05 April 2020
Nyawa Dokter pun Melayang Melawan COVID19
09 Maret 2020
My Internet & TV Kabel are BlackOut
03 September 2019
Resensi Film Third Person (2013)
Kisah Third Person ini menceritakan 3 karakter utama. Yakni Michael seorang Novelis yang pernah mendapatkan penghargaan Pulitzer, Scott seorang desainer Amerika yang suka mencuri desain, dan Julia seorang mantan artis opera sabun.
Walaupun kisah ketiga film bersetting di tiga tempat, yakni Paris, Roma, dan New York. Kisah ketiga ini yang ternyata saling terkait, atau setidaknya ada benang merahnya.
Pertama, karena judulnya Third Person yang artinya orang ketiga, maka sudah tentu setiap karakter utama tadi sedang berhubungan dengan orang ketiga. Michael (Liam Neeson) berpamitan pada istrinya Elaine (Kim Basinger), untuk mencari inspirasi menulis novel berikutnya di Roma, yang ternyata dalam film ini, dia ada di Paris. Dan di Paris ini dia bertemu denga Anna (Olivia Wilde). Dari kisahnya, Michael tampak ingin menjauh dari istrinya dan melupakan suatu tragedi. Karakter kedua, adalah Scott (Adrien Brody) yang sedang berada di Roma, setelah mencuri ide desain. Dia bertemu dengan seorang gadis saat di bar yang bernama Monika (Moran Atias) yang sedang berjuang mendapatkan anaknya kembali dari seseorang bernama Carlo. Sementara Scott sendiri memiliki seorang istri yang bernama Theresa (Maria Bello). Karakter ketiga adalah Julia (Mila Kunis) yang sedang berebut hak asuh anak dengan mantan suaminya Rick (James Franco), yang ternyata telah menggandeng kekasih baru bernama Sam (Loan Chabanol). Sementara pengacara dari pihak Julia adalah Theresa.
Benang merah kedua, jika diikuti sangat dalam maka kisah ini dipersatukan dengan konflik yang hampir mirip, yakni tentang kisah tragedi anak. Diceritakan ternyata Michael dan Elaine juga baru kehilangan anak. Sementara Julia dipisahkan dari anaknya karena dianggap melukai anaknya, dan beralibi ingin mencegah anaknya dari hal bisa membuatnya tenggelam. Sedangkan Monika berusaha bernegoisasi dengan Carlo untuk mendapatkan anaknya, yang akhirnya mendapat empati dari Scott yang bersedia memberikan segalanya untuknya. Walaupun Scott juga tidak terlalu yakin, apakah anak Monika itu benar adanya, atau cerita fiktif Monika dan Carlo yang digunakan untuk memeras Scott. Sementara istri Scott, yang juga pengacara Julia, yakni Theresa berusaha menghilangkan trauma dari kolam renang, dimana mereka telah kehilangan anak mereka yang lepas dari pengawasan Scott sekian detik.
Kisah asmara, konflik batin, ketidakpercayaan, menghiasi film ini datang silih berganti dan pergi. Kalau membayangkan tinju seperti hit and run. Kisah asmara Anna dan Michael yang rumit, juga keadaan Julia yang jatuh bangun, dan konflik ketidakpercayaan dan asmara Scott dengan Monika. Pada akhir cerita bayangan Anna, yang berubah dari Julia, atau Monika, seakan menunjukkan bahwa kisah ini seolah-olah bagian dari Novel yang ditulis Michael. Tapi itu penafsiran saya, selebihnya tonton sendiri.
Parent Guide:
Ada beberapa adegan ketelanjangan Olivia Wilde yang harus anda sensor, jika menonton bersama anak.
29 Agustus 2019
Resensi Film Moon (2009)
Cerita Moon, yang dibintangi aktor watak yang selalu tampil bengal, Sam Rockwell yang kebetulan juga berperan sebagai Sam Bell. Nah, Sam Bell adalah seorang astronout yang ditempatkan di stasiun ruang angkasa "Sarang" (bahasa korea, arti Cinta) yang berada di bulan. Dia dipekerjakan oleh Lunar Industries, yang menambang Helium.
Sam meninggalkan bumi ketika istrinya Tess sedang mengandung anaknya. Sam, seorang diri berada di stasiun ruang angkasa tersebut. Eh, enggak ding, dia menghabiskan waktunya bersama robot pintar bernama Gerty, disuarakan oleh Kevin Spacey. Ya, nggak setragis Tom Hanks di Castaway yang hanya bicara sama bola volley Wilson. Bersama Gerty, segala aktivitas dan informasi keseharian Sam tercatat, dan sehari hari berkomunikasi. Diceritakan bahwa komunikasi dengan Bumi terganggu, sehingga tidak ada komunikasi video dua arah (live). Bahkan saat berkomunikasi dengan istrinya dia hanya bisa melalui pesan video. Diceritakan anaknya sudah lahir dan sudah besar. Sam merasa sudah hampir 3 tahun di stasiun tersebut, dan sebentar lagi pulang, sesuai kontraknya. Masalah mulai timbul ketika dia memeriksa kondisi di sekitar bulan dan terlibat kecelakaan. Dari situlah mulai terungkap kebenaran, dan apa yang terjadi sebenarnya.
Film Moon ini tidak benar-benar mengisahkan dunia sci-fi yang spektakuler. Latar belakang luar angkasa dataran bulan, bahkan hanya terlihat di beberapa scene saja. Ketika saat dia berpatroli mengecek kondisi bulan dan berusaha berkomunikasi dengan bumi. Selebihnya kita akan dibawa pada konflik batin, situasional, dan psikologis, yang diperankan dengan baik oleh Sam Rockwell.
Bagi anda pecinta teknologi sci-fi, anda tak akan mendapatkan apa yang diinginkan. Tapi bagi anda yang menyukai film yang bertema Psychological Thriller. Film ini bisa menjadi rujukan untuk anda saksikan.
Bagi pecinta film bertema kesendirian atau terdampar, dengan banyaknya konflik psikologis dan misteri, film Moon semenarik Castaway. Dan jauh lebih menarik, daripada anda menonton film bertema serupa namun minim di situasi dan cerita, yang banyak menampilkan lekuk tubuh artis dan adegan hot, ala film Blue Lagoon, Survival Island, atau yang terbaru A.I Rising.
27 Agustus 2019
Resensi Film Hereditary (2018)
Eh, ketika dari awal pembukaan sudah disuguhi dengan aroma kematian, saya langsung ngeh... Waduh ini film Horror! sebenarnya saya nggak takut dengan film Horror Hollywood semacam Sinister, Polaroid, Brightburn dll. Tapi jujur kalau Conjuring series memang rada nggak enak dilihat sendiri malam-malam. Ketika film berjalan saya mulai menebak-nebak fim Horror ttipe gimana nih film.
Film dibuka dengan kematian sang nenek. Setelah sang nenek meninggal, keluarga ini masih terdiri dari 4 orang. Yakni Ayah, Ibu, sang abang seusia remaja, dan si adik cewek yang masih anak-anak. Sang ibu ini seniman, buat seni instalasi rumah (maket) yang mirip kali dengan aslinya. si adik cewek rupanya memiliki bakat seni dari ibunya, yakni suka nggambar apa aja. sang ayah sibuk dengan urusan bisnisnya, dan sang abang yang dalam masa kenakalan remaja, yakni mulai coba-coba ngeganja. Diceritakan juga bahwa si adik ini punya alergi pada kacang, yang mana keluarganya sangat selektif ngasih makan sama dia.
Setelah kematian sang nenek, beberapa kali si ibu melihat penampakan. Bencana mulai muncul ketika sang abang ngeganja di sebuah pesta temannya sambil ngasuh adiknya, dimana ayah dan ibunya ada urusan. Kemudian teror mulai melanda keluarga ini, apalagi ketika sang ibu mulai bisa berkomunikasi dengan roh. OK spoiler, jadi nggak saya jelaskan roh siapa ini.
Kemudian film ini terlihat lebih kelam dan aura mistis mulai nampak, apalagi ketika setan setan mulai bermunculan. Dan jleng..... ini ketika saya sadari film ini sangat mirip sekali dengan "Pengabdi Setan" Joko Anwar yang tayang di 2017. Ya, kengeriannya dan goalnya. Saya tidak tahu apakah Ari Aster sengaja mbacem (baca: plagiat) filmnya Joko Anwar tersebut. Tapi dari plot dan beberapa suasana film besutan Ari Aster memang bisa lepas dari bayang-bayang Joko Anwar, dimana ada skenario dan twist yang berbeda.
"Hereditary" secara arti bahasa adalah "Turun Temurun". Ya, intinya menurut saya apa yang mau disampaikan cerita ini mirip dengan Pengabdi Setan. Saya juga merasa 'nggak enak' lihat film ini. Saya rekomendasikan film ini deh, buat kamu para pecinta film Horror yang pingin terteror dan terbawa suasana.
Saya biasa download film disini
10 Juni 2019
Siasat Demokrat dan Silatuhrami AHY
Tampaknya, setelah pengumuan pemenang Pemilu tanggal 22 Mei 2019, yang memenangkan pasangan Jokowi-Ma'ruf membuat petinggi Demokrat yang tentu saja diamini SBY memutar haluan.
Sebagai seorang visioner, SBY tidak hanya melihat kondisi sekarang namun juga harus melihat masa depan. SBY tentu akan belajar dari hasil Pemilu tahun ini yang tidak menguntungkan Demokrat, bahkan suara Demokrat pun tertinggal oleh Nasdem, partai yang relatif baru.
Tapi itulah efek ketika tidak berada di pemerintahan, rupanya berpengaruh signifikan menggerus public trust. Oleh karena itu saya kira wajar, jika Demokrat akan mencari pelampung ke partai pemenang Pilpres, demi mendapatkan perhatian publik (media massa). Bahkan ia akan rela pecah kongsi, jika memang Jokowi yang menang.
Jika Jokowi terpilih lagi maka pada Pemilu 2024, posisi Presiden sudah tentu lowong. Karena petahana tidak bisa mencalonkan lagi. Meminjam istilah outsourcing, karyawan tersebut sudah maksimum kontrak. Disaat inilah akan muncul figur lain.
Apakah Prabowo akan ikut kompetisi lagi? Saya pikir tidak, kalaupun iya dia bukan figur yang menarik lagi, karena sudah renta sebagai nomer satu. Ya. . Walaupun Mahatir Muhammad ternyata masih terpilih lagi, ketika usianya sudah 90an.
Itulah kenapa, beberapa hari ini gencar berita AHY silaturahmi berbau politik ke keluarga Megawati, GusDur, Habibie. Agus Harimurti Yudoyono atau yang dikenal AHY, harus mengambil hati publik, dan lawan politiknya.
Bahkan jika dirunut lebih jauh, proses berlabuhnya ke kubu Prabowo pun terkesan setengah hati untuk menunaikan syarat agar bisa mengajukan calon di Pemilu 2024 dan menjelang last minute. Disamping itu, ada ketidaksinkronan kode dari SBY yang ditangkap oleh Prabowo, PKS dan Gerindra. Dimana malah Sandiaga Uno yang dimunculkan sebagai Calon Wakil Presiden, bukan malah AHY selaku pewaris tahta Demokrat. Tapi kini semuanya telah terjadi, dan AHY beserta Partai Demokrat yang tentu saja diamini SBY melakukan manuver politik yang mungkin bisa berdampak signifikan pada Pemilu 2024.
Ketika partai lain belum mencari figur calon presiden atau cawapres di 2024, AHY telah melakukan manufer tersebut. Jika PDI sebagai partai pemenang Pemilu 2019, nantinya akan memunculkan Puan Maharani, sebagai Capres 2024, rasanya akan susah mendapatkan perhatian publik, jika Cawapresnya bukan figur yang kuat pula. Kenapa, ya karena dia wanita. Ambil contoh Kepala Daerah yang dipimpin wanita, maka figur wakilnya harus kuat.
Atau bisa saja konstelasi berubah, dan Demokrat mengangkat figur AHY sebagai Capres dan berusaha mencari pengaruh dalam pusaran partai partai kubu Jokowi Ma'ruf.
Jangan lupakan pula tokoh tokoh lain yang siap bersaing di 2024. Seperti Risma, Ganjar, Ridwan Kamil, Sandiaga Uno, Anies Baswedan, dan lain lain. Tapi yang pasti dari AHY dia punya modal, sebagai pewaris tahta partai Demokrat, sedangkan figur lainnya kecuali Puan Maharani, harus menunggu kebijakan partai.
Ingat, Demokrat tidak hanya mengincar jabatan Menteri di Pemerintahan Jokowi periode kedua saja. Tapi ini adalah langkah politik Demokrat untuk comeback ke Pemerintahan. Kita lihat saja nanti, langkah-langkah AHY selanjutnya.
Selamat Hari Raya Idul Fitri
السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
Kami sekeluarga turut mengucapkan "Selamat Idul Fitri 1 Syawal 1440 Hijriah"
تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ صِيَامَنَا وَصِيَامَكُمْ تَقَبَّلْ يَا كَرِيْمَ
Taqabbalallohu Minna wa Minkum shiyaamanaa washiyaamakum taqabbal ya Kariim
Mohon maaf lahir batin atas segala salah & khilaf. Semoga amal ibadah dan puasa kita diterima Allah swt ... amiin ya rabbal alamin
وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه
Rakhmat & Keluarga
30 April 2019
Anti Jokowi Sampai Mati
Ada yang tanya kenapa saya nggak milih Jokowi, padahal saya orang Jawa?
Ya... Gimana lah... Kalau ada orang yang die hard Jokowi, lha saya kebalikannya.
Selain karena melihat tangan tangan di belakang Jokowi yang tidak saya sukai tentu saja saya alergi lihat PDIP.
Bagi saya, Jokowi itu seperti Manchester United di Liga Inggris atau Barcelona di Liga Spanyol. Dua klub yang sangat kubenci dan gak pernah saya dukung.
09 April 2019
Kartu-Kartu Sakti Jokowi; Barang Lama Kemasan Baru
Saya mencoba netral melihat ini, berusaha tidak memojokkan atau menjelekkan-jelekan Jokowi.
Dalam kampanyenya Jokowi-Ma'ruf, selalu menawarkan kartu-kartu saktinya, antara lain:
1). Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah.
2). Kartu Sembako Murah, dan yang terakhir.
3). Kartu Pra Kerja.
Dari sini, pendukung lawan pasti akan mengkritisi habis-habisan diterbitnya kartu-kartu ini. Bayangan mereka, berapa sih APBN Indonesia? Bisakah Indonesia mengakomodasi semua hal ini? Tapi saya yakin semuanya ini sebenarnya program yang sudah ada.
Menurut saya, kartu kartu ini sebenarnya sudah ada dalam pemerintahan sebelumnya, atau dalam pemerintahan yang telah berjalan, hanya kemasannya saja yang diubah.
Kita soroti satu-persatu ya:
1). Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah
Sebenarnya program untuk mengkuliahkan masyarakat Indonesia dari kalangan tidak mampu sudah diakomodir beberapa tahun belakangan. Ingat, beberapa Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta terpilih, memiliki program yang bernama "BIDIKMISI". Yaitu bantuan biaya pendidikan bagi calon mahasiswa tidak mampu secara ekonomi dan memiliki potensi akademik baik untuk menempuh pendidikan tinggi. Program ini sebenarnya sudah eksis sejak jaman SBY, sejak tahun 2010.
2). Kartu Sembako Murah
Untuk program ini, saya kira Jokowi disini hanya mengutak atik program yang sudah ada, yaitu Bantuan pangan Non Tunai (BPNT). Tentu saja penerimanya ya Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Konsepnya sama, mulai BLT, lalu BPNT, dan sekarang kartu Sembako murah, hanya berganti nama lagi. Intinya ganti judul saja.
3). Kartu Pra Kerja
Untuk Kartu jenis ini, saya pikir Jokowi hanya memanfaatkan momentum dari sisi yang tidak diberesin oleh Dinas Tenaga Kerja. Anda para pencari kerja tentu akrab dengan apa yang disebut Kartu Pencari Kerja atau biasa kita menyebutnya Kartu Kuning. Sebenarnya konsep kartu kuning ini kurang jelas selama ini. Ketika para pengangguran mencari kartu ini dan mendapatkannya, maka seharusnya kartu kuning membantu para pencari kerja. Jika dalam waktu 6 bulan ternyata belum bekerja harus informasi ke Kemenaker. Tapi kan kenyataannya tidak banyak yang informasi.
Sisi inilah yang berusaha dimaksimalkan tim sukses Jokowi dengan meluncurkan Kartu Pra Kerja. Saya sendiri kurang paham dengan konsep timses nya. Tapi menurut saya kartu kuning ini bisa dioptimalkan dengan kartu pra kerja tadi. Misalnya kalau sudah kerja, maka kartu pra kerjanya diambil oleh pemberi kerjanya (perusahaan) untuk dikembalikan ke Kemenaker. Nah, yang belum ini, jika selama beberapa waktu belum dapat kerja bisa mendapat insentif dan pelatihan dari BLK atau Kemenaker. Dan akhirnya kartu itu akan dikembalikan ke pemerintah melalui Kemenaker jika sudah diterima kerja. Masalahnya sisi ini harus terintegritas dengan lembaga perusahaan dan lapangan kerja. Nah kalau ternyata lapangan kerjanya kurang, ya harus ditumbuh kembangkan, baik itu melalui investasi dalam negeri maupun luar negeri. Dan, tentu dengan memberi ruang dan kesempatan lebih baik untuk tenaga kerja dalam negeri kita, dibanding memberi keleluasaan kerja untuk tenaga asing.
Kalau mau jujur, timses Jokowi sebenarnya lebih pintar dalam membaca peluang terhadap hal-hal 'remeh temeh'.
Sekarang dengan database e-KTP yang jelas. Maka sistem kependudukan di Kemendagri harus bisa diakses disemua Badan atau Dinas yang terkait dengan data kependudukan. Sehingga semua menjadi terdata dan jelas. namun, tentu saja selain kemudahan pelayanan, masyarakat harus berperan aktif untuk mengupdate segala data kependudukan yang ada.
Pertanyaannya, tidak cukupkan satu kartu saja buat semuanya? Yaitu e-KTP saja. Seharusnya bisa, tapi itu semua tergantung manajemen pemerintahan apakah bisa mengintegrasikan kinerja Kementerian lainnya, baik itu Kemendagri, Kemenaker, atau Kemensos. Secara substansial, sistem itu sudah ada, tinggal dimaksimalkan dengan yang ada sekarang.
Kartu kartu sakti itu, sebenarnya indikasi (flag) untuk memberi tanda NIK yang butuh perhatian khusus. Untuk Kartu Sembako Murah, KIP Kuliah, dan Pra Kerja.
Jadi yang bisa saya katakan disini, Kartu Kartu Sakti Jokowi, sebenarnya barang lama kemasan baru.
Jadi siapapun Presidennya, baik itu Jokowi ataupun Prabowo, semuanya bisa mengaplikasikan program-program sembako murah, kuliah untuk kalangan berprestasi dari keluarga tidak mampu, dan mengurangi pengangguran.
13 Maret 2019
Persela: Tim Yang Jago Mengorbitkan Pemain Asing dan Pemain Muda
Oscar Aravena, di awal kariernya di Indonesia pada 2003 ditempa di Persela. Penyerang haus gol asal Chili ini hanya semusim di Persela. Pada tahun 2004 langsung dibajak PSM, dan langsung melesat jadi top scorer kasta elite.
Fabiano Rosa Beltrame, bek tangguh asal Brazil ini mengawali karier di Lamongan 2005-2006, serta 2008-2011, sebelum akhirnya hijrah bermain ke tim-tim elit dan royal semacam Persija, Arema, dan Madura United.
Gustavo Lopez, pengatur serangan asal Argentina yang mempesona, juga pernah mencicipi kostum Tim Biru Langit pada musim 2006-2007 serta 2011-2013. Saat datang ke Lamongan banderol Gustavo murah di bawah Rp500 juta. Nilainya melonjak saat Arema menggaetnya pada 2014 lalu.
Srdan Lopicic, yang menjadi motor permainan Persela di LSI 2014, dan musim berikutnya langsung digaet Pusamania Borneo FC. Padahal, saat datang kali pertama ke Indonesia ia sempat ditolak sejumlah klub, yang tak yakin pada kemampuannya.
Adisson Alves, striker asal Brazil pemegang paspor Brazil dan Spanyol ini, waktu itu hanya dihargai Persela Rp500 juta, kemudian ditarik klub elite Thailand, Osotspa. Kontraknya melesat di atas 100 persen. dan kemudian masih beredar di klub elite Liga 1.
Musim 2018, Persela sebenarnya memiliki pemain asing yang luar biasa. Ada Diego Assis, Wallace Costa, dua pemain asal Amerika Latin yang mumpuni ditambah striker haus gol dari Perancis Loris Arnaud. Sayang, sebelum musim kompetisi 2019 digelar, mereka tak bersama lagi dengan Persela. Diego Assis langsung diambil oleh Al Ain Arab Saudi, Loris Arnaud langsung disabet oleh PS Tira Persikabo, dan Wallace Costa memilih merumput bersama PSIS, di Jati Diri Semarang.
Permintaan gaji yang tinggi tentu menjadi faktor utama para pemain asing yang moncer di Persela itu kini hengkang dari tim kebanggaan masyarakat Lamongan. Persela sebagai tim eks perserikatan yang terbiasa disuapin APBD Lamongan dan kurang mendapatkan sponsor yang besar, tentu tidak bisa jor-joran dalam menggaji pemain, apalagi pemain asing.
Untuk pemain lokal saja, Persela lebih mengembangkan pemain pemain muda dan memberi kepercayaan dan jatah waktu bermain yang banyak, agar siap menjadi bintang. Contoh yang paling mentereng adalah Saddil Ramdani, yang kini bermain di klub Malaysia, Pahang FA. setelah 2 musim sebelumnya menjadi bagian penting dari Laskar Joko Tingkir. Begitu pula Fahmi Al Ayyubi dan Ghifari Vaiz, dia menjadi produk lokal yang memberi asa baru untuk menjadi pemain bintang masa depan. Persela juga memberikan kepercayaan pada pemain muda pinjaman untuk bermain lebih banyak, seperti Gianzola dan Dendi Setiawan.
Fakta-fakta tersebut menunjukkan kalau pemandu bakat Persela cukup jeli melihat potensi pemain impor. Tidak seperti klub-klub elite macam Persija, Persib, Persipura, Arema, Sriwijaya, Madura United, Bali United yang lebih memilih cara instan dalam mendapatkan pemain asing. Manajemen Persela lebih hati-hati memilih pemain dan mencari pemain asing yang masih berharga murah dari negara negara Amerika Latin. Syukurnya banyak pemain yang datang kualitasnya bagus-bagus, dan pastinya tidak menuntut nominal kontrak setinggi langit.
Kini pada musim 2019, Persela sudah move on dari Diego Assis, Loris Arnaud, dan Wallace Costa yang meninggalkannya. Persela kini diperkuat pemain asing yang tampil menjanjikan saat membekap Persita 2-0 dan Arema 1-0 di Malang, pada momen Piala Presiden. Mereka adalah striker Washington Brandao dari Brazil, gelandang asal Argentina Jose Sardon, gelandang lincah dari Jepang Kei Hirose, dan bek yang tangguh dari Brazil Jairo Rodriguez. Semoga Persela bisa mengulangi sejarahnya, dengan membuat moncer para pemain asingnya. Apalagi Persela juga masih memiliki darah muda semacam Hambali, Fahmi, dan Ghifari. Dan yang paling penting, Persela telah mendapatkan Penjaga Gawang yang tangguh Dian Agus Prasetyo, yang terpinggirkan dari Barito Putra.
Saya rasa, kali ini Persela akan menjadi tim yang luar biasa musim ini, dan siap menjadi penantang gelar. Dengan catatan, Persela juga harus memiliki kedalaman skuad untuk mengarungi musim kompetisi 2019.
01 Maret 2019
Yesterday, Today, and Tomorrow
and today is before tomorrow
and tomorrow is not yesterday
and yeterday is before today
and today is before tomorrow
and tomorrow is not yesterday
and yeterday is ... a day before
before I see you..
before I meet you
before I know you
before I need you
before I love you
This is my stupid song, because this is friday, an english day
18 Februari 2019
Mencari Tiket Penerbangan Murah
Semenjak Januari 2019, telah terjadi kenaikan yang signifikan dan gila gilaan pada harga tiket penerbangan domestik.
Awalnya saya pikir, ini masih imbas dari peak season di nataru (Natal & Tahun Baru). Tapi setelah saya cermati, setelah tanggal 15 Januari 2019, saya cek harga tiket di traveloka, lha kok harga tiket Batam - Surabaya masih di kisaran 1,5 jutaan, padahal normalnya di 800an, baru saya curiga. Ini harga kok gak turun turun? Ada apa ini?
Lalu saya cek penerbangan lain, ternyata, Masih abnormal, masih tinggi. Mbatin saya, waduh kalau harga segitu, ya bisa tekor kalau pulkam tiap 2~3 bulan sekali.
Lalu iseng iseng saya cek situs pembelian tiket lainnya tiket.com, ya Allah sama. Apalagi pada saat yang sama lionair mengambil kebijakan dengan meniadakan bagasi gratis, dan membebankan biaya bagasi lagi pada penumpang. Gila! Bisa nggak pulang saya, kalau nggak benar benar urgent.
Lalu iseng iseng saya masuk ke website tiap pesawat, website lionair, website garuda, dan website citilink, berharap siapa tahu harganya beda (lebih murah), dibanding dengan traveloka atau tiket.com. Pertama saya cari tiket tanpa login dulu ke website tersebut, wow sama mahalnya. Kemudian saya login di website masing masing. Wow! Ternyata ketika saya cek harga di citilink, jauh lebih murah.
Untuk harga Batam-Surabaya pakai login di citilink.co.id segini di jam 14.40
Sekitar 880 ribu.
Sedangkan saya cek pakai tiket.com masih segini
Masih sekitar 1,8 juta, untuk jam 14.40.
Saya cek di traveloka juga sama seperti tiket.com.
Di citilink ini, jika anda login sebagai member supergreen citilink, harganya memang sangat murah. Kebetulan saya sudah jadi member sehak tahun 2017. Bahkan anda masih dapat tambahan free bagasi 10kg. Jadi selama citilink belum memperlakukan bagasi berbayar, anda akan mendapatkan 20kg+10kg bagasi, ditambah free 7kg kabin. Nah, kalaupun nanti bagasinya berbayar, dengan member supergreen ini anda masih menikmati 10kg bagasi dan free kabin 7kg. Setidaknya kalau bawaan anda cuma 10kg ya nggak perlu biaya tambahan. Jadi, ngapain pilih yang lain. Jika memang di kota anda, ada penerbangan citilink. Lebih baik anda beli tiket pesawat memakai citilink.co.id dan login dengan member anda.
Selamat tinggal traveloka dan tiket.com, pakai aja citilink dan login menggunakan member supergreen anda untuk mendapatkan tket yang juauuuuh lebih murah dan rasional. Dan, selamat tinggal lionair, pesawat ini memang cocok benar benar digunakan oleh orang yang kaya, orang yang nggak tahu rahasia ini, atau buat anda yang terpaksa (nggak ada pilihan lain), karena hanya satu satunya armada yang melayani.
Ingat, ini rahasia lho
07 Februari 2019
Motif Pembakaran Kendaraan di Semarang dan sekitarnya
Menyikapi teror yang terjadi di Semarang dan sekitarnya, para korbannya dipilih bukanlah secara acak (random victims). Itu terlalu sederhana jika dijabarkan jika para korbannya adalah random victims. Setidaknya pada teror-teror pembakaran awal yang terjadi, saya yakin pelaku sengaja memilih korbannya. Kenapa saya ngomong demikian? Karena awal-awal teror pembakaran adalah motif utama pelaku untuk melakukan tindakan kriminal, dan masih bersih dari unsur-unsur show off, dan random victioms.
Dalam pandangan saya, pelaku ini bisa bersifat sosiopat atau malah berkecenderungan psikopat. Setidaknya ada beberapa motif yang melandasi terjadinya pembakaran tersebut.
1. Sakit Hati
Bisa jadi pelaku merasa sakit hati terhadap para korban. Dari sini bisa didapatkan adanya ikatan emosi, artinya pelaku paling tidak dengan korban, entah langsung atau melalui keluarga/ temannya. Walaupun bisa saja korban tidak kenal dengan pelaku.
2. Hakim Jalanan
Anda masih ingat dengan ichiro, seorang yang mengendarai mobil Suzuki Vitara putih ala offroad, yang berani menjadi jagoan dan hakim jalanan. Dia dengan berani menabrakkan mobilnya pada kendaraan lain yang 'tidak patuh', yang melanggar lalu lintas atau rambu jalanan.
Bisa jadi pelaku adalah ichiro jenis lain, mengingat kenapa yang disasar adalah mobil atau motor. Bisa saja pelaku ini orangnya taat dan patuh peraturan. Namun dia sangat mendendam dan jengkel pada orang yang seenaknya melanggar peraturan, dan ditambah tidak ada mendapatkan penegakan aturan yang jelas oleh aparat kepolisian.
Mungkin saja pelaku kesal dengan para korban saat mereka jumpa di jalanan, dan pelaku melihat perilaku jalanan para korban membahayakan pengendara lain, atau tidak patuh rambu lalu lintas. Sehingga mungkin saja terbersit ide, "Jika nggak bisa bener bawa kendaraan, mending kendaraanmu saya bakar!"
Sehingga pelaku membuntuti dimana para korban tinggal, 'menggambar' lokasi target, dan kemudian melancarkan aksinya ketika lingkungan korban tinggal sepi (aman).
3. Iri Hati
Sebenarnya ini motif yang terlalu sumir jika mengatakan pelaku iri hati. Tetapi ini bisa saja, walaupun sebenarnya terlalu luas untuk dijabarkan.
Namun perlu diingat, area TKP sekarang sudah 'tercemar'. Hal ini karena kejadian 'kan sudah viral. Dan perlu diingat, ketika hal ini viral maka akan timbul hal lain, yakni kemungkinan munculnya para peniru aksi ini (copycat). Ya... entah karena terinspirasi, gaya-gayaan, ingin saja, atau memang berteman dengan pelaku awal dalam suatu forum atau organisasi.
Jadi akan makin susah diendus jejak siapa pelaku ini sebenarnya. Tetapi pelaku ini juga manusia, yang saya yakin punya emosi dan hasrat. Pelaku bisa saja tetap tak terendus jika dia bekerja 'rapi', hati-hati dalam memilih korban, dan benar-benar tidak terlalu nekad menyasar korbannya. Artinya, bisa saja calon korban tinggal di perumahan yang dijaga 24 jam oleh security saat keluar masuk. Akan jadi bumerang, jika pelaku tetap nekad melancarkan aksinya pada kawasan seperti ini.
Bagaimanapun juga itu versi dugaan saya saja, jika memang benar pelakunya adalah tipe sosiopat, psikopat, atau main hakim sendiri. Perilaku seperti ini tetap tidak bisa ditolerir walaupun masyarakatnya yang bermasalah. Namun diperlukan peran serta semua pihak untuk memperbaiki tatanan kehidupan masyarakat. Akan tetapi bisa saja pelakunya menyasar korbannya dengan random acak dan hanya menakut-nakuti warga. Bagaimanpun juga semoga Polri bisa mengungkap kejadian teror pembakkaran yang sesungguhnya. Bagi saya sendiri, kasus teror pembakaran kendaraan lama kelamaan, seandainya tanpa tertangkap juga akan menguap dengan sendirinya.
22 Januari 2019
Tahun 2019
Ternyata sudah setahunan aku kehilangan ibunda tercinta.
Ternyata abang Parsa sudah kelas 6, dan akan bersiap masuk SMP
Ternyata kerjaan saya masih di tempat ini, belum ada perubahan.
Ternyata harga tiket pesawat sekarang mahal banget.
Dan tahun ini 2019, kita akan nyoblos Pemilu lagi. Apapun pilihan anda, harapan kita sama, berharap Indonesia lebih baik lagi di tahun depan.
15 Mei 2018
My Untold Story : DO dari Calon Teroris
Innalillahi wa inna illaihi rooji'un.
Tragedi itu terjadi lagi. Negeri yang kocak ini digegerkan lagi dengan teror bom di Surabaya. Setelah sebelumnya terjadi ketegangan yang mengakibatkan korban jiwa di rutan di markas brimob kelapa dua, Depok, antara napi teroris vs anggota polisi.
Ketika teror terjadi di 'rumah' aparat penegak hukum saya anggap mereka mendapat lawan yang setara. Dia bawa senjata anda bawa senjata, ya silakan lah adu tembak, bom boman dll.
Tetapi yang saya sayangkan, kenapa harus di rumah ibadah, terlepas di Gereja atau lainnya. Namanya juga tindakan terorisme, mungkinn lain waktu bisa saja masjid, wihara, pura, candi hindu, atau borobudur bisa jadi targetnya.
Padahal ibadah itu perkara asasi antara manusia dengan dzat paling berkuasa, berkehendak dll yang disebut Tuhan, melalui metode dan cara yang dianutnya, mengikuti petunjuk manusia suci yang disebut sebagai Nabi.
Namun...rupanya mungkin tidak semua manusia sependapat dengan pendapat saya.
Saya paham dan tidak menutup mata bahwa kali ini pelakunya adalah beberapa keluarga muslim. Orang awam akan bertanya tanya, kok bisa ngebom sampai ngajak istri dan anak anaknya yang masih kecil. Kok tega?
Jawabannya adalah bisa. Kenapa? Saya coba akan bercerita pengalaman saya dulu sewaktu kuliah di ITS Surabaya, sekitar tahun 2002.
Seperti kebiasaan mahasiswa yang kuper, jika sudah malam saya sering menghabiskan waktu jalan jalan sendirian di Gramedia Kertajaya ketimbang jalan sama pacar. Lha wong ngomong sama cewek aja gemetaran, gimana mau pacaran.
Sebenarnya saya lebih menyukai buku buku komputer dan teknik, tapi tidak terpaku pada genre itu saja. Suatu hari ketika saya lagi tenggelam dalam rak buku buku Islam saya bertemu dengan seseorang yang berusia 35~40 tahunan, dan 'terlihat' lebih Islami dengan ciri berjenggot dan berdahi agak kehitaman. Lalu kamipun ngobrol basa basi perkenalan. Kemudian terlibat pembicaraan serius tentang Quran.
Saya orangnya 'open mind' walaupun saat itu cenderung berhaluan kiri, penganut Nietzsche dan Marxisme. Namun dari kecil saya mengenyam Madrasah dan dididik secara Islam yang taat. Walaupun sholat masih bolong bolong.
Karena ada perlu lain, akhirnya kami pisah dan bertukar kontak dan alamat. Ingat waktu itu belum ada Facebook, Whattapps, BBM dll. Yang ada telepon rumah dan hp tat tit tut (itupun jarang yg punya).
Singkat cerita, beberapa hari kemudian orang tersebut datang ke kosanku. Tentu saja saya welcome. Kemudian saya perkenalkan ke beberapa teman saya. Namun reaksi orang tsb menginginkan hanya saya saja untuk diskusi bedah Quran. Dan pada pertemuan berikutnya saya diajak ke masjid UPB di daerah Deles, tak jauh dari kosanku. Disitu saya bertemu dengan seorang lagi. Bayangan saya tuh.... saya diajak dengarin ceramah bareng bareng dengab jamaah lainnya. Tapi ternyata, di masjid tidak ada aktivitas selain sholat Maghrib, dan berdoa. Namun, di teras masjid saya dan 2 orang kenalan baru saya mengaji.
Mulanya tidak ada yang aneh... Tapi lantas orang tsb menukil nukil beberapa ayat dari surat, dan mencari arti pemahamannya. Tentu saja pemahaman menurut mereka. Hari pertama ngaji di luar kosan tidak terlalu aneh.
Kemudian beberapa hari kemudian saya ke masjid UPB sesuai janji ketemuan lagi. Sekali lagi seusai sholat kami tidak membaur dengan jamaah lainnya. Dan... mulai menggali dan menukil nukil surat tertentu. Saya agak mulai curiga kenapa yang dinukil adalah ayat ayat yang berkaitan dengan kenikmatan hidup di jalan Allah, jihad, dan penegakan amar ma'ruf nahi munkar. Penegakan ulil amri, dan menyerukan memerangi pemerintahan yang salah (Pemerintah yang Thoghut ).
Sebenarnya siapa yang tidak tergiur akan menjadi golongan yang langsung masuk ke Surga jika berjihad di jalan Allah. Betapa wangi surga tercium dan akan menjadi hamba yang mulia.
Suatu saat saya ada kerjaan (praktek demo), hingga nggak bisa ketemuan ngaji. Akhirnya ba'da Isya' salah satu dari mereka ke kosan saya. Ya... saya minta maaf namun janji untuk ketemuan kapan kapan lagi. Namun kenalanku tersebut sempat ketemu dengan teman kosanku yang seneng jahullah. Mereka tampak bertukar pikiran serius. Namun saya tidak terlalu perhatian, karena saya sibuk nyelesain demo PLC .
Kemudian setelah kenalanku pulang, temen kosku cerita kalau ternyata pemahaman dia beda dengan kenalanku. Bahkan dia menasehatiku, "ati ati lho Mat, kon ketemu nangdi ambek wong iku?"
"Lagi musim NII/DII, saya khawatirnya kenalanmu tersebut cenderung kesana atau golongan radikal lain", ujarnya.
Beberapa hari selepas dinasehati teman, saya masih ketemuan dengan mereka, bandel kan. Sebenarnya aneh ngaji kok dewean, saya sering nanya, katanya nanti diajak bareng bareng kalau sudah sama pemahamannya. Dan hari yang ditunggu tiba saya hendak diajak ngaji ke tempat lain. Apalagi nanti kalau ke lokasinya harus ditutup matanya. Disinilah saya berontak, mbatin "waduh mesti dibaiat aku."
Dari sini cerita saya 'ngaji' berhenti. Saya melarikan diri dengan alasan pacaran (kencan). Ya... kebetulan saat itu ada yang mau denganku, hehehe... Dan lama kelama kelamaan hilang kontak.
Btw, siapa yang tidak tergiur akan menjadi golongan yang langsung masuk ke Surga, jika berjihad di jalan Allah. Bahkan sebagai imam kenapa nggak mengajak keluarga sekalian untuk bersama sama di jalan yang 'mulia'. Menghancurkan kaum yang bertentangan (Thaghut). Walaupun harus berkorban nyawa, nyawa anak, nyawa isteri. Kalau untuk Allah kenapa nggak. Ismail kecil pun dengan senang hati untuk mengorbankan diri, jika ini adalah kehendak Allah.
Itulah jawaban kenapa mereka rela mengorbankan anak isteri.
Tapi... saya tidak sependapat kenapa harus melakukan teror di Indonesia. Kenapa memerangi sesama warga negara Indonesia, kita tidak sedang berperang. Kalaupun ingin menegakkan Islam di negara Indonesia bukan dengan cara ini.
Kita tidak bisa membersihkan sesuatu dengan air yang kotor.
24 Februari 2018
Super Parsa
Padahal dahulu, saat masih sekolah kelas 1 ~ 2 di Batam dia masih lambat berhitung, dan memakai tangan.
Namun peningkatan pesat terjadi ketika istri dan anak yang pindah ke Lamongan, di saat Parsa kelas 3 SD. Waktu itu pertenghan kelas 3, ada brosur Kumon, dan istri tertarik untuk memasukkan Parsa kursus Kumon. Tentu saja aku yang merasa tidak pernah memaksakan ikut ini itu kecuali ajaran ibadah Islam, menanyakan Parsa, tertarik atau tidak dengan Matematika. Dan dia senang katanya. Akupun OK aja (siap bayarin SPPnya), asal dia bahagia.
Dan... dia mulai berkembang pesat. Level demi level telah di raih.
Pada waktu kelas 4 SD, Parsa pernah mengikuti lomba KMNR. Waktu seleksi tingkat Lamongan Parsa pun lolos ke Surabaya. Waktu di Surabaya, masih banyak teman temannya dari SD Muhammadiyah Lamongan yang bersamanya. Namun sayangnya, hanya Parsa lah yang lolos ke final di Bogor. Itupun hanya 5 orang wakil Lamongan dari kelas 4. Akhirnya saya pun ikut mendampingi beserta satu guru dari SD-nya. Tapi ketika di Bogor Parsa tidak mendapatkan medali. Namun kami semua sangat bangga padanya. Kamu hebat.. anggap ini pengalaman berharga.
Beberapa saat kemudian Parsa mendapatkan piala dari KUMON atas peningkatan level G kalau tak salah, yang luar biasa.
Namun kemudian istri memutuskan balik ke Batam setelah pengobatannya selesai. Jadinya yang tinggal bersamaku adalah istri dan adiknya Parsa, yaitu Echa yang mulai sekolah SD Mutiara Insani di Batam. Echa ini juga luar biasa, tapi nanti kujelaskan dalam segmen yang lain.
Parsa karena sudah merasa nyaman, akhirnya tetap sekolah di Lamongan. Tinggal bersama mbah Kung dan mbah Utinya.
Namun Allah memiliki cerita yang lain. Ada musibah, mbah uti atau ibundaku wafat. Otomatis galau dong ninggal anak dengan mbah kungnya saja.
Dan akhirnya, istriku menemui pihak sekolah untuk berencana memindahkan Parsa ke Batam lagi. Walaupun aku tahu sebenarnya Parsa gak mau, tapi dia pasrah saja. Namun rupanya pihak sekolah keberatan, karena banyak berencana mengikutkan Parsa dalam banyak perlombaan.
Ya udah, akhirnya kami mengurungkan niat itu. Apalagi mbah kung atau Bapak tidak mau diajak pindah menempati rumah adikku. Ya.... itung itung Parsa buat temennya mbah lah, setelah gak da ibu. Tapi tiap 3 bulan sekali pasti aku jenguk.
Ya.... Parsa pun diikutkan lomba Olimpiade Matematika seleksi kecamatan. Dan hasilnya, Parsa Juara 1 lolos tingkat Kabupaten.
Eh... selesai lomba ini, ternyata ada Olimpiade Ahmad Dahlan tingkat karesidenan Bojonegoro. Olimpiadenya yayasan Muhammadiyah se -Lamongan, Bojonegori, Tuban. Lagi lagi Parsa dapat piala, kali ini Juaara Harapan II. Karena ternyata ada presentasi yang mana si abang jelas 'susah' ngomong. Tapi patut bangga, karena dari Juara 1 hingga Harapan 1 semuanya kelas 6, dia sendiri kelas 5.
Tak jauh dari Olimpiade Ahmad Dahlan, eh langsung disusul Olimpiade Matematika tingkat Kabupaten. Kalo menurutku, orang Lamongan kota 'kan sudah dikalahkan Parsa, jadi seharusnya mudah Juara. Namun rupanya tidak mudah, karena babak pertama nilai Parsa kalah dengan dari kecamatan Babat. Tapi di babak berikutnya Parsa meraih nilai terbaik dan Juara 1, disusul Babat, dan Aji anak SD Jetis III.
Perasaan baru tanggal 22 Februari dia tanding, ealah Sabtu ini, 24 Februari ini kok dia lomba lagi di Babat katanya. Juara atau tidak, kami patut bangga padanya.
Namun adakalanya abang sulit menerima kekalahan. Seperti saat lomba yang diadakan Sakinah dan di Babat tadi pagi. Mungkin dia mikir kok iso seh, padahal dia sempat nongkrong ranking 2 di sesi awal. Namun di final cuma peringkat 22. Tapi setelah aku cek soalnya memang dia melakukan perhitungan yang salah. Lha inilah saatnya bagi ortu untuk bisa menguatkan dan menerima kekalahan dari kesalahan. Wajar, mental anak masih muda tentu masih labil. Namun selama ada harapan dan tidak membuat patah arang. Tetap semangat, dan belajar dari kesalahan. Insya Allah bisa berprestasi lagi.
Terus terang saya iri, karena semasa SD saya hanya sekali ikut lomba MIPA, itu pun cuma dapat Juara Harapan I. Ya... si abang Parsa memang super, dan saya bangga dan bersyukur memiliki, mendapat amanah ini.
Duka Yang Berturut Turut
Pada saat reunian keluarga besar Bani Amin beberapa hari pasca hari H Idul Fitri, kami memang diberi tahu kalau lik Pung selaku Ketua tidak bisa hadir karena Rina masuk RS, harus cuci ginjal.
Jadinya kami semua niliki Rina yang menurutku kondisinya memprihatinkan. Di dekat leher ada bekas lubang untuk transfusi cuci darah. Walaupun saat itu dia bisa duduk, namun sering batuk dan nafas seperti tersengal. Kami memompakan semangat.
Lik Pung sudah menikah lagi, setelah bu lik Sri ibunya Rina meninggal beberapa tahun sebelumnya karena diabetes.
Namun takdir illahi berkata lain. Rina pun menyusul ibunya karena penyakit yang sama di bulan September 2017, masih muda padahal. Di tempat yang sama dengan ibunya dia dimakamkan.
Kemudian ibunda tercintaku menyusul di bulan Oktober 2017.
Lalu Pakdhe Marlan, saudara sepupu ibuku turut menghadap illahi pasca sakit tua beberapa tahun di tanggal 9 Januari 2018. Tepat 3 bulan pasca wafatnya ibu. Dan beliau dikebumikan didekat ibunda tercinta.
Ya... takdir Allah itu penuh rahasia. Dan... ketetapan Allah itu pasti, tinggal kapan dan dimana itu adalah rahasia. Hanya bisa berdoa dan melakukan yang terbaik di dunia ini.
Saya Merindukanmu Bu, Maafkan Anakmu Ini
Satu kejadian paling menyedihkan adalah disaat aku, dan kami semua kehilangan ibunda atau mbah uti tercinta. Ya... ibunda tercinta, yang paling baik, paling bisa mengerti, paling sabar, dan semua yang terbaik telah menghadap illahi.
Padahal, aku berencana mengunjungi ibu dan merayakan, saat ulang tahunnya yang ke-67 di tanggal 10 Oktober 2017. Namun ternyata suratan takdir berkata lain.
Beberapa hari menjelang ultah ibu, yakni akhir bulan September, ibu merasa badannya lemes, nggak berdaya. Lalu cek ke dokter dan berobat, ternyata gula darahnya tinggi sampai 400an. Ibu memang ada riwayat gula darah tinggi (diabetes).
Namun beberapa hari tak kunjung enak badannya, akhirnya adikku yg pertama yang tinggal di Lamongan, Erni memutuskan membawa ibu ke rumah sakit RSUD Dr. SOEGIRI. Ibu dirawat disana. Adikku yang kedua, Evy pun memutuskan pulang dari Jakarta demi menunggui ibu. Pada hari keempat akhirnya ibu diperbolehkan pulang, di hari Jumat Malam. Kondisi ibu terlihat membaik, dan bahkan bisa 'keluyuran' di sekitar rumah. Aku bahkan dilarang pulang sama beliau karena sudah merasa baikan. Saat itu tanggal 7 Oktober, tapi aku tetap ngotot untuk pulang pada saat ibu berulangtahun tanggal 10 Oktober. Lagian aku pingin ngunjungi anak pertamaku yang kutitipkan di Lamongan sama Mbah Kung dan Mbah Utinya.
Lalu tanggal 8 Oktober, menurut adikku, ibu seperti diserang rasa panik, ketika tahu bapak tidak ada di rumah. Padahal saat itu bapak lagi cari bubur. Dan ibu batuk sedikit, namun nafas terasa berat.
Adikku yang kerja di Jakarta berencana balik lagi ke Jakarta pada hari itu. Namun dia ragu-ragu melihat kondisi ibu kok seperti itu. Namun, ibu menyuruh adikku untuk balik ke Jakarta, karena adiku sudah lama cuti. Dengan terpaksa adikku pun naik kereta api sesuai tiket yang telah dibelinya. Dan dia info ke aku kalau dia harus balik ke Jakarta namun tidak tega karena kondisi ibu drop lagi. Akupun sudah beli tiket pulang pada hari Senin pagi, 9 Oktober 2017. Karena tiket hari Minggu sudah habis.
Disaat lain, adikku Erni membawa kembali ibu masuk UGD RSUD. Sebenarnya saat itu, ibu bisa jalan naik mobil. Namun pada saat di UGD kondisinya drop, tapi masih sadar.
Gula darah ibu sekitar 400an. Mulai saat itu semua organ ibu dicek. Dan ditemukan ada phnemonia di lobus paru-paru yang sudah menyebar. Darah ibu saat diambil untuk dicek juga terlihat menghitam. Aku trenyuh dan hanya bisa berdoa karena aku tak disampingnya. Adikku Erni lah yang selalu mendampinginya, dan keponakanku dan bulik-bulikku.
Sampai jam 10 malam kondisi ibu belum stabil, ritme nafasnya masih kurang bagus, dan masih harus tetap di UGD. Menjelang pergantian hari, jam 12an malam, ibu dipindah ke ruangan rawat pasien. Karena kondisinya dirasa stabil. Sama di ruangan sebelumnya, bahkan adikku sempat berseloroh dan ibu masih tersenyum.
Namun... tak dinyana, sebelum masuk ke ruangan. Tarikan nafas sekali ibu dan tiba-tiba 'tertidur'. Dan... usaha RPJ sudah dilakukan maksimal. Sekitar setengah jam akhirnya dokter menyatakan ibu meninggal tepat di jam 1.00 dini hari, tanggal 9 Oktober 2017. Tepat sehari, sebelum ulang tahunnya.
Adikku Evy mengetahui kabar ini saat dia berada di KA yang tiba Semarang. Atas berita ini, tentu saja kami sekeluarga pulang dari Batam.
Namun... ternyata secepat-cepatnya kami. Aku tak bisa melihat wajah ibu tercinta di saat terakhir kali. Mungkin inilah penyesalanku, menunda nunda kepulangan.
Memang, aku sering pulang ke Lamongan, setidaknya 3 bulan sekali. Dan.... terkadang aku lupa, masih mencari-cari dimana keberadaan ibu, kok tidak menyapaku.
Hmm... aku kan selalu berdoa untukmu Bu, semoga engkau wafat dalam keadaan khusnul khotimah dan surga menjadi tempat tinggalmu. Aaamiin.
14 September 2017
Batam Krisis Energi?
Bolak balik mati listrik. Alasan biaya operasional melebihi anggaran. PLN Batam ibaratnya membalas dendam atas tidak dikabulkannya kenaikan tarif.
07 April 2017
Boneka Abdi Kok Jadi Lagu Horror?
Abdi teh ayeuna
Gaduh hiji boneka
Teu kinten saena
Sareng lucuna
Ku abdi dierokkan
Erokna sae pisan
Sumangga tingali
Boneka abdi
Ala.... Tapi mau gimana lagi ya, lagu akan dicap sebagai sosok ini atau itu, tergantung cara dan suasana saat menyanyikan.





















