, siang harinya sudah terasa sakit tuh kaki. Apalagi pas selesai sholat Ashar, mana musholanya ada di lantai 2 lagi. Dan tap... tap... tap... , krek! aduh! Wah tak bisa dibiarkan, mesti cari obat gosok pereda nyeri otot ke klinik perusahaan.

Sialnya, di klinik gak ada apapun obat yang bisa meredakan nyeriku. Malah terkesan klinik itu hampir kosong melompong tanpa obat, klinik macam apa ini? Wah... apa mentang-mentang akhir bulan ini kerjasama antara provider medis dan perusahaanku hendak selesai (End of Contract), jadi mereka biarkan klinik melompong tanpa obat-obatan P3K.

Akhirnya ya... harus kutunggu bel jam 5 berbunyi, sudah nggak tahan nih, mesti cari dukun pijat nih. Bayanganku langsung ke dukun pijat andalanku, asal lereng gunung lawu, siapa lagi kalau bukan pakdhe Katijan. Aku sih sudah membuktikannya mak nyus, kala dia memijat engkel kaki kananku yang hampir sama kasus, sekitar beberapa tahun lalu.

Sayangnya, ketika menjelang Maghrib kutelpon untuk membuat janji. Ealah... lha kok katanya si pakdhe lagi pulang ke jawa, waduh katiwasan iki. Akhirnya dapat nomor pemijat lain, ealah lha kok gak ada yang ngangkat, piye iki?

Alternatif terakhir, telpon pemijat yang biasa mijatin istriku kalau lagi capek-capek, eh siapa tahu dia bisa pijat keseleo. Dan... ternyata dia gak mudik, ada di Batam, dan juga bisa pijat keseleo. Sayangnya, dia bisanya agak malam jam 10-an, ya jelas aku gak tega nyuruh mak wok datang malam-malam ke rumah. Ya sudahlah, besok pagi saja jam setengah tujuh pagi.

Biasanya aku tak sepanik ini, masalahnya hari Sabtu aku mesti terbang ke Jakarta lalu ke Bandung untuk mengadu nasib Ya... anggap saja ini salah satu tantangan tak terduga selain tes lainnya. Semoga Sabtu pagi aku bisa jalan lancar lagi, gak tertatih-tatih lagi.